Anda di halaman 1dari 27

Teori Fiksasi

Tiyandri R. putra
Ingrid s. ngangi
taryono
Tinjauan Umum Fiksasi

Dalam pembuatan sediaan histologic dan sitologik sel dan jaringan dapat
tetap terjaga secara alami, komponen sel dan jaringan harus mendekati
bentuk saat ditubuh atau masi dalam keadaan hidup.
Fiksasi merupakan suatu tahapan yang wajib dilalui baik untuk sediaan
histologic dan sitologi. Secara teknis fiksasi bertujuan untuk mencegah atau
menahan proses degenerative yang dimulai segera setelah jaringan lepas dari
control tubuh dan kehilangan pasokan darahnya.
TujuanFiksasi
1. Menjaga struktur dan komponen kimiawi
2. Pencegahan kerusakan dan kematian
3. Mengeraskan sel dan jaringan
4. Pamadatan
5. Optical deferensiasi
6. Efek pewarnaan
7. Menempelkan sel
Faktor yang harus dipenuhi oleh suatu proses fiksasi

1. Koagulasi
Yaitu proses penggumpalan partikel koloid didalam sel krena adanya
penambahan bahan kimia atau pemberian perlakuan fisik sehingga partikel-
partikel tersebut bersifat netral dan membentuk endapan
Biasa terjadi pada protein yang ada didalam sel atau kandungan lainnya yang
dianggap perlu dipertahankan akibat degrasi yang terus berlangsung.
2. Presipitatasi
Adalah pengendapan yang terjadi akibat koagulasi yang terjadi sebelumnya.
Pada fiksasi yang diharapkan adalah presipitasi protein
Faktor yangmempengaruhi Fiksasi
1. Suhu atauTemperatur
Meningkatkan suhu atau memanaskan larutan fiksasi akan berbanding lurus terhadap
kecepatan penetrasi larutan fiksatif kedalam jaringan

2. Penetrasi larutan
a. Waktu Penetrasi
Waktu optimal proses fiksasi bermacam-macam tergatung pada jenis larutan
dan jenis sel yang dilarutkan

b. Tingkat penetrasi
Tingkat penetrasi tergantung pada karakter istikdifusi dan variasi dari materi
satu ke materilainnya.
3. Dimensi Spesimen
Hal ini berhubungan dengan waktu optimal jaringan terfiksasi dari seluruh sisi
dan juga proses difusi dari larutan yang akan digunakan.

4. Rasio volume terhadap specimen


Rasio antara volume larutan fiksasi hal ini berhubungan dengan penurunan
konsentrasi larutan fiksasi dan kecepatan penetrasi. Makin sedikit larutan
fiksasi yang digunakan, maka konsentrasi akhir ketika terjadi kondisi isotonic
akan menurun dengan drastic, dan tentunya akan mengurangi kecepatan
penetrasi.

5. Tingkat keasaman (pH)


Tingkat keasaman suatu larutan (pH) dapat menjadi penting ketika larutan
yang digunakan dalam fiksasi mengandung formaldehyde.
Prosedur praktis untuk mengoptimalkan kualitas

1. Kondisi ketika jaringan segar


a. Masukan jaringan secepat mungkin
b. Hentikan metabolisme dengan pendinginan
c. Jaringan segar dapat bersifat infeksius
d. Jangan biarkan specimen mengering
e. Jangan mendistorsi jaringan
f. Beri label secara lengkap dan akurat
2. Penentuan larutan fiksasi yang tepat
a. Fixatives harus menembus semua sisi
b. Rongga harus terbuka
c. Perfusi beberapa specimen
d. Ketebalan organ (maksimal 4 mm)
e. Lakukan agitasi pada proses
f. Rasio volume : Rasio jaringan
g. Berikan waktu yang cukup
h. Penggunaan Suhu
3. Pilihan yang tepat dari larutan fiksasi
a. Larutan Fixatives harus dibuat, dengan hati-hati dari reagen dengan
kualitas yang sesuai dan segar
b. Pergantian larutan fiksasi
c. Frekuensi penggunaan larutan fixatives
d. Hindari tutup wadah yang bersifat logam
e. Perlakuan setelah pemberian larutan fiksasi
f. Semua fiksatif bersifat toksik dan korosif
Latihan Soal

1) Berikut ini yang bukan tindakan yang mampu mempercepat fiksasi adalah :
A. Menambah suhu larutan fiksasi
B. Memperkecil spesimen
C. Melakukan tindakan “gangguan” dengan cara mengerak-gerakan
D. Memperkecil volume larutan fiksasi
E. Menambah tingkat keasama
Latihan Soal

1) Berikut ini yang bukan tindakan yang mampu mempercepat fiksasi adalah :
A. Menambah suhu larutan fiksasi
B. Memperkecil spesimen
C. Melakukan tindakan “gangguan” dengan cara mengerak-gerakan
D. Memperkecil volume larutan fiksasi
E. Menambah tingkat keasama
2) Berikut ini hubungan yang benar antara faktor fiksasi dengan waktu fiksasi:
A. Makin tinggi suhu yang diberikan makin cepat proses fiksasi
B. Makin besar ukuran spesimen makin cepat waktu fiksasi
C. Makin cepat agitasi diberikan makin lambat waktu fiksasi
D. Makin mendekati volume spesimen makin cepat proses fiksasi
E. Makin basa larutan fiksasi makin cepat terpenetrasi
2) Berikut ini hubungan yang benar antara faktor fiksasi dengan waktu fiksasi:
A. Makin tinggi suhu yang diberikan makin cepat proses fiksasi
B. Makin besar ukuran spesimen makin cepat waktu fiksasi
C. Makin cepat agitasi diberikan makin lambat waktu fiksasi
D. Makin mendekati volume spesimen makin cepat proses fiksasi
E. Makin basa larutan fiksasi makin cepat terpenetrasi
3) Teknik yang dilakukan pada jaringan berongga yang mengandung udara
adalah ?
A. Infiltrasi
B. Difusi
C. Aspirasi
D. Perfusi
E. Dehidrasi
3) Teknik yang dilakukan pada jaringan berongga yang mengandung udara
adalah ?
A. Infiltrasi
B. Difusi
C. Aspirasi
D. Perfusi
E. Dehidrasi
4) Berikut ini yang dapat mempengaruhi ketidak layakan suatu sediaan akibat
fiksasi adalah ?
A. Memasukkan spesimen dengan cepat
B. Meningkatkan suhu fiksasi
C. Meningkatkan pH menjadi lebih asam hingga 2
D. Melakukan teknik mengaduk
E. Menggunakan kertas saring
4) Berikut ini yang dapat mempengaruhi ketidak layakan suatu sediaan akibat
fiksasi adalah ?
A. Memasukkan spesimen dengan cepat
B. Meningkatkan suhu fiksasi
C. Meningkatkan pH menjadi lebih asam hingga 2
D. Melakukan teknik mengaduk
E. Menggunakan kertas saring
5) Yang dimaksud dengan agitasi adalah ?
A. Pemanasan
B. Penggetaran
C. Pemangkasan
D. Pemuaian
E. Perbandingan
5) Yang dimaksud dengan agitasi adalah ?
A. Pemanasan
B. Penggetaran
C. Pemangkasan
D. Pemuaian
E. Perbandingan
6) Masuknya suatu larutan fiksasi ke dalam jaringan disebut dengan ?
A. Penetrasi
B. Difusi
C. Osmosis
D. Agitasi
E. Pemanasan
6) Masuknya suatu larutan fiksasi ke dalam jaringan disebut dengan ?
A. Penetrasi
B. Difusi
C. Osmosis
D. Agitasi
E. Pemanasan
7) Perbandingan antara larutan fiksasi dengan jaringan akan mempengaruhi
kecepatan masuknya larutan tersebut ke dalam jaringan. Faktor apa yang
mempengaruhi?
A. Konsentrasi
B. Agitasi
C. Pengenceran
D. Pemanasan
E. Penetrasi
7) Perbandingan antara larutan fiksasi dengan jaringan akan mempengaruhi
kecepatan masuknya larutan tersebut ke dalam jaringan. Faktor apa yang
mempengaruhi?
A. Konsentrasi
B. Agitasi
C. Pengenceran
D. Pemanasan
E. Penetrasi
8) Berapa pH optimum untuk larutan fiksasi:
A. Asam
B. Basa
C. 6 - 8
D. 5 - 9
E. 6.8 – 7.2
8) Berapa pH optimum untuk larutan fiksasi:
A. Asam
B. Basa
C. 6 - 8
D. 5 - 9
E. 6.8 – 7.2
Sekian dari kami...