Anda di halaman 1dari 36

TETAP SEHAT DAN BUGAR

SELAMA MASA PURNA BAKTI

Oleh
Dr ACHMADI EKO SUGIRI SpPD
RSUD ADE MOEH DJOEN SINTANG
jangan merokok, jangan begadang,
minum air putih , 107 tahun, 5 generasi
Usia lanjut dapat didefinisikan secara :
- Biologik
- Sosio - kultural
- Ekonomik
- Kronologik

Usia lanjut secara kronologik adalah :


Individu umur ≥ 60 th (UU RI No 13 th 1998)
Individu umur ≥ 65 th ( WHO, 1989)
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 25 TAHUN 2016
TENTANG RENCANA AKSI NASIONAL KESEHATAN LANJUT USIA TAHUN 2016-2019
Usia lanjut bukan kelompok homogen
a. DEP.KES RI
60 – 69 th  usia lanjut
≥ 70 th  usia lanjut resiko tinggi
b. WHO :
60 – 64 th transition to elderly person
65 – 79 th  old
≥ 80 th  older old
c. Menurut Bould et al (1989)
65 – 74 th  “young” old
75 – 84 th  “ old “ old
≥ 85 th ”oldest” old
FUNGSI BIOLOGIS SESUAI DENGAN UMUR

Function

100%

20 60 120 th
Olahraga dan gizi
seimbang
Perilaku
tidak sehat

Fungsi

Umur

Gambar. Hubungan antara fungsi umur dalam kaitannya dengan pola


hidup
100 Physical work capacity

Reserves
Physical work demands
50
Percentage
of physical
work
capacity at
age 20

0 10 20 30 40 50 60
Age (Years)
100 Physical work capacity (maintenances by
regular exercise)

Reserves

50
Percentage Physical work demands
of physical
work
capacity at
age 20

0
0 20 30 40 50 60 70
Age (Years)
PENDERITA USIA LANJUT

AGING PROCESS DEATH (Acute Disease)

Impairment  Disability  Handicaps  Death

Chronic disease

DISEASE PROCESS
Jumlah
yang
meninggal
Maximum
Life
Expectancy

25 50 75 85 100 115 - 120


Umur
Sumber : Schneider EL, Brody JA. 1980
Perubahan yang tampak
 Gangguan rasa haus
 Gangguan pengecap rasa
 Gangguan penglihatan
 Gangguan pendengaran
 Gangguan keseimbangan Function
 Gangguan pengaturan suhu
 Gangguan sendi
 Penurunan kekuatan otot
 Penurunan kekebalan tubuh
 Penurunan fungsi intelektual 2 6 120
 Penurunan fungsi ginjal 0 0 th
 Penurunan fungsi paru
 Penurunan fungsi kontrol
 Dll
Intellectual
Impairment Impairment Impairment
of Hearing of Visual

Inanition
Isolation

Instability Impaction
and Falls
Geriatric
Syndromes
Impotence Incontinence

Immuno
Iatrogenesis
deficiency

Immobilization Infection
Insomnia
Karakteristik Usia Lanjut

1. Penurunan kapasitas fungsional


2. Multipatologik
3. Presentasi penyakit tidak spesifik
4. Cepat memburuk kalau tidak mendapat terapi
5. Insidensi komplikasi akibat penyakit dan terapi meningkat
6. Perlu rehabilitasi

WHO (1989) : Health of the elderly


KONDISI KESEHATAN LANSIA

1. Penyakit kronis yang multipel


2. Penyakit akut yang gejala tak khas
3. Mortalitasnya tinggi
4. Penyembuhan dan pemulihan lambat
5. Biaya tinggi
6. Terkait dengan aspek lain yang kompleks

1. Penanganan secara tim


2. Keperawatan yang profesional
3. Penanganan terpadu
JUMLAH PENYAKIT > 60 th

Jumlah Penyakit % kasus

1 11,11 %

2 15,55 %

3 35,55 %

>3 37,79 %
KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN

Modifikasi gaya hidup

Meningkatkan pengetahuan

Monitoring status kesehatan 


Check up (Asesmen) Geriatri
PENCEGAHAN KESEHATAN

Pencegahan Primer

Pencegahan Sekunder

Pencegahan Tersier
Risk Factors Degenerative disease

Blood Pressure Heart disease

Tobacco Stroke

Dyslipidemia Hypertension

Improper food Dementia

CORE
Glucose Diabetes Melitus

Personality / stress Canser

Physical inactivity Osteoporosis

Alcohol Liver disease

Environment Renal Failure

Oral Hygiene disease Respiratory

Faktor risiko dan Penyakit degeneratif (FR harus dihindari / dihilangkan sedini mungkin supaya lebih
berhasil)
Sumber : Boedhi – Darmojo, Orasi, 6 Januari 2001, sidang Konsorsium Ilmu Kesehatan (KDKI) 2000
Rekomendasi upaya pencegahan pada usia lanjut
Kondisi Tindakan / saran Usia Usia
65 – 74 th > 75 th
Tetanus Immunisasi v v

Influensa Immunisasi v v

Hipertensi Ukuran tekanan darah v v

Kanker payudara Periksa payudara v v

Kanker leher rahim Periksa genokologi / pap smear v v

Kanker kolorektal Periksa darah ditinja v v

Penglihatan kabur Periksa mata v v

Pendengaran Periksa otologik v v


berkurang
Perawatan gigi Periksa dental v v

Perawatan kaki Periksa kaki v v

Malnutrisi Anamnese, pemeriksaan v v

Sumber : Steiner JF, Kaufar AJ 1990


Pola hidup yang membantu pencegahan beberapa kondisi kronik :

Kondisi Kronik Upaya pencegahan

Hipertensi Kurangi konsumsi garam dan kurangi kelebihan berat


badan

Penyakit koroner dan Pengobatan hipertensi


stroke Hentikan merokok
Kurangi kelebihan berat badan
Kurangi konsumsi lemak jenuh / kolesterol
Latihan Aerobik
Kanker Hentikan merokok
Kurangi konsumsi lemak
Kurangi konsumsi makanan pengawet
Garam / asap

Penyakit paru – paru Hentikan merokok


Obstruktif kronik

Osteoporosis Olahraga teratur


Hentikan merokok
Hindari konsumsi alkohol berlebihan
Osteoarthritis Hindari makanan ber Calsium
Turunkan kelebihan berat badan
Cholelithiasis Turunkan kelebihan berat badan

Sumber : Beirman EL, Hazzard WR 1994


UNTUK MENUJU HARI TUA
SEJAHTERA DAN BAHAGIA

 Berat badan berlebihan supaya dihindari / dikurangi


 Aturlah makanan hingga seimbang
 Hindari faktor – faktor resiko penyakit degeneratif
(penyakit jantung koroner, penyakit gula, dsb)
 Agar terus berguna dengan mempunyai kegiatan /
hobby yang bermanfaat
 Gerak badan teratur wajib terus dilakukan
 Iman dan taqwa ditingkatkan, hindari dan tangkal
situasi yang menegangkan
 Awasi kesehatan dengan memeriksakan badan secara
periodik

Disebarluaskan oleh Unit Geriatri RSUP Dr. Kariadi / Fak. Kedokteran


Universitas Diponegoro – Semarang
Sumber : R. Boedhi – Darmojo, 1981 (baca uraian lanjut
Prof. T. Yacob (2000) :

1. Hidup seimbang (tidur, bangun, makan –


puasa, istirahat – kegiatan)
2. Kenali dan ukur diri sendiri
3. Jangan putus kontak dengan realita dan
generasi sekarang
4. Kombinasi kegiatan fisik – mental
5. Periksa kesehatan berkala dengan teratur
6. Jangan ada waktu kosong
7. Tingkatkan spiritual dan filosofi hidup
8. Jangan kecewa dengan nasib
KELUHAN – KELUHAN YANG
HARUS DIPERHATIKAN
PADA USIA LANJUT

16% yang dapat ditentukan latar


belakangnya dengan pasti
KELUHAN DIPENGARUHI OLEH FAKTOR – FAKTOR :

1. Perubahan fisiologik akibat proses menua


2. Penyakit penyerta (komorbiditas)
3. Respon fisiologik yang berbeda
4. Polifarmasi
5. Persepsi salah terhadap keluhan yang dianggap normal
pada usia lanjut
6. Ketidak mampuan menjelaskan keluhan dengan jelas
(akurat)

Adelman, A.M. (2001), Jarrett et al (1995)


KELUHAN YANG HARUS DIPERHATIKAN

1. Sindroma Geriatrik
- Imobilitas - Isolasi (depresi)
- Instabilitas - Malnutrisi
- Inkontinen - Kemiskinan (Impectunity)
- Kelemahan intelektual - Iatrogenesis
- Infeksi - Insomnia
- Kelemahan penglihatan & pendengaran - Penurunan imunitas
- Iritabel kolon - Impotensi

Kane et al (1994) : Essentials of Clinical Geriatrics


2. Keluhan atau tanda kedaruratan pada usia lanjut

-Nyeri dada

-Sinkop

-Perdarahan saluran cerna

-Infeksi

-Gangguan termoregulasi (hipertermia & hipotermia)

(Merli & Weitz, 1990)  The Merck Manual of Geriatrics


3. Keluhan yang sering pada usia lanjut

-Sindroma nyeri (Pain Syndrome)


-Sesak napas (dyspnea)
-Kelelahan (Fatigue)
-Mulut kering (Dry mouth)
-Disfagia
-Nafsu makan dan BB
-Nausea
-Konstipasi

(Chang, 2003 : Up to Date in Symptom assessment at the end of life


4. Keluhan psiko – sosio – spiritual pada usia lanjut

-Makna kondisi sakit (illness) yang sedang diderita

-Ketergantungan (dependency)

-Kondisi putus – asa / Tiada harapan

-Ketakutan atau ketidak pastian terhadap masa depan

-Rasa kasihan yang berlebih terhadap anggota keluarga yang

dicintai

-Tingkat spiritual

(Rosenblatt & Block, 2003)


PRINSIP – PRINSIP GERIATRICS

- SETTING LIMITS
- KUALITAS HIDUP LEBIH PENTING
- PERAWATANBERKELANJUTAN
- REHABILITASI (pembelajaran, alat bantu, manipulasi
lingkungan)
TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA