Anda di halaman 1dari 13

FARMAKOTERAPI

RENAL, KARDIOVASKULER DAN


SISTEM SYARAF

KELOMPOK 6
TEORI 3
ANGGOTA

• LILIS SURYANI (22164898A)


• RISWAN D C (22164899A)
• PUPUT RIA L (22164900A)
• DYAH LESTARINING P (22164901A)
• RISKI ERIAN R (22164902A)
• BAYU FEBRIAN R (22164903A)
KASUS

RT berusia 60 tahun merupakan pasien HD


(Hemodialysis) yang sudah mengalami ESRD (End
Stage Renal Disease) selama 10 tahun. Hemodialisis
pada bagian arteriovenus fistula sebelah kiri. Pasien
memiliki riwayat penyakit hipertensi, CAD (Coronary
Artery Disease), CHF (Congestive Heart Failure)
ringan, diabetes melitus tipe 2 dan seizure disorder
(KEJANG).
SOAL

Apa yang paling berkontribusi terhadap resistensi


epoetin pada pasien ?
Selain mdifikasi diet dan menekan kepatuhan, apa
pendekatan terbaik untuk pasien hiperparatiroidisme
dan osteoditrofi ginjal ?
RIWAYAT PENGOBATAN

• Epoetin 14,000 unit 3 x per minggu saat dialisis


• Multivitamin (nephrocaps) 1 x sehari
• Atorvastatin 20 mg/hari
• Insulin
• Kalsium asetat 2 tablet 3 x sehari saat makan
• Fenitoin 300 mg/hari
• Besi secara iv 100mg/bulan
HASIL LAB NORMAL KET
Hemoglobin = 10,2 g/dL 13,8-17,2 g/dL Rendah
immunoassay PTH (iPTH) human
paratiroid = 800 pcg/mL

Na = 140 mEq/L 135-145 mEq/L Normal


K = 4,9 mEq/L 3,5-5,0 mEq/L Normal
Cr = 7,0 mg/dL 0,6-1,2 mg/dL Tinggi
Ca = 9 mg/dL 9- 11 mg/dL Normal
Albumin = 2,5 g/dL Albumin darah = 3,4- Rendah
5,4 g/dL
Albumin urin = 0-8
g/dL
Phosphorus = 7,8 mg/dL 2,5-4,5 mg/dL Tinggi
Serum ferritin = 200 ng/dL 15-200 ng/dL Normal
Saturasi transferrin = 32% 20-50% Normal
Sel darah merah (RBC) normal
Sel darah putih (WBC) normal
Pasien tidak demam
Problem S/O Terapi Analisa Interaks Monitoring
medik i Obat
Hipertensi Memiliki riwayat - - - Sebaiknya cek
hipertensi tekanan darah
secara berkala

CAD Memiliki riwayat Atorvastatin Atorvastatin Memperbaiki


(Coronary CAD 20 mg/hari golongan pola hidup
Artery - Objektif : statin untuk
Diases) Hemoglobin menurunkan
= 10,2 g/dL kadar
(normalnya kolesterol.
13,8-17,2
g/dL)
- Sel darah
merah
(RBC)
normal
- Sel darah
putih (WBC)
normal
InsulinDiabetes Melitus tipe 2
Memiliki
Problem
Medik
S/O riwayat
Terapi DM Tipe
Analisis 2
Interaksi Monitoring
Obat
Seizure InsulinMempunyai Fenitoin 300 Fenitoin fenitoin Dapat
Disorder riwayat mg/hari untuk akan digunakan
(KEJANG) Insulin
Kejangmenurunkan kadarmenurunka
mengontrol gula dengan hari-
kejang n tingkat hati dan
darah an menghambat produksi atau efek moniyoring
atorvastatin
glukosa hepatik
• Diabete Diabetes Melitus tipe 2
• Memiliki riwayat DM Tipe 2 dengan
• Diabetes Melitus tipe 2
memengaru
menurunkan kadar gula darah
• Memiliki riwayat DM Tipe 2
• Insulin hi hati an
• Insulin menurunkan kadar gula darah an menghambat produksi glukosa hepatik
Diabetes menghambat
Memiliki
• Insulin
Insulinproduksi
Insulin glukosa Kadar gula
Melitus tipe 2 riwayat DM menurunkan darah dicek
• Insulin menurunkan kadar gula darah an menghambat produksi glukosa hepatik

hepatik
Tipe 2
• s Melitus tipe 2 kadar gula
• Memiliki riway Diabetes Melitus tipe 2
darah
rutin
• Memiliki riwayat DM Tipe 2
CHF • Insulin Memiliki
• Insulin menurunkan kadar gula darah an menghambat produksi glukosa hepatik
(Congestive riwayat CHF
• at DM Tipe 2
• Insulin ringan
Heart Failure)
• Insulin menurunkan kadar gula darah an menghambat produksi glukosa hepatik
DRP

1. Indikasi belum diterapi ( gagal jantung kongestif


belum ada pengobatan)
2. Obat fenitoin dapat meningkatkan kadar gula darah
serta berpengaruh terhadap masalah jantung
3. Terhadap interaksi obat ( fenitoin akan
menurunkan efek atorvastatin dengan
mempengaruhi metabolisme di hati)
ASSESMENT
• Di berikan obat Captopril untuk menangani gagal jantung
kongestifnya ,dengan mekanisme kerja mengeblok sistem renin
angiotensin aldosteron dengan menghambat perubahan
angiotensin 1 menjadi angiotensin 2 , memproduksi vasodilator
dengan membatasi angiotensin 2, menginduksi vasokontriksi
dan menurunkan retensi sodium dengan mengurangi sekresi
aldosteron. sehingga afterload dan preload turun
• Selain itu captopril juga dapat menangani masalah hipertensi,
dan dapat membantu mencegah keluarnya albumin lewat urin.
• Karena fenitoin dapat mempengaruhi kondisi gagal jantung
serta dapat meningkatkan kadar gula darah, maka diganti
dengan gabapentin
Plan
• Insulin
• Captopril
dosis awal : 25 mg oral. 2-3x sehari satu jam sebelum makan
dosis lanjutan : 25-150 mg oral. 2-3x sehari satu jam sebelum makan
• Atorvastatin 20 mg/hari
• Gabapentin
dosis awal : 300 mg pada hari pertama
300 mg, 2x sehari pada hri kedua
300 mg, 3x sehari pada hari ketiga dan seterusnya
• Study national health and nutrition examination
survey (NHANES) dan PAERI melaporkan bahwa
kejadian anemia pada gagal ginjal kronik(GGK)
sekitar<10% pada stage 1 dan 2 , 20-40% pada stage
3,50-60% pada stage 4, serta >70% pada stage 5.
Kejadian anemia meningkat dengan menurunnya
glomerulo filtration rate. Penyebab utama anemia
pada gagal ginjal kronik adalah defisiensi
eritropoietin(EPO) (Dipiro et al., 2009;Gombotz,
2012).
Terapi Non farmakologi
Hiperparatiroidisme
• Pemeriksaan kadar kreatinin dan kalsium tiap 6 bulan
• Pemeriksaan densitas mineral tulang dengan menggunakan alat Dual
Energy X Ray Absorpstiometry(DEXA)
• Diet rendah kalsium, sehingga dapat meningkatkan sekresi PTH
• Olahraga secara teratur
• Menghindari obat obatan seperti thiazides dan lithium.
• Memperhatikan asupan kalsium dan vitamin D sesuai kondisi penderita
• Tidak merokok
• Banyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi serta dapat
membersihkan urin dan mengurangi risiko batu ginjal