Anda di halaman 1dari 20

BACILLARIOPH

YTA
Naomi Berthi Yonindi
161810401066
KARAKTERISTIK UMUM
1. Bacillariophyta umumnya dikenal sebagai diatom adalah sekelompok uniseluler
(meskipun terkadang kolonial), diploid, ganggang berpigmen emas atau coklat,
2. Umumnya bersifat fototrof tetapi sebagian hidup sebagai endosimbiosis protista lain
dan sejumlah kecil telah kehilangan kapasitas fotosintesis dan telah menjadi
heterotrof. Contohnya : stramenopil fototrofik terkait (heterokont)
3. Bersifat Motil namun beberapa ada yang Non-motil , melekat, atau tergantung
4. Fotosintesis memiliki kloroplas yang dibatasi oleh empat membran dan mengandung
tylakoid yang dikelompokkan menjadi tiga.
5. Diatom memiliki siklus hidup diplontik yang sederhana, bertambah banyak dengan
pembagian mitosis selama fase vegetatif diploid dan menghasilkan sel haploid hanya
sebagai hasil dari gametogenesis.
6. Ciri khas dari sebagian besar diatom adalah ukuran sel rata-rata berkurang selama
fase vegetatif dan harus dipulihkan melalui pembentukan sel khusus – (auxospore).

Contoso 2
S u i t e s
7. Pigmen cahaya utama berupa fucoxanthin, klorofil a, dan berbagai bentuk
klorofil c.
8. Dinding sel yang diisilisasi, yang disebut sebagai (frustule) yang tidak seperti
apa pun yang ditemukan pada organisme lain.
9. Berdasarkan tipe dinding tersebut, Diataom dibagi menjadi 2 bangsa yaitu
Centrales dan pennales.
10.Reproduksi seksual yaitu Oogami
11.Hidup di habitat air tawar dan laut; hanya beberapa yang hidup di darat.
Spesies akuatik dapat bersifat planktonik atau bentik. Sebagian besar diatom
adalah hidup bebas
12.Diatom yang hidup bebas terjadi di dua jenis komunitas utama: a) plankton,
yang terdapat di perairan terbuka dan benthos yang ditemukan di permukaan
permukaan bawah air (Putaran 1981a).

Contoso 3
S u i t e s
DINDING SEL
Dinding sel (frusule) pada diatom mengandung
silica yang terdiri dari 2 katup (valve). Valve menyerupai
tutup (epiteka) dan yang menyerupai wadah (hipoteka).
Terdapat bagian sabuk di bagian tengah frustule (Girdle).
Terdapat karakter sekunder yang juga dapat digunakan
dalam mengindetifikasi diantaranya adalah jumlah dan
susunan cincin di antara valve pada bagian
grdle(interculary band), keberadaan duri (spine) dan
tonjolan pada rafe serta keberadaan nodus yang
memisahkan rafe menjadi 2 bagian.

(David 1995 : 157)


Contoso 4
S u i t e s
MORFOLOGI
Morfologi dinding Sel

Contoso 5
S u i t e s
Warna
cenderung memiliki
warna yang kuat dan
sangat terlihat
Dalam populasi ,
warna kekuningan-
emas
Pada populasiyang
lebih besar berwarna
cokelat tua-hitam

Contoso 6
S u i t e s
Berdasarkan
pola dan
struktur pada
frustule diatom
dibagi menjadi
2 ordo
Centrales
Bentuk dan ukuran variasi
Simetri radial
Koroplast berbentuk
cakram
Sistem Raphe tidak ada
Umumnya ditemukan di
perairan oligotrofik
Exp: cyclotella sp
vakuola besar dengan
banyak cloroplasts diskoid
Penalles
Berbentuk seperti perahu
Simetri bilateral
Kloroplast berbentuk
memanjang
Sistem Raphe ada
Umumnya ditemukan di
perairan eutrofik

Naviculla sp.
Sistem Raphae

Contoso 10
S u i t e s
Protoplast
• Seluruh isi kandungan didalam diding sel adalah protoplast
• Cytoplasma terdiri dari 1 nucleus dan organel lainnya
• Cadangan makananan berupa chrysolaminarin , volutin
• Pigmen fotosintesis berupa Klorofil a, klorofil 2 , klorofil C, beta karotin , fucoXantin

Contoso 11
S u i t e s
Reproduksi

Contoso 12
S u i t e s
Contoso 13
S u i t e s
Reproduksi seksual
1) Sel gametangial jantan mengalami
serangkaian pembelahan berdiferensiasi
untuk membentuk sejumlah kecil (biasanya
empat) mikrospora, atau sel induk sperma.
2) Mikrospora kemudian menjalani meiosis
untuk membentuk sperma flagellated.
3) Sel betina Oogonial menghasilkan satu
atau dua sel telur; protoplas wanita yang
dihasilkan memfasilitasi masuknya sperma
dan mendukung pembuahan.
4) Fertilisasi membentuk zigot, yang
membesar dengan penyerapan air untuk
membentuk auxospore.
5) Auxospore sering berbentuk bulat dan
dengan morfologi katup berbeda dari
katup normal.
6) Pembagian auxospore menghasilkan sel
dengan ukuran maksimum untuk spesies
tertentu.

Reproduksi seksual adalah oogami dalam diatom sentris Contoso 14


S u i t e s
Reproduksi seksual adalah isogami
Reproduksi seksual diatom penate dalam diatom pennate.
1. Sel-sel gametangial berpasangan
dan mengalami meiosis. Hanya
satu atau dua inti dari teti
meiotik yang berfungsi secara
seksual.
2. Gamet adalah amoeboid dan
kemunculannya dari frustrasi
masing-masing dikaitkan dengan
produksi lendir, yang
menanamkan sel-sel yang
bersanggama.
3. Gamet konjugasi menghasilkan
biasanya satu atau dua
auksospora per pasang orang tua.
Seperti dalam diatom sentrik,
auxospore membelah untuk
menghasilkan sel dengan ukuran
yang dipulihkan.
Contoso 15
S u i t e s
Peranan Ekology

 Sebagai penghasil oksigen dan bahan organik bagi organisme akuatik


 Diatom menjadi bioindikator kualitas perairan memiliki keunggulan dibandingkan
organisme lainnya karena distribusi luas, populasi variatif, penting dalam rantai makanan,
siklus hidup pendek, reproduksi cepat, hampir semua terdapat di permukaan substrat,
banyak spesies sensitif terhadap perubahan lingkungan, mampu merefleksikan perubahan
kualitas air dalam jangka pendek dan panjang, mudah pencuplikan, pengelolaan dan
identifikasinya (Gell et al., 1999; Round et al., 2000).
 Diatom memiliki peranan penting dalam siklus silica dan karbon di perairan sehingga
sustainabilitas perikanan dapat terjaga dengan baik.
 Berperan penting dalam rantai makanan
 Diatom juga dimanfaatkan dalam terapan ilmu paleolimnologi. Paleolimnologi merupakan
ilmu yang mempelajari geologi dan perkembangan di perairan tawar.

Contoso 16
S u i t e s
EKOLOGI
 Diatom tersebar pada seluruh perairan dunia, dari perairan tawar hingga laut dalam. Klasifikasi secara umum meliputi
oligohalophilic suatu diatom yang hidup di air dengan kadar garam < 0,05%o dan mesohalophilic serta polyhalophilic
yang hidup di air laut dengan kadar garam > 0,05%o.
 Diatom hidup terapung bebas di dalam badan air dan kebanyakan melekat pada substrat yang lebih keras. Pelekatan
diatom biasanya karena tumbuhan ini mempunyai semacam gelatin (Gelatinous extrusion) yang memberikan daya lekat
pada benda atau substrat. Kadang ditemukan beberapa diatom yang walau sangat lambat tetapi punya daya untuk
bergerak.
 Diatom akan sangat tergantung pada pola arus dan pergerakan massa air baik itu secara horizontal maupun vertical
(Kasim, 2008). Ada Diatom yang hidup sebagai bentos (didasar laut) atau yang kehidupan normalnya di dasar laut tetapi
oleh gerakan adukan air dapat membuatnya lepas dari dasar dan terbawa hanyut sebagai plankton (disebut sebagai
tikoplankton) (Anugrah, 2008).

Contoso 17
S u i t e s
Daftar pustaka
Tri Retnaningsih S, Jafron wasiq H, dan Kariyadi B. 2011. Diatom Epipelik sebagai Bioindikator Kualitas Perairan
Danau Rawa Pening. Jurnal sains dan Matematica vol 19(4) : 107-118

Tectona Grandis Sulaiman. 2012. Struktur Komunitas Bacillariophyta (diatom) di area pertambakan marunda
cilincing , Jakarta Utara
Archibald, John M., Simpson, Alastair G.B., Slamovits, Claudio H. (Eds.). 20`17, Handbook of the Protists.
Springer reference

Lorem ipsum dolor sit amet,


consectetur adipiscing elit.

Contoso 18
S u i t e s
Thank You
April Hansson
April Hansson
+1 23 987 6554
april@contoso.com
www.contoso.com
Terimakasih

Contoso
S u i t e s