Anda di halaman 1dari 7

3B

KELOMPOK 2

1. FEBRIANTARI MILENIA
(1808010072)
2. VIA TABAH PRIHATINI
(1808010080)
3. RISKA EVITASARI
(1808010087)
HAKIKAT TUJUAN HIKMAH ANCAMAN
4. ANGGITA INDAH B.A
(1808010101)
5. GILANG HABILAH
(1808010111)
Ibnul Qoyyim rahimahullah menguraikan hakikat shalat,
“Tidak dapat diragukan bahwa shalat merupakan perkara
yang sangat menggembirakan hati bagi orang-orang yang
HAKIKAT SHALAT
mencintainya dan merupakan kenikmatan ruh bagi
orang-orang yang mengesakan Allah, puncak keadaaan
orang-orang yang jujur dan parameter keadaan orang-
orang yang meniti jalan menuju kepada Allah. Shalat
merupakan rahmat Allah yang dianugerahkan kepada
hamba-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka
untuk bisa melaksanakannya dan memperkenalkannya
sebagai rahmat bagi mereka dan kehormatan bagi
mereka, supaya dengan shalat tersebut mereka
memperoleh kemulian dari-Nya dan keberuntungan
karena dekat dengan-Nya. Allah tidak membutuhkan
mereka (dalam pelaksanaan shalat), namun justru
(hakikatnya shalat tersebut) merupakan anugerah dan
karunia Allah untuk mereka. Dengan shalat, hati seorang
hamba dan seluruh anggota tubuh beribadah. (Dalam
shalat),Allah menjadikan bagian (anugerah) untuk hati
lebih sempurna dan lebih besar, yaitu berupa (hati bisa)
menghadap kepada Rabb nya Subhanahu, bergembira
dan merasakan kelezatan berdekatan dengan-Nya,
merasakan nikmat dengan mencintai-Nya, riang gembira
menghadap kepada-Nya, tidak berpaling kepada selain-
• Menunjukan identitas sebagai seorang muslim.
Telah disebutkan bahwa perjanjian orang beriman
adalah Shalat. Jika seseorang meninggalkan Shalat berarti ia
TUJUAN SHALAT
telah kufur hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw, “perjanjian
antara kita dengan mereka dalah Shalat. Barang siapa
meninggalkannya sungguh ia tealah menjadi kafir. “ (H.R Tirmidzi )
• Sebagai sarana mengingat Allah
Pada hakikatnya ucapan dan gerakan Shalat bagaikan
sebuah bejana, sedangkan Dzikir adalah isinya. Shalat yang
dikerjakan tanpa adanya mengingat Allah dalam hatinya
bagaikan bejana kosong.
• Shalat sebagi sarana memohon pertolongan Allah
Manusia adalah makhluk lemah yang tidak
sedetikpun tidak memerlukan pertolongan Allah. Setiap
hembusan nafas, detak jantung, denyut nadi, dan kedipan mata
manusia senantiasa memerlukan Allah. Dan dalam
keterbatasannya menghadapi masalah kehidupan, manusia pasti
memerlukan pertolongan Allah
• Mencegah dari perbuatan keji dan munkar
Sholat adalah ibadah yang bisa mencegah diri dari
perbuatan keji dan munkar. Hal ini dinyatakan oleh Allah,
“bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab
(Al-Quran) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu
mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar.
Sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar
• Menyelami Hakekat Sujud
Sujud pertama mengingatkan kita bahwa manusia berasal-
usul dari tanah. Dari tanah ia diciptakan dan tumbuh menjadi
makhluk hidup yang diberi kepercayaan sebagai khalifah di bumi
HIKMAH SHALAT
dengan segala aktivitasnya. Meski demikian, setiap manusia
mempunyai ajal dan pada akhirnya juga ia kembali ke tanah, masuk
ke liang lahat, dan kembali menjadi tanah.
• Rahasia Bangkit dari Sujud
Bangkit dari sujud juga dianggap simbol dari kebangkitan
kedua atau kebangkitan terakhir bagi manusia, sebagaimana
diisyaratkan dalam Alquran: Minha khalaqnakum wa fiha nu'idukum
wa minha nukhrijukum taratan ukhra (Dari bumi (tanah) itulah
Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan
kamu, serta darinya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang
lain) (QS Thaha [20]:55).
• Rahasia Salam
Ketika seorang mushalli sudah menunaikan dua sujud
terakhir, maka ia seperti merasa dalam puncak pendakian (al-qaus al-
al-su'ud). Ia merasakan suasana batin: Inna lillah wa inna ilaihi raji'un
(Kita berasal dari Allah dan kembali lagi kepada-Nya/QS al-Baqarah
[2]:156). Ia merasa telah melakukan perjalanan meninggalkan wujud
lahir menuju wujud batin (al-sair min al-adhahir ila al-bathin), dari
wujud keteruraian ke wujud kebersatuan (min al-tafshil ila al-ijmal),
dan dari wujud partikular ke wujud universal.
• Rahasia Di Balik Shalat
Seperti yang dilukiskan Allah dalam ayat, "(Yaitu) orang-
orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan
MENGAPA ALLAH MEWAJIBKAN KITA

Artinya : Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan
bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan
sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di
malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa
senang. (Q.S Thaha [20]: 130)
SHALAT ?

Artinya : Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua


tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian
permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-
perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa)
perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan
bagi orang-orang yang ingat. (Q.S Hud [11]: 114)

Artinya : Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir


sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh.
Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
ANCAMAN MENINGGALKAN SHALAT • Dari Buraida ra
Telah bersabda Rasulullah SAW, “janji yang terikat erat
dengan mereka ialah shalat. Maka, barang siapa meninggalkannya,
berarti ia telah khafir.” (HR Ahmad)
• Dari Jabir ra
Telah bersabda Rasulullah SAW, “Batas di antara
seseorang dengan kekafiran itu ialah meninggalkan shalat.” (HR
Ahmad, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
• Dari Ibnu Hazmin
“ Telah di terima keterangan dari Umar
Abdurrahman bin ‘Auf, Mu’adz bin Jabar Abu Hurairah, dan
sahabt-sahabat lainnya bahwa orang yang meninggalkan satu
shalat fardhu dengan sengaja sampai waktunya habis, ia kafir lagi
murtad.”
• Dari Abdullah bin Syaqiq Al-‘Ukeili
“ Tak sebuah amalan pun yang dipandang oleh para
sahabat Muhammad saw bahwa meninggalkannya dapat menjatuhkan
kepada kekafiran kecuali shalat. “ (HR Tirmidzi dan Hakim yang
menyatakan sahnya dengan syarat Bukhari dan Muslimin)