Anda di halaman 1dari 17

Pendidikan Kesehatan pada

Gangguan Sistem
Muskuloskeletal dan Persarafan
By:
Rifa’atul Mahmudah
Pendidikan kesehatan suatu proses perubahan
pada diri seseorang yang dihubungkan dengan
pencapaian tujuan kesehatan individu, dan
masyarakat.
SASARAN

 Individu yang mempunyai masalah


keperawatan dan kesehatan, yang
dapat dilakukan di RS, klinik,
puskesmas, keluarga binaan dan
masyarakat binaan
 Keluarga binaan yang mempunyai
masalah keperawatan dan kesehatan
yang tergolong dalam keluarga Resiko
tinggi, diantaranya adalah :
a. Anggota keluarga yang menderita
penyakit menular
b. Keluarga dengan sosial ekonomi dan
pendidikan yang rendah
c. Keluarga dengan masalah sanitasi
lingkungan yang buruk
d. Keluarga dengan masalah gizi buruk
e. Keluarga dengan jumlah anggota
keluarga yang banyak di luar
kemampuan kapasitas keluarga
a. Masyarakat binaan Puskesmas
b. Masyarakat nelayan
c. Masyarakat pedesaan
d. Masyarakat yang datang ke
institusi pelayanan kesehatan
seperti Puskesmas, Posyandu
yang diberikan pendidikan
kesehatan secara massal
e. Masyarakat luas yang terkena
masalah kesehatan seperti
osteoporosis, goat, RA, stroke,
dll
Konsep Pendidikan kesehatan

Pendidikan kesehatan merupakan upaya


yang ditekankan pada terjadinya
perubahan perilaku, baik pada individu
maupun masyarakat.
Area Pendidikan Kesehatan adalah pada
Knowledge (Pengetahuan), Attitude
(Sikap) dan Practice (Perilaku), yang
disingkat menjadi K.A.P.
Resume
H
E Knowledg
e
Attitude

Practice

healthy
behaviour

healthy life style


Education is not for knowing

more
But for behaving differently”
(Ruskin)
UPAYA KESEHATAN

Setiap kegiatan untuk memelihara dan


meningkatkan kesehatan yang
dilakukan oleh pemerintah dan/ atau
masyarakat.
Pencegahan Primer,
Sekunder dan Tersier
Masalah Sistem
Muskuloskeletal
Pencegahan Primer
• Terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap stressor, meliputi :
promosi kesehatan dan mempertahankan kesehatan.
• Pencegahan primer mengutamakan pada penguatan flexible
lines of defense dengan cara mencegah stress dan mengurangi
faktor-faktor resiko.
• Intervensi dilakukan jika resiko atau masalah sudah diidentifikasi
tapi sebelum reaksi terjadi.
• trateginya mencakup : immunisasi, pendidikan kesehatan, olah
raga dan perubahan gaya hidup.
Pencegahan Sekunder
• Meliputi berbagai tindakan yang dimulai setelah ada gejala
dari stressor.
• Pencegahan sekunder mengutamakan pada penguatan
internal lines of resistance, mengurangi reaksi dan
meningkatkan faktor-faktor resisten sehingga melindungi
struktur dasar melalui tindakan-tindakan yang tepat sesuai
gejala.
• Tujuannya adalah untuk memperoleh kestabilan sistem
secara optimal dan memelihara energi.
• Jika pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi
tidak terjadi maka struktur dasar tidak dapat mendukung
sistem dan intervensi-intervensinya sehingga bisa
Pencegahan Tersier
• Dilakukan setelah sistem ditangani dengan strategi-
strategi pencegahan sekunder.
• Pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali
ke arah stabilitas sistem klien secara optimal.
• Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi
terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali
atau regresi, sehingga dapat mempertahankan energi.
• Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada
pencegahan primer.