Anda di halaman 1dari 17

RESEP

4B NO 3
KELOMPOK 2
1.RIANA NABILAH K
2.SALMA IKRIMA R
3.ASTI WIDIANI
4 . S O L I C H AT U S SUPRIANIK
SINGKATAN DAN BAHASA LATIN

• R/ = recipe = ambillah
• sec = secundum = sesuai dengan
• m.f = misce fac = campur dan buat
• d.s = da signa = berikan dan tandai
• da = da = berikan
• pro = pro = untuk
KELENGKAPAN RESEP

• - nomor sip
• - tanggal penulisan resep
• - paraf dokter
• - umur pasien
• - alamat pasien
FORMULA BAKU
• • Lotio Kummerfeldi (FMS Hlm. 92)
• R/ Sulfur praecipitatum 20
• camphora 3
• mucil. Gum. Arab 10
• Sol. Calc.hydrat 134
• Aqua rosae 133
• SUE
• • Mucil. Gom. Arab (PH V Hlm 221 No. 357)
• R/ Pulv. Gummi Arabici 40
• Aqua 60
• • Sol.Calc. Hydrat (PH V Hlm. 334 no. 575)
• R/ Kapur Tohor 1
• Air Mendidih 3
• Aquadest ad 300
• • Aqua Rosae (PH V. Hlm. 70 no. 73)
• R/ minyak mawar 1
• Spiritus keras 19
• ambil 4 bagian, tambahkan
• air 996
NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA

-
PERMASALAHAN PERACIKAN

• • Champora larut dalam satu bagian ethanol 96 % (FI Ed.III Hlm. 130)
• • Pembuatan suspensi dengan emulgator PGA
• • Dalam resep terdapat da 20 g
• • Camphora berbau keras
PENYELESAIAN PERACIKAN

• • Camphora ditetesi dengan etanol 96 % ad tepat larut (Vanduin 138)


• • Maka air yang digunakan untuk mensuspensikan PGA yaitu 1,5xberat PGA (Vanduin 58)
• • Diberikan copy resep dengan tulisan det 20
• • Pengambilan camphora menggunakan sendok porselin
DOSIS

-
PENGAMBILAN BAHAN

• • Sulfur praecipitatum = 20 g / 100 g x 20 = 4 g


• • Camphora = 3 g / 100 g x 20 = 0,6 g
• • Mucilago gom Arab = 10 g / 100 x 20 = 2 g
• PGA = 40 / 100 x 2 g = 0,8 g
• Aqua rosarum = 60 / 100 x 2 g = 1,2 g
• • Sol.Calcii Hidrat = 134 g / 100 g x 20 = 26,8 g
• • Aqua rosae = 133 g / 100 g x 20 = 26,6 g
CARA PERACIKAN

• Setarakan Timbangan
• Tara cawan penguap, dan gelas arloji
• Ditimbang camphora , masukkan ke dalam mortir dan tetesi etanol 96% ad tepat larut
• Buat mucilage gummi arabicum dengan cara:
• Timbang PGA dan aqua rosarum .masukkan PGA kedalam mortir, tambahkan aqua rosarum, aduk ad membentuk
mucilago
• Timbang sulfur praesipitatum, masukkan ke dalam mortir yang berisi mucilage gummi arabicum, aduk ad homogen
• Masukkan camphora yang sudah ditetesi etanol tadi ke dalam mortar yang berisi mucilago gummi arabicum dan sulfur,
aduk ad homogen, masukkan dalam botol
• Timbang aqua rosarum , bilas mortir menggunakan aqua rosarum, masukkan dalam botol
• Timbang Sol. Calcii Hydrat , masukkan ke dalam botol, kocok ad homogen
• Beri kap, etiket biru, dan label kocok dahulu
MONOGRAFI

• 1.Champora (FI V : 607)


• Sinonim : Kamfer
• Pemerian : Hablur, granul atau massa hablur putih atau tidak berwarna, jernih, bau khas tajam,
rasa pedas dan aromatic. Menguap perlahan-lahan pada suhu ruang.
• Kelarutan : Sukar larut dalam air, sangat mudah larut dalam etanol, kloroform dan eter, mudah
larut dalam karbon disulfide.
• Wadah : Wadah tertutup rapat
• Khasiat : penggunaan antiiritan (FI III : 130)
• 2. Sulfur Praecipitatum (FI V : 215)
• Sinonim : Belerang Endap
• Pemerian : Serbuk amorf atau serbuk hablur renik, sangat halus, warna kuning pucat, tidak
berbau dan tidak berasa
• Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, sangat mudah larut dalam karbon disulfide, sukar larut
dalam minyak zaitun, praktis tidak larut dalam etanol
• Wadah : Wadah tertutup baik
• Khasiat : Antiskabies ( FI III : 591)
• 3. Aqua (FI V : 63)
• Sinonim : air suling, aqua destilata
• Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau
• Wadah : Wadah tertutup baik
• Khasiat : Pembentuk mucilago gom arab
• 4. Oleum Rosae
• Sinonim : Minyak mawar
• Pemerian : Cairan tidak berwarna atau kuning, bau menyerupai bunga mawar, rasa khas, pada
suhu 25 derajat kental, jika didinginkan perlahan-lahan berubah menjadi hablur bening yang jika
dipanaskan mudah melebur.
• Kelarutan : Larut dalam 1 bagian kloroform p. larutan jernih
• Khasiat : Corrigen Odoris
• 5. Gom Arab (FI V : 510)
• Sinonim : Gom Anasia
• Pemerian : Tidak berbau, serbuk putih/kekuningan.
• Kelarutan : :Larut hamper sempurna dalam 2 bagian bobot air, tetapi sangat lambat
meninggalkan sisa bagian tanaman dalam jumlah yang sangat sedikit, praktis tidak larut dalam
etanol dan dalam eter.