Anda di halaman 1dari 82

BIRO KEPEGAWAIAN SEKRETARIAT JENDERAL

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Disampaikan pada Pelatihan Dasar CPNS Kementerian Kesehatan


Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah mengikuti materi ini, peserta
mampu memahami Manajemen PNS

Tujuan Pembelajaran Khusus


Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu menjelaskan:
1. Mutasi Pegawai dan Penilaian Kinerja
2. Pengembangan Pegawai
3. Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai
DASAR HUKUM
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara

PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang


Manajemen Pegawai Negeri Sipil
4
RUANG LINGKUP MANAJEMEN PNS
Pengadaan PNS

T Perencanaan

A Pengangkatan Pengumuman
CPNS dan masa lowongan
H percobaan
CPNS
Pengangkatan
A PNS

P Pengumuman Pelamaran
hasil seleksi
A
Seleksi
N
Pengangkatan dan
Masa Percobaan CPNS

Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi diangkat &


1 ditetapkan sebagai calon PNS

CPNS wajib menjalani masa percobaan selama 1 tahun


2 (masa prajabatan)

3 Pendidikan & pelatihan hanya dapat diikuti 1 (satu) kali

CPNS yang mengundurkan diri pada saat menjalani masa


4 percobaan dikenakan sanksi tidak boleh mengikuti seleksi
pengadaan PNS untuk jangka waktu tertentu
PENGANGKATAN MENJADI PNS
Syarat Pengangkatan CPNS Menjadi PNS

Lulus pendidikan dan Pelatihan

Sehat jasmani dan rohani

Penilaian Kinerja Minimal Baik

CPNS yang tidak memenuhi ketentuan


diberhentikan sebagai CPNS
PEMBERHENTIAN CPNS
1 Mengundurkan diri atas permintaan sendiri

2 Meninggal Dunia

3 Terbukti melakukan pelanggaran disiplin tingkat sedang atau berat

4 Memberikan keterangan atau bukti yang tidak benar pada waktu melamar

Dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah


5 mempunyai kekuatan hukum yang tetap

6 Menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik

7 Tidak bersedia mengucapkan janji/sumpah pada saat akan diangkat menjadi PNS
PENGANGKATAN DALAM
JABATAN FUNGSIONAL
JABATAN FUNGSIONAL
Penyelia

Mahir
Keterampilan
Terampil

Pemula
JFT
Ahli Utama

Ahli Madya
Keahlian
Ahli Muda

Ahli Pertama
MEKANISME PENGANGKATAN JABATAN FUNGSIONAL
1 Pertama : Pengisian Formasi Melalui CPNS

2 Perpindahan : Dari Struktural - Fungsional

3 Penyesuaian

4 Pengangkatan PPPK untuk Jabatan Tertentu yang


Ditetapkan oleh Presiden
PENGANGKATAN DALAM
JABATAN FUNGSIONAL
1 Keahlian dan Keterampilan
JENJANG

Pelayanan fungsional berdasarkan keahlian dan keterampilan


2 TANGGUNG tertentu
JAWAB

Setiap pejabat administrasi harus menjamin akuntabilitas


3 AKUNTABILITAS jabatan

• Status PNS/PPPK, D-IV/S-1 (ahli), DIII/SLTA (terampil), memiliki integritas dan


PERSYARATAN moralitas, memiliki pengalaman, memiliki kompetensi, berkinerja baik 2
4 DAN tahun terakhir, batas usia pengangkatan
PENGANGKATAN • Pyb usul kepada PPK

5 Mengundurkan diri, diberhentikan sementara dari PNS, ctln, tugas


PEMBERHENTIAN belajar > 6 bulan, ditugaskan diluar JF, tidak memenuhi persyaratan
KEUNTUNGAN JABATAN FUNGSIONAL
PEMBERHENTIAN DARI JABFUNG
PP NO: 11 TAHUN 2017

PNS diberhentikan dari JF apabila :

1. Mengundurkan diri dari jabatan


2. Diberhentikan sementara sebagai PNS
3. Menjalani CLTN
4. Menjalani Tubel lebih dari 6 bulan
5. Ditugaskan secara penuh di luar JF
6. Tidak memenuhi persyaratan jabatan

PNS yg diberhentikan dari JF karena alasan nomor 2, 3, 4, dan 5 dapat diangkat


kembali sesuai dengan jenjang JF terakhir apabila tersedia lowongan jabatan
LATAR BELAKANG

• Penilaian Prestasi Kerja PNS terdiri dari SKP (60%) dan Perilaku (40%)
PP 46 Tahun
2011 • Penilaian Prestasi Kerja PNS dilaksanakan 1 tahun sekali oleh pejabat penilai pada akhir
Desember dan paling lama akhir Januari tahun berikutnya

Perka BKN • Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian
No.1 Tahun
Prestasi kerja PNS
2013

Renstra • Meningkatnya persentase pegawai Kementerian Kesehatan dengan nilai kinerja minimal
Kemenkes baik sebesar 94%
2015 – 2019
• Tunjangan Kinerja dibayarkan Berdasarkan Prestasi Kerja dan Kehadiran
Permenkes 75
Tahun 2015 • Pegawai dgn “Prestasi Kerja Sangat Baik” diberikan penambahan tukin 50% dari selisih
tukin 1 tingkat diatas kelas jabatannya

Surat Edaran • Surat Menpan & RB Nomor B/2810/M.PAN-RB/08/2016 Tentang Penilaian Prestasi Kerja
Menpan PNS

PP 11 Tahun
• Manajemen PNS, Pasal tentang Tim Penilai Prestasi Kerja PNS
2017
PENYUSUNAN SKP
 Setiap PNS wajib menyusun SKP
 SKP disusun oleh tiap PNS berdasarkan Rencana Kerja Tahunan,
disetujui dan ditetapkan oleh pejabat penilai (atasan langsungnya)
 Rencana kerja dan target yg akan dicapai oleh seorang PNS
(merupakan kontrak kerja)
 SKP memuat :
 Kegiatan Tugas Pokok Jabatan
 Target : diwujudkan dengan jelas sebagai ukuran prestasi kerja,
baik dari aspek kuantitas, kualitas, waktu dan/atau biaya
 SKP ditetapkan setiap tahun pada awal Januari
 Perpindahan pegawai setelah bulan Januari, tetap menyusun SKP
pada awal bulan sesuai dengan SPMT
 PNS yang tidak menyusun SKP dijatuhi hukuman disiplin PNS
Lanjutan Penyusunan SKP...

 SKP disusun sesuai tingkat jabatan secara hierarki dari jabatan tertinggi
sampai jabatan terendah (pelaksana)
 Pejabat JPT Madya (Eselon I) mengacu pada Renstra dan RKT/Perjanjian
Kinerja yang dijabarkan sesuai dengan tugas, fungsi, dan wewenang
 Pejabat JPT Pratama (Eselon II) mengacu pada SKP pejabat JPT Madya
(Eselon I)
 Pejabat Administrator (Eselon III) mengacu pada SKP pejabat JPT Pratama
(Eselon II)
 Pejabat Pengawas (Eselon IV) harus mengacu pada SKP pejabat
Administrator (Eselon III)
 Pejabat Pelaksana (Eselon V) mengacu pada SKP pejabat Pengawas (Eselon
IV)
 Pejabat Pelaksana mengacu pada Standar Teknis Kegiatan masing-masing
jabatan dan SKP pejabat Pengawas (Eselon IV) atau Pelaksana (Eselon V)
 SKP untuk Pejabat Fungsional harus mengacu pada butir-butir kegiatan
sesuai dengan jenjang jabatannya dan SKP atasannya
PENILAIAN SKP
 Penilaian SKP dilakukan dengan cara membandingkan
antara realisasi kerja dengan target dari aspek
kuantitas, kualitas, waktu dan/atau biaya, dikalikan
dengan bobot kegiatan

REALISASI
 Bila target SKP tidak tercapai yg diakibatkan oleh faktor

TARGET
di luar kemampuan individu PNS, maka penilaian
didasarkan pd pertimbangan kondisi penyebabnya
 Tugas Tambahan adalah tugas lain atau tugas-tugas
yang ada hubungannya dengan tugas jabatan yang
bersangkutan dan tidak dalam SKP yang ditetapkan
 Tugas Tambahan diberikan oleh atasan langsung dan
dibuktikan dengan surat keterangan.
12
PENILAIAN PERILAKU KERJA
 Penilaian Perilaku Kerja dilakukan melalui pengamatan terhadap
PNS yang bersangkutan sesuai kriteria yang ditentukan (setiap
pejabat penilai wajib mempunyai log book (buku catatan)
 Penilaian perilaku kerja meliputi aspek :
1. orientasi pelayanan,
2. integritas,
3. komitmen,
4. disiplin,
5. kerjasama, dan
6. Kepemimpinan (hanya untuk pejabat struktural)
 Angka tertinggi penilaian Perilaku Kerja adalah 100 (seratus)
 Pejabat Penilai dapat meminta pertimbangan pejabat yang
sejajar di lingkungannya
KENAIKAN PANGKAT
PEGAWAI NEGERI SIPIL
DASAR HUKUM
• Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen
Pegawai Negeri Sipil
• Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan
Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002
• Keputusan Kepala BKN Nomor 12 Tahun 2002 tentang ketentuan
pelaksanaan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan
Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002
• Keputusan Kepala BKN Nomor 13 Tahun 2002 tentang Ketentuan
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000
tentang PNS dalam jabatan struktural sebagaimana telah diubah
dengan PP Nomor 13 tahun 2002
PENGERTIAN

PANGKAT MERUPAKAN KEDUDUKAN YANG


MENUNJUKAN TINGKAT JABATAN BERDASARKAN
TINGKAT KESULITAN, TANGGUNG JAWAB, DAMPAK DAN
PERSYARATAN KUALIFIKASI PEKERJAAN YANG
DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR PENGGAJIAN
PENGERTIAN

JABATAN ADALAH KEDUDUKAN YANG


MENUNJUKAN FUNGSI, TUGAS, TANGGUNG
JAWAB, WEWENANG DAN HAK SEORANG
PEGAWAI ASN DALAM SUATU ORGANISASI
PENGERTIAN
KENAIKAN PANGKAT ADALAH
PENGHARGAAN YANG DIBERIKAN
ATAS PRESTASI KERJA DAN
PENGABDIAN PNS TERHADAP
NEGARA
PANGKAT & JABATAN

PIMPINAN TINGGI

UTAMA
MADYA
PRATAMA

JABATAN FUNGSIONAL
JABATAN ADMINISTRASI
 Utama
 Madya  Penyelia
ADMINSTRATOR
 Muda  Mahir
 Pertama  Terampil
PENGAWAS  Pemula
PELAKSANA KEAHLIAN KETERAMPILAN
Pasal 68 UU ASN “Pengangkatan PNS dalam jabatan tertentu ditentukan berdasarkan
perbandingan objektif antara kompetensi, kualifikasi, dan persyaratan yang dibutuhkan oleh
jabatan dengan kompetensi, kualifikasi, dan persyaratan yang dimiliki oleh pegawai
PANGKAT BARU

PANGKAT LAMA PANGKAT Jenjang Pangkat Jabatan


JPT - I Pimpinan Tinggi (JPT)
No. Pangkat Golongan Ruang
JPT - II
1 Pembina Utama IV e
JPT - III
2 Pembina Utama Madya IV d
JPT - IV
3 Pembina Utama Muda IV c
4 Pembina Tingkat I IV b
JPT - V
5 Pembina IV a JPT - VI
6 Penata Tingkat I III d JPT - VII
7 Penata III c JPT - VIII
8 Penata Muda Tingkat I III b JPT - IX
9 Penata Muda III a
10 Pengatur Tingkat I II d PANGKAT Jenjang Pangkat Jabatan
11 Pengatur II c JA-15, JF-15 Administrasi (JA) dan Jabatan
12 Pengatur Muda Tingkat I II b JA-14, JF-14 Fungsional (JF)
13 Pengatur Muda II a JA-13, JF-13
14 Juru Tingkat I I d JA-12, JF-12
15 Juru I c JA-11, JF-11
16 Juru Muda Tingkat I I b JA-10, JF-10
17 Juru Muda I a JA-9, JF-9 Pangkat JPT-I untuk
JA-8, JF-8 jabatan Dirjen tidak
Pangkat IV.e untuk jabatan Dirjen Es. JA-7, JF-7
JA-6, JF-6
pernah sama dengan
I.A sama dengan pangkat IV.e untuk JA-5, JF-5 pangkat JF-15 untuk
jabatan fungsional jenjang Utama JA-4, JF-4 jabatan fungsional
JA-3, JF-3 jenjang Utama
JA-2, JF-2
3
JA-1, JF-1
Jenis-Jenis Kenaikan Pangkat

Reguler

Pengabdian KP Pilihan

Anumerta
JENIS KENAIKAN PANGKAT
1. KENAIKAN PANGKAT REGULER
2. KENAIKAN PANGKAT PILIHAN
a. KENAIKAN PANGKAT STRUKTURAL
b. KENAIKAN PANGKAT JFT
c. KENAIKAN PANGKAT PNS DENGAN PRESTASI KERJA LUAR BIASA
d. KENAIKAN PANGKAT PNS DENGAN PENEMUAN YANG BERMANFAAT
e. KENAIKAN PANGKAT PNS STRUKTURAL/JFT YANG MEMPEROLEH
IJAZAH (PI)
f. KENAIKAN PANGKAT PNS YANG MELAKSANAKAN TUBEL

g. KENAIKAN PANGKAT PNS YANG SELESAI MELAKSANAKAN TUBEL

3. KENAIKAN PANGKAT ANUMERTA... TEWAS


4. KENAIKAN PANGKAT PENGABDIAN
a. MENINGGAL DUNIA
b. BUP
c. CACAT KARENA DINAS
ALUR PROSES KP
Periode Kenaikan Pangkat

OKTO
APRIL
Usulan paling BER Usulan paling
lambat diterima lambat diterima
BKN akhir BKN akhir
Februari Agustus
KENAIKAN GAJI BERKALA (KGB)

KGB adalah kenaikan gaji yang diberikan kepada


PNS yang telah mencapai masa kerja golongan
yang ditentukan untuk kenaikan gaji berkala yaitu
setiap 2 tahun sekali dan apabila telah memenuhi
persyaratan berdasarkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

KGB pertama kali diberikan setelah mempunyai


masa kerja 2 tahun sejak diangkat menjadi CPNS.
PEMINDAHAN

41
KEBIJAKAN PEMINDAHAN

JENIS-JENIS PEMINDAHAN
1. Pemindahan Antar Instansi
 Pemindahan PNS KEMENKES menjadi PNS Daerah/PNS
Instansi lain (Keluar)
 Pemindahan PNS Daerah/Instansi lain menjadi PNS

KEMENKES (Masuk)

2. Pemindahan Dalam Instansi


 Pemindahan PNS KEMENKES antar Unit Utama/antar UPT

KEMENKES
Pindah Keluar dari Kemenkes

PNS KEMENKES

Unit Kerja

2 Validasi dan
Verifikasi Berkas
Unit Utama oleh Unit
3 Utama

Berkas Lengkap

Biro Kepegawaian Keterangan:


1. Kelengkapan Berkas dari PNS ybs
5 2. Usulan dari Unit Kerja ke Unit Utama
3. Proses Verifikasi dan Validasi Berkas
SPP Keluar PROSES
4. Surat Usul Pindah dan Berkas dari Unit
6
Utama dikirim ke Ropeg
5. Ropeg memproses usulan Pindah Keluar
6. Terbit SPP Keluar (Lolos Lepas)
PNS

Unit Kerja Tujuan

2 Validasi dan
Verifikasi
Unit Utama Berkas oleh
3 Unit Utama

Berkas Lengkap

8 4 Keterangan:
BKN 1. Kelengkapan Berkas dari PNS ybs
Biro Kepegawaian 2. Usulan dari Unit Kerja ke Unit Utama
3. Proses Verifikasi dan Validasi Berkas
7 5
9 4. Surat Usul Pindah dan Berkas dari Unit
Utama dikirim ke Ropeg
SPP Masuk PROSES
5. Ropeg memproses usulan Pindah Keluar
6 6. Terbit SPP Masuk
SK 7. Usul Nota Pindah ke BKN
PINDAH 8. Nota Persetujuan Pindah dari BKN
9.SK Pindah
 Pemindahan antar Direktorat/Pusat
dalam 1 Unit Utama

Satker Unit Utama Proses


1 2

 Pemindahan antar Direktorat/Pusat


dengan UPT 1 (satu) Unit Utama

1 4 5
Satker/UPT
Unit Utama Ropeg Proses
Tujuan

2 3

Satker/UPT
Asal
PENGEMBANGAN
KARIR
PENGEMBANGAN KARIER
MANAJEMEN KARIER Rencana Suksesi dan
POLA KARIER MUTASI dan PROMOSI
PNS Penugasan Khusus
• Standar Kompetensi • Merupakan pola • Mutasi : menyusun • Kelompok rencana
Jabatan dasar urutan rencana dan suksesi adalah
• Profil PNS penempatan dilakukan paling kelompok PNS yang
• PENGEMBANGAN dan/atau singkat 2 tahun dan memiliki kompetensi
KARIER perpindahan PNS paling lama 5 tahun sesuai jabatan; telah
dalam dan antar • Atas dasar melaksanakan
• Diselenggarakan
posisi di setiap jenis kesesuaian antara kewajiban
tingkat instansi dan
jabatan secara kompetensi PNS pengembangan
nasional
berkesinambungan dengan persyaratan kompetensi; memiliki
• PPK wajib penilaian kinerja
• Pola karier nasional jabatan, klasifikasi
menetapkan rencana, paling kurang bernilai
dan instansi. jabatan dan pola
melaksanakan, dan baik dalam 2 tahun
• Berbentuk horizontal, karier
pemantauan terakhir
vertikal dan diagonal • Promosi merupakan
• Prinsip Dasar: untuk bentuk pola karier • Penugasan khusus
menjamin yang vertikal atau merupakan
keselarasan potensi diagonal penugasan PNS untuk
PNS dengan • PPK menetapkan melaksanakan
penyelenggaraan kelompok rencana jabatan secara khusus
tugas-nya suksesi setiap tahun di luar instansi
dan mengumumkan pemerintah
melalui Sistem
Informasi ASN
POLA KARIR PEGAWAI ASN

UTAMA POSISI PPPK


JABATAN
PIMPINAN MADYA
TINGGI

PRATAMA

PNS KARIER
ADMINISTRATOR KEAHLIAN
JABATAN
JABATAN FUNGSIONAL PPPK
ADMINISTRASI
PENGAWAS KETRAMPILAN

PELAKSANA
KOMPETENSI JABATAN ASN

kompetensi teknis yang diukur dari tingkat dan


spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional, dan
pengalaman bekerja secara teknis;

kompetensi manajerial yang diukur dari tingkat


pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen, dan
pengalaman kepemimpinan

kompetensi sosial kultural yang diukur dari


pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat
majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga
memiliki wawasan kebangsaan.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI

INSTANSI PEMERINTAH WAJIB MENYUSUN RENCANA


PENGEMBANGAN KOMPETENSI & TERTUANG DALAM RENCANA
KERJA ANGGARAN TAHUNAN INSTANSI

Pengembangan Kompetensi bagi setiap PNS dilakukan paling sedikit


20 (dua puluh) jam pelajaran dalam 1 (satu) tahun.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI ASN
RENCANA PENGEMBANGAN “Dijamin oleh
KOMPETENSI UU ASN dan
Setiap PNS : minimal 20 PP
JP/tahun Manajemen
PNS”

PENDIDI PELATIHAN PELATIHAN


KAN KLASIKAL NON
KLASIKAL

E- Detaserin
Pelatihan learnin g
g
Pelatih
Seminar an Magang
Jarak
Jauh
Coachin
Kursus g/ DLL
Mentorin
g

Pertukaran
Penataran Pegawai
PELAKSANAAN PEMBERIAN
IZIN BELAJAR DAN TUGAS BELAJAR
DI LINGKUNGAN KEMENKES
DASAR HUKUM

Tugas Izin
Belajar Perpres No.12 Tahun
1961 Tentang Belajar Permenkes No.1
Tahun 2017 ttg
Pemberian TUBEL Pemberian IBEL Bagi
PNS Di Lingkungan
Permenkes No.28 Kemenkes
Tahun 2015 ttg
Penyelenggaraan
Tubel SDM Kesehatan

 SE Menpan No.4 Tahun 2013


TUGAS BELAJAR & IZIN BELAJAR
Kebutuhan
Organisasi

• Biaya APBN • atas kemauan sendiri

• Dibebaskan dari • dengan biaya sendiri


jabatan
• diselenggarakan di luar jam kerja
• Meninggalkan tugas dan tidak mengganggu tugas
kedinasan kedinasan. Izin dikeluarkan oleh
Biro Kepegawaian
DISIPLIN DAN
KESEJAHTERAAN PEGAWAI
PERATURAN PEMERINTAH
NO. 53 TAHUN 2010

TENTANG
DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL
TUJUAN

• MENJAMIN TERPELIHARANYA TATA


TERTIB DAN KELANCARAN
1 PELAKSANAAN TUGAS.

• UNTUK MEMPERBAIKI DAN


MENDIDIK PNS YANG MELAKUKAN
2 PELANGGARAN DISIPLIN.
PELANGGARAN DISIPLIN
SETIAP UCAPAN, TULISAN, ATAU PERBUATAN PNS YANG TIDAK MENAATI
KEWAJIBAN DAN/ATAU MELANGGAR LARANGAN KETENTUAN DISIPLIN PNS, BAIK
YANG DILAKUKAN DI DALAM MAUPUN DI LUAR JAM KERJA.
1. UCAPAN
SETIAP KATA-KATA YANG DIUCAPKAN DIHADAPAN ATAU DAPAT
DIDENGAR ORANG LAIN; DALAM RAPAT, CERAMAH, DISKUSI,
MELALUI TELEPON, TV, REKAMAN ATAU ALAT KOMUNIKASI, DLL.

2. TULISAN’
PERNYATAAN PIKIRAN DAN/ATAU PERASAAN SECARA TERTULIS
BAIK DALAM BENTUK TULISAN, GAMBAR KARIKATUR, CORETAN
YANG SERUPA ITU.

3. PERBUATAN

SETIAP TINGKAH LAKU, SIKAP ATAU TINDAKAN.


TINGKAT DAN JENIS HUKUMAN DISIPLIN
PELANGGARAN DAN
JENIS HUKUMAN DISIPLIN

HD • BERDAMPAK NEGATIF PADA


RINGAN UNIT KERJA

HD • BERDAMPAK NEGATIF PADA


SEDANG INSTANSINYA

HD • BERDAMPAK NEGATIF PADA


BERAT PEMERINTAH/NEGARA
CUTI PNS
(BERDASARKAN PP NO.11/2017 DAN
PERATURAN BKN NO. 24 TAHUN 2017 TENTANG
TATACARA PEMBERIAN CUTI PNS)

PENGERTIAN :
KEADAAN TIDAK MASUK KERJA YANG DIIJINKAN
DALAM JANGKA WAKTU TERTENTU.
CUTI TAHUNAN
→ Diperuntukkan bagi PNS dan CPNS yang telah bekerja sekurang-
kurangnya 1 tahun terus menerus.
→ Dapat diberikan 1 (satu) hari kerja.
→ Lamanya cuti dalam 1 tahun adalah 12 hari kerja.

→ Cuti tahunan yang tidak diambil dalam tahun yang


bersangkutan dapat diambil dalam tahun berikutnya
untuk paling lama 18 hari kerja termasuk cuti
tahunan dalam tahun yang sedang berjalan.
→ Cuti tahunan yang tidak diambil lebih dari 2 tahun
berturut-turut, dapat diambil dalam tahun berikutnya
untuk paling lama 24 hari kerja termasuk cuti
tahunan dalam tahun yang sedang berjalan.
→ Apabila kepentingan mendesak cuti dapat
ditangguhkan paling lama 1 tahun.
→ Pemberian cuti tahunan harus memperhatikan
kekuatan jumlah pegawai
CUTI SAKIT
→ Diperuntukkan bagi :
• PNS yang sakit selama 1 atau 2 hari, dengan ketentuan
memberitahukan kepada atasannya dibuktikan dengan surat keterangan
dokter.
• PNS yang sakit lebih dari 2 hari s/d 14 hari, dengan ketentuan
mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang
memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter.
• PNS yang sakit lebih dari 14 hari, dengan ketentuan mengajukan
permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan
cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter yang ditunjuk oleh
Menteri Kesehatan.

→ Cuti sakit sebagaimana dimaksud diberikan untuk waktu


paling lama 1 tahun dan dapat ditambah paling lama
6 bulan.
→ Diperuntukkan pula bagi pns wanita yang keguguran untuk
paling lama 1 1/2 bulan.
→ Diperuntukkan pula bagi PNS yang mengalami kecelakaan
dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya
sehingga ia memerlukan perawatan berhak atas cuti sakit
sampai sembuh dari penyakitnya.
CUTI BESAR

→ PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5 tahun terus


menerus.
→ Lamanya cuti adalah 3 bulan.
→ PNS yang menjalani cuti besar tidak berhak lagi atas cuti tahunan
dalam tahun yang bersangkutan.
→ PNS yang telah mengambil cuti tahunan maka cuti besarnya
diperhitungkan dalam tahun berjalan.
→ Cuti besar dapat ditangguhkan pelaksanaanya oleh pejabat yang
berwenang untuk paling lama 1 tahun, apabila kepentingan dinas
mendesak.
→ Dikecualikan bagi PNS untuk kepentingan agama misalnya haji.
→ Cuti besar yang tidak diambil selama 3 bulan maka sisa hak
cutinya hapus
CUTI BERSALIN

→ Diperuntukkan bagi PNS wanita untuk persalinan anak pertama,


kedua dan ketiga
→ Untuk persalinan anaknya yang keempat dan seterusnya, kepada
PNS wanita diberikan cuti BESAR.
→ Lamanya cuti adalah 3 bulan
→ Selama menggunakan hak cuti, PNS tersebut menerima
penghasilan PNS
CUTI ALASAN PENTING
→ PNS berhak atas cuti karena alasan penting, yang disebabkan :
• Ibu, bapak, isteri/suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu
sakit keras atau meninggal dunia.
• Salah seorang anggota keluarga sebagaimana dimaksud
meninggal dunia dan menurut ketentuan hukum yang berlaku PNS
yang bersangkutan harus mengurus hak-hak dari anggota
keluarganya yang meninggal dunia itu.
• Melangsungkan perkawinan.
• PNS laki-laki yang istrinya melahirkan/operasi caesar (surat
keterangan rawat inap)
• Mengalami musibah kebakaran, kebanjiran
CUTI DI LUAR TANGGUNGAN
NEGARA (CLTN)

→ Telah bekerja paling singkat 5 (lima) tahun secara terus menerus.


→ Dikarenakan alasan pribadi yang penting dan mendesak.
→ Lamanya cuti paling lama 3 tahun dan dapat diperpanjang 1
tahun.
→ CLTN hanya dapat diberikan setelah mendapat persetujuan dari
kepala BKN.

→ PNS yang menjalankan CLTN dibebaskan dari jabatannya


dan jabatan yang lowong itu dengan segera dapat diisi.
→ Selama menjalankan CLTN tidak berhak menerima
penghasilan dari negara dan tidak diperhitungkan
sebagai masa kerja PNS.
→ PNS yang telah selesai menjalakan CLTN wajib
melaporkan diri secara tertulis kepada pimpinan instansi
induknya.
→ Hak atas cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti melahirkan dan
cuti karena alasan penting yang dijalankan di luar negeri hanya
dapat diberikan oleh PPK
PENGHARGAAN
Didasarkan atas kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, dan
prestasi kerja dalam melaksanakan tugasnya

Penghargaan berupa :
a. Tanda Kehormatan
b. Kenaikan pangkat istimewa
c. kesempatan prioritas untuk pengembangan kompetensi
d. kesempatan menghadiri acara resmi dan/atau acara kenegaraan

• Kenaikan pangkat istimewa diberikan kepada PNS berdasarkan pada penilaian


kinerja dan keahlian yang luar biasa dalam menjalankan tugas jabatannya
• Kesempatan prioritas untuk pengembangan kompetensi diberikan kepada PNS
yang mempunyai nilai prestasi kerja yang sangat baik, memiliki dedikasi dan
loyalitas yang tinggi pada organisasi
Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015
Ditetapkan tanggal 16 September 2015 dan
Diundangkan pada 17 September 2015

Jaminan kesehatan

Jaminan kecelakaan kerja

Jaminan kematian

Bantuan hukum
dalam perkara yang dihadapi di
pengadilan terkait pelaksanaan
tugasnya
PEMBERHENTIAN DAN
PENSIUN

71
1.Pemberhentian atas Permintaan Sendiri
2.Pemberhentian Karena Mencapai Batas Usia Pensiun
3. Perampingan Organisasi atau Kebijakan Pemerintah
4. Tidak Cakap Jasmani dan/atau Rohani
5. Meninggal Dunia, Tewas, atau Hilang
6. Melakukan Tindak Pidana/Penyelewengan
7. Pelanggaran Disiplin
8. Menjadi Anggota/Pengurus Parpol
9. Tidak Menjabat Lagi Sebagai Pejabat Negara
10. Karena hal lain
 Pasal 239
1. PNS yang telah mencapai Batas Usia Pensiun diberhentikan dengan hormat

sebagai PNS
2. Batas Usia Pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat 1 yaitu

a. 58 (lima puluh delapan) tahun bagi pejabat administrasi, pejabat

fungsional ahli muda, pejabat fungsional ahli pertama, dan pejabat


fungsional keterampilan
b. 60 (enam puluh) tahun bagi pejabat pimpinan tinggi dan pejabat
fungsional madya; dan
c. 65 (enam puluh lima) tahun bagi PNS yang memangku pejabat fungsional

ahli utama
 Pasal 240
Batas Usia Pensiun bagi PNS yang menduduki JF yang ditentukan dalam undang-
undang, berlaku ketentuan sesuai dengan Batas Usia Pensiun yang ditetapkan
dalam undang-undang yang bersangkutan.
 Pasal 354
PNS yang berusia di atas 60 (enam puluh) tahun dan sedang
menduduki JF ahli madya, yang sebelum Peraturan Pemerintah
ini mulai berlaku Batas Usia Pensiunnya ditetapkan 65 (enam
puluh lima) tahun, Batas Usia Pensiunnya tetap 65 (enam puluh
lima) tahun
 Pasal 240
PNS yang berusia di atas 58 (lima puluh delapan) tahun dan
sedang menduduki JF ahli pertama, JF ahli muda, dan JF penyelia,
yang sebelum Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Batas Usia
Pensiunnya ditetapkan 60 (enam puluh) tahun, Batas Usia
Pensiunnya tetap 60 (enam puluh) tahun.
a. PNS yang diberhentikan dengan hormat karena meninggal dunia;
b. PNS yang diberhentikan dengan hormat atas permintaan sendiri
apabila telah berusia 45 (empat puluh lima) tahun dan masa kerja
paling sedikit 20 (dua puluh) tahun;
c. PNS yang diberhentikan dengan hormat karena mencapai Batas
Usia Pensiun apabila telah memiliki masa kerja untuk pensiun
paling sedikit 10 (sepuluh) tahun;
d. PNS yang diberhentikan dengan hormat karena perampingan
organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan
pensiun dini apabila telah berusia paling sedikit 50 (lima puluh)
tahun dan masa kerja paling sedikit 10 (sepuluh) tahun;
e. PNS yang diberhentikan dengan hormat karena
dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam Jabatan
apapun karena keadaan jasmani dan/atau rohani yang
disebabkan oleh dan karena menjalankan kewajiban
Jabatan tanpa mempertimbangkan usia dan masa kerja;
atau
f. PNS yang diberhentikan dengan hormat karena
dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam Jabatan
apapun karena keadaan jasmani dan/atau rohani yang
tidak disebabkan oleh dan karena menjalankan kewajiban
Jabatan apabila telah memiliki masa kerja untuk pensiun
paling singkat 4 (empat) tahun.
LATAR BELAKANG
Kebutuhan Data Untuk :
1.Perencanaan Kebutuhan Tenaga (formasi)
2.Perencanaan Kebutuhan Dana (gaji, tunjangan, insentif, dll)
3.Pengembangan tenaga (termasuk promosi)
4.Percepatan Proses admistrasi Kepegawaian

Dibutuhkan Suatu Sistem yang Dapat merekam row data pegawai, user
friendly, berbasis jaringan (agar terpusat) dan mudah di akses, serta da
pat menghasilkan ouput yang diperlukan secara cepat, akurat, dan terki
ni
TUJUAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN ONLINE

Menghasilkan data informasi kepegawaian yg akurat

Mewujudkan data kepegawaian yang mutakhir dan


terintegrasi

Menyediakan Informasi PNS yang akurat untuk keperluan


perencanaan, pengembangan, kesejahteraan dan pengendalian
PNS

Proses pengelolaan kepegawaian menjadi lebih tertib


administrasi dan menghindari kesalahan proses

Pegawai menerima hak-haknya tepat waktu


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN ONLINE

SIMKA
(SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN)

Aplikasi untuk Pengelolaan Database Kepegawa


ian di Lingkungan Kementerian Kesehatan

SILK
(SISTEM INFORMASI LAYANAN KEPEGAWAIAN)

Aplikasi untuk membuat produk-produk admini


strasi kepegawaian
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN ONLINE

• Proses Adm Pengangkatan PNS


• Proses Adm Kenaikan Pangkat
Data Dasar • Proses Adm Pemindahan dan Pemberhentian
• Arsil Elektronik
Proses Adm • Proses Adm Jabatan Fungsional
Kepegawaian • Penilaian Kinerja Pegawai

• Penataan Pola Karir Pegawai


• Pemetaan Jabatan/Kelas Jabatan
• Bezzeting
Perencanaan • Gaji Pegawai
Pegawai • Tunjangan Kinerja Pegawai
S E M O G A B E R M A N FA AT