Anda di halaman 1dari 18

REAKSI YANG MENDEKATI

KESETIMBANGAN

KELOMPOK 4 :
• Desi Fitri P (14307141037)
• Sri Endang Maulani (16307141037)
• Puspitaningsih (16307141038)
• Afifah Sari Nurseha (16307141049)
• Devi Hernawati (16307141054)
KESETIMBANGAN

Suatu sistem dikatakan setimbang jika dua proses yang


berlawanan terjadi dengan laju yang sama atau dengan kata lain tidak
terjadi perubahan dalam sistem yang setimbang.
Salah satu indikator saat terjadi kesetimbangan adalah tidak
terjadi perubahan konsentrasi semua komponen yaitu reaktan dan
produk.
REAKSI ORDE SATU
Reaksi ini baik ke depan maupun sebaliknya mempunyai orde pertama
Memiliki volume total konstan
A↔B
A→B v = k [A]
B→A v = k’ [B]
Laju perubahan [A] mempunyai dua konstribusi :
1. Laju ini dihabiskan oleh reaksi ke depan pada laju k[A]
2. Diisi kembali oleh reaksi sebaliknya pada laju k’[B]
Jadi laju perubahan neto adalah :
𝑑[𝐴]
= -k[A] + k’[B]
𝑑𝑡
Jika konsentrasi awal A adalah [A]ₒ, dan pada awalnya tidak terdapat B maka pada
setiap waktu :
[A] + [B] = [A]ₒ
Oleh karena itu :
𝑑[𝐴]
= -k[A] + k’ ([A]ₒ - [A])
𝑑𝑡
= - k [A] + k’[A]ₒ - k’[A]
= - (k + k’) [A] + k’ [A]ₒ
Saat t →∞ , konsentrasinya mencapai nilai keseimbangan :
𝑘 ′ [𝐴]ₒ
[A] =
𝑘+ 𝑘 ′
[B] = [A]ₒ - [A]
𝑘 ′ [𝐴]ₒ
= [A]ₒ -
𝑘+ 𝑘 ′
𝐴 ₒ 𝑘+ 𝑘 ′ −𝑘 ′ [𝐴]ₒ
=
𝑘+ 𝑘 ′
𝑘 [𝐴]ₒ
=
𝑘+ 𝑘 ′
Dengan demikian konstanta keseimbangan reaksi adalah :

𝑘 [𝐴]ₒ
[𝐵] 𝑘+ 𝑘′
K= = 𝑘′ [𝐴]ₒ
[𝐴]
𝑘+ 𝑘′

𝑘
=
𝑘′

Persamaan ini merupakan hasil yang sangat penting, karena persamaan


ini menghubungkan kuantitas termodinamika, yaitu konstanta keseimbangan
dengan kuantitas yang berhubungan dengan laju. Kegunaan praktis persamaan
ini adalah jika konstanta keseimbangan diketahui , maka satu konstanta laju
dapat diukur sehingga konstanta laju yang lainnya dapat dihitung.
REAKSI ORDE DUA
A+B↔C+D
Reaksi ini merupakan reaksi orde kedua dalam dua arah, laju perubahan
konsentrasi A sebagai hasil reaksi ke depan dan sebaliknya adalah :
Reaksi kedepan Reaksi sebaliknya
𝑑[𝐴] 𝑑[𝐴]
= -k[A][B] = -k’[C][D]
𝑑𝑡 𝑑𝑡

𝑑[𝐴] 𝑑[𝐴]
[A][B] = [C][D] =
−𝑘 𝑑𝑡 −𝑘 ′ 𝑑𝑡

𝑑[𝐴]
Reaksi neto : = k’[C][D] - k[A][B]
𝑑𝑡
Pada kesetimbangan , laju perubahan neto adalah 0. jadi, pada
kesetimbangan :
k’[C][D] - k[A][B] = 0
𝐶 [𝐷]
Sehingga, K =
𝐴 [𝐵]

𝑑[𝐴]
−𝑘′ 𝑑𝑡
= 𝑑[𝐴]
−𝑘 𝑑𝑡

𝑘
=
𝑘′
1.
CONTOH SOAL
Menghubungkan konstanta keseimbangan
dengan konstanta laju

Buktikanlah bahwa untuk reaksi yang berlangsung secara berurutan, maka


konstanta keseimbangan keseluruhan, merupakan hasil kali dari
perbandingan konstanta lajunya.

10
JAWABAN
Urutan reaksi:
𝑑(𝐴)
A+B C+D = 𝑘′𝑎 𝐶 𝐷 − 𝑘𝑎(𝐴)(𝐵)
𝑑𝑡

𝑑(𝐶)
C E+F = 𝑘𝑏 𝐸 𝐹 − 𝑘𝑏(𝐶)
𝑑𝑡

Pada keseimbangan, penentuan setiap laju neto sama dengan


nol.
(𝐶)(𝐷) 𝑘𝑎 (𝐸)(𝐹) 𝑘𝑏
= =
(𝐴)(𝐵) 𝑘′𝑎 (𝐶) 𝑘′𝑏

Reaksi keseluruhan:
A+B D+E+F

11
Lanjutan...
Konstanta keseimbangan:
(𝐷)(𝐸)(𝐹) (𝐶)(𝐷)(𝐸)(𝐹) (𝐶)(𝐷) (𝐸)(𝐹) 𝑘𝑎 𝑘𝑏
𝐾= = = × = ×
(𝐴)(𝐵) (𝐴)(𝐵)(𝐶) (𝐴)(𝐵) (𝐶) 𝑘′𝑎 𝑘′𝑏

Konstanta keseimbangan:

𝑘𝑎 𝑘𝑏
𝐾= × ×⋯
𝑘′𝑎 𝑘′𝑏

12
2.
LATIHAN SOAL
Lanjutan...
Tentukan Persamaan umum untuk urutan reaksi A + B 2C,
C+D 2P, C + B D pada keseimbangan.

14
Jawaban
Urutan Reaksi
𝑑[𝐴]
A + B → 2C = k’a [𝐶]2 - ka [A][B] ..... a
𝑑𝑡

𝑑[𝐶]
C + D → 2P = k’b [𝑃]2 - kb [C][D] ..... b
𝑑𝑡

𝑑[𝐶]
C+B→D = k’c [𝐷] - kc [C][B] ..... c
𝑑𝑡
Pada kesetimbangan laju neto = 0
[𝐶]2 𝑘𝑎
a. = ′
𝐴 [𝐵] 𝑘 𝑎

[𝑃]2 𝑘𝑏
b. 𝐶 [𝐷]
=
𝑘′𝑏

[𝐷] 𝑘𝑐
c. 𝐶 [𝐵]
=
𝑘′𝑐
Reaksi keseluruhan
A + 2B + 2C + D → 2C + D + 2P

Konstanta keseimbangan
[𝐶]2 [𝑃]2 [𝐷]
K=
𝐴 𝐵 𝐵 𝐶 𝐶 [𝐷]

[𝐶]2 [𝑃]2 [𝐷]


= x x
𝐴 [𝐵] 𝐶 [𝐷] 𝐶 [𝐵]

𝑘𝑎 𝑘𝑏 𝑘𝑐
= x x
𝑘′𝑎 𝑘′𝑏 𝑘′𝑐
Thank You! 