Anda di halaman 1dari 14

P U S A T L A B A

Oleh :
1. Siska Yulia (16130310095)
2. Dwi Lestari (16130310101)
3. Elly Susanti (16130310117)
4. Dwi Setyowati (16130310132)
5. Dian Novita Sari (16130310141)
Pengertian Pusat Laba

Ketika kinerja finansial suatu pusat tanggung jawab diukur dalam ruang
lingkup laba ( yaitu, selisih antara pendapatan dan beban), maka pusat ini
disebut sebagai pusat laba (profit center).

Laba merupakan ukuran kinerja yang berguna karena laba memungkinkan


manajemen senior untuk dapat satu indikator yang yang komprehensif,
dibandingkan jika harus menggunakan beberapa indikator (beberapa
diantaranya menunjuk arah berbeda).
Pertimbangan Umum

Suatu organisasi fungsional adalah organisasi dimana fungsi produksi dan


pemasaran utama dilakukan oleh unit organisasi yang terpisah.

Ketika suatu organisasi diubah menjadi organisasi dimana setiap unit


utama bertanggung jawab baik atas produksi maupun pemasaran, maka
proses ini disebut istilah divisionalisasi.
Kondisi-kondisi dalam Mendelegasikan
Tanggung Jawab Laba
Banyak keputusan manajemen melibatkan usulan untuk meningkatkan beban dengan harapan
bahwa hal itu akan menghasilkan peningkatan yang lebih besar dalam pendapatan penjualan.

Keputusan semacam ini disebut sebagai pertimbangan biaya / pendapatan (expense/revenue trade-off

Untuk dapat mendelegasikan keputusan trade-off semacam ini dengan aman ke tingkat manajer yang
lebih rendah, maka dua kondisi yang harus dipenuhi:

 Manajer harus memiliki akses ke informasi relevan yang dibutuhkan dalam membuat keputusan
serupa.

 Harus ada semacam cara untuk mengukur efektivitasnya suatu trade-off yang dibuat oleh manajer.
Manfaat Pusat Laba

1. Kualitas keputusan dapat meningkat


2. Kecepatan dari pengambilan keputusan operasional dapat meningkat
3. Manajemen kantor pusat bebas dari pengambilan keputusan harian
sehingga dapat berkonsentrasi pada hal-hal yang lebih luas
4. Manajer karena tunduk pada hanya sedikit batasan dari korporat. lebih
bebas untuk menggunakan imajinasi dan insiatif-nya.
5. Karena pusat-pusat laba serupa dengan perusahaan yang independen
maka pusat laba memberikan tempat pelatihan yang sempurna bagi
manajemen umum.
6. Kesadaran laba (profit consciousness) dapat ditingkatkan
7. Pusat laba memberikan informasi yang siap pakai, maka manajemen
puncak (top management) mengenei profitabilitas dari komponen
komponen individual perusahaan
8. Karena keluaran (output) yang dihasilkan telah siap pakai, maka pusat
laba sangat reponsif terhadap tekanan untuk meningkatkan kinerja
kompetitifnya
Kesulitan dengan Pusat Laba

1. Pengambilan keputusan yang terdesentralisasi akan memaksa manajemen


puncak untuk lebih mengandalkan laporan pengendalian manejemen
dan bukan wawasan pribadinya atas suatu operasi, sehingga
mengakibatkan hilangnya pengendalian
2. Kualitas keputusan yang diambil pada tingkat unit akan berkurang

3. Perselisihan dapat meningkat


4. Unit-unit organisasi yang pernah bekerja sama sebagai unit fungsional
akan saling berkompetisi satu sama lain.
5. Divisionalisasi dapat mengakibatkan biaya tambahan.
6. Para manajer umum yang kompeten mungkin saja tidak ada dalam
organisasi fungsional karena tidak adanya kesempatan yang cukup untuk
mengembangkan kompetensi manajemen umum.

7. Mungkin ada terlalu banyak tekanan atas profitabilitas jangka pendek


dengan mengorbankan profitabilitas jangka panjang.
8. Tidak ada sistem yang sangat memuaskan untuk memastikan bahwa
optimalisasi laba dari masing-masing pusat laba akan mengoptimalkan
laba perusahaan secara keseluruhan.
Unis Bisnis sebagai Pusat Laba
Hampir semua unit bisnis diciptakan sebagai pusat laba kerena manajer yang bertanggung
jawab atas unit tersebut memiliki kendali atas perkembangan produk, proses produksi, dan
pemasaran.
Para manajer tersebut berperan untuk mempengaruhi pendapatan dan beban sedemikian
rupa sehingga dapat dianggap bertanggung jawab atas laba bersih.
Wewenang seorang manajer dapat dibatasi dengan berbagai cara, yang dimana hal ini
dicerminkan dalam desain dan operasi pusat laba.
Batasan atas Wewenang Bisnis
1) Batasan dari Unit Bisnis Lain
Masalah utama akan terjadi ketika suatu unit bisnis harus berurusan dengan unit bisnis
yang lain sehingga ada 3 keputusan yang harus dilakukan yaitu:
 Keputusan produk (barang atau jasa apa saja yang harus dibuat dan dijual)
 Keputusan pemasaran(bagaimana, dimana dan berapa jumlah barang/ jasa yang akan
dijual)
 Keputusan perolehan (procurement) atau sourcing (bagaimana mendapatkan atau
memproduksi barang atau jasa)
2) Batasan dari Manajemen Korporat
Dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu:
 Batasan yang timbul dari pertimbangan-pertimbangan strategis.
 Batasan yang timbul karena adanya keseragaman yang diperlukan.
 Batasan yang timbul dari nilai ekonomis sentralisasi.
Pusat Laba Lainnya
1. Unit-Unit Fungsional :

 Pemasaran

 Manufaktur

 Unit Pendukung dan Pelayanan

2. Organisasi Lainnya

Suatu perusahaan dengan operasi cabang yang bertanggung jawab atas


pemasaran produk perusahaan di wilayah geografis tertentu sering kali menjadi pusat
laba secara alamiah.
Mengukur Profitabilitas
Terdapat dua jenis pengukuran profitabilitas yang digunakan dalam mengevaluasi
suatu pusat laba, sama halnya seperti dalam mengevaluasi perusahaan secara
keseluruhan.

1. Pertama adalah pengukuran kinerja manajemen, yang memiliki fokus pada


bagaimana hasil kerja para manajer.

2. Yang kedua adalah ukuran kinerja ekonomis, yang memiliki fokus pada bagaimana
kinerja pusat laba sebagai suatu entitas ekonomi.
Jenis-jenis Ukuran Kinerja
1. Margin Kontribusi, menunjukkan tentang (spread) antara pendapatan
dengan beban variabel.
2. Laba Langsung, mencerminkan kontribusi pusat laba terhadap overhead
umum dan laba perusahaan.
3. Laba yang Dapat Dikendalikan, Pengeluaran-pengeluaran kantor pusat
dapat dikelompokkan menjadi dua kategori: dapat dikendalikan dan tidak
dapat dikendalikan.
4. Laba sebelum Pajak, Dalam ukuran ini, seluruh overhead korporat
dialokasikan ke pusat laba berdasarkan jumlah relatif dari beban yang
dikeluarkan oleh pusat laba.
5. Laba Bersih, Disini, perusahaaan mengukur kinerja pusat laba domestic
berdasarkan laba bersih (net income), yaitu jumlah laba bersih setelah
pajak.
TERIMA KASIH