Anda di halaman 1dari 32

OLEH:

H. Dadang Hendriana,Ir. MSc.


LATAR BELAKANG ANALISIS KELAYAKAN
INVESTASI

 Menyangkut Jumlah U ang yang besar (Implikasi


cost of capital yang tinggi )

 Menyangkut Jangka Waktu Yang Panjang Di Masa


Depan : penuh ketidak pastian, sehingga tingkat
risiko tinggi

 Perlu penjelasan yang rational dan sistematis


mengenai rencana investasi
TUJUAN ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI

Memberikan informasi pada calon investor,


seberapa jauh rencana investasi tersebut
memiliki kelayakan ditinjau dari berbagai aspek
seperti : pemasaran, teknis operasional,
lingkungan, serta utamanya dari aspek finansial.
RUANG LINGKUP ANALISIS KELAYAKAN
INVESTASI
ANALISIS PELUANG
STRATEGIK INVESTASI

ANALISIS ANALISIS ANALISIS ASPEK ALALISIS DAMPAK


PEMASARAN TEKNIS OPERASI LEGAL LINGKUNGAN

ANALISIS EKONOMI
& FINANSIL

USULAN INVESTASI

IMPLEMENTASI
ANALISIS ASPEK PASAR
PROSES MANAJEMEN PEMASARAN :

MENELITI DAN MERANCANG


ANALISIS
MEMILIH STRATEGI
PASAR PASAR SASARAN
PEMASARAN

MENGORGANISASI
MERENC MELAKSANAKAN
PROGRAM DAN EVALUASI
PEMASARAN
PEMASARAN
ANALISIS PELUANG PASAR
Ruang Lingkup Analisis:

1. Analisis Lingkungan Mikro :


a. pemasok
b. perantara pemasaran
c. pesaing
d. pelanggan
2. Analisis Lingkungan Makro
a. demografi
b. ekonomi
c. teknologi
d. politik ,sosbud
3. Analisis Perilaku konsumen
MENELITI DAN MEMILIH PASAR SASARAN DAN
MENENTUKAN POSISI PEMASARAN
 Memperkirakan dan Mengukur Daya Tarik Pasar:
o Perkiraan Ukuran Pasar Keseluruhan
o Perkiraan pertumbuhan Pasar
o Tingkat Keuntungan dan Risiko.

 Memperkirakan Kekuatan Bisnis perusahaan:


o Perkiraan Market Share
o Mutu dan Daya tarik produk
o Harga
o Jaringan Distribusi
o Kapasitas Produksi

 Pemilihan Segmen Pasar Utama dan Segmen Pasar yang Dilayani


MERANCANG STRATEGI PEMASARAN

Contoh : Strategi Generik Michael Porter :

 Keunggulan Biaya Keseluruhan ( Overall cost


leadership).
 Differensiasi (Differentiation)
 Fokus (Focus)
MERENCANAKAN PROGRAM PEMASARAN
Input : Bauran Pemasaran (marketing Mix)

BAURAN
PEMASARAN

Promotion
Product Mix Price Mix Place Mix Mix

Macam produk Harga Dasar Saluran distribusi Promosi penjualan


Mutu Potongan Harga cakupan Iklan
Rancangan Syarat Pembayaran Jenis Wiraniaga
Penyajian Waktu pembayaran Lokasi Humas
HUBUNGAN 4P (SUDUT PANDANG PENJUAL) DENGAN
4C (SUDUT PANDANG KONSUMEN)

PRODUCT CUSTOMER NEEDS AND WANTS

PRICE COST TO THE CUSTOMER

PLACE CONVINIENCE

PROMOTION COMMUNICATION
Mengorganisasi, Melaksanakan dan Mengawsi
Usaha Pemasaran

 Struktur Organisasi Pemasaran


 Penugasan, pelatihan, evaluasi
 Pelaksanaan Program
 Pengawasan : -Rencana Tahunan
-laba
-strategis
ANALISIS ASPEK TEKNIS

 PERANCANGAN PRODUK

 PERENCANAAN KAPASITAS

 PERENCANAAN PROSES DAN FASILITAS PRODUKSI

 ANALISIS LOKASI PABRIK

 PERENCANAAN ORGANISASI DAN SDM


PERANCANGAN PRODUK
 FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN:
Faktor Fungsional; Keandalan; pemeliharaan (maintainability);
Produce ability ; faktor manusia (estetika, keamanan,
kenyamanan); disposeability.

 PENGEMBANGAN ALTERNATIF DESIGN:


Metoda Analisis ; Metoda Psiko-Sosial

 Pemilihan Alternatif Design :


Decision Tree ; Rangking and Rating ; Analitic Hierarchy Process
PERENCANAAN KAPASITAS
Langkah-langkah :

 Meramalkan Volume Total Potential Demand


 Estimasi Pangsa Pasar (Market Share)
 Menetapkan Alternatif Kapasitas
 Perencanaan Fasilitas
 Estimasi Biaya Investasi dan Biaya Operasi
 Estimasi pendapatan dan Cash Flow
 Pilih Salah satu alternatif Kapasitas
Break even Point Analysis

$ Sales(Revenue)
Total Cost
BEP
Variable-Cost

Fixed Cost

Volume produksi
PERENCANAAN PROSES DAN FASILITAS
PRODUKSI
FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN :

 Ketergantungan (Dependability)
 Kualitas dan Spesifikasi Produk Yang Diinginkan
 Skala Ekonomis
 Skala Cakupan : Kemampuan proses untuk melakukan berbagai
operasi
 Peralatan Yang Diperlukan
 Jenis Bahan Baku Yang Tersedia
 Fleksibilitas Proses (Antisipasi terhadapo berbagai perubahan
dalam perencanaan produksi)
 Perawatan dan pergantian peralatan (replacement)
 Ketersediaan Suku Cadang
PENENTUAN LOKASI PABRIK
Faktor-2 yang harus dipertimbangkan :
I. Faktor Pemasaran (lokasi pasar, distribusi
permintaan dsb.)
II. Faktor Bahan Baku (lokasi sumber, ketersediaan,
kualitas, kontinuitas)
III. Faktor Ketersediaan Tenaga kerja
IV. Faktor Infra struktur yang tersedia
V. Fasilitas Daerah (listrik, gas,telkom,Banks, dsb)
ANALISIS ASPEK SOSIAL-EKONOMI
 Penyerapan tenaga kerja lokal
 Transfer of Knowledge and technology
 Meningkatnya “income per kapita” serta PAD
 Tumbuh kembangnya sektor ekonomi nonformal seperti
warung makanan, ojeg, usaha pemondokan, serta usaha kecil
lainnya.
 Meningkatnya pendapatan pajak daerah melalui retribusi, dsb.
 Tumbuh kembangnya kegiatan industri kecil yang terkait
dengan kegiatan investasi
 Pemanfaatan fasilitas daerah (listrik, Air bersih, gas alam, dsb)
 Pergeseran Nilai sosial-budaya lokal (bisa saja berarti negatif)
Pengertian Investasi
 Investasi adalah kegiatan mengalokasikan berbagai
sumberdaya (finansial maupun non finansial) dalam
kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh nilai
tambah atau manfaat atau keuntungan.
Analisis Aspek Finansil

 Perhitungan Kebutuhan Modal


 Penentuan Sumber Modal (Dana)
 Penilaian Kelayakan Finansil
Perhitungan Kebutuhan Modal
 Modal Investasi :
1. Persiapan aspek legal (pendirian perusahaan,perijinan,dsb).
2. Studi Kelayakan investasi
3. Engineering Design
4. Pembebasan lahan
5. Pematangan Lahan (cut and fill)
6. Konstruksi Bangunan Pabrik, kantor, gudang, dsb.
7. Peralatan (machines/equipments) dan perkakas (tools)
8. Peralatan kantor/meubelair
9. Utilities (power, jaringan air bersih, telekomunikasi, gas,dsb)
10. Kendaraan Bermotor
11. Instalasi Pengolahan Limbah, dsb.
Kebutuhan Modal (lanjutan)
 Modal Kerja :
1. Direct Materials
2. Direct labours
3. Factory Overhead:
- indirect materials
- indirect labours
- Power, electricity, water, fuel, and other utilities
- Depreciation : factory buildings, machines,etc.
- Maiantenance & repairs, QC, cleaning services
Statement of Cost of Goods Sold
1. Direct materials
Materials inventory, january 1, 2000 1.000
Purchases 8.000
Material available for use 9.000
Less materials inventory, dec.31,2000 1.500
Direct materials consumed 7.500
2. Direct Labour 6.000
3. Factory Overhead 5.500
Total Manufacturing Cost 19.000
4. Add work in process inventory,jan 1-2000 2.000
Less WIP inventory, december 31-2000 1.200
Cost of Goods Nanufactured 19.800
5 . Add Finished Goods Inventory, Jan.1-2000 1.000
LESS Finished goods inv, Dec.31-2000 1.200
COST OF GOODS SOLD 19.600
Contoh Factory Overhead Cost :
Factory Overhead :
1. Indirecst Labour
2. Salaries
3. Power
4. Heat
5. Light
6. Factory supplies
7. Depreciation – factory building
8. Depreciation – machinery
9. Repair & maintenance
10. Tools and dies
DEPRESIASI

 Adalah penurunan nilai suatu asset yang terjadi


pada perioda tertentu
 Nilai di sini dapat berarti “Nilai Pasar” atau “Nilai
Buku” (estimasi pemilik).
BIAYA AMORTISASI

Depresiasi adalah cara membebankan biaya


investasi (bangunan, peralatan, dsb) pada produk
atau jasa yang dihasilkan , dengan suatu metoda
tertentu.
MACAM-MACAM METODA DEPRESIASI

Dilihat dari pola pembayarannya, Depresiasi dapat


diklasifikasikan menjadi 3 jenis metoda :
1. Metoda Depresiasi yang menggambarkan nilai
pengurangan (penghapusan) yang lebih besar pada
tahun-tahun awal pemilikan asset.
2. Metoda Depresiasi yang memberikan nilai
pengurangan yang uniform sepanjang umur asset.
3. Metoda Depresiasi yang menggambarkan nilai
pengurangan yang lebih kecil pada tahun-tahun
awal pemakaian.
STRAIGHT LINE DEPRECIATION
ACCOUNTING

Depresiasi per perioda = Nilai asset - Nilai Sisa


Umur Pakai Asset

Misal suatu asset dibeli dengan harga $.35,000, ditaksir


akan berumur 20 tahun, dengan nilai sisa setelah 20
tahun pemakaian sebesar $.3,500 , maka

Depresiasi per tahun = $. 35,000 - $. 3,500 = $. 1,575


20
DECLINING BALANCE DEPRECIATION
ACCOUNTING

Contoh : Pertama tentukan “Rate” Declining


Balance nya, misal 10 %.

D1 = 10 % x $.35,000 = $.3,500
D2 = 10 % x ($.35,000 - $.3,500) = $.3, 150
D3 = 10 % x ($.31,500 - $. 3,150) = $.2,835 dst.

Double Declining Balance, maka “Rate” nya


dihitung sbb: 200 % : umur asset
SUM-OF-THE YEARS DIGITS DEPRECIATION
ACCOUNTING

Contoh : Harga asset = $.35,000 ; umur = 20 tahun


Nilai Sisa = $.3,500

Sum-of the years digits = 1 + 2 + 3 + 4 ……. + 20 = 210

D1 = 20/210 ($.35,000 - $.3,500) = $.3,000


D2 = 19/210 ($.31,500) = $.2,850
D3 = 18/210 ($.31,500) = $.2,700….dst.
SINKING FUND DEPRECIATION
ACCOUNTING

Contoh : Harga asset = $.35,000 ; Umur asset = 20 thn ;


Interest rate = 6 %/thn.

D1 = ($.35,000 - $.3,500)(A/F, 6%, 20)


= ($.31,500 ) (0.02718) = $.856.2
D2 = $.856.2 + $.856.2 (0.06) = $.907.6
D3 = $.856.2 + ($.856.2 + $.907.6)(0.06) = $.962.0
. . . . . . . .dst.
DEPRESIASI = KEUNTUNGAN YANG TIDAK KENA PAJAK

Ilustrasi : Sebuah Income Statement


Net Sales …………………………….. … $. 100
Cost Of Goods Sold ……………… …$. 60 _
Gross Profit …………………………. …$. 40
Commercial Expenses …………. …$. 10 _
Earning Before Interest & Taxes $. 30
Interest ……………………………………. $. 5 _
Earning Before Taxes ………………… $. 25
Income Tax ………………………………. $. 5 _
Earning After Tax (Net Profit) ……$. 20

Di dalam COGS dan Commercial Expenses terdapat pengeluaran untuk


depresiasi, misal $.10 , maka Saldo Kas Perusahaan = $.20 + $.10 = $.30
Pajak pendapatan dihitung dari EBT, jadi uang kas yang $.10 tidak kena
pajak.