Anda di halaman 1dari 21

Pengembangan inovasi

pengembangan metode preseptoring


dalam praktik klinik dipelayanan
kebidanan

Dosen Pengampu: Dini Saraswati Handayani, SST., M.KM


Kelompok 2
1. Hasni Rahmah (131020180502)
2. Heti Mulyati (131020180507)
3. Keke Susilowati Sholehah (131020180514)
4. Dyah Retnoningrum (1310201805
5. Yeni Komala (1310201805
Pengertian Preseptorship
– .

Preseptorship adalah Preseptorship dapat


model pembelajaran merubah mahasiswa
yang mengedepankan agar dapat bertanggung
dukungan emosional dan jawab menjadi tenaga
moivasi, dengan bidan kesehatan yang
senior sebaai model profesional.
perannya.
Tahapan Metode Pembelajaran
Preceptorship
a. Persiapan awal pertemuan

– Persiapan awal pertemuan


Mengidentifikasi kebutuhan preceptee

Membantu preceptee menentukan tujuan bimbingan

Memperhatikan preceptee tentang tugas yang


diperoleh

Menyampaikan sikap preceptor dalam bimbingan

Mengetahui dan memberikan dukungan psikologis

preceptee terkait kesiapan bimbingan dan self–


assessment
b. Tahap pelaksanaan

1. Mendukung
2. Mengklarifikasi
preceptee untuk 3. Memberikan saran
setiap ide yang di
mengetahui kelemahan kepada preceptee
tentukan oleh
dan kelebihan diri untuk perbaikan
preceptee
sendiri

5. Mengevaluasi
4. Mencatat point-point 6. Mendorong
kembali perkembangan
penting yang preceptee untuk
pengetahuan
disampaikan oleh menjawab pertanyaan
preceptee setelah akhir
preceptee perceptors.
pembelajaran
c. Tahap evaluasi

Menilai kemajuan dan


Menanyakan kepada
Mendiskusikan kemampuan
preceptee tentang
dengan preceptee preceptee dalam
kesiapan dalam
tentang hal- hal yang proses pembelajaran
menerapkan hasil
dianggap penting tentang topik yang
wawancara
sudah disepakati.
Kriteria Preceptorship

Tidak semua bidan senior dan medio dapat memiliki


criteria sebagai seorang preceptor. UKCC (1993)
menganjurkan bahwa preceptor adalah bidan yang
memiliki pengalaman minimal 12 tahun dibidang
yang sama atau bidang yang masih berhubungan.
Ketrampilan komunikasi dan kepemimpinan,
kemampuan membuat keputusan yang tepat, dan
mendukung perkembangan professional merupakan
hal terpenting
Tanggung jawab preceptor

– Mengorientasikan dan mensosialisasikan preceptee pada masing-masing unit


– Menilai perkembangan dari tujuan yang akan dicapai preceptee
– Merencanakan kolaborasi dan implementasi program pembelajaran untuk
memenuhi kebutuhan preceptee
– Melakukan tindakan sebagai role model
– Mengobservasi dan mengevaluasi perkembangan preceptee
– Memfasilitasi pengembangan dari apa yang harus dikuasai preceptee melalui
model preceptorship.
Mentorship

Mentorship adalah suatu Mentorship dapat juga


hubungan antara dua orang diartikan sebagai proses
yang memberikan pembelajaran dimana mentor
kesempatan untuk berdiskusi mampu
yang menghasilkan refleksi, membuat menti (peserta
melakukan kegiatan/tugas mentorship) yang tadinya
dan pembelajaran untuk tergantung menjadi mandiri
keduanya yang didasarkan melalui kegiatan belajar
kepada dukungan, kritik
membangun, keterbukaan,
kepercayaan, penghargaan
dan keinginan untuk belajar
dan berbagi.
Keuntungan dan Kerugian Mentorship

KEUNTUNGAN MENTOR KEUNTUNGAN MENTEE (peserta


KERUGIAN MENTORSHIP
(pembimbing klinik) didik)

Pengembangan pendekatan seumur hidup untuk belajar


Mentor akan belajar dan melakukan mandiri
Meningkatkan penerimaan untuk kompetensi manajerial
Memerlukan waktu
refleksi-perspektif yang luas,
mengembangkan pandangan baru tentan Perpindahan fundamental dalam ketrampilan
masalah dan mengetahui lebih baik dari individu dan kemawasdirian
kebutuhan / peralatan lain Kesulitan / Problem untuk mentoring
Mengembangkan jaringan melintasi spektrum yang luas
dari penyedia layanan dalam kondisi normal.
Kesempatan untuk melangkah diluar rutinitas
normal, menjadi lebih objektiv dan untuk belajar Kesempatan dan biaya untuk karyawan
terhadap pertanyaan asumsi sendiri dan mental Meningkatkan kapasitas untuk membuat “kemampuan
belajar mengaplikasikan” dengan konteks organisasi
model
Meningkatkan kemampuan sebagai sumber ide dan Saat stress atau krisis konseling dibutuhkan
praktek dari pandangan organisasi dan di intergrasikan
Puas dalam memberikan kontribusi positif kedalam dirinya.
untuk pengembangan individu dan
organisasi Meningkatkan mawas diri, otonomi dan Saat hubungan menjadi disfungsional
percaya diri.
Karakteristik Mentorship

5 karakteristik mentorship yaitu


a. sifat hubungan yang menguatkan dan memberdayakan,
b. menawarkan serangkaian fungsi menolong/membantu untuk
memfasilitasi pembinaan dan memberikan dukungan,
c. perannya meliputi keterkaitan antara aspek personal,
d. fungsional dan hubungan,
e. tujuan individu (menti) dan fungsi penolong ditetapkan oleh
individu yang terlibat, serta bisa saling memilih (siapa mentor
dan menti) dan diidentifikasi fase hubungannya.
Fase Hubungan dalam
Mentoring

Fase hubungan dalam mentoring terdiri dari 4 fase yaitu


a. fase inisiasi : mengidentifikasi kesamaan karakteristik antara
individu mentor dan menti, kemampuan atau pengakuan nilai-
nilai yang dianut.
b. fase perencanaan,
c. fase pelaksanaan
d. fase terminasi : menti bekerja dan bertindak atas inisiatif sendiri
dan pada posisi ini menti telah bekerja secara mandiri
Perbedaan Mentorsip dan
Preseptorship
No PERBEDAAN PRESEPTORSIP MENTORSIP

Mahasiswa di semester awal, namun dapat dilakukan


Mahasiswa semester akhir atau
1 Sasaran kepada mahasiswa semester akhir yang belum mampu
karyawan baru.
menguasai konsep materi.

Mentor mengobservasi, mahasiswa


melakukan prasat dari satu SPO. Bila
Preseptor mencontohkan/memperagakan prasat
2 Metode dari satu SPO, mahasiswa mengamati.
ada langkah yang tidak tepat,
mentor mengambil alih prasat yang
sedang dilakukan.

Pembimbing dalam metode


Pembimbing dalam metode preseptorsip disebut
3 Istilah preseptor. Individu yang dibimbing disebut preseptee.
mentorsip disebut mentor, individu
yang dibimbing disebut mentee
Ilustrasi
Preseptorship

Seorang preceptor melakukan program bimbingan


pada peserta didik harus merencanakan program bagi
pembimbingan peserta didik dan juga memberikan laporan
kepada institusi pendidikan dan institusi klinik secara
berkesinambungan.
Ilustrasi
Menthorship

Suatu hubungan antara dua orang yang memberikan


kesempatan untuk berdiskusi yang menghasilkan refleksi,
melakukan kegiatan atau tugas dan pembelajaran untuk
keduanya yang didasarkan kepada dukungan, kritik
membangun, keterbukaan,kepercayaan, penghargaan, dan
keinginan untuk belajar berbagi
Jurnal 1

• Metode pembelajaran preceptorship yang dilakukan di lahan praktik dapat


meningkatkan keterampilan mahasiswa kebidanan.
• Saran : untuk lahan praktik yang digunakan untuk praktik mahasiswa, dapat
menyiapkan preceptor baik dari institusi pendidikan dan juga lahan praktik
dengan melakukan pelatihan preceptor selama 1 minggu dengan in job
training dalam membimbing mahasiswa di lahan praktik.
Jurnal 2

Arif Indra Susanti, Herry Garna, Firman F. Wirakusumah

Metode pembelajaran preceptorship yang dilakukan di lahan praktik


meningkatkan keterampilan mahasiswi kebidanan dalam pemeriksaan
kehamilan.
Jurnal 3

Sistem mentor dinilai lebih baik dalam pencapaian keterampilan klinik mahasiswa.
Sistem mentor berpengaruh 28 kali terhadap pencapaian keterampilan klinik
mahasiswa.
Jurnal 4

Kesimpulan: Program pelatihan preseptor yang dikembangkan merupakan upaya


yang efektif untuk meningkatkan efikasi diri dan kinerja preseptor dalam
pembelajaran praktik klinik mahasiswa kebidanan.
Pengembangan: Modul pelatihan yang dikembangkan dalam penelitian ini disusun
untuk melatihkan peran preseptor yang diintegrasikan ke dalam modul
pembelajaran praktik klinik kebidanan yang berisi pedoman bimbingan dan
evaluasi berbasis tingkat kompetensi mahasiswa kebidanan untuk kompetensi
asuhan persalinan
Simpulan
– Dalam metode pembelajaran yang dilakukan pada profes yang memiliki
presentasi 60% praktik maka dalam pelaksanaan metode pembelajaran yang
dilakukan perlu memiliki metode yang baik untuk membuat mahasiswa mampu
melakukan praktik dengan baik dan benar untuk memberikan pelayanan yang
baik kepada klien.
– Dalam proses pembelajaran praktek klinik, pada mahasiswa kebidanan perlu
dilakukan metode preceptorship dalam praktek kebidanan yang berarti suatu
pengajaran dan pembelajaran kepada mahasiswa dengan menggunakan bidan
yang berpengalaman (preceptor) dengan bidan baru (Preceptee).
Saran
– Pengembangan metode pembelajaran klinik perlu dilakukan untuk menciptakan
pembelajaran yang optimal dalam praktek. Seiring dengan kemajuan teknologi
di era 4.0 perlu dilakukan inovasi yang dapat memfasilitasi proses pembelajaran
dalam praktek klinik khususnya kebidanan dengan berupa pengembangan
modul dan panduan standar, pelatihan preseptor mentor yang memiliki
standar dan kebaharuan yang terus diikuti dengan baik.
Terima Kasih 