Anda di halaman 1dari 21

KISTA ERUPSI (ERUPTION CYST)

Disusun Oleh :
Andiya Mouliddinna Wirasto 2018-16-016
Atika Putri Novianti 2018-16-021
Billy Aristo Ursia 2018-16-023

Pembimbing :
Dr. Witriana Latifa, drg., Sp.KGA
LATAR BELAKANG

KISTA ERUPSI

Tumor Jinak  Tidak begitu banyak Menimbulkan


infeksi laporan kasus kekhawatiran orangtua
penderita
Rasa sakit dan
tidak nyaman

Dibutuhkan pengetahuan mengenai cara


penanganan kista erupsi dan edukasi kepada
orangtua pederita agar yakin bahwa kista
erupsi bukan merupakan suatu keganasan.
KISTA ERUPSI

Merupakan tumor jinak

Klinis : Lesi lunak, translusen pada  Diameter : 1x1 cm  bergantung


mukosa di atas gigi yang terlibat, jumlah gigi yang terlibat.
berwarna merah muda – biru  Muncul secara bilateral /
keunguan, berbentuk kubah. unilateral.

 Tidak memerlukan perawatan


khusus.
 Jika lesi mengalami infeksi, sakit,
berdarah, serta mengganggu 
Tindakan operatif.
PERMASALAHAN

Ukuran kista dan warna kista  kekhawatiran orangtua penderita.

Perluasan kista erupsi ke bagian palatal/ lingual dan labial pada


gigi anterior  mengganggu estetika.

Kista erupsi disertai dengan infeksi  rasa tidak nyaman dan sakit
pada penderita.

Jika kista membesar pada proses pembentukan benih gigi 


tekanan  dukungan tulang  Rotasi gigi pada saat erupsi.

Jika kista muncul pada anak usia 4 bulan  menggaggu proses


menyusui dan membuat ibu tidak nyaman.
DEFINISI
 Kista erupsi atau erupsi hematoma  Tumor jinak
yang termasuk dalam kista odontogenik (berasal dari
gigi), muncul bersamaan dengan erupsi gigi sulung
maupun gigi permanen, merupakan tipe dari kista
dentigerus.
 Terjadi pada jaringan lunak dan kista menyebabkan
terhambatnya erupsi gigi

Belum diketahui
ETIOLOGI secara pasti

Anguilo, dkk menyatakan  berdasarkan 36


kasus yang telah diteliti  early caries, trauma,
infeksi dan kurangnya ruang untuk erupsi 
faktor kausatif terjdinya kista erupsi.
GAMBARAN KLINIS

 Terletak di sekitar mahkota gigi yang


akan erupsi.
 Berbentuk kubah (dome shaped),
permukaan halus, sirkumsisi, terdapat
fluktuasi, pembengkakan translusen.
 Berisi darah / cairan, biru keunguan
 Sering terjadi pada gigi insisif sulung dan
gigi molar satu permanen diikuti dengan
gigi kaninus & premolar.

 Rentang usia kemunculan  6-9 th 


erupsi gigi I dan M1 permanen.
 >> terjadi pada sisi kanan rahang, >> laki-
laki dibanding perempuan.
 Asimtomatik dan dapat sembuh sendiri.
 Bila infeksi/ trauma  sakit & tidak
nyaman
 Kista Erupsi  terpendam dalam
PATOGENESIS jaringan lunak
 Kista Dentigerus  terpendam
dalam tulang
Proses degenerasi
Diawali dengan terlihatnya
daerah kebiru-biruan pada gigi
yang akan erupsi
Reduksi epitelium email

Kemudian terjadi pembengkakan


Membentuk kantung kista mukosa yang disertai warna
pada folikel di sekitar kemerahan
mahkota gigi yang erupsi

Akibat pembengkakan ini dapat


Akumulasi cairan folikel menyebabkan tergigit oleh gigi
membesar (sblm gigi antagonisnya  menimbulkan
menembus mukosa) rasa tidak enak / sakit.
Diagnosa Banding
Amalgam Tatto Granuloma Piogenik

Hemangioma Kongenital Epulis


Gambaran Radiologi
 Kista erupsi sulit untuk dideteksi
melalui pemeriksaan radiografi
 baik gigi & kista keduanya
sama-sama terletak di dalam
jaringan lunak pada alveolar
crest.

 Biasanya terdapat bayangan


jaringan lunak yg terlihat pada
regio kista, tanpa ada tulang yang
terlibat

 Diagnosa banding dari kista


erupsi adalah kista dentigerus,
Foto Periapikal Regio 51 dan 61, terlihat perbedaannya yaitu terdapat
adanya erupsi gigi 11 dan 21 disertai tulang yang terlibat
bayangan jaringan lunak (radiolusen) yg
membungkus mahkota gigi 11 dan 21
Gambaran Histologi

Epitel skuamosa berlapis


keratin (parakeratin)
dengan dasar berupa
stroma jaringan ikat.

Tampak gambaran permukaan


epitelium dari bagian atas, pada
bagian dasar tampak adanya
infiltrasi dari berbagai macam sel
inflamasi.
KOMPLIKASI

Komplikasi dari kista erupsi diantaranya :

1. Sakit saat menghisap.


2. Menolak untuk makan.
3. Peka terhadap rangsangan (iritabilitas).
4. Kesulitan bernapas karena obstruksi
jalan napas
5. Tertelan nya cairan kista atau gigi oleh
anak saat gigi anak telah erupsi .
PERAWATAN Bergantung besar kecil nya lesi
kista

 Kista kecil & tdk mengganggu  observasi hingga gigi


erupsi sempurna.
 Kista membesar & ada rasa tidak nyaman 
perawatan bedah dengan anestesi lokal.
 Pasien tidak kooperatif  anestesi umum.

Pembedahan : Insisi sederhana atau


eksisi parsial  membuka jaringan
diatasnya  mahkota gigi terlihat 
drainase cairan kista  kontrol
LAPORAN KASUS I

 Seorang gadis berusia 9 tahun bersama ayahnya pergi kedokter


gigi dengan keluhan utama pembengkakan di regio gigi
insisivus permanen kanan atas sejak 9 bulan yang lalu.

 Riwayat penyakit gigi I1 mengalami trauma ketika anak berusia


4 tahun, dan sudah dicabut pada saat itu.

 Pembengkakan berbentuk kubah tunggal berbatas tegas yang


sepenuhnya menutupi alveolar ridge gigi 11 memanjang ke
labial dan palatal gingiva, diameter 1 cm x 1cm.
• Pembengkakan tampak berwarna merah muda dengan permukaan
halus. Pada palpasi konsistensi lunak, kompresibel, fluktuatif, dan tidak
ada pus dan tidak ada cairan purulen yang keluar.
• Pasien memiliki frenulum labialis yang tinggi.
GAMBARAN RADIOLOGI
Radiografi periapikal intra-oral
menunjukkan Crypt yang melapisi
erupsi gigi 11 ditemukan normal dan
ruang folikular di sekitar mahkota
berada dalam batas normal.

DIAGNOSIS DAN
RENCANA PERAWATAN
 Pemeriksaan : Klinis dan radiografi
 Diagnosis : Kista Erupsi disertai dengan
frenulum tinggi
 Rencana perawatan : Bedah pada kista +
Frenektomi frenulum labialis
Perawatan
1) Anestesi topikal (Precaine) diaplikasikan
menggunakan cotton bud dan infiltrasi
lokal menggunakan 2% lignocaine dengan
1: 80.000 epinefrin  mukosa labial dan
palatal.

2) Mahkota dibuka dari labial dan palatal


diikuti oleh prosedur frenektomi
menggunakan QuickLase TM (PenLase,
Quicklase, Inggris Raya) laser dioda
jaringan lunak dengan panjang
gelombang 810 nm.
PASCA PERAWATAN

• Pasien disarankan untuk menghindari makanan yang lengket, keras


atau pedas selama 1 minggu dan diberi obat kumur klorheksidin
0,12% selama 2 minggu. Selain itu, aplikasi topikal vitamin E di daerah
bedah diresepkan untuk mempercepat penyembuhan.

• Pasien melakukan kontrol setelah 1 minggu, 1 bulan, 6 bulan dan 8


bulan sampai kedua gigi Insisif 1 tersebut benar-benar erupsi.
LAPORAN KASUS II

• Seorang anak perempuan berumur 4


bulan dilaporkan pembengkakan pada
bagian anterior dari ridge mandibula
sejak lahir, ibunya merasakan iritasi &
tidak nyaman saat sedang menyusui.

• Setelah bayinya minum menggunakan


botol, terdapat peningkatan volume
pembengkakan.

• P. Fisik: tumor jaringan lunak diobservasi


diatas alveolar ridge pada regio anterior
mandibula terlihat warna merah muda
yang mirip dengan mukosa mulut yang
berdekatan
LAPORAN KASUS II

Evaluasi berdasarkan radiografi


menggunakan modifikasi teknik
oklusal dengan film berukuran
3x4.

1. Pembedahan lokal & observasi erupsi


gigi  anestesi topikal xylocaine 5% &
anestesi infiltrasi lidokain 2% +
vasokonstriktor.
2. Insisi dibuat pada jaringan lunak (pisau
bedah nomor 15) sampai mahkota gigi
terlihat
3. Drainase cairan kista
LAPORAN KASUS II

A: usia 10 bulan, proses awal erupsi gigi


insisif 1 mandibula disertai rotasi gigi
insisif mandibula kanan.

B : usia 1 tahun 4 bulan, erupsi gigi insisif


mandibula dan maxilla.

C : 3 tahun 4 bulan, erupsi gigi sulung


telah lengkap disertai rotasi gigi insisif
mandibula kanan.

D : gambaran dari rotasi gigi insisif


mandibula kanan
KESIMPULAN

 KISTA ERUPSI MERUPAKAN TUMOR JINAK. TERMASUK KE DALAM


TIPE KISTA DENTIGERUS.

 TIDAK MEMERLUKAN PERAWATAN SECARA KHUSUS. KECUALI


JIKA MENIMBULKAN INFEKSI DAN MENGGANGGU PENDERITA.

 SULIT DIDETEKSI PADA PEMERIKSAAN RADIOGRAFI.

 DAPAT DITEGAKKAN MELALUI PEMERIKSAAN KLINIS, RADIOGRAFI


DAN HISTOLOGI.