Anda di halaman 1dari 29

Penatalaksaan Fisioterapi

pada
Kasus Bell’s Palsy
Desak Made Wahyu Ariningsih
Definisi
Bell’s palsy didefinisikan sebagai paralisis nervis fasialis perifer yang bersifat
unilateral dengan penyebab yang tidak diketahui (idhiopatik) , akut, dan tidak
disertai kelainan neurologi lainnya.
Nervus Facialis
Epidemiologi
Di Indonesia, insiden Bell’s palsy secara pasti sulit ditentukan. Data yang dikumpulkan dari 4
buah Rumah sakit di Indonesia didapatkan frekuensi Bell’s palsy sebesar 19,55 % dari seluruh
kasus neuropati dan terbanyak pada usia 21 – 30 tahun. Lebih sering terjadi pada wanita
daripada pria. Tidak didapati perbedaan insiden antara iklim panas maupun dingin, tetapi
pada beberapa penderita didapatkan adanya riwayat terpapar udara dingin atau angin
berlebihan.
Etiologi
• Teori Pengaruh Udara Dingin
– Udara dingin menyebabkan lapisan endotelium dari pembuluh darah
leher atau telinga rusak, sehingga terjadi proses transdusi (proses
mengubah dari suatu bentuk kebentuk lain) dan mengakibatkan
foramen stilomastoideus bengkak. Nervus facialis yang melewati
daerah tersebut terjepit sehingga rangsangan yang dihantarkan
terhambat yang menyebabkan otot-otot wajah mengalami kelemahan
atau lumpuh.
Etiologi

• Teori Infeksi Virus Herpes Zoster


– Salah satu penyebab munculnya Bell’s Palsy adalah karena adanya
infeksi virus herpes zoster. Herpes zoster hidup didalam jaringan saraf.
Apabila radang herpes zoster ini menyerang ganglion
genikulatum, maka dapat melibatkan paralisis pada otot-otot wajah
sesuai area persarafannya. Jenis herpes zoster yang menyebabkan
kelemahan pada otot-otot wajah ini sering dikenal dengan
Sindroma Ramsay-Huntatau Bell’s Palsy (Duus Peter, 1996).
Prognosis
• Sekitar 80-90% pasien Bell’s palsy sembuh total dalam 6
bulan, bahkan 50-60% kasus membaik dalam 3 minggu.
Sekitar 10% mengalami asimetris muskulus fasialis
persisten, dan 5% mengalami sekuele berat, serta 8%
kasus dapat rekuren.
• Faktor yang mempengaruhi prognosis buruk:
– Palsy komplit
– Diabetes mellitus
– Wanita hamil
– Riwayat rekurensi
STATUS KLINIS PASIEN
Identitas Pasien

– Nama : Tn. IKC


– Umur : 68 th
– Alamat : Br. Bitera, Gianyar
– Pekerjaan : Buruh Bangunan
– No RM : 6368xx
Anamnesis
Keluhan Utama
• Adanya kedutan di wajah sisi kiri

Riwayat Penyakit Sekarang


• Pasien merupakan rujukan dari Rumah Sakit Famili Husada. Pasien mengeluhkan adanya kedutan di
sisi wajah bagian kiri. Pasien mengeluhkan kelemahan otot wajah sisi kiri sejak ± 2 tahun yang lalu.
Saat itu pasien tidak menjalani pengobatan dan fisioterapi. Pasien menjalani fisioterapi pertama kali
pada 14/11/2018 di RSUD Sanjiwani. Pasien merasakan mati rasa pada lidah sisi kiri dan adanya suara
mendengung pada telinga sisi kiri

Riwayat Penyakit Dahulu dan Penyerta


• Pasien pernah dirawat karena penyakit Herpes (Virus Varizela Zoster) ± 2 tahun yang lalu, adanya
diabetes mellitus, dan hipertensi
Anamnesis
Riwayat Penyakit Keluarga
• Disangkal

Riwayat Sosial-Ekonomi
• Pasien bekerja sebegai buruh bangunan, pasien mengkonsumsi rokok. Pendidikan terakhir pasien
adalah SMP. Pembayaran kesehatan menggunakan BPJS
Pemeriksaan Vital Sign

Absolut Tambahan*
Tanggal 29-10-2018
HR : 94 x/Min Saturasi Oksien : 99%
RR : 20 x/Min Kesadaran : E4 V5 M6
BP : 140/80 mmHg
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Hasil
Inspeksi Statis · Wajah nampak asimetris
· Ekspresi wajah nampak meringis
· Mata kiri nampak berair
· Bibir mencong ke kanan
· Nampak gerakan involunteer pada wajah sisi kiri
Inspeksi · Tampak asimetris saat menggerakan otot wajah,
Dinamis seperti mengangkat alis, menutup mata, mencucu
dan tersenyum
· Kelopak mata sisi kanan tampak asimetris pada saat
melakukan gerakan membuka dan menutup mata.
· Bibir nampak asimetris saat tersenyum
Palpasi · Adanya spasme pada otot wajah sisi kiri
Pemeriksaan Fungsi Gerak Dasar Aktif
Pemeriksaan Hasil
Aktif · Mampu mengangkat alis kanan tetapi belum simetris
dengan kontraksi minimal
· Belum mampu menutup kelopak mata kiri secara
penuh
· Belum mampu mengembungkan pipi kiri secara
penuh
· Mampu menarik bibir sisi kiri tetapi belum simetris
dengan kontraksi minimal
Penilaian Kekuatan Otot
(manual muscle testing)

Otot Dextra Sinistra


m. Frontalis 5 1
m. Orbicularis oculi 5 1
m. corrugator supercili 5 1
m. nasalis 5 1
m. orbicularis oris 5 1
m. buccinator 5 1
m. zygomaticum major 5 1
m. mentalis 5 1
Fungsi Motorik Wajah
(skala Ugo Fisch)
Posisi Wajah Hasil
Saat diam atau 20 x 0% = 0
istirahat
Mengerutkan dahi 10 x 30% = 3
Menutup mata 30 x 30% = 9
Tersenyum 30 x 30% = 9
Bersiul 10 x 30% = 3
Jumlah 24 poin
Poin Penilaian:
Keterangan : 0 % (zero) —> Asimetris Komplit, tidak
Derajat I : Normal (100 poin) ada gerakan volunter sama sekali.
Derajat II : Kelumpuhan ringan (99-76 poin) 30 % (poor) —> Simetris ringan,
Derajat III : Kelumpuhan sedang (56 – 75 poin) kesembuhan cenderung ke asimetris, ada
Derajat IV : Kelumpuhan sedang berat (25 – 50 poin) gerakan volunter.
Derajat V : Kelumpuhan berat (1 – 25 poin) 70 % (fair) —> Simetris sedang, kesembuhan
Derajat VI : Kelumpuhan total (0 poin) cenderung normal.
100 % (normal) —> Simetris komplit (normal)
Fungsi Sensorik
Sensoris · Terasa tebal pada pipi sisi kiri
· Masih bisa membedakan panas
dingin tajam tumpul
· Kesulitan untuk membedakan rasa
manis, asin, dan asam pada lidah
sisi kiri
Algoritma Pemeriksaan
Bibir mencong kesisi kiri Ho : Bell’s Palsy

Adanya kedutan di wajah sisi kiri


Anamnesis

HR : 94 x/menit
Vital Sign RR : 20 x/menit
BP : 140/80 mmHg
SpO2 : 99 %

Pemeriksaan Inspeksi statis : tampak asimetris pada wajah,


Fisik adanya kedutan wajah sisi kiri
Inspeksi dinamis : tampak asimetris saat
menggerakkan otot wajah

Gerak aktif : Mampu mengangkat alis kanan


Pemeriksaan tetapi belum simetris dengan kontraksi
Fungsi Gerak
Dasar minimal, Belum mampu menutup kelopak
mata kiri secara penuh

Pemeriksaan MMT wajah, Skala Ugo Fisch, Pemeriksaan


Spesifik sensorik

Bell’s Palsy
Sinistra
Diagnosis
Body Structure

s1106.1.0.2 Structure of cranial nerve


s7104.1.0.2 Structure of Muscles head and neck region

Body Function

b1563.1.2.1 Gustatory perception, distinguish differences in tastes such


sweet, salty, sour, bitter detect by tongue
b5100.1 Sucking.
Functions of drawing into the mouth by a suction force produced
bymovements of the cheeks, lips and tongue.
b7308.1 Muscle power functions, other specific
Diagnosis
Activity Limitation

d 1203 Tasting Exploring the taste of food or liquid by biting, chewing,


sucking
d 5501 Eating
d 560.2 Drinking

Participation of Restriction

d840.3 Work and employment


d910.2 Community life
d930.2 Religion and spirituality
d920.2 Recreation and leisure
Diagnosis
Personal Factor

• Motivasi pasien untuk sembuh baik

Fasilitator

E110+2 products or substances or personal consumption.


E115+2 products and technology for personal use in dailiy living.
E310+2 immediate family.
E580+2 health services, systems and policies.

Barrier:
E340.1 Personal care provider and personal assistants.
Kesulitan mengangkat alis, menutup kelopak mata,
mengerutkan bibir, dan tersenyum karena kelemahan
otot wajah e.c Bell’s Palsy Sinistra
Quo ad vitam: Quo ad sanam:
Dubia ad Malam malam

Prognosa

Quo ad fungsionam: Quo ad cosmeticam:


malam malam
Jangka pendek Jangka panjang

• Mengurangi Spasme • Meningkatkan


pada otot wajah aktifitas dan gerak
• Meningkatkan fungsional seoptimal
kekuatan otot wajah mungkin seperti
• Mencegah potensi makan dan minum
atrofi otot wajah
• Melatih otot
pengunyah agar
posisi makanan
simetris pada saat
makan
Intervensi Fisioterapi

IR Massage

Facial
Exercise
Edukasi

• Penggunaan masker dan kacamata saat berpergian


keluar rumah
• Penggunaan helm dengan kaca tertutup
• Penggunaan obat tetes mata untuk mata kering
Home Program

• Pasien di minta untuk latihan meniup balon dan


mengunyah permen karet untuk melatih otot-otot
wajah
• Melakukan facial exercise di depan cermin setiap hari
Evaluasi

Otot Dextra Sinistra


m. Frontalis 5 1
m. Orbicularis oculi 5 1
m. corrugator supercili 5 1
m. nasalis 5 1
m. orbicularis oris 5 1
m. buccinator 5 1
m. zygomaticum major 5 1
m. mentalis 5 1
TERIMA KASIH