Anda di halaman 1dari 44

SEORANG ANAK DENGAN

BRONKOPNEUMONIA

Disusun oleh:
Binti Maratus Shalihah
30101306896

Pembimbing :
dr.Saiful Munjab,Sp.A
Identitas

Identitas Penderita
Nama : An. NK
Umur : 1 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Suku : Jawa
Alamat : Donorejo, Karang Tengah

Bangsal : Dahlia
No. CM : KLJG01200194xxx
Status : BPJS Non PBI
Anamnesis

Alloanamnesis dilakukan dengan ibu penderita pada tanggal 26 September 2019


pukul 11.00 WIB di ruang Dahlia dan didukung dengan catatan medis.
Keluhan Utama : Batuk
Keluhan Penyerta : Sesak
Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang diantar ibunya ke Poli Anak RSUD Sunan Kalijaga Demak
dengan keluhan batuk, pasien batuk sejak 1 bulan yang lalu, batuk berbunyi ngrok-
grok, batuk ngekel semakin meningkat dibandingkan hari sebelumnya, terdapat
dahak tetapi tidak dapat keluar, keluhan disertai dengan sesak nafas, tidak terdengar
bunyi ngik saat membuang nafas. Ibu mengatakan anak disertai demam sejak 3 hari
yang lalu, demam sepanjang hari tetapi suhu badan tidak diukur oleh ibu, demam
tidak disertai dengan menggigil dan tidak ada keringat dingin. Pasien tidak
mempunyai riwayat alergi, maupun tersedak makanan atau minuman. Keluhan tidak
disertai mual (-), muntah (-), BAK Normal, BAB Normal. Makan dan minum sulit
karena pasien batuk dan sesak.
• Riwayat pernah sakit panas, batuk, pilek tapi
tidak sampai mondok di rumah sakit.

RPD • Tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya


• Riwayat alergi atau asma pada pasien
disangkal.

• Tidak ada anggota yang sakit seperti diderita


pasien.

RPK • Tidak ada anggota keluarga yang menderita


batuk lama atau mendapat pengobatan selama 6
bulan.
• Riwayat asma ataupun alergi pada anggota
keluarga disangkal.

• Ayah pasien bekerja sebagai wiraswasta dan


menanggung 1 orang istri dan 1 orang anak.

RSoSek Biaya pengobatan ditanggung BPJS.


Riwayat kehamilan dan pemeliharaan
prenatal

Pemeriksaan kehamilan : 1 kali/bulan di bidan

Perdarahan selama kehamilan : disangkal

Penyakit kehamilan (muntah berlebih, sakit kepala


berat, riwayat jatuh saat hamil) : disangkal

Riwayat konsumsi obat dan jamu saat kehamilan : disangkal.


Ibu pasien hanya mengkonsumsi tablet Fe dan asam folat
yang diterima saat melakukan ANC di bidan

Suntik TT : 1x

Kesan : riwayat kehamilan dan pemeliharaan


prenatal baik
Riwayat Kelahiran

Anak perempuan lahir dari ibu G1P1A0, usia kehamilan 38


minggu, antenatal care teratur, riwayat penyakit selama
kehamilan tidak ada, masa gestasi cukup bulan, lahir
dengan partus spontan, anak lahir langsung menangis, berat
badan lahir 3600 gram, PB 48 cm,LD 36 cm,LK 37 cm

Kesan : neonatus aterm


Riwayat Imunisasi

 Hepatitis B1 : usia 0 bulan


 Hepatitis B2 dan DPT 1 : usia 2 bulan
 Hepatitis B3 dan DPT 2 : usia 3 bulan
 Hepatitis B4 dan DPT 3 : usia 4 bulan
 Polio : usia 0,2,3,4 bulan
 BCG : usia 2 bulan
 Campak : usia 9 bulan

Kesan : Imunisasi dasar lengkap sesuai usia


Riwayat Pertumbuhan dan
Perkembangan
- Perkembangan
 Tersenyum : 3 bulan
 Miring dan tengkurap : 5 bulan
 Duduk : 8 bulan
 Berbicara bubling : 10 bulan
 Berdiri berpegangan : belum bisa
 Berbicara 2 kata : belum bisa
 Berjalan : belum bisa
Pertumbuhan
Anak perempuan umur 1 tahun
- BBL : 3600 gr
- BBS : 7,8 kg
- PB : 74 cm
Pemeriksaan Fisik

Tanda Vital
HR : 130 x / menit, reguler, isi tegangan cukup
Suhu : 37,4 0C
RR : 50 x / menit
Keadaan Umun : tampak sesak
Kesadaran : Composmentis
Status Generalis

mesocephal, rambut
hitam Simetris, secret
(-), napas cuping
hidung (-),
epistaksis (-)
Pupil bulat, isokor,
refleks cahaya (+/+),
konjungtiva anemis (-
/-), sklera ikterik (-/-
), cowong (-/-) lidah kotor (-),
mucosa pucat (-
), bibir kering (-
)
Simetris, normotia,
discharge (-), nyeri
(-), bengkak (-)
T1-1, faring hiperemis (-)

pembesaran KGB (-), trachea


terdorong (-)

Inspeksi : bentuk normal, hemithorax dextra dan sinistra simetris,


retraksi subcostal(+)
Palpasi : Strem fremitus kanan = Strem fremitus kiri
Perkusi : sonor di seluruh lapangan paru
Auskultasi : suara dasar vesikuler +/+, ronkhi basah halus (+/+),
wheezing -/-
Pemeriksaan Cor

Palpasi :
IC teraba di SIC
Inspeksi : V 2 cm medial
IC tak tampak LMCS, tidak
melebar, tidak
kuat angkat

Perkusi :
Auskultasi :
Kesan :
Suara jantung I-II
konfigurasi
reguler, bising (-),
jantung dalam
gallop (-)
batas normal
Abdomen

Auskultasi :
Inspeksi :
Bising usus (+)
Datar
normal

Palpasi :
Nyeri tekan (-)
Perkusi :
Hepar: tidak
Timpani membesar
Lien: tidak membesar,
Turgor baik
Ekstremitas

PEMERIKSAAN SUPERIOR INFERIOR


AKRAL DINGIN -/- -/-

REFLEK FISIOLOGIS +/+ +/+

REFLEK PATOLOGIS -/- -/-

SIANOSIS -/- -/-

PETECHIE -/- -/-

TURGOR KULIT Cukup Cukup


Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Penunjang

 Pemeriksaan Radiologi
Cor :
• Ukuran, bentuk dan letak normal
• Retrocardiac dan retrosternl space tak menyempit
Pulmo :
• Corakan vaskuler meningkat
• Tampak bercak pada perihiler – parakardial kanan-kiri
Hilus tak menebal
Diafragma normal
Sinus kostofrenikus kanan dan kiri tajam
Kesan : Cor normal, Gambaran bronkhopneumoni
Diagnosis Banding

Bronkopneumonia

Asma

TB Paru
DIAGNOSIS
 BRONKOPNEUMONIA
Initial Diagnosis:
DxS : -
INITIAL DxO : -
Initial Terapi:
PLANNING O2 nasal 2 lpm
Inf RL 10 tpm makro
Inj. Cefotaxim 3x200mg
Inj. Dexa 3 x 1,5 mg
Syr Paracetamol 4x ¾ cth
Initial Plan Monitoring
Monitoring frekuensi pernapasan, frekuensi jantung, suhu
dan Monitoring sesak nafas bertambah atau tidak.
Tanda-tanda gagal nafas
Initial Plan Edukasi
• Jika anak demam, segera beri obat penurun panas dan kompres, jika demam tidak turun segera bawa anak ke pelayanan
kesehatan terdekat.
• Jika anak mengalami sesak napas segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat.
• Pada saat anak sesak, jangan berikan ASI dengan cara menyusu secara langsung karena hal itu dapat menyebabkan anak
bertambah sesak.
• Awasi :
o Pernafasan menjadi sulit
o Pernafasan menjadi cepat
o Anak tidak dapat makan dan minum
o Kondisi anak menurun
• Hindarkan anak dari orang yang sedang batuk dan juga perokok.
Initial Plan Edukasi

• Jelaskan kepada keluarga bahwa pengobatan untuk penyakit


ini adalah dengan antibiotika selama 7 hari tidak boleh
terputus untuk mencegah terjadinya resistensi obat
• Jelaskan kepada keluarga bahwa prognosis penyakit umumnya
baik jika penatalaksanaan optimal
• Jelaskan kepada keluarga untuk meningkatkan pola hidup
bersih dengan rajin cuci tangan dan memperbaiki pola tata
ruang lingkungan agar mendapat sirkulasi udara yg baik
• Jelaskan kepada keluarga untuk menghindarkan anak dari asap
rokok
Initial Plan Edukasi

Terpenting, kembali kepetugas kesehatan jika :


 Pernafasan menjadi sulit
 Pernafasan menjadi cepat
 Anak tidak dapat makan dan minum
 Kondisi anak menurun
Prognosis

Qua ad
Sanam
•ad •ad
bonam •ad bonam
bonam
Qua ad Qua ad
Vitam Fungsional
Follow Up
Tgl 27/09/2019

S  batuk (+) grok-grok, sesak (+)

O  Compos mentis, tampak sakit sedang, batuk


T = 370C Spo2 = 98%

HR = 118x/menit

RR = 52x/menit

A  BRPN

P  Ambroxol drop 3 x 0,3ml

Tgl 28/09/2019

S  batuk (+) grok-grok, demam (+)

O  T = 38,10C
 HR = 120x/menit
 RR = 49x/menit

A  BRPN

P  Inj Pamol 4 x 80mg


Tinjauan Pustaka
BRONKOPNEUMONIA
Definisi
Bronkopneumonia (pneumonia lobularis) adalah
peradangan pada parenkim paru yang
melibatkan bronkus/bronkiolus yang berupa
distribusi berbentuk bercak-bercak (patchy
distribution)

Konsolidasi bercak berpusat disekitar bronkus


yang mengalami peradangan multifokal dan
biasanya bilateral
ETIOLOGI
• Virus
• Bakteri
Infeksi • Organisme atipikal :
Mycoplasma pneumonia

• akibat disfungsi menelan atau


refluks esophagus (GERD)
Non-infeksi
USIA ETIOLOGI TERSERING ETIOLOGI JARANG
Lahir – Bakteri Bakteri
20 hari E. Coli Bakteri anaerob
Streptococcus group B Streptococcus group D
Listeria monocytogenes Haemophillus influenzae
Streptococcus pneumoniae
Virus
Virus sitomegalo
Virus Herpes simpleks
3 minggu – Bakteri Bakteri
3 bulan Chlamydia trachomatis Bordetella pertusis
Streptococcus pneumoniae Haemophillus influenzae tipe B
Moraxella catharalis
Staphylococcus aureus
Ureaplasma urealyticum
Virus Virus
Virus Adeno Virus sitomegalo
Virus Influenza
Virus Parainfluenza 1,2,3
Virus Rino
Respiratory Syncytial virus
USIA ETIOLOGI TERSERING ETIOLOGI JARANG
4 bulan – Bakteri Bakteri
5 tahun Chlamydia pneumoniae Haemophillus influenzae tipe B
Mycoplasma pneumoniae Neisseria meningitidis
Streptococcus pneumoniae
Virus Virus
Virus Adeno Virus Varisela-Zoster
Virus Influenza
Virus Parainfluenza 1,2,3
Virus Rino
Respiratory Syncytial
5 tahun – Bakteri Bakteri
remaja Chlamydia pneumoniae Haemophillus influenzae
Mycoplasma pneumoniae Legionella sp
Streptococcus pneumoniae Staphylococcus aureus
Virus
Virus Adeno
Virus Epstein-Barr
Virus Influenza
Virus Parainfluenza 1,2,3
Virus Rino
Respiratory Syncytial virus
Virus Varisela-Zoster
Klasifikasi
qqq qq
Selain itu bisa didapatkan pula tanda berikut ini:
 Napas cepat:
 Anak umur < 2 bulan : ≥ 60 kali/menit
 Anak umur 2 – 11 bulan : ≥ 50 kali/menit
 Anak umur 1 – 5 tahun : ≥ 40 kali/menit
 Anak umur ≥ 5 tahun : ≥ 30 kali/menit
 Suara merintih (grunting) pada bayi muda
 Pada auskultasi terdengar:
 Crackles (ronki)
 Suara pernapasan menurun
 Suara pernapasan bronkial
Dalam keadaan yang sangat berat dapat dijumpai:
 Tidak dapat menyusu atau minum/makan, atau
memuntahkan semuanya
 Kejang, letargis atau tidak sadar
 Sianosis
 Distres pernapasan berat
Kriteria Rawat Inap
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Rontgen
thorax
Pemeriksaan
Uji mikrobiologis
serologis
CRP (C-
Reaktive
Protein)
Darah
perifer
lengkap
Diagnosis banding anak umur
2 bulan – 5 tahun yang datang
dengan keluhan batuk dan
atau kesulitan bernapas
KOMPLIKASI

Jika anak tidak mengalami perbaikan setelah dua hari, atau kondisi anak semakin
memburuk, lihat adanya komplikasi atau adanya di diagnosis lain. Jika mungki,
lakukan foto thorak ulang untuk mencari komplikasi. Beberapa komplikasi yang
sering terjadi :
- Pneumonia Stafilokokus. Jika terjadi perburukan keadaan secara walaupun
sudah diterapi, ditandai dengan pneumatokel atau pneumothoraks dengan
efusi pleura pada foto thorak
- Empiema, curiga ke arah ini bila terdapat demam persisten, dan ditemukan
tanda klinis dan gambaran foto thorax yang mendukung