Anda di halaman 1dari 14

SOP ACCOUNT OFFICER

Oleh:
Anita Sari
Nida Rizky Aulia
Dwi Rahmatia Hasim
Yuyun Andriani
Ayuk Nurcahyati

Ekonomi dan Perbankan Islam


Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
2015
Pengertian Account Officer
• Account Officer(AO) adalah orang yang bertugas sejak
mencari nasabah yang layak sesuai kriteria peraturan
Bank , menilai, mengevaluasi, mengusulkan besarnya
kredit yang diberikan. Untuk mendapatkan seorang AO
yang berkualitas, diperlukan pendidikan yang memadai
dan jam terbang, agar bisa mengenali usaha yang layak
dibiayai. Sebelumnya AO akan membuat perencanaan,
usaha apa saja yang layak dibiayai di wilayahnya , dan
berapa kira-kira dana yang diperlukan untuk
menyalurkan kredit tersebut. Kemudian AO akan
melakukan kunjungan ke usaha nasabah, melakukan
wawancara, menggali sebetulnya apa yang diperlukan
oleh nasabah tersebut
Peranan dan Fungsi Account Officer
Di dalam melaksanakan tugasnya, Account Officer
memiliki fungsi ganda.Di satu pihak, ia
merupakan personil bank yang harus bekerja di
bawah peraturan dan tujuan bank, sehingga
dapat memberikan hasil (target revenue) kepada
bank, dan di pihak lain, ia di tuntut untuk
memberikan kondisi yang paling baik bagi
nasabahnya, yang umumnya tercermin dari biaya
yang harus dikeluarkan oleh nasabah. Oleh
karena itu, seorang AccountOfficer dituntut untuk
mengoptimalkan kedua sisi kepentingan tersebut.
Pada dasarnya , peranan seorang Account
Officer adalah sebagai berikut:

Mengelola Account

Mengelola Produk

Mengelola Kredit

Mengelola Penjualan

Mengelola Profitability
SO Account Officer dalam Menentukan
Pembiayaan
Jika Account Officer dan Pimpinan Cabang
menilai bahwa permohonan pembiayaan
mudharabah layak diproses lebih lanjut, maka
Account Officer akan menghubung calon
muharib untuk menentukan kapan akan
dilakukan peninjauan langsung kelokasi usaha
lokasi jaminan.
Jenis-jenis jaminan yaitu:

Bergerak
Materil
Tidak
bergerak
Jaminan
Jaminan
perseorangan
Imateril
Jaminan
perusahaan
Laporan keuangan alon mudharib beserta
analisis yang dilaksanakan oleh pihak bank
pada permohonan pembiayaan mudharabah
antara lain sebagai berikut:

Identitas
Analisis Analisis
dan Status
Kualitatif Kuantitatif
perusahaan
SO dari Account Officer dalam
menentukan Plafon Pembiayaan
Sistem operasional dari Account Officer (AO)
dalam menentukan Plafon Pembiayaan
A. Plafon Pembiayaan
Faktor-faktor yang harus diperhatikan oleh
Account Officer yang dapat mempengaruhi
kualitas pembiayaan adalah :
Karakter Mitra
Analisis Keuangan Mitra
Sturuktur Modal
Kemampuan Produksi
Siklus Usaha
Jaminan
Penetapan batas minimal dan maksimal pembiayaan produktif harus
mempertimbangkan hal berikut :
 Tepat Jumlah
 Tepat Sasaran
 Tepat Penggunaanya
 Tepat Pengembalian

Besarnya plafon pembiayaan produktif lebih didasarkan pada


kelayakan usaha calon mitra.Sedangkan besarnya penetapan plafon
pembiayaan konsumtif dapat ditetapkan sebesar 3 kali nilai
simpanan dan atau cicilan pembiayaan per periode (bulan) tidak
lebih dari 30% penghasilan calon mitra. Dan besarnya penetapan
plafon pembiayaan produktif dengan agunan yang dapat ditetapkan
adalah 75% dari nilai agunan.Cara pengembalian dapat ditentukan
berdasarkan sifat penghasilan dari mitra usaha atau kesepakatan
antara pihak Koperasi dengan atau mitra usaha, sehingga cara
pengembalian bervariasi, yaitu salah satu gabungan dari
pemotongan gaji, mitra membayar sendiri ke Koperasi atau ada
tindakan penagihan dari Koperasi terhadap mitra
SO dari Account Officer dalam
menentukan Analisis Pembiayaan
Resiko pembiayaan bermasalah/ macet dapat
diperkecil dengan malakukan analisa
pembiayaan, yang tujuan utamanya adalah
menilai seberapa besar kemampuan dan
kesediaan debitur mengembalikan
pembiayaan yang mereka pinjam dan
membayar margin sesuai dengan isi perjanjian
pembiayaan. Berdasarkan penilaian ini, bank
dapat memperikan tinggi rendahnya resiko
yang akan ditanggung
Analisis pembiayaan yang dilakukan oleh
pelaksana (pejabat) pembiayaan di bank Syariah,
dimaksudkan untuk :
Menilai kelayakan usaha calon peminjam.
Menekan risiko akibat tidak terbayarnya
pembiayaan.
Mengitung kebutuhan pembiayaan yang layak.

Setelah tujuan analisis pembiayaan dirumuskan


dan disepakati oleh pelaksana
pembiayaan, maka untuk selanjutnya dapat
ditemukan pendekatan- pendekatan yang
digunakan untuk analisis pembiayaan
Ada beberapa pendekatan analisis
pembiayaan yang dapat diterapkan oleh para
pengelola bank Syariah, yaitu :
• Pendekatan jaminan
• Pendekatan karakter
• Pendekatan kemampuan pelunasan
• Pendekatan dengan study kelayakan
• Pendekatan fungsi- fungsi bank
SO dari Account Officer dalam
menentukan Menentukan Anggunan
• Penilaian agunan/jaminan dan pemeriksaan
ke tempat usaha calon debitor di lakukan oleh
Account Officer denga teliti. Pada saat
melakukan kunjungan terhadap calon debitor,
hendaknya Account Officer menanyakan
kepemilikan agunan yang di jaminkan kepada
bank tersebut. Jika agunan merupakan milik
calon debitor harus menunjukkan bukti
kepemilikan agunan yang akan di serahkan
kepada bank.
• Putusan Kredit (PTK) terhadap permohonan
kredit calon debitor di lakukan setelah di
lakukan analisis tersebut yaitu Account Officer
melakukan kunjungan langsung (on the spot),
sehingga dapat di ketahui kondisi
sesungguhnya calon debitor beserta usaha
yang di jalankan.
• Pelaksanaan kunjungan ke tempat debitor
hanya di lakukan sekali pada satu bulan
setelah pencairan kredit dan secara insidentil
yang berlangsung secara tidak teratur.