Anda di halaman 1dari 35

PERAN BIDAN DI

PUSKESMAS DALAM
GERAKAN SAYANG IBU

SANDLIATI, S.Gz
Kepala Seksi Kesga dan Gizi
Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau
Tahun 2019
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan
Perempuan Republik Indonesia Nomor 02
Tahun 2007 tentang Pedoman Umum
Pelaksanaan Revitalisasi Gerakan Sayang Ibu
(GSI).
Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah
Nomor :188.5/341/TP.PKK menginstrusikan
tentang Peningkatan Peran dan Fungsi
Posyandu dan Gerakan Sayang Ibu (GSI) Di
Provinsi Kalimantan Tengah.
PRIORITAS PEMBANGUNAN
KESEHATAN
(RPJMN KESEHATAN 2015-2019)

3
TUJUAN GSI SEJALAN DENGAN
PRIORITAS PEMBANGUNAN KESEHATAN
1. Menurunkan AKI (angka kematian ibu) dan
AKB (angka kematian bayi)
2. Meningkatkan pengetahuan perempuan
mengenai penyakit menular seksual
3. Meningkatkan pengetahuan perempuan ttg
perawatan kehamilan, proses melahirkan
yang sehat, pemberian air susu ibu (ASI)
secara ekslusif, dan perawatan bayi
4. Memantapkan komitmen dan dukungan
terhadap Gerakan Sayang Ibu.
5. meningkatkan kepedulian dan dukungan
terhadap upaya penanggulangan penyebab
kematian ibu dan bayi secara terpadu
6. memantapkan kesadaran dan kepedulian
masyarakat dalam mengembangkan dan
membangun mekanisme rujukan sesuai
dengan kondisi daerah
7. meningkatkan kepedulian dan peran serta
instansi masyarakat, LSM, organisasi
masyarakat, dan organisasi profesi,
keagamaan, dalam perencanaan,
pelaksanaan, pantauan dan evaluasi ibu
hamil, bersalin, dan nifas di tingkat Kec./Kel
8. Meningkatkan fungsi dan peran instansi
kesehatan baik pemerintah maupun swasta
dalam pelayanan kesehatan yang aman,
ramah, dan nyaman bagi ibu serta bayi.
9. Meningkatkan upaya dalam
mengubah budaya masyarakat yang
merugikan kesehatan ibu, bersalin,
nifas, serta bayi yang dilahirkan.
10. Meningkatkan upaya pengembangan
dana perawatan ibu hamil, bersalin,
nifas, serta perawatan di setiap
wilayah kelurahan dibawah koordinasi
camat,"
PERMASALAHAN PEREMPUAN DAN
ANAK DI KALIMANTAN TENGAH

• Angka Kematian Ibu (AKI) 307/100.00 KH


• AKB 34/1000 KH
• Perkawinan Usia Anak urutan ke 2 tertinggi secara
nasional (41,59 %) setelah Kalimantan Selatan
(45,20%).
• Angka Stunting urutan ke empat tertinggi secara
nasional.
8
Prevallensi Status Gizi (TB/U) pada anak umur 0-59 bulan (Balita)
menurut Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Tengah, Riskesdas
2018
70

60

50

40

30

20

10

Pendek dan sangat pendek % Normal


Penyebab Langsung Kematian Ibu
Terjadi 90 % Pada Saat PERSALINAN
Dan SETELAH PERSALINAN

1. Perdarahan 28 %
2. Eklampsia 24 %
3. Infeksi 11 %
4. Komplikasi Puerperium 8%
5. Partus Macet 5%
3 TERLAMBAT :
1. Terlambat mengambil keputusan dan
mengenali tanda bahaya
2. Terlambat dirujuk
3. Terlambat mendapat penanganan
medis
GERAKAN SAYANG IBU
Dilaksanakan oleh masyarakat,
termasuk TP-PKK bekerjasama
dengan Pemerintah (BKKBN,
Pemberdayaan Perempuan,
Dinkes (melibatkan Bidan di
Puskesmas), dll sehingga
Berkurangnya Angka Kematian
Ibu (AKI) dan Angka Kematian
Bayi (AKB)
Masyarakat bekerjasama dengan Pemerintah dalam
menjalankan program GSI

1. Mempunyai SK Satgas Revitalisasi GSI


Desa/Kel termasuk rencana kerja Satgas
tersebut
2. Mempunyai data dan peta bumil
3. Organisasi Tabulin/Dasolin
4. Ada ambulans desa

1
5. Ada pengorganisasian donor darah
6. Ada kemitraan Bidan dan dukun
bayi
7. Ada Kader penghubung/liason
8. Adanya mekanisme/tata cara
rujukan
9. Ada pengorganisasian : Suami Siaga,
Warga Siaga, Bidan Siaga
10.Adanya Pondok Sayang Ibu

2
11.Ada program penyuluhan kepada
tokoh masyarakat, tokoh agama,
keluarga, suami dan ibu hamil
(tentang pencegahan kematian ibu,
kematian bayi, ASI eksklusif,
kesehatan reproduksi dan wajib
belajar bagi perempuan
12.Ada pencatatan dan pelaporan
3
KOMPONEN PENILAIAN
GSI
STRUKTUR SATGAS GSI
NAMA – NAMA KADER
POSYANDU NAMA PETUGAS GSI
JADWAL KEGIATAN JADWAL PENYULUHAN
POSYANDU POSYANDU
TABULIN/ DASOLIN
TIM PENGURUS GSI URAIAN TUGAS TIM GSI
BENTUK KOMITMEN SUAMI
SIAGA

9 TUGAS PADA SAAT ISTRINYA


HAMIL
KANTONG
KANTONG DARAH
PERSALINAN
PETA WILAYAH BUMIL
BANTUAN AYAH 40 HARI
PERSIAPAN BERSALIN
PASCA - PERSALINAN
PONDOK SAYANG IBU
RUANG MENYUSUI KAMAR BERSALIN
BUKU LAPORAN RUANG SEKRETARIAT GSI
TIM GSI DAN KADER DARI KALANGAN
ANAK MUDA
MEKANISME GSI
1. Pembentukan Satgas (Satuan Tugas) GSI Kecamatan
2. Komitmen Tim GSI dan aparat dari tingkat desa,
kecamatan/kelurahan dan masyarakat terhadap
pentingnya pencegahan kematian Ibu dan
Bayi/Balita.
3. Peningkatan kepedulianKades/Lurah, Dewan
Kelurahan/BadanPerwakilan Desa dalam mencegah
kematian ibu/ Bayi/Balita.
4. Kemitraan lintas sektor yang terkait dengan
kegiatan GSI seperti Bidan Puskesmas, TP-PKK
Kecamatan
MEKANISME GSI
5. Penggalangan kesepakatan politis dan
operasional termasuk anggaran dan
jadwal pelaksanaan kegiatan
6. Koordinasi kegiatan GSI di tingkat desa
seperti penggalangan tubulin,donor darah,
ambulan desa, dll.
7. Pengembangan tata cara rujukan.
8. Pembinaan ke desa.
PENILAIAN PROGRAM GSI
1. Penilaian tingkat Kabupaten/Kota dan
mengusulkan salah satu kecamatan Sayang
Ibu yang memenuhi persyaratan
2. Mengusulkan ke Provinsi untuk dilakukan
perifikasi
3. Penilaian oleh Tim Provinsi
4. Penentuan pemenang
5. Penerimaan penghargaan pada saat Hari Ibu
22 Desember 2019
KEMITERAAN GSI
Penting !!!
dalam membina keluarga baik melalui program
ketahanan dan pemberdayaan keluarga misalnya
BKB, BKR dan bina keluarga lansia (BKL) serta usaha
peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) maupun
melalui pelaksanaan 10 program PKK.
Untuk mencegah, dengan BERMITERA , yg
diharapkan dapat berpengaruh dlm mencegah dan
menangani masalh di masyarakat dan berpengaruh
untuk penurunan AKI, AKB