Anda di halaman 1dari 21

BY:

ABD. LATIF
2010/2011

10-Oct-19 1
A. PENGERTIAN/DEFINISI
KELUARGA
1. Menurut WHO (1969): keluarga adalah anggota
rumah tangga yang saling berhubungan melalui
pertalian darah, adopsi, atau perkawinan.
2. Menurut Marilyn M. Friedmen (1998), keluarga
adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup
bersama dengan keterikatan aturan dan emosional
di mana individu mempunyai peran masing-masing
yang merupakan bagian dari keluarga.

10-Oct-19 2
Lanjutan definisi………
3. Salvicion G. Bailon dan Aracelis Maglaya (1978)
menjelaskan bahwa keluarga adalah dua atau lebih
individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena
adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi.
Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain,
mempunyai peran masing-masing, dan menciptakan serta
mempertahankan suatu budaya.
4. Menurut Depkes RI,(1998). Keluarga adalah unit terkecil
dari suatu masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga
dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu
tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling
ketergantungan.

10-Oct-19 3
Lanjutan definisi……….
4

5. Menurut BKKBN (1999), keluarga adalah dua orang


atau lebih yang dibentuk berdasarkan ikatan
perkawinan yang sah, mampu memenuhi
kebutuhan hidup spiritual dan materiil yang layak,
bertaqwa kepada Tuhan, memiliki hubungan yang
selaras dan seimbang antara anggota keluarga dan
masyarakat serta lingkungannya.

10-Oct-19
B. BENTUK-BENTUK KELUARGA
PEMBAGIAN TIPE KELUARGA MENURUT
SUSSMAN (1974) DAN MACLIN (1988)
a. Keluarga Tradisional
 Keluarga inti: keluarga yang terdiri atas
ayah, ibu, dan anak.
 Pasangan inti: keluarga yang terdiri atas
suami dan istri saja.
 Keluarga dengan orang tua tunggal: satu
orang sebagai kepala keluarga, biasanya
bagian dari konsekuensi perceraian.
 Lajang yang tinggal sendirian.
 Keluarga besar yang mencakup tiga generasi.
 Pasangan usia pertengahan atau pasangan
lanjut usia.
 Jaringan keluarga besar.

10-Oct-19 5
b. Keluarga non-tradisional
 Pasangan yang memiliki anak tanpa
menikah.
 Pasangan yang hidup bersama tanpa
menikah (kumpul kebo).
 Keluarga homoseksual (gay dan/atau
lesbian).
 Keluarga komuni: keluarga dengan lebih
dari satu pasang monogami dengan anak-
anak secara bersama-sama menggunakan
fasilitas serta sumber-sumber yang ada.

10-Oct-19 6
Lanjutan tipe keluarga….
PEMBAGIAN TIPE KELUARGA MENURUT ANDERSON
CARTER
 Keluarga inti (nuclear family): keluarga yang terdiri atas ayah,
ibu, dan anak-anak.
 Keluarga besar (extended family): keluarga inti ditambah
dengan sanak saudara, nenek, kakek, keponakan, sepupu,
paman, bibi, dsb.
 Keluarga berantai (serial family): keluarga yang terdiri atas
wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan
merupakan satu keluarga inti.
 Keluarga duda atau janda (single family): keluarga ini terjadi
karena adanya perceraian atau kematian.
 Keluarga berkomposisi: keluarga yang perkawinannya
berpoligami dan hidup secara sama-sama.
 Keluarga kabitas: dua orang menjadi satu tanpa pernikahan
tetapi membentuk satu keluarga.

10-Oct-19 7
8

Lanjutan tipe keluarga….. 10-Oct-19

PEMBAGIAN TIPE KELUARGA MENURUT


KONTEKS KEILMUAN DAN
PENGELOMPOKAN ORANG
 Traditional nuclear: Keluarga inti (ayah, ibu,
anak) tinggal dalam satu rumah ditetapkan oleh
saksi-saksi legal dalam suatu ikatan perkawinan,
satu atau keduanya dapat bekerja di luar rumah.
 Reconstituted nuclear: Pembentukan baru dari
keluarga inti melalui *perkawinan kembali
suami/istri, tinggal dalam pembentukan suatu
rumah dengan anak-anaknya, baik itu anak dari
perkawinan lama maupun hasil dari perkawinan
baru. Satu atau keduanya dapat bekerja di luar
rumah.
Lanjutan Tipe Keluarga……
• Middle age atau aging couple: Suami sebagai
pencari uang, istri dirumah, atau keduanya bekerja di
luar rumah, anak-anak sudah meninggalkan rumah
karena sekolah, perkawinan, atau meniti karier.
• Dyadic nuclear: Pasangan suami-istri yang sudah
berumur dan tidak mempunyai anak. Keduanya atau
salah satu bekerja di luar rumah.
• Single parent: Keluarga dengan satu orang tua
sebagai akibat perceraian atau kematian pasangannya.
Anak-anaknya dapat tinggal di dalam atau luar
rumah.
• Dual career: Suami istri atau keduanya orang karier
dan tanpa anak.

10-Oct-19 9
Lanjutan Tipe Keluarga…..
• Commuter married: Pasangan suami-istri atau
keduanya sama-sama bekerja dan tinggal terpisah pada
jarak tertentu. Keduanya saling mencari pada waktu-
waktu tertentu.
• Single adult: Wanita atau pria dewasa yang tinggal
sendiri dengan tidak adanya keinginan untuk menikah.
• Three generation: Tiga generasi atau lebih yang
tinggal dalam satu rumah.
• Institusional: Anak-anak atau orang-orang dewasa
tinggal dalam satu panti.
• Communal: Satu rumah terdiri atas dua atau lebih
pasangan yang monogami dengan anak-anaknya dan
bersama-sama berbagi fasilitas.

10-Oct-19 10
Lanjutan Tipe Keluarga……
• Group marriage: Satu rumah terdiri atas orang tua
dan keturunannya di dalam satu kesatuan keluarga.
• Unmarried parent and child: Ibu dan anak yang
pernikahannya tidak dikehendaki dan kemudian
anaknya diadopsi.
• Cohabitating couple: Dua orang atau satu pasangan
yang bersama tanpa menikah.
• Extended family: Nuclear family dan anggota
keluarga yang lain tinggal dalam satu rumah dan
berorientasi pada satu kepala keluarga.

10-Oct-19 11
C. FUNGSI KELUARGA
• FRIEDMAN (1998)
1. FUNGSI AFEKTIF
 Fungsi yang utama untuk mengajarkan
segala sesuatu utk mempersiapkan
anggota keluarga berhubungan dengan
orang lain.
 Dibutuhkan utk perkembangan individu
dan psikososial anggota keluarga

10-Oct-19 12
Lanjutan fungsi……
2. Fungsi sosialisasi & tempat bersosialisasi
 Untuk mengembangkan dan tempat melatih anak
dalam berkehidupan sosial sebelum meninggalkan
rumah.
3.Fungsi reproduksi
 Untuk mempertahankan generasi dan menjaga
kelangsungan keluarga.
4.Fungsi ekonomi
 Untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara
ekonomi
 Tempat mengembangkan kemampuan individu
meningkatkan penghasilan utk memenuhi
kebutuhan keluarga

10-Oct-19 13
14
Lanjutan fungsi……. 10-Oct-19

5. Fungsi perawatan/pemeliharaan kesehatan


 Untuk mempertahankan keadaan kesehatan
anggota keluarga agar tetap memiliki
produktivitas tinggi.
 Dikembangkan menjadi tugas keluarga
dibidang kesehatan.
Lanjutan fungsi……
• Dengan berubahnya pola hidup agraris menjadi
industrialisasi, fungsi keluarga dikembangkan
menjadi:
1. Fungsi ekonomi
Keluarga diharapkan menjadi keluarga yang
produktif yang mampu menghasilkan nilai tambah
ekonomi dgn memanfaatkan sumber daya keluarga.
2. Fungsi mendapatkan status sosial
Keluarga yg dpt dilihat dan dikategorikan strata
sosialnya oleh keluarga lain yg berada disekitarnya.

10-Oct-19 15
Lanjutan fungsi……
3. Fungsi pendidikan
 Keluarga mempunyai peran & tanggung jawab
yg besar terhadap pendidikan anak-anaknya
utk menghadapi kehidupan dewasanya.
4. Fungsi sosialisasi bagi anaknya
 Orang tua/keluarga diharapkan mampu
menciptakan kehidupan sosial yg mirip dgn
luar rumah.

10-Oct-19 16
Lanjutan fungsi……
5.Fungsi pemenuhan kesehatan
 Keluarga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
kesehatan yg primer (melindungi & mencegah) thdp
penyakit.
6. Fungsi religius
 Keluarga tempat belajar agama dan
mengamalkannya.
7. Fungsi rekreasi
 Keluarga merupakan tempat utk melakukan
kegiatan yg dpt mengarungi ketegangan akibat
berada diluar rumah.

10-Oct-19 17
8. Fungsi reproduksi
Mengembangkan keturunan
Seks yang sehat dan berkualitas
Pendidikan seks bagi anak
9. Fungsi afeksi
Kebutuhan psikososial.

10-Oct-19 18
19

Lanjutan fungsi…… 10-Oct-19

• UU No. 10 th 1992 jo PP No. 21 th 1994,


membagi fungsi keluarga menjadi 8 (delapan)
fungsi :
1. Keagamaan
2. Budaya
3. Cinta kasih
4. Perlindungan
5. Reproduksi
6. Sosialisasi
7. Ekomomi
8. Pelestarian lingkungan.
TUGAS KELUARGA DIBIDANG
KESEHATAN
1. Mengenal masalah kesehatan keluarga
2. Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat
bagi keluarga
3. Merawat keluarga yang mengalami
gangguan kesehatan
4. Memodifikasi lingkungan keluarga untuk
menjamin kesehatan keluarga
5. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
di sekitarnya bagi keluarga.
10-Oct-19 20
SAMPAI JUMPA

10-Oct-19 21