Anda di halaman 1dari 20

LATIHAN FISIK GERONTIK

BY
NINDAWI, S.Kep.Ns, MM
LATIHAN FISIK
 Desease dapat disebabkan :
Phentoif, social organization, behavior,
environment, workplace, unknown factors,
genes, microbes
 Multi Desease
imunitas menurun, hipertensi, DM, Kel.
Thymus atropi, lanjut usia, osteoartritis,
osteoporosis
Latihan fisik
 Termasuk dalam aerobik dg intensitas
sedang
 Dapat meningkatkan sensifitas baroresptor
 Peningkatan pelepasan Nitric Oxide (NO)
Issue and Trends
 Jumlah lansia meningkat terus
 HH meingkat dari 60 mejadi 65 tahun
 Lansia terjadi gangguan orgran dan
fungsi tubuh
 Penyakit yang diderita (degeneratif,
infeksi, kanker, metabolit dan
autoimmune)
Upaya
 Promotive, preventif dan supportif
 Paliatif Care
 Home Health Care (H2C)
Latihan Fisik
 Latihan fisik dapat meningkatkan fleksibilitas
sendi, kekuatan otot dan kebugaran tubuh
 Dapat memperbaiki elastisitas jaringan
penghubung dan pembuluh darah
 Menghasilkan 50-69% denyutan jantung
maksimum tergolong latihan sedang
 American College of Sport Medicine (ACSM)
merekomendasikan latihan sedang dengan
frekeunsi 3-5 kali seminggu
Teknik Latihan Fisik
 Teknik ini melibatkan ketegangan yang lambat lalu memisahkan
masing-masing kelompok otot menjadi persatuan otot, dimulai dari
otot ibu jari kaki dan berakhir di kepala.
 Bisa dilakukan dengan olah raga secara teratur untuk meingkatkan
kebugaran, memperkuat organ vital dan membentuk suatu kekebalan
terhadap stres sehingga timbul keseimbangan pikiran.
 Dilakukan pada tempat udara segar
 TIdak dilakukan dalam kondisi terlalu lapar atau kenyang
 Perlu diperhatikan adalah frekuensi, durasi , intensitas dan waktu
 Frekuensi = 3-5 x/minggu
 Durasi = 20-30 menit perhari
 Intensitas = ringan-sedang
 Waktu = pagi hari
Jenis penyakit lansia dan latihan
fisik
 Osteoporosis  senam osteoporosis
 Hipertensi  ayunan tangan dan TRMJ
 Osteoartritis  latihan ROM, latihan
strenght, latihan aerobik
 DM  senam kaki
Manfaat latihan fisik :
 Peningkatan pelepasan NO
 Penurunan kekakuan arteri
 Peningkatan sensifitas baroreseptor
 Penurunan aktivitas saraf simpatis
 Mempertahankan jumlah cairan dan membran
sinovial sendi
 Timbulnya sel-sel pembentuk kartilago
(chondroblast)
 Penurunan inflamasi dan pertumbuhan kartilago
Prosedur Latihan Fisik Lansia
dengan Athritis
1. ROM
2. Relaksasi :
 Pelatihan otogenik
 Meditasi
 Terapi musik
 Relaksasi
ROM
1. Disebut juga latihan fleksibilitas (Lanyi, 1999)
2. Tujuan :
 Untuk meningkatkan kelenturan otot, tendon,
ligamen serta meningkatkan rentang gerak sendi
(Gosana, 2001)
 Untuk melemaskan otot tubuh dan mengurangi
kemungkinan cedera
3. Sebaiknya dilakukan setiap hari selama 15 menit
Pelatihan otogenik (Autogenic
training)
 Otogenitk berarti pengaturan diri/tindakan yang dilakukan
sendiri
 Ide dasar dari pelatihan otogenik adalah untuk
mempelajari cara mengalihkan pikiran berdasarkan
anjuran sehingga dapat menyingkirkan respon stres yang
mengganggu pikiran
 Anjuran pokok dalam teknik otogenik yaitu menyerahkan
pada diri sendiri untuk memungkinkan berbagai daerah
dalam tubuh menjadi hangat
 Sensasi hangat dan berat disebabkan oleh peralihan aliran
darah dari pusat tubuh ke daerah yang diinginkan
(National Safety Council, 2001).
Meditasi (Meditation)
 Merupakan alat untuk meningkatkan konsentrasi dan
kesadaran serta suatu proses untuk menjernihkan pikiran
 Ahli terapi pada umumnya menggunakan meditasi
sebagai cara untuk meningkatkan kesejahteraan
psikologis
 Dr. Herbert Benson dalam bukunya yang berjudul The
Relaxation Response menyebutkan cara relaksasi dalam
empat langkah yang menimbulkan ketegangan dan
keheningan yaitu :
1. Lingkungan yang tenang
2. Posisi yang nyaman
3. Peralatan mental
4. Sikap yang pasif (National Safety Council, 2001)
Terapi Musik (Music Therapy)
 Musik menjadi salah satu alternatif teknik relaksasi
karena musik bisa mensinkronisasikan ritme tubuh
dengan jalan adanya fibrasi serta bisa menstimuli
seseorang untuk merasakan ketenangan.
 Musik juga dapat menurunkan aktivitas sistem syaraf
simpatis, aktivitas adrenergik nadi, rerata pernafasan,
metabolic rate, konsmsi oksigen level, epineprine,
pergerakan dan asam lambung serta menurnkan
tekanan darah (Chlan L, 1998)
Manfaat relaksasi menurut Benson
(2000)
 Menghilangkan kelelahan
 Mengatasi kecemasan
 Meredakan strs
 Membantu tidur nyenyak
 Dapat digunakan di segala tempat
 Tidak menimbulkan efek samping
Manfaat relaksasi menurut Prof. Dr.
Singih D. Gunarsih (1992)
1. Menigkatkan pemahamam mengenai ketegangan otot
2. Meningkatkan kemampuan untuk menguasai kegiatan
yang terjadi dengan sendirinya
3. Meningkatkan kemampuan untuk menguasai ketgangan
otot
4. Meningkatkan kemampuan untuk menguasai kegiatan
kognitif meliputi pemusatan perhatian (konsentrasi)
5. Menurunkan ketegangan otot
6. Menurunkan denyut nadi , tekanan darah, frekuensi
pernafasan dan keringat
7. Menurunkan perasaan cemas dan emosi lain yang negatif
8. Menurunkan kekwatiran
Teknik relaksasi
Secara garis besar merupakan pegangan pada tahapan teknik relaksasi
1. Quiet environment  hindari kegaduhan dan
semua hal yang dapat menyebabkan distraksi
2. Confortable posistion  duduk dengan tak ada
otot yang tegang
3. Passive attitude  mengosongkan semua yang
ada dalam pikiran
4. Mental device  fokuskan pada suara, kata
ungkapan.ucapan, hayalan, obyek/pola nafas
untuk menukarkan pikiran dari logik.
Prosedur relaksasi progresif (Davis,
1995)
 Yakinkan posis yang nyaman dalam ruangan yang tenang
 Memulai memusatkan perhatian pada pernafasan lambat
 Regangkan tiap kelompok otot (5-7) detik dan kemudian
relaksasi selama 10 detik
 Seluruh kelompok otot serentak tegang dan kemudian
relaksasi
 Jangan lupa memperhatikan perbedaan antra perasaan
tegang dan relaksasi
 Ikuti petunjuk ini, ulangi 2-3 kali untuk setiap kelompok.
Persamaan dan perbedaan tidur dan
relaksasi
 tidur  Relaksasi
 Mata tertutup  Mata diupayakan
 Ketegangan otot tertutup
tidak didapatkan  Kadang regang dan
 Penurunan kesadaran relaks
 Diikuti mimpi dan  Bisa sadar penuh dan
tidak mimpi terbimbing
 Tidak mimpi
Perbedaan dan persamaan tidur dan
relaksasi
 Tidur  Relaksasi
 Gelombang EEG  Gelombang EEG
adalah Delta adalah Alpha
 Uncounsceous  Antara counsceous
 Terjadi penurunan dan subcounsceous
hormon stres yang  Cukup terjadi
bermakna penurunan hormon
 ‘terhadap tahapan stress
REM sleep  Tidak terdapat fase
N-REM sleep