Anda di halaman 1dari 34

PENEMPATAN PASIEN

TIM POKJA PPI


KEMENKES
PENDAHULUAN

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT NOMOR :


1040/PER/RS/I/2014 TENTANG KEBIJAKAN PENEMPATAN
PASIEN DENGAN PENYAKIT MENULAR RUMAH SAKIT
Pengertian baru (CDC, WHO th 2007)

 infeksi yang terjadi selama proses


perawatan di rumah sakit atau di
fasilitas kesehatan lain,
 saat masuk pasien tidak ada infeksi
atau tidak dalam masa inkubasi
 infeksi didapat di rumah sakit tapi
muncul setelah pulang
 juga infeksi pada petugas kesehatan
yang terjadi karena pekerjaan
KEWASPAADAAN ISOLASI
 Kewaspadaan Isolasi merupakan bagian dari
program PPI
 Bertujuan untuk memutus mata rantai infeksi.
Gambar 36. ALUR PASIEN INFEKSIUS

Edit 29 Juni 2017


DASAR HUKUM
PENEMPATAN PASIEN
 PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT NOMOR :
1040/PER/RS/I/2014 TENTANG KEBIJAKAN
PENEMPATAN PASIEN DENGAN PENYAKIT
MENULAR RUMAH SAKIT
 PMK No 27 TAHUN 2017 TENTANG PENCEGAHAN
DAN PENGENDALIAN INFEKSI
 Buku Pedoman dan Pengendalian Infeksi di Rumah
Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya,
DEPKES RI, 2007;
APA YANG DILAKUKAN
PADA PASIEN
 Batasi pergerakan dan transportasi pasien dari ruangan isolasi
hanya untuk keperluan penting. Lakukan hanya jika diperlukan dan
 Beritahu tempat yang akan menerima sesegera mungkin sebelum
pasien tiba.
 Pasien harus dipakaikan masker dan gaun.
 Pasien & Petugas yang terlibat dalam transportasi pasien harus
menggunakan APD yang sesuai.
 Jika pasien dipindahkan menggunakan ambulan, maka sesudahnya
ambulan tersebut harus dibersihkan dengan disinfektan
Kewaspadaan Transmisi Kontak

1. Penempatan pasien :
 1 kamar tersendiri atau kohor (dikumpulkan) dengan
pasien yang terinfeksi agen infeksi sama
 Kohorting unt management KLB MDRo termasuk
MRSA,VRE,ESBL
2. Alat Pelindung Diri:
 Sarung tangan:
 Gaun :
Bila diperkirakan pakaian akan tercemar saat
kontak dg pasien, permukaan lingkungan atau
peralatan pasien (diare, inkontinensia, kolonostomi,
slang drainase). Lepaskan gaun sebelum
meninggalkan ruangan dan pastikan pakaian tidak
menyentuh lagi permukaan tercemar dlm ruangan

2-11
Kewaspadaan transmisi droplet

• Tempatkan pasien di kamar tersendiri atau kohorting


(menempatkan pasien infeksi /terkolonisasi yang sama ),bila
tidak memungkinkan dan beri jarak antar pasien 1m

• Pengelolaan udara khusus tidak diperlukan, pintu boleh terbuka

• Gunakan masker bedah dalam jarak 1 m dari pasien

• Pemindahan pasien :
Minimalisasi transportasi pasien, pasangkan masker pada
pasien saat proses pemindahan
Kewaspadaan transmisi udara/airborne
Penempatan pasien :
 Di ruangan dengan tekanan negatif termonitor

 Pertukaran udara setiap 5-10 menit atau 6-12 x per jam

 Jangan gunakan AC sentral, tapi gunakan AC + filter HEPA


(high efficiency particulate air) yang menyaring udara
ruangan yang dibuang keluar.
 Pintu harus selalu tertutup rapat.

 Bila tdk memungkinkan, kumpulkan pasien (kohort) dengan


pasien infeksi yang sama
 Jika tidak ada tekanan negatif, buka jendela lebar, ventilasi
udara keluar bebas dari lalu lintas orang

2-13
PENEMPATAN PASIEN PENYAKIT MENULAR :
ISOLASI
 Ruang isolasi adalah ruangan untuk penempatan bagi
pasien dengan penyakit infeksi yang menular agar tidak
menular kepada pasien lain, petugas, dan pengunjung.
 Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat, Rumah Sakit harus menerapkan
Kewaspadaan Isolasi yang terdiri dari Kewaspadaan
Standar dan Kewaspadaan berbasis transmisi.
 Rumah sakit harus mampu memisahkan pasien yang
mengidap penyakit infeksi dan menular, dengan pasien
yang mengidap penyakit tidak menular.
 Ruang Isolasi harus memenuhi persyaratan teknis agar
tercapai tujuan penempatan pasien infeksi menular dan
meningkatkan mutu layanan Rumah Sakit
PENEMPATAN PASIEN
 KAMAR TERSENDIRI
 KOHORTING
 ISOLASI BERDASARKAN JENIS PENYAKIT
MENULAR
o ISOLASI TEKANAN NEGATIF

o ISOLASI DENGAN VENTILASI NATURAL

o ISOLASI TEKANAN MEKANIK

o ISOLASI KOMBINASI MEKANIN DAN NATURAL


VENTILASI
Type Ruang Isolasi berdasarkan pengaturan tekanan udara

 Type S (tidak ada beda tekanan dengan ruangan sekitar) : Isolasi


Kontak
 Type N (tekanan udara lebih negatif daripada ruangan sekitar) : Isolasi
Droplet
 Type P (tekanan udara lebih positif daripada ruangan sekitar) : Isolasi
Airborne
 Type N-P (tekanan udara bisa disesuaikan tergantung pasien yang
dirawat)  tidak rekomendasikan karena kesulitan perawatan dan
pengoperasian.
LOKASI :
• DI UNIT GAWAT DARURAT
• INTENSIVE CARE
• RUANG RUANG PERAWATAN (PENY.DALAM)
• RUANG ISOLASI KONDISI KHUSUS
Isolasi kontak dan droplet
SISTEM TATA UDARA PADA RUANGAN ISOLASI

Ruangan Isolasi Kelas N - Bertekanan Negatif

Koridor Ruang Isolasi


(-) (- - )
Toilet
(+)

Supply Air Diffuser Door Grille

Return Air Grille Monitor


ISOLASI STANDAR
ISOLASI STANDAR
RUANG ISOLASI NATURAL VENTILASI

Bisa sederhana dengan memaksimalkan


natural ventilasi atau dengan bantuan
wall fan dan ekshaus fan.
RUANG ISOLASI KOHORTING
• Isolasi Untuk Transmisi Airborne
Isolasi tekanan negatif di ICU
D. Ruang Isolasi Tekanan Positif

 Isolasi UntukProtektif
PENYELESAIAN MASALAH
PDSA: Penatalaksanaan Ruang Isolasi Airborne

• Penyusunan kebijakan penempatan


pasien airborne desease
• Penyusunan kebijakan transfer pasien
airborne desease Mencegah
• penyusunan panduan ruang isolasi
airborne bahaya
• Penyediaan APD utk pasien petugas dan
pengunjung sesuai kebutuhan potensial Ruang
• Edukasi kepada petugas yg merawat
pasien airborne desease ACT PLAN Isolasi Airborne
• Audit ruang isolasi airborne

Hasil Evaluasi STUDY DO


dianalisa dan Melakukan evaluasi
dilakukan tindak terhadap penyediaan
lanjut sesuai dengan fasilitas Ruang Isolasi
masalah yang ada. Airborne desease
Pembersihan ruangan
Manajemen Resiko Dan Keselamatan
di Ruang Isolasi

1. Komunikasi dan dokumentasi 8. Pengelolaan linen


2. Tanda (Signage)
3. Prosedur yang harus diikuti sebelum 9. Pengelolaan benda
memasuki ruangan tajam/limbah
4. Prosedur yang harus diikuti sebelum
keluar ruangan 10. Pembersihan lingkungan
5. Kebersihan tangan
11. Pengunjung
6. Alat Pelindung diri (APD)
7. Minimal transportasi dan ambulasi 12. Discharge dari ruang isolasi
Kesimpulan
 Penempatan pasien disesuaikan dengan faktor resiko
penularan penyakit (kontak, droplet, airborne)
 Ruang Isolasi sangat penting untuk mencegah transmisi
penyakit menular, terutama untuk airborne
transmission
 Pelatihan untuk petugas tentang manajemen Ruang
Isolasi dan Edukasi kepada pasien dan keluarga sangat
penting dilakukan supaya perawatan sesuai dengan
kaidah PPI
 Monitoring yang dilakukan akan menjadi tolok ukur
dalam mutu pelayanan pasien
 Kewaspadaan Isolasi merupakan bagian dari
program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
 Kewaspadaan Isolasi terdiri dari dua lapis:
Kewaspadaan Standar dan Kewaspadaan
berdasarkan Transmisi
 Kewaspadaan berdasarkan transmisi merupakan
lapis kedua /tambahan dari kewaspadaan standar
diterapkan pada pasien yang terinfeksi atau diduga
infeksi
 Penerapan kewaspadaan Isolasi merupakan kunci
memutus mata rantai infeksi