Anda di halaman 1dari 13

AKSI KONVERGENSI STUNTING

KABUPATEN KUPANG
1 Agustus 2019
Kerangka Konseptual Penurunan Stunting
Terintegrasi
Strategi Percepatan Pencegahan Stunting

PILAR 1 PILAR 2 PILAR 3 PILAR 4 PILAR 5

Kampanye Konvergensi,
Komitmen dan Nasional Berfokus Koordinasi, dan Mendorong
pada pemahaman,
Visi Pimpinan Konsolidasi Kebijakan Pemantauan
perubahan
Tertinggi perilaku, komitmen Program Nasional, “Nutritional dan Evaluasi
Negara politik dan Daerah, dan Food Security”
akuntabilitas Masyarakat
3 Prioritas Pembangunan Daerah/Quick
Wins Provinsi NTT
1.Moratorium tambang
2.Moratorium Pekerja Migran Indonesia (PMI)
3. Pencegahan dan penanganan stunting
(Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur No
324/KEP/HK/2018 tentangKomisi Percepatan
Penanggulangan Stunting di Provinsi NTT)
Target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) –
Perbaikan Status Gizi

1 mencapai penurunan 40% jumlah anak


dibawah usia 5 tahun yang menderita
Stunting

2 mencapai penurunan 50% anemia pada


wanita usia subur

3 mencapai penurunan 30% berat


badan lahir rendah

4 tidak ada peningkatan overweight


pada balita

5 Meningkatkan cakupan ASI esklusif


pada usia 0 – 6 bulan pertama
setidaknya 50%
6 Mengurangi dan menjaga Wasting pada
balita <5%
8 Aksi Konvergensi dan Integrasi Penurunan Stunting di
tingiat kabupaten/kota
Grand Strategi Rencana Aksi Daerah
Penanganan dan Pencegahan Stunting
Ukuran keberhasilan Grand strategi Percepatan
Pencegahan dan penanggulangan Stunting Provinsi
NTT
1. Menurunnya kasus balita gizi buruk
2. Menurunnya balita stunting
3. Meningkatnya kualitas pelayanan ibu selama kehamilan dan setelah
melahirkan
4. Menurunnya jumlah ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK)
5. Meningkatnya kualitas penyediaan sarana air bersih
6. Meningkatnya akses rumah tangga/ keluarga ke makanan bergizi
7. Pelaksanaan rembuk stunting tingkat Desa
8. Tersedianya alokasi dana desa untuk mendukung pencegahan dan
penanggulangan stunting
25 Indikator terkait penyebab terjadinya Stunting di
Provinsi NTT
1. Cakupan TTD bagi ibu hamil minimal 90 tablet 14. Cakupan Balita dengan Pneumonia
selama kehamilan 15. Cakupan Ibu Hamil dengan Malaria
2. Cakupan Bumil KEK yang mendapat PMT 16. Cakupan Ibu yang mengikuti Konseling Pemberian
Pemulihan Makan Bayi dan Anak (PMBA)
3. Cakupan Balita Kurus/Gizi Kurang yang 17. Cakupan keluarga yang mengikuti bina keluarga balita
mendapatkan PMT Pemulihan 18. Cakupan rumah tangga yang menggunakan sumber
4. Cakupan Kehadiran (D/S) di Posyandu air minum layak
5. Cakupan Ibu Hamil K4 19.Cakupan rumah tangga yang menggunakan sanitasi
6. Cakupan Anak Usia 6-59 bulan yang memperoleh layak
Vitamin A 20.Cakupan orang tua mengikuti kelas parenting
7. Cakupan Anak Usia 12 – 23 Bulan yang telah 21. Cakupan anak usia 2-6 tahun terdaftar (peserta didik)
mendapat Imunisasi Dasar Lengkap PAUD
8. Cakupan Balita Diare yang Memperoleh Suplemen 22. Cakupan rumah tangga peserta JKN/Jamkesda
Zinc 23.Cakupan KPM PKH yang mendapatkan FDS Gizi dan
9. Cakupan Remaja Putri Yang Mendapat TTD Kesehatan
10. Cakupan Layanan Ibu Nifas 24. Cakupan Keluarga 1000 HPK
11. Cakupan Kelas Ibu Hamil (Ibu Mengikuti Konseling 25. Cakupan Desa Menerapkan Kawasan Rumah Pangan
Gizi dan Kesehatan) Lestari ( KRPL)
12. Cakupan Bayi 0 – 6 Bulan yang Mendapat ASI
Eksklusif
13. Cakupan Balita Gizi Buruk Yang
Ditangani/Mendapat Perawatan
Intervensi Gizi Spesifik

Kelompok Sasaran Intervensi Prioritas Intervensi Penting Intervensi Sesuai Kondisi


Remaja dan wanita usia  Suplementasi tablet tambah darah
subur
Ibu hamil  Pemberian makanan tambahan bagi  Suplementasi kalsium  Perlindungan dari
ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK)  Pemeriksaan kehamilan malaria
 Suplementasi tablet tambah darah  Pencegahan HIV

Ibu menyusui dan anak 0-23  Promosi dan konseling menyusui  Suplementasi kapsul vitamin  Pencegahan
bulan  Promosi dan konseling pemberian A kecacingan
makan bayi dan anak (PMBA)  Suplementasi taburia
 Tata laksana gizi buruk akut  Imunisasi
 Pemberian makanan tambahan  Suplementasi zinc untuk
pemulihan bagi anak gizi kurang akut pengobatan diare
 Pemantauan pertumbuhan  Manajemen terpadu balita
sakit (MTBS)

Anak 24-59 bulan  Tata laksana gizi buruk akut  Suplementasi kapsul vitamin  Pencegahan
 Pemberian makanan tambahan A kecacingan
pemulihan bagi anak gizi kurang akut  Suplementasi taburia
 Pemantauan pertumbuhan  Suplementasi zinc untuk
pengobatan diare
 Manajemen terpadu balita
sakit (MTBS)
Intervensi Gizi Sensitif
Jenis Intervensi Program/Kegiatan Intervensi
Peningkatan penyediaan air minum  Akses air minum yang aman
dan sanitasi  Akses sanitasi yang layak
Peningkatan akses dan kualitas  Akses pelayanan Keluarga Berencana (KB)
pelayanan gizi dan kesehatan  Akses Jaminan Kesehatan (JKN)
 Akses bantuan uang tunai untuk keluarga miskin (PKH)
Peningkatan kesadaran, komitmen,  Penyebarluasan informasi melalui berbagai media
dan praktik pengasuhan dan gizi ibu  Penyediaan konseling perubahan perilaku antar pribadi
dan anak  Penyediaan konseling pengasuhan untuk orang tua
 Akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pemantauan tumbuh-kembang anak
 Penyediaan konseling kesehatan dan reproduksi untuk remaja
 Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak

Peningkatan akses pangan bergizi  Akses bantuan pangan non tunai (BPNT) untuk keluarga kurang mampu
 Akses fortifikasi bahan pangan utama (garam, tepung terigu, minyak goreng)
 Akses kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)
 Penguatan regulasi mengenai label dan iklan pangan
Penanganan Gizi Buruk Terintegrasi (PPGBT): Salah
satu intervensi gizi specific pencegahan stunting

Jika program memiliki mobilisasi masyarakat yang bagus dan bisa deteksi kasus
secara dini, kurang dari 20% anak sangat kurus membutuhkan rawat inap
12
Menjangkau setiap anak dengan layanan pengobatan gizi
buruk/sangat kurus melalui layanan rawat jalan

Deteksi dini gizi buruk

Tanpa komplikasi Komplikasi medis atau


>90 <10
medis, memiliki nafsu nafsu makan buruk atau
% %
makan dan usia 6-59 <6 bulan
bulan

Layanan Rawat
Jalan di tingkat Rawat Inap di
masyarakat Fasilitas Kesehatan
Stabilisasi komplikasi
medis

13