Anda di halaman 1dari 26

PEMROSESAN TRANSAKSI DAN PENGENDALIAN

INTERNAL PADA PERUSAHAAN

KELOMPOK 3

Made Ayu Vikananda Narensi Sutela (1707532127)


Luh Putu Arwati Cahyaningrum (1707532142)
A.A Istri Sintya Pradnyawati (1707532145)
A

D
Pengendalian dan Eksposur

Eksposur adalah risiko dikalikan


konsekuensi finansial atas risiko
tersebut. Pengendalian dapat be
rguna mengurangi eksposur, teta
pi pengendalian tidak dapat me
mpengaruhi penyebab
Eksposur Umum

Biaya yang Pendapatan Kerugian Akibat Akuntansi yang


Terlalu Tinggi yang cacat Kehilangan Tidak Akurat
Aktiva

Interupsi Bisnis Sanksi Hukum Ketidakmampuan Kecurangan dan


untuk Bersaing Pencurian
Akuntansi
Forensik
Kecurangan dan Kejahatan
Kerah Putih

kejahatan kerah putih


menggambarkan serangkaian
aktivitas ilegal yang terjadi sebagai
bagian dari pekerjaan pelaku
1. Kecurangan ma kejahatan
najemen
Tingkat
2. Laporan keuangan
yg menyesatkan
Keseriusan
3. Kejahatan korpo
rat Kecurangan
Pemrosesan Komputer dan
Eksposur
0
1
Pemrosesan data dan penyimpanan data
secara mekanis, serta kompleksitas pemr
osesan merupakan aspek pemrosesan ko
mputer yang dapat meningkatkan risiko a
tau potensi kerugian akibat eksposur yan
g dihadapi organisasi.

0 Aktiva
2 Pemrosesan Data
Aktiva pemrosesan data harus dilindungi s
eperti melindungi kekayaan organisasi yg l
ain. Akses yang terbatas harus menjadi per
timbangan utama. Hanya individu dengan
validasi yang sah yang diizinkan masuk ke l
okasi rersebut
Tujuan Pengendalian dan Siklus Transaksi

Siklus Pendapatan Siklus Pengeluaran


kejadian yang terkait dengan distri kejadian yang terkait dengan akuis
01 busi barang dan jasa ke entitas lai 02 isi barang dan jasa dari entitas lain
n dan penagihan atas pembayaran dan pelunasan kewajiban terkait d
yang terkait dengan distribusi bara engan akuisisi tersebut
ng dan jasa tersebut

Siklus Produksi Siklus Keuangan


kejadian yang terkait dengan transf kejadian yang terkait dengan akuis
03 ormasi bahan baku menjadi barang 04 isi dan pengelolaan dana dan mod
dan jasa al , termasuk kas
Pengaruh Eksternal yang Terkait dengan Entitas dan
Pengendalian Internal

Larangan Perdagangan
Insider selama Periode
Sarbanes-Oxley Act “Blackout” Dana
Pensiun
Batasan atas Jasa Selain
Audit Larangan atas
Pemberian Pinjaman
Personal kepada
Peran Komie audit Eksekutif dan Direktur

Konflik Kepentingan Kode Etik


Tanggung Jawab
Perusahaan atas Penaksiran Manajemen
Pelaporan Keuangan atas Pengendalian
Dampak Lingkungan Bisnis Terhadap
Pengendalian Internal

Pertimbangan penting yang lain adalah proses


pengendalian internal suatu entitas bervariasi t
ergantung pada konteks ukuran organisasi; str
uktur organisasi; karakteristik kepemilikan; me
tode transmisi, pemrosesan, pemeliharaan, da
n pengevaluasian informasi; persyaratan legal
dan regulator; diversitas dan kompleksitas ope
rasi organisasi.
Lingkungan Pengendalian
Nilai-nilai integritas dan etika

Komitmen terhadap kompetensi


Lingkungan peng
endalian merupa Filosofi manajemen dan gaya operasi
kan dampak kum
ulatif atas factor-
Struktur Organisasi
faktor untuk me
mbangun,mendu
kung,dan mening Perhatian dan pengarahan yang diberikan
katkan efektivitas oleh dewan direksi dan komitmenya
kebijakan dan pr
osedur tertentu.
Cara pembagian otoritas dan tanggung jawab

Kebijakan sumber daya manusia dan


prosedur
Penaksiran Risiko
Penaksiran risiko, komponen kedua dari pe
ngendalian internal, merupakan proses me
ngidentifikasi, menganalisis, dan mengelol
a risiko yang memengaruhi tujuan perusah
aan. Tahapan yang paling kritis dalam men
aksir risiko adalah mengidentifikasi peruba
han kondisi eksternal dan internal dan men
gidentifikasi tindakan yang diperlukan.
.
Aktivitas Pengendalian

Setiap tujuan pengendalian ini akan didiskusikan seperti:


Pemisahan Tugas
Pemisahan Wewenang Pelaksana Transaksi
dari Pencatat Transaksi
Pemisahan Wewenang Pelaksana Transaksi
dari Penyimpan Kekayaan
Pemisahan Pencatat Transaksi dari
Penyimpan Kekayaan
Dokumen dan Catatan yang Memadai
Akses Terbatas ke Harta Kekayaan Organisasi
Pengecekan Akuntabilitas dan Tinjauan Kinerja
oleh Pihak Independen
Pengendalian Pegolahan Informasi
Informasi dan Komunikasi

Informasi mengacu pada siste


m akuntansi organisasi, yang te
rdiri dari metode dan catatan ya
ng diciptakan untuk mengidentif Komunikasi
ikasi, merangkai, menganalisis,
mengelompokkan, mencatat, d
an melaporkan transaksi organi
sasi dan untuk memelihara aku
Sistem Akuntansi
ntabilitas aktiva dan utang yang Double-Entry
terkait.
Dokumen Sistem
Akuntansi
Pengawasan Pengawasan atau monitoring melibatkan
proses yang berkelanjutan untuk menaksir
kualitas pengendalian internal dari waktu
ke waktu serta untuk mengambil tindakan
koreksi yang diperlukan

Sistem informasi Struktur


organisasi pengendalian internal
organisasi

Sejauh mana ketaatan Kualitas kinerja


terhadap kebijakan personel organisasi
operasi, prosedur, dan
rencana
Perencanaan organisasi pemrosesan
data·
Prosedur Organisasi Secara Umum

Karakteristik Pengendalian
Peralatan
Pengendalian Akses Data dan
Peralatan
Prosedur Operasi Secara Umum
Definisi Tanggung Jawab : Deskripsi tugas untuk setiap fungsi pekerjaan Contoh : Operator komputer memiliki akses yang terbatas ke file
dalam sistem pengolahan transaksi. Kaitan fungsi pekerjaan yang satu program dan file data.
dengan yang lain harus diindikasikan secara jelas.
Reliabilitas Personel : Personel yang menjalankan pemrosesan harus Contoh : Supervisor operasi komputer memiliki riwayat kehadiran
dipastikan ia dapat secara konsisten menjaga kinerjanya. yang baik dan memiliki riwayat kinerja yang baik pula.

Pelatihan Personel : Personel harus diberi instruksi secara eksplisit dan Contoh : Semua programer mengahdiri seminar pelatihan lima hari
harus diuji pemahamannya sebelum ia dipercaya untuk menjalankan tugas sebelum memulai tugasnya.
baru.
Kompetensi Personel : Orang yang diberi tugas untuk memproses atau Contoh : Direktur pemrosesan data harus seorang MBA.
untuk mensupervisi sistem pengolahan transaksi memiliki pemahaman
teknis yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya.
Rotasi Tugas : Pekerjaan yang dibebankan ke orang-orang harus dirotasi Contoh : Tanggung jawab untuk menghancurkan data yang sensitif
secara periodik, jika memungkinkan dengan jadwal yang sporadik, harus dirotasi antarkaryawan klerikal.
khususnya untuk fungsi-fungsi kunci.
Perancangan Formulir : Formulir disusun sedemikian rupa sehingga Contoh : Setiap field dalam formulir untuk mengotorisasi
formulir tersebut dapat menjelaskan dirinya sendiri, mudah dipahami, jelas, pembelian yang akan digunakan untuk merekam data, harus
serta dapat merangkum semua informasi yang dibutuhkan dengan usaha memiliki instruksi yang jelas.
yang paling minimal.
Formulir Bernomor Urut Cetak : Nomor urut di setiap formulir harus Contoh : Cek harus bernomor urut tercetak.
tercetak untuk memungkinkan deteksi atas hilangnya formulir dan
kesalahan penggunaan formulir.

Formulir Tercetak : Ada kalanya, sebagian informasi dicetak dalam formulir Contoh : Rekening MICR dikodekan pada cek dan tiket deposit.
dalam format yang akan memudahkan mesin untuk memprosesnya.

Persiapan yang Simultan : Pencatatan satu transaksi satu kali guna Contoh : Sistem satu kali tulis digunakan untuk menyiapkan formulir
memfasilitasi seluruh pemrosesan berikutnya, dengan menggunakan laporan penerimaan barang dan register penerimaan barang.
rangkap (kertas karbon), untuk mencegah kesalahan penulisan ulang.

Dokumen Turnaround : Dokumen yang dihasilkan oleh komputer yang Contoh : Bagian dari formulir tagihan yang dikembalikan oleh pelanggan
dimaksudkan untuk dimasukkan lagi ke dalam sistem. pada saat pembayaran.

Dokumentasi : Catatan tertulis dengan tujuan untuk sarana komunikasi. Contoh : Entri jurnal standar mengomunikasikan data akuntansi yang
dihasilkan dari berbagai departemen yang berbeda.

Labeling : Identifikasi transaksi, file atau item yang lain dengan tujuan Contoh : Semua file komputer memiliki label eksternal.
pengendalian.
Backup dan Recovery : Backup terdiri dari peralatan file dan Contoh : Master file dan file transaksi dipelihara setelah
prosedur yang tersedia jika data yang asli hilang atau rusak. master file diperbarui datanya, sebagai cadangan jika file
Recovery adalah kemampuan untuk membuat ulang file master yang ada saat ini rusak.
dengan menggunakan file dan transaksi di masa lalu.

Jejak Transaksi : Ketersediaan manual atau sarana machine- Contoh: Daftar perubahan atas file komputer secara online
readable untuk melacak status dan isi setiap catatan transaksi disimpan dalam tape magnetik untuk menyediakan jejak
individual. transaksi.

Statistik Error-source : Akumulasi informasi atas jenis kesalahan Contoh : Supervisor bagian input data mengumpulkan dan
dan titik awal terjadinya kesalahan. Hal ini berguna untuk meninjau ulang statistik atas kesalahan yang dilakukan oleh
menentukan karakteristik perbaikan yang diperlukan untuk karyawan pada saat menginput data.
mengurangi jumlah kesalahan.
Pengendalian Peralatan
dan Akses Data

Penyimpanan yang Aman : Aktiva inf Contoh : File master buku besar
ormasi harus dijaga sama seperti me disimpan di tempat yang terkunc
njaga aktiva berwujud. i setiap malam.

Akses Ganda/Pengendalian Ganda Contoh : Kotak deposit yang berisi


: Dua tindakan atau dua kondisi yang file data komputer yang sensitif ha
independen dan simultan diperlukan nya dapat dibuka dengan dua kunc
sebelum suatu proses diizinkan untu i yang dipegang oleh dua orang ya
k dijalankan. ng berbeda.
Pengendalian Aplikasi

Pengendalian
Input Pengendalian
Dirancang untuk mencegah atau mend Output
eteksi kesalahan pada tahap penginpu dirancang untuk memastikan bahwa i
tan data. nput dan proses yang telah dijalankan
menghasilkan output yang valid dan b
dirancang untuk memastikan b ahwa output telah didistribusikan sec
ahwa input dan proses yang te ara tepat
lah dijalankan menghasilkan o
utput yang valid dan bahwa ou
tput telah didistribusikan secar
a tepat

Pengendalian
Proses
Pengendalian Preventif, Detektif, dan Korektif

Pengendalian preventif Pengendalian detektif Pengendalian korektif


berperan untuk mengungka
berperan untuk mencega berperan untuk membetul
pkan kesalahan dan kecura
h terjadinya kesalahan da kan kesalahan yang telah
ngan yang telah terjadi.
n kecurangan terjadi
Mengkomunikasikan
Tujuan Pengendalian
Internal
Pengendalian internal adalah manusia. Sebuah proses pengendalian internal
merupakan proses seseorang mengecek pekerjaan orang lain. Fungsi prinsip
dari pengendalian internal adalah untuk memengaruhi perilaku setiap orang
yang terlibat dalam suatu sistem bisnis. Tujuan pengendalian internal harus
dipandang relevan dengan tujuan individu yang akan menjalankan sistem pe
ngendalian. Sistem harus dirancang sedemikian rupa sehingga setiap karyaw
an yakin bahwa pengendalian dibangun sebagai alat untuk mengamankan op
erasi oraganisasi. Jika keamanan organisasi tersebut tidak terjaga, dampak ti
dak langsungnya adalah pada karyawan itu sendiri.
.
Tujuan dan Pola Perilaku

Sistem informasi memili Perilaku yang disebabka Salah satu faktor yang p
01 ki beberapa tujuan; sala 02 n oleh konflik kepenting
03 enting yang mempengar
h satu tujuan utamanya an adalah penghapusan uhi perilaku individu ada
adalah produktivitas. Re tugas pengendalian inte lah perencanaan formal
liabilitas informasi dan rnal ( seperti penghitung organisasi serta metode
menjaga kekayaan orga an dokumen ) dengan tu dan pengukuran yang te
nisasi juga merupakan t juan untuk meningkatka rkait yang dijalankan ole
ujuan yang penting. n produktivitas. Tujuan s h suatu organisasi. Ada
istem pengendalian inter juga faktor lain yang ber
nal dicapai melaui tinda pengaruh, seperti tekan
kan orang-orang yang t an informal dari sekelo
erlibat di dalam sistem. mpok orang atas perilak
u individu.
Proses pengendalian internal secara rutin mengumpulkan informasi
mengenai pelaksanaan tugas-tugas, transfer otoritas, persetujuan d
an verifikasi

Teknik Analitik
Kuesioner pengendalian internal merupakan s
alah satu teknik analitik yang lazim digunakan
untuk menganalisis pengendalian internal. Kue
sioner ini secara tradisional menjadi elemen ut
ama dalam suatu program audit.
D
D
Thank you
This text can be replaced with your own text