Anda di halaman 1dari 24

BUKTI AUDIT

AUDITING 1
FAKULTAS EKONOMI // AKUNTANSI
MANAJEMEN PEMASARAN

KELOMPOK 1 :

Anis Sulala 173112340340087


Atiyah Habibah 173112340320201
Laras Yulianti 173112340340071
Nur Widdiya Wati 173112340340008
Anisa Juliana 163112340340027
Discussion
01 Definisi & Dasar Tahapan Audit

02 Keputusan & Keandalan Bukti


Audit

Jenis Bukti Audit & Dokumentasi


03 Audit

Dampak E-Commerce Terhadap


04 Bukti & Dokumentasi Audit
DEFINISI BUKTI AUDIT

Bukti Audit
Segala informasi yang digunakan oleh auditor untuk
menentukan apakah informasi yang sedang di audit
01 telah dinyatakan sesuai dengan kriteria yang telah
ditetapkan. Bahan bukti mencakup informasi yang sangat
meyakinkan, sehingga laporan keuangan dinyatakan
sesuai dengan standar akuntansi – Prinsip akuntansi.

Dasar Pengauditan

Bahan bukti yang dikumpulkan dan dievaluasi oleh


auditor, auditor harus mempunyai pengetahuan dan 02
keterampilan yang memadai untuk mengumpulkan
bahan bukti yang meyakinkan dalam setiap
pengauditan untuk memenuhi standar profesi.
KEPUTUSAN BUKTI AUDIT
Ukuran Sampel
Untuk verifikasi pengeluaran Penetapan Waktu
kas, misalnya terdapat 6.600
cek yg di catat di jurnal Pengauditan laporan keuangan
01 03 biasanya diselesaikan dalam
pengeluaran kas. Auditor
memilih ukuran sampel 50 satu sampai tiga bulan setelah
buah sebagai perbandingan penutupan periode pembukuan.
dengan jurnal. Kemudian unsur Waktu juga ditentukan
yg diuji harus dibuat oleh berdasarkan keefektifan &
auditor untuk setiap prosedur. ketersediaan staff audit.

Prosedur Audit Unsur-Unsur


Auditor menentukan unsur dalam
Instruksi-instruksi terperinci
populasi yg akan diuji.
terkait penjelasan bahan bukti
1. Memilih 1 minggu dan menguji
audit yg harus dipeoleh selama
50 cek pertama.
pelaksanaan audit. Misalnya
3. Memilih 50 cek yang memiliki
prosedur audit untuk
02 jumlah besar. 04
melakukan verifikasi terhadap
4. Memilih cek secara acak.
pengeluaran kas.
5. Memilih cek yg kemungkinan
terdapat kesalahan.
Karakteristik Keandalan Bukti
1. Independensi Pemberi Informasi 3. Pengetahuan langsung suditor
Bahan bukti yang didapatkan dari pihak Bahan bukti yg didapat langsung mealui
luar entitas klien lebih andal dibandingkan pemeriksaan fisik , pengamatan,
bahan bukti yang didapatkan dari dalam. perhitungan ulang dan pemeriksaan.

2. Efektivitas Pengendalian internal 4. Kualifikasi individu yg


klien memberikan informasi

Jika pengendalian internal atas penjualan Bahan bukti tidak akan handal kecuali
dan penagihan efektif, auditor dapat individu yg memberikan informasi tersebut
memperoleh bahan bukti yg lebih andal merupakan orang yg kompeten
dari faktur. dibidangnya.
Karakteristik Keandalan Bukti

5. Tingkat Objektivitas 6. Ketepatan Waktu

Bahan bukti yg objektif dapat di andalkan Ketepatan waktu mengacu pada kapan
dibandingkan dengan bahan bukti yg bahan bukti tersebut dikumpulkan atau
memerlukan penilaian intuk menentukan periode yang cukup dalam audit tersebut.
apakah bahan bukti tersebut benar Bahan bukti biasanya lebih andal untuk
adanya. Seperti konfirmasi piutang akun neraca ketika bahan bukti tersebut
dagang dan saldo bank, perhitungan fisik didapatkan saat mendekati tanggal neraca.
atas surat-surat berharga dan kas, dan Misalnya, perhitungan auditor atas surat
menjumlah kebawah (footing) sebuah berharga di tanggal neraca lebih andal
daftar utang dagang untuk menentukan dibandingkan dengan perhitungan yang
kesesuaian jumlah dengan saldo di buku dilakukan dua bulan sebelumnya.
besar.
KEANDALAN BUKTI
I. KETEPATAN

a. Ketepatan Bukti b. Relevansi Bukti


1-5 0,0
c. Keandalan Bukti
Pengukuran kualitas bahan 6-12 Ketika auditor menelusuri
2,0
13-25
bukti yang relevan dan andal salinan faktur penjualan3,5ke Ketika seorang auditor
Di atas 25 5,0
dalam memenuhi tujuan dokumen pengiriman melakukan perhitungan fisik
audit untuk kelompok terkait, bahan bukti tersebut persediaan, maka bahan
transaksi, saldo akun dan relevan untuk tujuan bukti tersebut lebih dapat
pengungkapan yang terkait. keterjadian transaksi. diandalkan dibanding
Sehingga dapat membantu Sehingga tidak akan manajemen yg memberikan
meyakinkan auditor bahwa ditemukan pengiriman yang hasil perhitungan mereka
laporan keuangan telah belum ditagih pada sendiri pada auditor.
disajikan secara wajar. pelanggan
KEANDALAN BUKTI

II. KECUKUPAN

Kecukupan bukti audit diukur berdasarkan ukuran sampel yang dipilih oleh
auditor. Untuk prosedur audit yang dipilih, bahan bukti yang didapatkan dari
sampel berjumlah 100 biasanya lebih memadai dibanding 50 sampel. Terdapat
dua faktor yang menentukan kecukupan ukuran sampel, yaitu : Ekspektasi
terhadap salah saji dan efektifitas pengendalian internal klien.

III. KEANDALAN DAN BIAYA

Keandalan dan biaya atas semua alternatif harus dipertimbangkan


sebelum memilih jenis bahan bukti. Tujuannya adalah untuk
memperoleh bahan bukti yang tepat dalam jumlah yang memadai
dengan biaya serendah mungkin.
JENIS BUKTI AUDIT
a. Pemeriksaan Fisik : Pemeriksaan atau penghitungan yang dilakukan oleh auditor atas
asset berwujud. Jenis bukti ini dikaitkan dengan persediaan dan kas, namun dapat pula
diterapkan untuk memverifikasi surat berharga piutang dagang dan asset tetap.
b. Dokumentasi : Pemeriksaan auditor atas dokumen dan catatan klien untuk
membuktikan informasi yang harus dimasukkan dalam laporan keuangan. Dokumen
yang di uji adalah catatan klien mengenai informasi usaha yg terstruktur dan dapat di
sajikan secara tertulis.

c. Prosedur Analitis : Perbandingan dan keterkaitan untuk menilai apakah saldo akun
data lain yg muncul telah disajikan secara wajar dibandingkan dengan perkiraan
auditor.
Tujuan : Memahami Industri Klien dan Usaha Klien, Menilai entitas untuk melanjutkan
usaha yg berjalan baik, Mengindikasikan kemungkinan salah saji, Mengurangi
pengujian audit terperinci.
JENIS BUKTI AUDIT
d. Tanya jawab dengan klien : Informasi dari klien sebagai jawaban atas pertanyaan
yang diberikan auditor. Ketika auditor mendapatkan bukti melalui tanya jawab,
penting juga untuk mendapatkan bukti dari prosedur lain. Misalnya auditor
melakukan pengujian audit menggunakan dokumen dan pengamatan untuk
menentukan transaksi yg telah dicatat dan disahkan sesuai dengan cara yg
disebutkan klien.

e. Penghitungan Ulang : Pengecekan ulang atas contoh perhitungan yg dilakukan


klien. Terdiri dari pengujian atas keakuratan matematis klien dan mencakup
prosedur seperti peningkatan faktur penjualan dan persediaan, penambahan
jurnal dan catatan pendukung.
f. Pengerjaan Ulang : Pengujian yg dilakukan oleh auditor independen terhadap
prosedur pembukuan atau pengendalian yang awalnya dilakukan sebagai bagian
dari pembukuan entitas dan system pengendalian internal.
JENIS BUKTI AUDIT
g. Pengamatan: Penggunaan panca indera untuk menilai aktivitas klien dan
mengevaluasi banyak hal. Auditor dapat melakukan kunjungan ke pabrik untuk
mendapatkan gambaran umum tentang fasilitas klien, atau mengamati
bagaimana setiap orang melakukan tugas pembukuan untuk menentukan apakah
orang yg ditugaskan melaksanakan tanggung jawabnya dengan benar. Meskipun
demikian, pengamatan berguna pada semua bagian pengauditan.

h. Konfirmasi : Jawaban lisan atau tertulis yg diterima dari pihak ketiga yg


independen untuk melakukan verifikasi atas keakuratan informasi yg di minta
auditor. Permintaan tersebut diberikan kepada klien, dan klien meminta pihak
independen untuk menjawab langsung kepada auditor. Auditor dalam
memutuskan apakah akan menggunakan informasi, bergantung pada tingkat
keandalan yg dibutuhkan pada situasi tersebut, serta alternatif bukti yg tersedia.
Informasi yang Biasa Dimintai Konfirmasi
Informasi Sumber
Aset
Kas di bank Bank
Piutang dagang Pelanggan
Wesel tagih Penerima jaminan
Persediaan yg dimiliki dalam konsinyasi Pihak yg dititipkan persediaan
Persediaan yg disimpan di gudang umum Gudang umum
Nilai penyerahan kas atas asuransi jiwa Perusahaan asuransi
Liabilitas
Utang dagang Kreditor
Wesel bayar Pemberi pinjaman
Uang muka dari pelanggan Pelanggan
Utang hipotek Pemberi pinjaman hipotek
Utang obiligasi Pemegang obiligasi
Ekuitas Pemilik

Informasi lainnya
Ketepatan Jenis Bukti

a. Efektivitas pengendalian internal klien memiliki pengaruh


yg besar terhadap hampir seluruh jenis bukti audit.
Dokumen internal dari perusahaan dapat di andalkan
karena informasi yg di sajikan lebih akurat.
b. Baik pemeriksaan fisik maupun penghitungan ulang
kemungkinan memiliki keandalan yg tinggi jika
pengendalian internalnya efektif.
c. Jenis bukti tertentu jarang menjadi memadai dengan
sendirinya untuk memberikan bukti yang tepat dan
mampu memenuhi setiap tujuan pengauditan.

Biaya Jenis Bukti

a. Dua jenis bukti paling mahal yaitu pemeriksaan fisik dan


konfirmasi. Dalam Pemeriksaan fisik biasanya auditor harus
hadir saat klien sedang melakukan penghitungan asset
pada tanggal neraca. Dalam konfirmasi auditor harus
mengikuti secara seksama prosedur yg dilakukan untuk
meminta konfirmasi.
b. Tiga jenis bukti yang tidak terlalu mahal yaitu pengamatan,
tanya jawab dengan klien, dan penghitungan ulang.
a. Menurut standar auditing, dokumentasi audit adalah
catatan utama tentang prosedur audit yang diterapkan,
bukti yang diperoleh, dan kesimpulan yang dihasilkan
auditor dalam melaksanakan penugasan. Dokumentasi
audit mencakup informasi yang perlu dipertimbangkan
oleh auditor untuk melakukan audit secara memadai
dan untuk mendukung laporan audit. Dokumentasi
audit dapat juga dianggap sebagai kertas kerja,
meskipun semakin banyak dokumentasi audit yang
diselenggarakan dalam file komputer.
DOKUMENTASI AUDIT
Tujuan dokumentasi audit secara umum : Membantu auditor
dalam menyatakan opini yang layak bahwa audit yang
memadai telah selesai dilaksanakan sesuai dengan standar
audit.
Tujuan dokumentasi auditsecara khusus :
1.Dasar bagi perencanaan audit.
2.Catatan bukti yang dikumpulkan dan hasil pengujian.
3.Data yang digunakan untuk menentukan jenis laporan
audit yang tepat
4.Dasar bagi review oleh supervisor dan partner
Persyaratan Penyimpanan File Dokumentasi

1.Kertas kerja atau dokumentasi


lain yang dijadikan dasar
pembentukan aturan audit
Audit Sarbanes oxley act, sec ataslaporan keuangan tahunan
telah mengeluarkan aturan entitas atau review atas laporan
final mengenai tata cara keuangan kuartalanperusahaan
penyimpanan catatan audit
dan review yang mewajibkan 2.Memo, korespondensi, komunikasi,
auditor public agar dokumen biru dan catatan termasuk
menyelenggarakan catatan elektronik yang dapat
dokumentasi. memenuhi kriteria berikut :
a.Fakta-fakta yang telah dibuat, dikirim,
dan diterima
b.Fakta-fakta kesimpulan, pendapat,
analisis atau data keuangan.
Arsip Permanen
File permanen mencakup data yang bersifat historis atau
berlanjut yang memiliki hubungan dengan audit saat ini.
File ini dijadikan sumber informasi yang sangat penting
mengenai audit dari tahun ke tahun.

File permanen umumnya meliputi:

a. Kutipan atau salinan dari dokumen perusahaan


yang terus penting
b. Dokumentasi pengendalian internal
c. Hasil prosedur analitis tahun sebelumnya
d. Rencana dan program audit
e. Neraca saldo periode berjalan
f. Jurnal penyesuaian dan reklasifikasi
g. Skedul pendukung
Arsip Tahun Berjalan
File tahun berjalan meliputi seluruh dokumentasi audit yang
mampu diterapkan pada tahun yang diaudit. Terdapat satu set
file permanen bagi klien dan satu set file tahun berjalan yang
diberikan untuk audit setiap tahunnya.

Jenis informasi yang tercakup dalam arsip tahun berjalan :


1.Program audit
2.Informasi umum
3.Neraca saldo berjalan
4. Jurnal Penyesuaian dan Jurnal Reklasifikasi.
5. Daftar Pendukung

Tipe-tipe daftar pendukung:

Analisis, Daftar Saldo, Rekonsiliasi Jumlah-Jumlah Tertentu, Uji


Kewajaran, Ringkasan Pelaksanaan Prosedur, Pemeriksaan
Dokumen Pendukung, Dokumen-Dokumen dari Luar
Karakteristik Dokumentasi audit

a. Setiap file audit harus c. Dokumen audit yang sudah


memiliki identifikasi yang rampung harus secara jelas
jelas yang memuat menunjukkan pekerjaan
informasitentang nama audit yang telah dilakukan
klien, periode yang
diaudit, deskripsi tentang d. Dokumen audit harus berisi
isi file, paraf pembuat cukup informasi untuk
kertas kerja, tanggal memenuhi tujuan sesuai
pembuatan, dank ode rencana dan mengetahui
index kertas kerja. tujuan yang ingin dicapai.

b. Dokumen audit harus e. Kesimpulan yang dicapai


diberi index dan referensi tentang suatu segmen
silang untuk memudahkan audit harusdiformulasikan
dalam pengorganisasian dengan jelas.
dan pengarsipan.
Dampak E-Commerce Terhadap Bukti
Audit dan Dokumentasi Audit

Bukti audit semakin banyak yang disajikan dan disimpan dalm bentuk elektronik,
dan auditor harus mengevaluasi bagaimana infomasi elektronik memengaruhi kemampuan
mereka untuk mengumpulkan bukti yang cukup kuat dan tepat. Program komersial , seperti
program ACL dan program Interactive Data Extraction and Analysis (IDEA), didesain khusus
untuk digunakan auditor. Program ini biasanya berbasis Windows dan bisa dijalankan
dengan mudah dikomputer atau notebook auditor. Auditor juga menggunakan teknologi
untuk mengalihkan dokumentasi berbasis kertas yang tradisional menjadi data elektronik
untuk mengatur dan menganalisis dokumentasi audit. Beberapa KAP mengembangkan
program perangkat lunak mereka sendiri, sementara yang lain membeli program
dokumentasi audit komersial, seperti ACE ( Automated Client Engangement ). Para auditor
juga menggunakan area jejaring lokal ( local area networks--LAN ) dan perangkat lunak
groupshare untuk mengakses dokumentasi audit secara simultan dari lokasi yang jauh.
Thank you