Anda di halaman 1dari 16

teknik analisis meramalkan kas

perusahaan

1. Fadillah
2. Rudi Setiawan
3. Ilham
4. Rizal
Analisis Meramalkan Kas Perusahaan

 Latar Belakang
Pada abad 21 dimana masing-masing Negara di
planet bumi ini sudah tidak memiliki batas ruang
dan waktu, kecenderungan orientasi bisnis akan
berubah. Jika sebelumnya produsen dapat
memaksakan kehendaknya kepada konsumen,
maka yang terjadi selanjutnya adalah
kebalikannya: konsumenlah yang justru
memaksakan kehendaknya kepada produsen.
Investasi mengalir ketempat yang paling
menguntungkan. produsen dipaksa untuk
membuat produk yang sesuai dengan nilai dan
keinginan konsumen. Dengan demikian sangat
terbukalah persaingan yang positif bagi
persaingan usaha. Dan membuka peluang bagi
usaha kecil untuk lebih berkembang. Dan
sehingga perusahaan kecil sangat penting bagi
kestabilan perekonomian Negara karena usaha
kecil dinegara kita, paska krisis ekonomi 1998
ternyata mampu menyerap sumber daya manusia
99,4% dan sumbangan pada PDB 59,3%
Identifikasi Masalah
Masalah yang akan dihadapi oleh industri garmen disaat
krisis global yang melanda ampir sebagian Negara-negara
didunia, banyak perusahaan yang besar gulung tikar
karena krisis global tersebut. Tetapi untuk usaha kecil
dibidang industri garmen krisis tersebut kurang terasa
mengganggu kelangsungan usaha, itu terbukti dari badan
pusat statistik 2010 yang menyatakan bahwa jenis usaha
kecil dan menengah dibidang industri garmen mengalami
pertumbuhan sekitar 10 sampai 15% di Indonesia
Rumusan Masalah
 Keuangan perusahaan
 Estimasi penjualan
 Estimasi produksi
 Estimasi pembelian bahan langsung
 Estimasi pemakaian bahan langsung
 Upah langsung
 Estimasi beban fabrikase
 Estimasi harga pokok penjualan
 Estimasi beban penjualan
 Estimasi beban administrasi
 Estimasi laba rugi
 Estimasi kas
Keuangan Perusahaan
 Divestasi
Dalam finansial and ekonomi, divestasi adalah
pengurangan beberapa jenis aset baik dalam bentuk
finansial atau barang, dapat pula disebut penjualan dari
bisnis yang dimiliki oleh perusahaan. Ini adalah kebalikan
dari investasi pada aset yang baru.
Motif
 Perusahaan memiliki beberapa motif untuk divestasi.
 Pertama, sebuah perusahaan akan melakukan divestasi (menjual)
bisnis yang bukan merupakan bagian dari bidang operasional
utamanya sehingga perusahaan tersebut dapat berfokus pada area
bisnis terbaik yang dapat dilakukannya.
 Motif kedua untuk divestasi adalah untuk memperoleh keuntungan.
Divestasi menghasilkan keuntungan yang lebih baik bagi
perusahaan karena divestasi merupakan usaha untuk menjual
bisnis agar dapat memperoleh uang.
 Motif ketiga bagi divestasi adalah kadang-kadang dipercayai bahwa
nilai perusahaan yang telah melakukan divestasi (menjual bisnis
tertentu mereka) lebih tinggi daripada nilai perusahaan sebelum
melakukan divestasi.
 Motif keempat untuk divestasi adalah unit bisnis tersebut tidak
menguntungkan lagi. Semakin jauhnya unit bisnis yang dijalankan
dari core competence perusahaan, maka kemungkinan gagal dalam
operasionalnya semakin besar
• Metode divestasi
Beberapa perusahaan menggunakan teknologi untuk memfasilitasi proses
divestasi beberapa divisi. Mereka mempublikasikan informasi tentang
divisi mana saja yang ingin mereka jual pada situs resmi mereka sehingga
dapat dilihat oleh perusahaan lain yang sekiranya tertarik untuk membeli
divisi tersebut. Sebagai contoh, Alcoa telah mendirikan sebuah online
showroom yang menampilkan divisi yang mereka jual. Dengan melakukan
komunikasi secara online, Alcoa telah mengurangi biaya yang dibutuhkan
untuk membiayai divisi yang bergerak pada hotel, usaha transportasi, dan
urusan pertemuan
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Bahasa Inggris: Rights Issue) atau
disingkat HMETD dalam pasar modal Indonesia adalah hak yang
diperoleh para pemegang saham yang namanya telah terdaftar dalam
daftar pemegang saham suatu perseroan terbatas untuk menerima
penawaran terlebih dahulu apabila perusahaan sedang menjalani proses
emisi atau pengeluaran saham-saham dari saham portopel atau saham
simpanan. Hak tersebut diberikan dalam jangka waktu 14 hari terhitung
sejak tanggal penawaran dilakukan dan jumlah yang berhak diambil
seimbang dengan jumlah saham yang mereka miliki secara proporsional.
Kebangkrutan
Pernyataan sebuah usaha bangkrut.
Kebangkrutan adalah ketidakmampuan yang dinyatakan secara legal
oleh individu atau organisasi untuk membayar kreditur mereka.
Kebangkrutan telah dicatat di Perjanjian Lama dan Timur Jauh
Estimasi Penjualan

Estimasi Penjualan dan Anggaran Penjualan : Estimasi


penjualan
Memiliki hubungan yang sangat erat dengan anggaran
penjualan. Selain menentukan anggaran penjualan yang terdiri
dari anggaran penerimaan dan anggaran pengeluaran/biaya
penjualan , perlu juga menentukan anggaran produksi, biaya
material, tenaga kerja dan harga pokok penjualan. Akhir dari ini
adalah penentuan anggaran laporan laba/rugi. Dengan
demikian proses estimasi ini memiliki peran yang sangat
strategis bagi manajemen perusahaan
Estimasi Produksi
 Biaya produksi atau Harga Pokok Produksi
(Cost of Goods Manufactured) merupakan
kumpulan dari biaya-biaya yang dikeluarkan
untuk memperoleh dan mengolah bahan baku
sampai menjadi barang jadi.
 Biaya-biaya tersebut terdiri dari:
 Biaya Bahan Baku (disingkat BBB)
 Biaya Tenaga Kerja Langsung ( disingkat BTKL)
 Biaya Overhead Pabrik (disingkat BOP)
Estimasi Pembelian Bahan Langsung
Estimasi Pembelian Bahan Langsung Adalah pembelian barang secara
langsung, baik berupa langsung maupun sistem online. estimatis ini sangat
menguntungkan bagi penjual maupun pembeli. karena penjual bisa
memprodukan barang daganganya dengan cara sistem online, dan si
pembeli juga dapat lebih menghuntungkan dan menghematkan. karena
pembeli tidak perlu meluangkan waktu yang lama untuk datang dan pergi
ke sana. Cukup hanya dengan berada di depab komputer dan memilih
barang mana yang akan di belinya. lalu mentransferkan jumlah uang yang
sudah tertera, dengan cara seperti itu pihak pembeli maupun pihak penjual
dapat memperolehkan keuntungan.

Estimasi Pemakaian Bahan Langsung


Pemakaian bahan langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk
membiayai bahan baku bahan pembantu dan bahan penunjang produksi
Upah Langsung

Biaya manufaktur yang mudah dilacak


keberadaannya dalam produk yang dibuat ,
misalkan; 1unit meja belajar menyerap biaya
kerja sebesar Rp. 250.000,- per unit . Selain upah
langsung dalam proses produksi sering terjadi
pembayaran untuk upah tidak langsung (indirect
labor) , misalkan ; upah pemeliharaan mesin
pabrik , penangan material , insinyur dan lainnya.
Pos biaya tersebut masuk ke kategori biaya
umum pabrik ( factory overhead ) Upah langsung
tersebut berupa biaya variabel ( variable costs ) .
Saat ini banyak perusahaan membayar para
karyawan pabriknya dengan sistem gaji tetap (
fixed salary ) per bulan .
Estimasi Beban Fabrikase
Estimasi Beban Fabrikase adalah estimasi yang
menjelaskan tentang beban pabrikasi,

Estimasi Harga Pokok Penjualan


HPP adalah biaya yang masuk ke dalam menciptakan
produk yang menjual perusahaan, sehingga biaya hanya
dimasukkan dalam mengukur adalah mereka yang secara
langsung terkait dengan produksi produk. Sebagai contoh,
HPP untuk mobil itu akan meliputi biaya material untuk
bagian-bagian yang masuk ke dalam membuat mobil
bersama dengan biaya tenaga kerja yang digunakan
untuk menempatkan mobil bersama. Biaya pengiriman
mobil ke dealer dan biaya tenaga kerja yang digunakan
untuk menjual mobil akan dikecualikan. Biaya tepat
dimasukkan dalam perhitungan HPP akan berbeda dari
satu jenis bisnis yang lain.
Estimasi Beban Penjualan
Estimasi Beban Penjualan Adalah beban sie penjual karena terdapat beberapa faktor
yang membuat perusa haan atau sie penjual oeleh pihak-pihak tertentu.misalkan beban
pajak, kerusakan barang-barang, apapun yang membuat perusahaan menjadi beban.

Estimasi Beban Administrasi


Beban administrasi perusahaan yang fokus dari kepentingan politik pada saat ini. Badan
Penelitian Eim estimasi total biaya administrasi di sektor pekerjaan sementara.
Penyebab utama dari ukuran biaya administrasi di sektor pekerjaan sementara adalah:
• Tingginya jumlah pekerja pekerjaan sementara dan tingginya laju perubahan pada
pekerja pekerjaan sementara (rata-rata tahunan: 1,3 juta pendaftaran, 1,1 juta
penempatan dan 15,6 juta pembayaran remunerasi).
• Perubahan undang-undang banyak dan perubahan kecil yang menghadapi sektor
pekerjaan sementara.
• Penerapan sistem pembayaran remunerasi mingguan (bukan bulanan atau per 4
minggu), yang melekat pada penggunaan pekerja flex
 Estimasi Laba Rugi
Estimasi Laba/Rugi Adalah laporan keuangan suatu
perusahan yang menunjukan keuntungan atau kerugian.
di mana semua laporan keuangan di tunjukan pada
estimasi ini, karena dengan estimasi ini perusahaan ini
bisa mengetahui apakah perusahaan ini mendapatkan
keuntungan atau laba ataupun memperoleh kerugian.

 Estimasi Kas
Estimasi Kas Adalah laporan keuangan yang menunjukan
berapa uang yang di punyai oleh perusahaan itu, karena
dengan adanya kas perusahaan dapat mengetahui
berapa jumlah uang atau kas yang ada.apakah
perusahan tersebut memperoleh keuntungan atau
kenaikan kas atau bahkan memeproleh penurunan kas.