Anda di halaman 1dari 12

TEORI AKUNTANSI

 Sejarah dan perkembangan


 Evolusi pembukuan berpasangan
 Sejarah awal akuntansi berawal pada sistem pencatatan (3000BC) yang dilakukan
oleh peradaban Kaidea – Babilonia, Asiria, Samaria, Mesir, China, Yunani dan
Roma.
 7 pembukuan sistematik (C. Littleton) antara lain: seni menulis, aritmetika,
kekayaan pribadi, uang, kredit, perniagaan dan modal.
 Akuntansi dikenal sebagai alat pengendali manajemen pada tahun 1400 dan buku
pertama pembukuan berpasangan muncul tahun 1340 oleh Massari di Genoa,
Italia.

 Kontribusi Luca Pacioli (1494)


pada buku Summa de Arithmetica, Geometria, Proportioni et Prroportionalita (bab
de Computis et Scriptunis) ia menjelaskan tujuan pembukuan: memberi informasi
yang tepat waktu bagi para pedagang mengenai aset dan kewajibannya.
 Perkembangan prinsip-prinsip akuntansi di USA
 Fase pertama: Kontribusi Manajemen (1900-1933), manajemen sepenuhnya
mengendalikan pemilihan informasi keuangan yang harus diungkapkan dalam
laporan tahunan.
 Fase kedua: Kontribusi Institusi (1933-1959), penciptaan dan peningkatan peran
institusi dalam pengembangan prinsip akuntansi.
 Fase ketiga: Kontribusi Profesional (1959-1973), lembaga-lembaga profesional
memainkan peran signifikan dalam pengembangan prinsip-prinsip akuntansi.
 Fase keempat: Politisasi (1973-sekarang), FASB dan berbagai kelompok penekan
mendorong terjadinya politisasi akuntansi.

 5 pernyataan SFAC yang berhubungan dengan pelaporan keuangan:


 SFAC No.1: tujuan pelaporan keuangan oleh perusahaan bisnis
 SFAC No. 2: karakteristik kualitatif dari informasi keuangan
 SFAC No. 3: elemen-elemen lapkeu dari perusahaan bisnis
 SFAC no. 5: pengakuan dan pengukuran dalam lapkeu perusahaan bisnis
 SFAC No. 6: elemen-elemen lapkeu (mengantikan SFAC No. 3)
 Ada beberapa organisasi profesi akuntansi:
 AICPA (American Institute of Certified Public Accountants): merupakan organisasi
profesi yang mengkoordinasi praktik para akuntan publik yang bersertifikat.
 AAA (American Accounting Associate): merupakan organisasi akuntan dalam bidang
akademik maupun individu yang tertarik pada perbaikan praktik dan teori
akuntansi.
 FASB (Financial Accounting Standard Boards): merupakan badan yang menetapkan
dan meningkatkan standar akuntansi dan pelaporan keuangan sebagai pedoman dan
pendidikan bagi masyarakat, yang mencakup penyusun, auditor serta pemakai
informasi keuangan.
 SEC (Security and Exchange Commission): merupakan badan yang
bertangguungjawab terhadap pasar saham.
 Sifat dan penggunaan akuntansi
 Definisi: Akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pengukuran dan
pengkomunikasian informasi ekonomik untuk memungkinkan pembuatan
pertimbangan dan keputusan berinformasi oleh pengguna informasi.
 Sifat pengukuran dalam akuntansi
 Pelekatan suatu angka kepada objek atau peristiwa menurut waktu tertentu
 Tipe-tipe ukuran
1. ukuran akuntansi dapat langsung atau tidak langsung
2. berdasarkan dimensi waktu keputusan: ukuran masa lalu, masa sekarang dan
masa depan.
3. berdasarkan pengukuran masa: retrospektif, kontemporer dan prospektif.
 3 jenis ukuran masa lalu: retrospektif, kontemporer dan prospektif
 2 jenis ukuran masa sekarang: kontemporer dan prospektif
 Semua ukuran masa depan bersifat prospektif.
4. Pengukuran dapat berupa: fundamental dan turunan.
 Tipe-tipe skala:
 Nominal: membantu dalam penentuan persamaan
 Ordinal: membantu dalam penentuan lebih besar atau kecil
 Interval: membantu dalam penentuan persamaan/perbedaan interval
 Rasio: membantu dalam penentuan persamaan rasio
 Makna PABU
Pernyataan no. 4 dari APB menyatakan bahwa PABU dilihat dalam pengalaman, alasan,
kebiasaan, penggunaan dan kebutuhan praktis, serta PABU mencakup konvensi, aturan dan
prosedur-prosedur yang perlu untuk mendefinisi prinsip akuntansi yang berterima pada
suatu waktu.
PABU merupakan panduan bagi profesi akuntansi dalam memilih teknik akuntansi dan
penyiapan lapkeu dengan cara yang dianggap sebagai praktik akuntansi yang baik
 PENDEKATAN –PENDEKATAN TRADISIONAL DALAM FORMULASI TEORI AKUNTANSI
sifat dasar akuntansi terdiri dari berbagai pandangan:
 Akuntansi sebagai bahasa: sebagai suatu cara pengkomunikasian informasi tentang
bisnis
 Akuntansi sebagai catatan peristiwa masa lalu: sebagai sebuah cara penyajian sejarah
perusahaan dan transaksi yang dilakukannya dengan pihak lain.
 Akuntansi sebagai realitas ekonomi saat ini: bahwa baik neraca maupun laporan laba
rugi seharusnya didasarkan pada taksiran yang menggambarkan realitas ekonomi saat
ini
 Akuntansi sebagai sistem informasi: sebagai suatu proses yang mengubungkan sistem
informasi dengan sekumpulan pengguna eksternal
 Akuntansi sebagai komoditas: bahwa permintaan informasi khusus dan akuntan
memiliki kemampuan untuk memenuhi permintaan tersebut
 Akuntansi sebagai ideologi: sebagai sarana untuk mendukung dan melegitimasi
tatanan sosial, ekonomi dan politik saat ini.
 Tujuan teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam memprediksi dan
menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian akuntansi.
 Teori merupakan sekumpulan gagasan (konsep), definisi dan dalil yang menyajikan
pandangan-pandangan sistematis tentang fenomena yang terjadi.
 Metodologi-metodologi dalam penyusunan teori akuntansi, yang muncul karena
perbedaan opini, pendekatan dan penilaian di antara praktik dan penelitian akuntansi.
 Deskriptif: akuntansi merupakan seni yang tidak dapat diformalkan dan metodologi
yang digunakan adalah secara tradisional, berupaya untuk menilai sejumlah praktik
akuntansi yang dianggap berguna.
 Normatif: berupaya menyajikan lebih pada apa yang seharusnya daripada apa yang
terjadi, serta berupaya untuk menilai sejumlah praktik akuntansi yang seharusnya
dapat digunakan.
 Pendekatan-pendekatan dalam peenyusunan teori akuntansi
1. Non-teoretis: praktis/pragmatis/informal (penyusunan ditandai dengan penyesuaian
terhadap praktik sesungguhnya, yang bermanfaat memberi saran dan solusi praktis),
otoritarian (penyusunan ditandai dengan digunakannya oleh organisasi profesi terdiri dari
penyajian sejumlah peraturan praktik-praktik akuntansi).
2. Teoretis:
 Deduktif: penyusunannya dimulai dengan adanya asumsi-asumsi dasar dan hasil
penarikan konklusi yang bersifat logis dengan sejumlah pertimbangan (umum ke
khusus)

 Induktif: dimulai dengan serangkaian pengamatan, kemudian pengukuran serta


selanjutnya aktivitas untuk memperoleh suatu konklusi (khusus ke umum)
 Etis: terdiri dari konsep kewajaran (fairness) yaitu penyajian yang wajar, tidak bias
dan tidak memihak, keadilan (justice) yaitu perlakuan yang seimbang terhadap
seluruh pihak yang berkepentingan, keseimbangan (equity), serta kebenaran (truth)
yaitu pelaporan keuangan yang akurat dan benar tanpa adanya kesalahan interpretasi.
 Sosiologis: menekankan pada akibat-akibat sosial yang ditimbulkan teknik-teknik
akuntansi
 Ekonomi: menekankan pada pengendalian perilaku indikator-indikator ekonomi
makro yang diakibatkan oleh berbagai praktik-praktik akuntansi.
 Ekletik: hasil utama berbagai upaya individu dan profesi maupun organisasi
pemerintah dalam partisipasinya untuk menetapkan konsep-konsep dan prinsip-
prinsip dalam akuntansi.
 Konklusi: menggunakan metodologi normatif dan deskriptif, teoretis maupun
nonteoretis, jalur pemikiran deduktif maupun induktif, serta menekankan pada
konsep kewajaran, kesejahteraan sosial dan ekonomi.
 Standar terdiri dari tiga bagian:
 Uraian masalah yang harus diatasi
 Pembahasan dengan penalaran
 Dengan keputusan atau teori, solusi dapat ditetapkan.

 Elemen-elemen dalam laporan keuangan:


 Aset
 Utang
 Ekuitas
 Investasi oleh pemilik
 Distribusi kepada pemilik
 Comprehensive income (perubahan ekuitas)
 Revenue
 Expense
 Gains
 Losses