Anda di halaman 1dari 59

PRESENTASI

KASUS

OTITIS MEDIA
SUPURATIF KRONIK

KEPANITERAAN KLINIK
ILMU PENYAKIT THT
RSUD BUDHI ASIH
PERIODE 23 September-26 Oktober 2019
IDENTITAS PASIEN
IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. Jenny


Umur : 41 Tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pendidikan : D3
Suku bangsa : Batak
Agama : Kristen
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Cilangkap
ANAMNESIS
Autoanamnesis oleh Ny. Jenny
Dilakukan pada tanggal 03 Oktober 2019
Lokasi : Poli THT RS Budhi Asih

KELUHAN UTAMA

KELUHAN TAMBAHAN
KELUHAN UTAMA
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang ke poli Keluhan keluar Cairan telinga encer dan
THT RS Budhi Asih cairan hilang timbul. tidak berbau.
dengan keluhan keluar
cairan dari telinga kiri
sejak 3 bulan yang lalu.

Riwayat batuk, pilek, Pasien mengaku sering


Pasien juga
alergi, suara serak mengkorek telinga.
mengatakan
dan sakit menelan Tidak terdapat pusing
belakangan ini telinga
disangkal pasien. berputar.
kiri pasien berdenging.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Pasien memiliki riwayat penyakit serupa pada telinga kanan 3
bulan yang lalu. Namun pada bulan Agustus 2019 telah dilakukan
operasi timpanoplasti pada telinga kanan karena terdapat perforasi
membran timpani dan didapatkan cairan yang keluar aktif dari
telinga kanan disertai sakit dibelakang telinga dan pusing berputar.
Pasien juga memiliki riwayat mengorek telinga hingga berdarah.
Riwayat gastritis (+) dan TB Paru (+).
Riwayat asma, alergi, hipertensi dan diabetes mellitus disangkal.
Dikeluarga tidak ada yang Pasien sering mengorek
memiliki penyakit serupa telinga.
seperti pasien.
HT (-),DM (-), Asma (-)

Pasien tidak bekerja Pasien tidak memiliki


ditempat yang bising. riwayat alergi makanan,
obat-obatan, debu atau
dingin untuk saat ini.
Tidak mempunyai riwayat
asma.
PEMERIKSAAN FISIK
TANDA VITAL

KEADAAN KESADARAN TEKANAN NADI


UMUM DARAH
TAMPAK SAKIT COMPOS 110/70 MMHG 78 X/MENIT
RINGAN MENTIS
TANDA VITAL

PERNAPASAN SUHU SP02

20X/MENIT 36,5°C 98%


STATUS GENERALIS

Kepala : Normocephali, tidak terdapat deformitas,


Rambut : Rambut hitam, distribusi merata dan tidak
mudah dicabut, tebal
Wajah : Wajah simetris, tidak ada luka atau jaringan
parut, tidak ada pembengkakan pada wajah
Mata : pupil bulat isokor, CA-/-, SI-/-, palperbra edema
-/-
STATUS GENERALIS
Thoraks: Simetris saat inspirasi dan ekspirasi, deformitas tidak ada,
dan retatraksi tidak ada.
Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak.
Palpasi : Ictus cordis teraba pada ICS V linea midklavikularis sinistra
Perkusi : Batas kiri jantung : ICS V linea midklavikularis sinistra
Batas kanan jantung : ICS III – V linea sternalis dextra
Batas atas jantung : ICS III linea parasternalis sinistra
Auskultasi : BJ I-II regular, tidak terdapat murmur dan gallop

Paru
Inspeksi : Bentuk thoraks simetris pada saat statis dan dinamis, tidak
ada pernapasan yang tertinggal,
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan, gerak napas
simetris kanan dan kiri, vocal fremitus sama kuat kanan dan kiri,
angulus costae 75o.
Perkusi : Sonor di kedua lapang paru, batas paru dan hepar di ICS VI
linea midklavikularis dextra
Auskultasi : Suara napas vesikuler, reguler, tidak terdapat rhonki atau
wheezing
STATUS GENERALIS
Abdomen
Inspeksi : Perut datar, tidak dijumpai adaya efloresensi pada kulit
perut maupun benjolan seperti roseola spot, kulit keriput, gerakan
peristaltik, ruam makulopapular, tidak terdapat distensi
Palpasi : Supel, turgor kulit dalam batas normal, hepar teraba
1/3,1/3 konsistensi kenyal, tepi tajam, permukaan rata, terdapat nyeri
tekan, lien tidak teraba, turgor kulit dalam batas normal
Perkusi : Timpani di seluruh kuadran abdomen
Auskultasi : Bising usus (+) 4 kali / menit

Kulit : Sawo matang, tidak ikterik, kelembaban normal, tidak


terdapat ptecie

Ekstremitas : Akral hangat pada keempat ekstremitas, edema tungkai


-/-, CRT < 3 detik
STATUS LOKALIS
THT

STATUS THT
PEMERIKSAAN TELINGA

STATUS KANAN KIRI

THT BENTUK TELINGA LUAR NORMOTIA NORMOTIA

DAUN TELINGA NYERI TARIK (-) NYERI TARIK (-)


NYERI TEKAN (-) NYERI TEKAN (-)
RETROAURIKULER FISTEL (-) HEMATOM FISTEL (-)
(-) JEJAS (-) HEMATOM (-)
JEJAS (-)

LIANG TELINGA
LAPANG/SEMPIT LAPANG LAPANG
WARNA EPIDERMIS HIPEREMIS (-) HIPEREMIS (-)

SEKRET (-) (-)


SERUMEN (-) (-)
KELAINAN LAIN (-) (-)
MEMBRAN TIMPANI

DEXTRA SINISTRA

• Membran Timpani
• Graft
Perforasi Sentral
Timpanoplasty
• Hiperemis (-)
• Hiperemis (-)
• Sekret (-)
• Sekret (-)
HIDUNG

PEMERIKSAAN HIDUNG
KANAN KIRI
BENTUK HIDUNG LUAR Simetris Simetris
DEFORMITAS Tidak ada Tidak ada
NYERI TEKAN
•DAHI Tidak ada Tidak ada
•PIPI (-) (-)
KREPITASI Tidak ada Tidak ada
RINOSKOPI ANTERIOR

KANAN KIRI
VESTIBULUM VIBRIAE +, MASSA - VIBRIAE +, MASSA -
KONKA INFERIOR EDEMA (-) EDEMA (-)
KONKA MEDIA EUTROFI EUTROFI

KONKA SUPERIOR TIDAK TERLIHAT TIDAK TERLIHAT


MEATUS NASI TERBUKA TIDAK TERLIHAT
KAVUM NASI LAPANG SEMPIT
MUKOSA HIPEREMIS (-) HIPEREMIS (-)
SEKRET (-) (-)

SEPTUM DEVIASI - DEVIASI -


DASAR HIDUNG TIDAK ADA KELAINAN TIDAK ADA KELAINAN
RINOSKOPI POSTERIOR
( SULIT DILAKUKAN )

KANAN KIRI
KOANA
MUKOSA KONKA
SEKRET
MUARA TUBA EUSTACHIUS
ADENOID
FOSSA RUSENMULLER
ATAP NASOFARING

TRANSILUMINASI
KANAN KIRI
SINUS FRONTAL TERANG TERANG
SINUS MAKSILA TERANG TERANG
PEMERIKSAAN FARING
Arkus faring Simetris

Pilar anterior Tidak ada kelainan, simetris

Palatum molle Tidak ada kelainan

Mukosa faring Tidak ada kelainan, edema


(-)

Dinding faring Hiperemis (–),PND(-)

Uvula Ditengah

Tonsil palatina
•Besar T1-T1
•Warna Hiperemis (–)
Tidak melebar
•Kripta
(-)
•Detritus (-)
•Perlekatan

Pilar posterior Tidak ada kelainan, Hiperemis (-)

Gigi geligi

Kelenjar getah bening Tidak teraba pembesaran


regional
HIPOFARING

BASIS LIDAH Tidak ada kelainan

VALEKULA Tidak dapat dinilai

PLIKA GLOSOEPIGLOTIKA Tidak dapat dinilai

PEMERIKSAAN LARING

EPIGLOTIS Tidak dapat dinilai

PLIKA ARIEPIGLOTIKA Tidak dapat dinilai

ARITENOID Tidak dapat dinilai

SINUS PIRIFORMIS Tidak dapat dinilai

KORDA VOKALIS Tidak dapat dinilai

SUBGLOTIK Tidak dapat dinilai


Pemeriksaan Leher

Massa KGB

Submental -/- -/-

Submandibula -/- -/-

Upper jugulare -/- -/-

Mid jugulare -/- -/-

Lower jugulare -/- -/-

Supraclavivula -/- -/-

Trigonum -/- -/-

Superior -/- -/-


Tes Pendengaran

TEST PENALA Dekstra Sinistra

RINNE + +

WEBER Tidak ada laterisasi Laterisasi ke kiri

SCWABAH Sama dengan pemeriksa Sama dengan pemeriksa

AUDIOGRAM Tidak dilakukan


RESUME
RESUME
ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK
-Keluar cairan dari telinga kiri hilang timbul -Tampak sakit ringan
sejak kurang lebih 3 bulan yang lalu - Compos mentis
01
-Cairan encer dan tidak berbau - TTV dalam batas normal
-Disertai telinga kiri berdenging -Status generalis dalam batas
-Riwayat penyakit serupa pada telinga kanan normal
3 bulan yang lalu namun sudah dilakukan -Status THT :
tindakan timpanoplasti
-Riwayat mengorek telinga 05 Telinga kanan lapang, serumen (-),
-Riwayat gastritis dan TB paru sekret (-) graft timpanoplasti
02
-Tidak ada riwayat alergi Telinga kiri lapang, serumen (-),
sekret (-), MT perforasi sentral
Tes weber didapatkan laterisasi ke
kiri
06
Hidung dan tenggorokan tidak
didapatkan kelainan
ANALISIS MASALAH
• Onset : 3 bulan
Otitis Media •

Keluar cairan dari telinga kiri
Cairan encer dan tidak berbau

Supuratif •

Keluar cairan hilang timbul
Pada status THT : telinga kiri membran timpani
perforasi sentral, sekret (-), serumen (-)

Kronik • Pemeriksaan weber didapatkan laterisasi ke telinga


yang sakit
DIAGNOSA
DIAGNOSA
- Otitis Media Supuratif Kronik Tipe
Aman Tenang
- Otitis Media Akut Stadium Perforasi

DIAGNOSA BANDING DIAGNOSA KERJA

-Otitis Media Supuratif


Kronik Tipe Aman Aktif AS
-Otitis Media Supuratif
Kronik Post Timpanoplasti
AD
TATALAKSANA
-Cuci telinga

-Antibiotik topikal

-Bila aktif >3bulan terus menerus dapat dirujuk ke


spesialis THT untuk dilakukan tindakan lanjut seperti
timpanoplasti

-Kontrol rutin di spesialis THT

Edukasi pasien :

-Memberitahukan mengenai penyakit pasien

-Memberitahukan bahwa telinga dijaga untuk tetap


kering dan tidak kemasukan air

-Memberitahukan bahwa tidak boleh mengorek telinga

-Bila pasien dalam keadaan batuk dan pilek


berkepanjangan disarankan untuk kontrol ke dokter
PROGNOSIS
PROGNOSIS

AD AD AD
VITAM SANATIONAM FUNGTIONAM

BONAM DUBIA DUBIA


AD AD
BONAM BONAM
TINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI TELINGA
Berbatasan dengan : 4. Medial : Telinga Dalam
1. Anterior : Tuba Eustachius 5. Atap : Tegmen Timpani
2. Posterior : Antrum Mastoid 6. Bawah : Bulbus Jugularis
3. Lateral : MembranTimpani
FISIOLOGI PENDENGARAN Getaran ini
menggetarkan diteruskan ke
Getaran suara
membran tulang-tulang
ditangkap oleh
timpani pendengaran
daun telinga
(maleus, incus,
stapes)

Membran Reissner
Skala timpani : Stapes
mendorong mendorong
perimlimfe menggerakkan
endolimfe dan perilimfe skala
bergerak menuju foramen ovale
menggetarkan vestibuli
foramen round
membran basal

Getaran membran basal menyebabkan sel


rambut bergetar yang kemudian
mengirimkan impuls saraf (n.VIII) ke otak
(pusat sensorik pendengaran area 39-40
pada lobus temporalis)
FISIOLOGI PENDENGARAN

Gangguan telinga luar dan tengah : Tuli Konduktif


Gangguan telinga dalam : Tuli Sensorineural
Otitis Media Supuratif Kronis

40
OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS
▹ Suatu radang kronis telinga tengah dengan perforasi
membran timpani dan riwayat keluarnya sekret dari
telinga lebih dari 2 bulan, baik terus menerus atau hilang
timbul.
TIPE OMSK : Berdasarkan Aktivitas Sekret :
• Aman : Hanya mengenai • Aktif : sekret keluar secara
mukosa aktif
• Bahaya : Mengenai tulang, • Tenang: tidak ada sekret
terdapat kolesteatom yang keluar
EPIDEMIOLOGI
Dipengaruhi oleh keadaan
social,ekonomi,suku,
kepadatan tempat
tinggal,hygiene dan nutrisi

Di Indonesia sendiri
pravelensi OMSK 3,1% dari
seluruh penduduk Indonesia,
220 juta penduduk Indonesia
diperkirakan 6,6 juta
menderita OMSK
ETIOLOGI
▹ Bakteri Aerob Faktor Risiko
▸ Pseudomonas aeruginosa (22-44%) ▸ Sosioekonomi
▸ Staphyloccocus aureus (17-37%) Rendah
▹ Bakteri Anaerob ▸ Hygiene buruk
▸ Bacteriodes fragilis(8%)
LETAK PERFORASI

Perforasi Sentral Perforasi Marginal Perforasi Atik


PATOFISIOLOGI
PENEGAKAN DIAGNOSIS
▹ Berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan fisik:

Gejala Klinis

• Ottorhea (Riwayat keluar cairan darii telinga)


• Otalgia (Nyeri pada telinga)
• Gangguan pendengaran
• Keluhan dirasakan 2 bulan atau lebih
PEMERIKSAAN FISIK

TIPE AMAN TIPE BAHAYA

• MT perforasi ( biasanya • Fistul /abses retroaurikula

tipe sentral ) • MT perforasi (biasanya atik

• Keluar sekret dari telinga atau marginal)

tengah (aktif), (-) sekret • Keluar sekret mukopurulen

(tenang) berbau busuk (khas

• Sekret purulen atau kolesteatom)

mukoid • (+) Kolesteatom


Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penala
Audiometri nada murni
Foto rontgen mastoid
Kultur dan uji resistensi kuman dari sekret telinga
PENATALAKSANAAN
• Antibiotik Sistemik

• Antibiotic dapat diberikan pada setiap fase aktif dan disesuaikan dengan
kuman penyebab.
• Patogen OMSK terutama kuman gram negative, yaitu Pseudomonas
aeruginoa yang tidak sensitive lagi terhadap antibiotic klasik seperti
penisilin G, amoksisilin, eritromisin, tetrasiklin dan kloramfenikol.
Kotrimoksazol juga kurang poten tetapi masih lebih baik.
• Bila diduga kuman ada kuman anaerob dapat dipilih metrodinazol,
klindamisin atau kloramfenikol. Bila sukar menentukan kuman penyebab
dapat dipakai campuran trimethoprim + sulfametoksazol atau amoksisilin
+ klavulanat.
• Antiseptik Topikal
• Larutan antiseptic yang dapat digunakan antara lain Asam asetat 1-2%,
hydrogen peroksida 3%, povidon iodine 5% atau hanya garam fisiologis.

• Antibiotik Topikal
• Obat tetes telinga jenis quinolone terbukti aman, tidak toksik terhadap
labirin, mempunyai efektifitas tinggi sebagai obat tunggal untuk
pengobatan, karenanya direkomendassikan sebagai obat lini pertama.
• Terapi Pembedahan

• Timpanomastoidektomi juga diindikasikan pada OMSK dengan


komplikasi,
• Mastoidektomi mungkin diindikasikan untuk menurunkan beban
penyakit jika terjadi abses pada mastoid, timpanoplasti, atau
penyakit yang membandel.
• Timpanoplasti dapat dilakukan dimanapun dari 6 sampai 12 bulan
setelah perbaikan dari infeksi. Timpanoplasti diindikasikan untuk
memperbaiki pendengaran dan untuk membantu mencegah
kambuhnya infeksi dengan menutup ruangan telinga tengah.
Otore kronis Algoritma
Penatalaksanaan Otitis
Otoskop
Media Supuratif Kronis
MT utuh MT perforasi
Onset, progresivitas,
predisposisi, penyakit
OMSK sistemik, fokus
• OE difusa
infeksi,
• Otomikosis riw.pengobatan
• OE maligna
• Dermatitis eksim Tanpa komplikasi Dengan komplikasi
• Miringitis
granulomatosa
Algoritma 3

OMSK benigna OMSK maligna

Algoritma 1 Algoritma 2
Tanpa komplikasi
Algoritma 1
OMSK tenang OMSK aktif
Cuci telinga,
Stimulasi AB topikal, AB
epitelisasi tepi sistemik
perforasi

Otore Otore
Perforasi Perforasi berhenti menetap
menutup menetap AB
berdasarkan
pemeriksaan
MO
Tuli Tuli Ro. Mastoid
(shuller x-ray) Menetap > 3 bln
konduktif (-) konduktif (+)
Audiogram

Ideal: timpanoplasti dengan Ideal: mastoidektomi +


/ tanpa mastoidektomi timpanoplasti
Algoritma 2
OMSK maligna

• Progresif Pilihan:
• Kolesteatom yang semakin • Atikotomi anterior
meluas akan mendestruksi • Timpanoplasti dinding utuh
tulang yang dilewati (canal wall up TP)
• Infeksi sekunder → septik lokal • Timpanoplasti dinding runtuh
• Nekrosis septik di jaringan (canal wall down TP)
lunak → destruksi jaringan • Atticoantroplasy
lunak → komplikasi • Timpanoplasti buka-tutup (open
• Satu-satunya pengobatan: bedah and close TP)
OMSK dengan
komplikasi Algoritma 3

Intrakranial Intratemporal

• Abses ekstradural
• Abses sub periosteal
• Abses perisinus
• Paresis fasial
• Tromboflebitis sinus lateral
• Labirinitis
• Meningitis
• Petrositis
• Abses otak
• Tromboflebitis sinus lateral
• Meningitis otikus

Rawat inap Antibiotik dosis tinggi


Periksa secret telinga
Antibiotik I.V dosis tinggi 7-15 hari
Mastoidektomi
Konsul Spesialis Saraf/saraf anak mastoidektomi anestesi local/ umum operasi bedah saraf Dekompresi N.VII Petrosektomi
Thank You