Anda di halaman 1dari 40

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG


SEMARANG

Investigasi
Wabah Dan KLB
Dr dr Imam Djamaluddin Mashoedi, MKes Epid
I. Pengertian Wabah / KLB

A. Konsep Wabah
II. Konsep Wabah /
KLB B. Konsep
KLB

III Penyakit Potensial Wabah

IV. Penyelidikan Wabah / KLB

V. Surveilans

VI. Langkah Investigasi


I. Pengertian Wabah / KLB

Kejadian atau peristiwa dalam


masyarakat atau wilayah dari
suatu kasus penyakit tertentu
yang secara nyata melebihi
dari jumlah yang diperkirakan
A. Wabah
Berjangkitnya suatu penyakit
menular dalam masyarakat
yang jumlah penderitanya
meningkat secara nyata
melebihi dari keadaan yang
lazim pada waktu dan
daerah tertentu serta dapat
menimbulkan malapetaka
Wabah dapat terbatas pada
* Lingkup kecil tertentu
(disebut outbreak, yaitu
serangan penyakit)
• Lingkup yang lebih luas
(epidemi) atau
* Lingkup global (pandemi)
Menteri Kesehatan menetapkan
dan mencabut daerah tertentu
dalam wilayah Indonesia yang
terjangkit wabah sebagai daerah
wabah. (PMK No. 949, Tahun
2004)
B. KLB
(kejadian luar biasa)
Timbulnya kesakitan atau
kematian yang bermakna
secara epidemiologis pada
suatu daerah dalam kurun
waktu tertentu dan merupakan
keadaan yang dapat menjurus
pada terjadinya wabah
PerMenKes RI
No. 1501 / MENKES / PER / X /
2010
tentang
Jenis Penyakit Menular Tertentu
Yang Dapat Menimbulkan
Wabah dan Upaya
Penanggulangannya
II. Konsep Wabah / KLB
A. Konsep Wabah
1. Kriteria Wabah

Suatu penyakit dikatakan


mengalami wabah bila :
a. Peningkatan penyakit /
kematian terus-menerus selama
3 kurun waktu berturut-turut
menurut jenis penyakitnya
(jam, hari, minggu, bulan,
tahun)
b. Insidens Rate meningkat
2 kali atau lebih dibanding
angka rata-rata sebulan
atau setahun sebelumnya
c. Angka rata-rata bulanan
dalam satu tahun dari
penderita baru menunjukkan
kenaikan 2 kali atau lebih
dibandingkan angka yang
sama untuk tahun sebelumnya
d. Case Fatality Rate dari
suatu penyakit dalam suatu
kurun waktu tertentu
menunjukan  50% atau
lebih, dibanding dengan
CFR dari periode
sebelumnya
2. Jenis Wabah

Berdasarkan sifat wabah


terbagi menjadi 2 jenis,
yaitu :
a. Common Source Epidemic (Point
Source Epidemic)
Suatu letusan penyakit yang disebabkan oleh
terpaparnya sejumlah orang dalam suatu
kelompok secara menyeluruh dan terjadi
dalam waktu yang relatif singkat.
Common Source Epidemic itu berupa
keterpaparan umum, biasa pada letusan
keracunan makanan, polusi kimia di udara
terbuka, menggambarkan satu puncak
epidemi, jarak antara satu kasus dengan
kasus jelas,  hanya dalam hitungan jam,
tidak ada angka serangan ke dua
b. Propagated/
Progresive Epidemic
Epidemi dengan penularan dari orang ke orang sehingga
waktu lebih lama dan masa tunas lebih lama pula.
Propagated atau progressive epidemic terjadi karena
penularan dari orang ke orang baik langsung maupun
melalui vektor, relatif lama waktunya dan lama masa tunas,
dipengaruhi oleh kepadatan penduduk serta penyebaran
anggota masyarakat yang rentan serta morbilitas dari
penduduk setempat,
Masa epidemi cukup lama dengan situasi peningkatan
jumlah penderita dari waktu ke waktu sampai pada batas
minimal anggota masyarakat yang rentan,
lebih memperlihatkan penyebaran geografis yang sesuai
dengan urutan generasi kasus
B. Konsep KLB
1. Kriteria KLB
Mengacu pada Keputusan Dirjen
No. 451 / 91, tentang Pedoman
Penyelidikan dan Penanggulangan
KLB.
Menurut aturan itu, suatu kejadian
dinyatakan luar biasa jika ada
unsur :
a. Timbulnya suatu
penyakit menular yang
sebelumnya tidak ada
atau tidak dikenal
b. Peningkatan kejadian
penyakit / kematian terus
menerus selama 3 kurun
waktu berturut - turut
menurut jenis penyakitnya
(jam, hari, minggu)
c. Peningkatan kejadian
penyakit / kematian 2 kali
lipat atau lebih dibandingkan
dengan periode sebelumnya
(jam, hari, minggu, bulan,
tahun)
d. Jumlah penderita baru
dalam satu bulan menunjukkan
kenaikan 2 kali lipat atau lebih
bila dibandingkan dengan
angka rata-rata perbulan dalam
tahun sebelumnya
Menurut Masykuri (1997), untuk
menentukan apakah jumlah kasus
yang ada melampaui jumlah yang
diharapkan biasanya dilakukan
dengan membandingkan jumlah yang
ada saat ini dengan jumlah beberapa
minggu atau beberapa bulan
sebelumnya atau dengan jumlah yang
ada pada periode waktu yang sama
di tahun-tahun sebelumnya
2. Jenis KLB
a. Menurut Penyebab:
1) Infeksi : Virus, bakteri, cacing,
protozoa
2) Toksin : Entero toksin, exotoxin,
endotoxin
3) Toksin Biologis : Racun jamur, plankton,
alfatoxin, racun ikan,
racun, tumbuh-tumbuhan
4) Toksin Kimia : Zat organic (logam berat,
cyanide), insekta, gas
b. Menurut Sumber:
1) Dari Manusia : Jalan nafas, tangan, tenggorokan,
hubungan seks, tinja
2) Kegiatan Manusia : Toksin bilogis dan kimia (tempe
bongkrek, penyemprotan,
penangkapan ikan dengan racun),
serta jarum suntik tidak steril
3) Dari Binatang : Binatang piaraan, ikan, binatang pengerat
(contoh : Leptospirosis)
4) Serangga : Lalat, nyamuk (DBD, Filarial, Malaria)
5) Dari Udara dan Air : Stapilococcus, Streptococcus, Vibrio
6) Dari makanan dan minuman : Keracunan singkong, jamur
makanan kaleng
III. Penyakit-Penyakit
Potensial Wabah
PerMenKes RI Nomor
1501 / MENKES / PER / X / 2010
tentang
Jenis Penyakit Menular Tertentu
Yang Dapat Menimbulkan Wabah
dan Upaya Penanggulangannya
adalah :
1. K h o l e r a,
2. P e s,
3. D B D, dan Penyakit menular
4. C a m p a k, tertentu lainnya yang dapat
5. P o l i o, menimbulkan wabah yang
6. D i f t e r i, ditetapkan oleh Menteri
7. P e r t u s i s Kesehatan RI
8. R a b i e s,
9. M a l a r i a,
10. Avian Influenza H5N1,
11. A n t h r a x.
12. L e p t o s p i r o s i s
13. H e p a t i t i s
14. Influenza A baru (H1N1)/ Pandemi
2009
15. M e n i n g i t i s,
16. Yellow Fever,
17. C h i k u n g u n y a
IV. Peran Penyelidikan Wabah/KLB

Penyelidikan Epidemiologi
merupakan suatu kegiatan
penyelidikan atau survey yang
bertujuan untuk mendapatkan
gambaran terhadap masalah
kesehatan atau penyakit secara
lebih menyeluruh
Penyelidikan Wabah adalah suatu
kegiatan untuk memastikan
adanya KLB / Wabah, mengetahui
penyebab, mengetahui sumber
penyebaran, mengetahui faktor
resiko dan menetapkan program
penanggulangan KLB
Perbedaannya;
Penyelidikan epidemiologi
dilakukan secara menyeluruh
sedangkan penyelidikan wabah
dilakukan untuk memastikan
adanya wabah
Fungsi penyelidikan wabah / KLB, yaitu:
1. Mencegah meluasnya Wabah / KLB
2. Mencegah terulangnya Wabah / KLB
dimasa yang akan datang
3. Diagnosis kasus yang terjadi dan
mengidentifikasi penyebab penyakit.
4. Memastikan bahwa keadaan tersebut
merupakan KLB
5. Identifikasi sumber dan cara penularan
6. Identifikasi keadaan yang menyebabkan
KLB
7. Identifikasikan populasi yang rentan atau
daerah yang beresiko
V. Tipe Dan Tujuan Surveilans
Epidemiologi Dalam
Penyelidikan Wabah / KLB
A. Tipe-tipe Sistem Surveilans

1. Pasif Surveilans

Pengumpulan data tidak secara


langsung, tetapi menunggu
provider untuk mengirim laporan.
Keuntungan lebih murah, namun
Kerugiannya butuh kerja sama yang
baik dan sering kali inkonsisten
keterlambatan laporan
2. Suveilans Aktif

Pengumpulan datanya secara


langsung dari berbagai
sumber dan media.
Keuntungan data yang
diperoleh sesuai kebutuhan,
Kerugian mahal
3. Surveilans Sentinel

Data berasal dari kelengkapan


data yang reliable, cepat, dan
sering kali murah, berasal dari
sumber kesehatan dan
diupayakan tersebar luas dalam
hal goegrafis dan demografis
B. Tujuan Surveilans
Untuk program pencegahan dan
pengendaliaan penyakit, serta
Untuk keperluan penelitian dan
pelatihan, sebagai bahan
pertimbangan dalam menyusun
kebijakan, menjaga hubungan
masyarakat, keprihatinan politik
dan merupakan suatu kewajiban
yang harus dilaksanakan
Hasil investigasi harus
rasional, sesuai dengan akal
sehat, secara ilmiah memang
logis dan dapat dibuktikan.
Selain itu, temuannya jelas dan
berguna bagi mereka yang
terpengaruh dengan hasilnya
yaitu kelompok populasi
(bersambung
)