Anda di halaman 1dari 23

Mengelola Disiplin Dalam Perencanaan di Ruang

Perawatan Pada Praktek Klinik

Mata Kuliah : Manajemen dan Kepemimpinan Keperawatan


Dosen Pengampu : Wiwik Dwi Arianti, S.Kep, Ns, M.Kep
KELOMPOK 7

 RIZKI RAMADHAN HARAHAP : P07520217041


 ANGGI : P07520217003
 BETHANIA CINDI SIMANJUNTAK : P07520217008
 EMILIA PUTRI : P07520217012
 RIZA RAFIKA YANI PULUNGAN : P07520217040
Paradigma Keperawatan Teori Keperawatan Hildegard E.
Peplau

Hildegard E. Peplau, PhD, RN, FAAN, yang dikenal


sebagai “jiwa ibu menyusui,” meninggal di usia 89 tahun
pada tanggal 17 Maret 1999. Satu-satunya perawat
untuk melayani ANA sebagai direktur eksekutif dan
kemudian sebagai presiden, ia menjabat dua istilah di
Dewan International Council of Nurses (ICN).
Pada tahun 1997, ia menerima kehormatan
tertinggi keperawatan, yang Christiane Reimann Prize,
pada Kongres ICN yg berlangsung empat tahun.
Pengertian Teori Keperawatan Hildegard E. Peplau
Teori yang dikembangkan Hildegard E. Peplau
adalah keperawatan spikodinamik (Psychodynamyc
Nursing). Teori ini dipengaruhi oleh model hubungan
interpesonal yang bersifat terapeutik (significant
therapeutic interpersonal process).
Hildegard E. Peplau mendefenisikan teori
keperawatan psikodinamikanya sebagai berikut:
“Perawatan psikodinamik adalah kemampuan untuk
memahami perilaku seseorang untuk membantu
mengidentifikasikan kesulitan-kesulitan yang
dirasakan dan untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip
kemanusiaan yang berhubungan dengan masalah-
masalah yang muncul dari semua hal atau kejadian
yang telah dialami”.
Teori Hildegard Peplau (1952) berfokus
pada individu,perawat, dan proses interaktif
(Peplau, 1952) ; yang menghasilkan hubungan
antara perawat dan klien (Torres, 1986 ;
Marriner-Tomey, 1994).
teori ini klien adalah individu dengan
kebutuhan perasaan, dan keperawatan adalah
proses interpersonal dan terapeutik. Tujuan
keperawatan adalah untuk mendidik klien dan
keluarga dan untuk membantu klien mencapai
kematangan perkembangan kepribadian (Chinn
dan Jacobs, 1995).
Teori Peplau merupakan teori yang unik
dimana hubungan kolaborasi perawat-klien
membentuk suatu “kekuatan mendewasakan”
melalui hubungan interpersonal yang efektif
dalam membantu pemenuhan kebutuhan klien
(Beeber, Anderson dan Sills, 1990).
Ketika kebutuhan dasar telah diatasi,
kebutuhan yang baru mungkin muncul.
Hubungan interpersonal perawat-klien
digambarkan sebagai fase-fase yang saling
tumpang tindih seperti berikut ini : orientasi,
identifikasi, penjelasan, dan resolusi (Chinn
dan Jacobs, 1995).
Model konsep dan teori keperawatan yang
dijelaskan oleh Peplau menjelaskan tentang
kemampuan dalam memahami diri sendiri dan
orang lain yang menggunakan dasar hubungan
antar manusia yang mencakup 4 komponen
sentral :
1. Pasien
2. Perawat
3. Masalah kecemasan yang terjadi akibat sakit
4. Proses interpersonal
1) Pasien
Sistem dari yang berkembang terdiri dari
karakteristik biokimia, fisiologis, interpersonal
dan kebutuhan serta selalu berupaya
memenuhi kebutuhannya dan
mengintegrasikan belajar pengalaman.
2) Perawat
Perawat berperan mengatur tujuan dan
proses interaksi interpersonal dengan pasien
yang bersifat partisipatif, sedangkan pasien
mengendalikan isi yang menjadi tujuan.
Perawat mempunyai 6 peran sebagai berikut :
a. Mitra Kerja, berbagi rasa hormat dan minat yang
positif pada pasien. Perawat menghadapi klien
seperti tamu yang dikenalkan pada situasi baru.
b. Narasumber (resources person) memberikan
jawaban yang spesifik terhadap pertanyaan tentang
masalah yang lebih luas dan selanjutnya mengarah
pada area permasalahan yang memerlukan bantuan.
c. Pendidik (teacher) merupakan kombinasi dari
semua peran yang lain. Perawat harus berupaya
memberikan pendidikan, pelatihan, dan bimbingan
pada klien/keluarga terutama dalam megatasi
masalah kesehatan.
d. Kepemimpinan (leadership) mengembangkan
hubungan yang demokratis sehingga merangsang
individu untuk berperan. Perawat harus mampu
memimpin klien/keluarga untuk memecahkan masalah
kesehatan melalui proses kerja sama dan partisipasi
aktif klien.
e. Perngasuh pengganti (surrogate)
Perawat merupakan individu yang dipercaya klien untuk
berperan sebagai orang tua, tokoh masyarakat atau
rohaniawan guna membantu memenuhi kebutuhannya.
f. Konselor (consellor) meninhgkatkan pengalaman
individu menuju keadaan sehat yaitu kehidupan yang
kreatif, konstruktif dan produktif. Perawat harus dapat
memberikan bimbingan terhadap masalah klien
sehingga pemecahan masalah akan mudah dilakukan.
3) Masalah Kecemasan yang terjadi akibat
sakit / Sumber Kesulitan
Ansietas berat yang disebabkan oleh
kesulitan mengintegrasikan pengalaman
interpersonal yang lalu dengan yang
sekarang ansietas terjadi apabila
komunikasi dengan orang lain mengancam
keamanan psikologi dan biologi individu.
Dalam model peplau ansietas merupakan
konsep yang berperan penting karena
berkaitan langsung dengan kondisi sakit.
4) Proses Interpersonal
Proses interpersonal yang dimaksud antara
perawat dan pasien ini menggambarkan metode
transpormasi energi atau ansietas pasien oleh
perawat yang terdiri dari 4 fase. Peplau
mengidentifikasi empat tahapan hubungan
interpersonal yang saling berkaitan yaitu:
(1) orientasi,
(2) identifikasi,
(3)eksploitasi,
(4) resolusi (pemecahan masalah). Setiap tahap saling
melengkapi dan berhubungan sebagai satu proses
untuk penyelesaian masalah.
 Tahapan Inter Personal Menurut Peplau dalam
Keperawatan
tujuan dari hubungan interpersonal tersebut
maka harus melalui penggunaan step-step atau
fase-fase sebagai berikut:
1). Fase Orientasi
Pada fase ini perawat dan klien masih
sebagai orang yang asing. Pertemuan diawali
oleh pasien yang mengekspresikan perasaan
butuh, perawat dan klien malakukan kontrak
awal untuk membangun kepercayaan dan
terjadi proses pengumpulan data.
2). Fase Identifikasi
Fase ini fokusnya memilih bantuan profesional yang
tepat, pada fase ini pasien merespons secara selektif ke
orang-orang yang dapat memenuhi kebutuhannya. Setiap
pasien mempunyai respons berbeda-beda pada fase ini.
Respons pasien terhadap perawat:
a. Berpartisipasi dan interpendent dengan perawat
b. Anatomy dan independent
c. Pasif dan dependent
3). Fase Eksploitasi
Fase ini fokusnya adalah menggunakan bantuan
profesional untuk alternatif pemecahan masalah.
Pelayanan yang diberikan berdasarkan minat dan
kebutuhan dari pasien. Pasien mulai merasa sebagai
bagian integral dari lingkungan pelayanan.
4). Fase Resolusi
Terjadi setelah fase-fase sebelumnya telah berjalan
dengan sukses. Fokus pada fase ini mengakhiri
hubungan profesional pasien dan perawat dalam fase ini
perlu untuk mengakhiri hubungan teraupetik meraka.
Fase-Fase Peplau dengan Fokusnya
FASE FOKUS

Orientasi Perawat bekerja sama dengan pasien dalam menganalisis masalah


Identifikasi Pemilihan bantuan profesional yang tepat

Eksploitasi Penggunaan bantuan profesional untuk pemecahan masalah

Resolusi Pemutusan hubungan profesional pasien dengan perawat


Pemaparan ini menunjukkan bahwa teori Hildegard
E. Peplau(1952) berfokus pada individu, perawat dan
proses interaktif yang menghasilkan hubungan antara
perawat dan klien. Berdasarkan teori ini klien adalah
individu dengan kebutuhan perasaan, dan keperawatan
adalah proses interpersonal dan terapeutik. Artinya suatu
hasil proses kerja sama manusia dengan manusia
lainnya supaya menjadi sehat atau tetap sehat
(hubungan antar manusia).
 Hubungan Antara Fase-Fase Peplau dan Proses
Keperawatan
Kontinum Peplau pada empat fase orientasi,
identifikasi, eksploitasi, dan resolusi dapat dibandingkan
dengan proses keperawatan seperti yang dibahas dalam
(Tabel 2.1). Proses keperawatan didefinisikan sebagai
"aktivitas intelektual’’ yang disengaja dimana praktek
keperawatan didekati secara tertib, sistematis.
PROSES KEPERAWATAN FASE-FASE PEPLAU
Pengkajian Orientasi
Pengumpulan data dan analisis Perawat dan pasien sebagai orang yang
Tidak perlu selalu berarti "kebutuhan asing, pertemuan diawali oleh pasien
yang dirasakan" mungkin perawat yang mengekspresikan perasaan butuh,
dimulai. bekerja sama mengenali dan
DiaDiagnosa keperawatan menentukan masalah
Ringkasan pernyataan berdasarkan (Catatan: pengumpulan data kontinu.)
analisis. Pasien menjelaskan "kebutuhan yang
dirasakan."
Perencanaan Identifikasi.
Saling menetapkan tujuan. Meletakkan tujuan yang sama, pasien
mempunyai perasaan memiliki dan
merespons secara selektif untuk
memenuhi kebutuhannya.
Pelaksanaan Eksploitasi
Rencana memulai ke arah pencapaian Pelayanan yang diberikan berdasarkan
tujuan yang saling ditetapkan.Dapat minat dan kebutuhan dari pasien. Pada
dicapai dengan perawatan pasien, fase ini pasien mulai menerima
kesehatan profesional, atau keluarga informasi-informasi yang diberikan
pasien. padanya tentang penyembuhannya

Evaluasi Resolusi
Berdasarkan perilaku akhir yang Terjadi setelah fase-fase yang lain
diharapkan.Dapat menyebabkan sukses secara lengkap kemudian
penghentian atau inisiasi rencana baru. dilakukan pengakhiran hubungan
pasien dengan perawat
 Implementasi Teori Peplau
Pada awalnya, Peplau mengembangkan teorinya
sebagai bentuk keprihatinannya terhadap praktik
keperawatan “Custodial Care”, sehingga sebagai
perawat jiwa, melalui tulisannya dia kemudian
mempublikasikan teorinya mengenai hubungan
interpersonal dalam keperawatan. Di mana dalam
memberikan asuhan keperawatan ditekankan pada
perawatan yang bersifat terapeutik.
Teori Peplau merupakan teori yang unik di mana
hubungan kolaborasi perawat klien membentuk
suatu “kekuatan mendewasakan” melalui hubugan
interpersonal yang efektif dalam membantu
pemenuhan kebutuhan klien.
Teori dan gagasan Peplau dikembangkan
untuk memberikan bentuk praktik
keperawatan jiwa. Penelitian keperawatan
tentang kecemasan, empati, instrument
perilaku, dan instrument untuk
mengevaluasi respon verbal dihasilkan dari
model konseptual Peplau.
 Contoh kasus dalam keperawatan

Seorang ibu berumur 45 tahun dirawat di rumah sakit


sejak 2 minggu lalu,didiagnosis mengalami Ca servix
stadium lanjut ( stadium 4) . Dia tidak mau makan,
mengurung diri, tidak mau berinteraksi dengan orang lain
termasuk anak dan suaminya, kadang marah tanpa sebab,
ekspresinya terlihat sedih, kadang terlihat menangis, dan ia
menolak pengobatan dan perawatan yang diberikan oleh
perawat karena ia merasa umurnya tidak lama lagi.
Dalam kasus yang digambarkan diatas perawat perlu
memahami perilaku yang ditunjukkan oleh ibu tersebut yaitu
dengan membantu mengatasi masalah dirasakan dan
menrapkan prinsip hubungan manusia pada masalah yang
muncul pada ibu tesebut selam pengalaman tersebut.
Berdasarkan data ibu itu mengalami depresi.
Perawat perlu melakukan hubungan interpersonal
dengan ibu itu karena pada saat seseorang
mengalami depresi dia membutuhkan orang lain
yang dapat mendengarkan, menerima, dan
memahami dirinya. Hubungan interpersonal
antara perawat dan ibu tersebut melalui 4 tahap
yaitu :

 Tahap orientasi
 Tahap idetifikasi
 Tahap exploitasi
 Tahap Resolusi

Anda mungkin juga menyukai