Anda di halaman 1dari 68

For midterm

Topics to be covered
 Analisis berulang
 Analisis penolakan Vs.
Penentuan pengulangan Films
 Distribusi Tingkat Penolakan Film
yang Ditolak
 Panduan Untuk Praktik yang Baik
Hasil yang diharapkan dari
studi sinar-x diagnostik
adalah penciptaan citra
diagnostik yang dapat
diterima, diagnosis yang
benar, dan kepuasan
semua pelanggan internal
dan eksternal.
 Pengujian
kontrol kualitas hanya dapat
meminimalkan risiko mendapatkan
gambar berkualitas rendah namun tidak
dapat mencegahnya sepenuhnya.

 Program manajemen mutu juga harus


mencakup melihat hasil akhir dari
prosedur x-ray diagnostik dan
menentukan kualitas hasil untuk melihat
apakah perbaikan lebih lanjut dapat
dicapai.
Hasil penilaian:
Analisis gambar yg diulang
Analisis Artifak gambar
Akurasi, sensitivitas dan
analisis spesifisitas
diagnosis.
Analisis pengulangan:
Ini adalah proses sistematis
untuk mengkatalogkan film-
film yang ditolak dan
menentukan sifat
pengulangan sehingga
gambar yg diulang dapat
diminimalkan atau dihilangkan
di masa depan.
Importance of repeat analysis
 Ini memberikan pengetahuan tentang data
:
 Peralatan dan kinerja aksesori
 Prosedur departemen
 Tingkat keterampilan staf teknis
 Dengan pengetahuan ini, solusi dapat
ditemukan untuk meminimalkan
pengulangan dan juga
mendokumentasikan efektivitas protokol
kontrol kualitas dan penjaminan kualitas
Advantages
 Analisis pengulangan dapat
menunjukkan berapa banyak
pengulangan di departemen yg mana
secara bergantian memecahkan
penyebab timbulnya masalah.
 Dengan rendah nya tingkat penolakan di
departemen :
 Peningkatan efisiensi departemen
 Turunkan biaya pengeluaran departemen
 Dosis pasien menjadi lebih rendah
Improved department efficiency
 Dengan terjaga nya angka pengulangan
yg selalu redah, jumlah total waktu yg
diperlukan pasien dalam menjalani
pemeriksaan menurun
 Hal ini ternyata meningkatkan kepuasan
pasien dan memungkinkan departemen
tersebut untuk melayani lebih banyak
lagi pasien pada periode yang sama.
Lower department costs
 Bila
jumlah pengulangan
berkurang, biaya yang terkait
dengan film, pemrosesan,
tenaga kerja dan penyusutan
peralatan menurun secara
signifikan.
Lower patient doses
Gambar yang tidak dapat
diterima menghasilkan
pengulangan tampilan
tertentu, yang berarti
bahwa pasien harus
kembali terpapar radiasi
pengion.
Causal Repeat rate
 Dalam studi analisis ulang yang dilakukan di
departemen tanpa prosedur pengendalian
kualitas untuk kamar gelap, prosesor dan
peralatan, 75% dari semua pengulangan
disebabkan oleh kepadatan optik film yang
tidak tepat.
 Dengan protokol kontrol kualitas di tempat,
penelitian menunjukkan bahwa sebagian
besar pengulangan adalah hasil dari
kesalahan penentuan posisi.
Rata-rata nasional penyebab berulang untuk
departemen dengan prosedur pengendalian
mutu

Category % Repeat
Positioning 30
Light films 14
Misc. (artifacts) 14
Darkrooms 11
Black films 9
Tomography scouts 8
Fog 5
Patient motion 5
Mechanical problems 4
Repeat analysis
Untuk studi yang harus
dilakukan, lembar kerja
untuk departemen
pencitraan radiografi harus
digunakan, sehingga
informasi statistik yang
tepat diperoleh dan dicatat.
Worksheet
 Lembar kerja harus mencakup
prosedur radiografi yang dilakukan
di departemen, bersama dengan
kemungkinan penyebab penolakan,
seperti penentuan posisi, paparan
berlebih, di bawah paparan, gerak,
artefak, dan penyebab lain-lain.
Causal repeat rate
 Tingkat pengulangan kausal adalah
persentase pengulangan dari sebab
tertentu dan dihitung dengan persamaan
berikut:

Causal Number of repeats for a specific cause


repeat = X 100
rate Total Number of repeats
Example
 Pengulangan total sebuah departemen
memiliki 200 film dalam sebulan, dan 90
dari 200 film adalah hasil dari kesalahan
penentuan posisi.
 Jadi persen pengulangan yang
disebabkan oleh kesalahan penentuan
posisi adalah 45% dari total film
berulang.
Total repeat rate
 Tingkat pengulangan total departemen
ditentukan dengan persamaan berikut:

Total repeat Number of repeat films


rate = X 100
Total number of views taken
Example
 Jika sebuah departemen memiliki total
2.300 tampilan selama sebulan dan
telah menghasilkan 300 film yang
ditolak.
 Sebesar 13% persen departemen
telah terjadi dalam sebulan
 Tingkat
pengulangan ulangan tidak
boleh melebihi 4% sampai 6% dan
kurang dari 2% untuk prosedur
mamografi.
 Setiapdepartemen yang melebihi
10% sampai 12% harus diperiksa
secara serius, karena inefisiensi dan
berkontribusi terhadap dosis pasien
yang tinggi.
 Agar departemen mengevaluasi
efisiensinya, lembar kerja harus
digunakan untuk pengisian dat
film yg diulang.
 Sebagai petugas QA / QC,
lembar kerja dapat membantu
mengidentifikasi masalah jika
bersifat mekanis / teknis atau
dengan kesalahan manusia.
Laboratory Exercise
 Petunjuk :
 Masing-masing kelompok diberi
sejumlah film.
 Lakukan analisis film.
 Setelah menganalisa film, film
tersebut harus diputar ke kelompok
lain untuk dianalisis.
REJECT FILM ANALYSIS
REJECT FILM ANALYSIS
REJECT FILM ANALYSIS
Survey period to location

repeat Position Over- Under- Motion Artifacts Other Total %


category exposed expose
examinati
on

UGI 12 4 3 1 5 8 33 23%
Ba. 15 1 1 20 3 1 41 28%
Enema
IVP 5 2 3 1 7 1 19 13%
OTHER 10 1 3 11 25 1 51 35%
TOTAL 42 8 10 33 40 11 144
% 29% 6% 7% 23% 28% 8%
Total 1320 Total 144 Total Repeat Rate 11%
films repeat
viewed
Tugas ppt kelompok untuk TM-Hubungan Repeat-Reject analisis
dengan Program Quality Control di bagian Radiologi

KEL 2

KEL 4

KEL 1

KEL 3
Artifacts in Digital Radiography
REJECT FILM ANALYSIS
Image plate artifacts ( In
CR ).

Due to cracking Imaging


Plate
29
REJECT FILM ANALYSIS
Radiograph
without markers
REJECT FILM ANALYSIS

placed
Marker
wrongly
REJECT FILM ANALYSIS

OVER
EXPOSED X-
RAY FILM
REJECT FILM ANALYSIS

PATIENT POSITONING ERROR


Film stuck to each other during
REJECT FILM ANALYSIS processing
Plate Reading Artifact ( in CR )
REJECT FILM ANALYSIS

Line caused from dirt Damaged Laser beam head


in CR reader. Appears as
collected in a CR Reader.
multiple linear white lines.

35
3. Image processing artifacts
REJECT FILM ANALYSIS

Missing lines or pixels ( indicating digitization problems ).

36
4.operator errors
REJECT FILM ANALYSIS towel used to help in
positioning a child.

Double exposure: Digital detector is MORE


Radiographs of both feet and sensitive
pelvis (arrowheads) on a
single film. 37
REJECT FILM ANALYSIS
HYPO RETENSION
REJECT FILM ANALYSIS
Pi Line Artefact
REJECT FILM ANALYSIS
REJECT FILM ANALYSIS
STATIC MARK
REJECT FILM ANALYSIS
STATIC MARKS
REJECT FILM ANALYSIS
FINGER MARK
REJECT FILM ANALYSIS
Crimping Marks
REJECT FILM ANALYSIS
CRIMPING MARKS
REJECT FILM ANALYSIS
Water Stain
REJECT FILM ANALYSIS
H.T. (High Voltage) Cable
REJECT FILM ANALYSIS
REJECT FILM ANALYSIS
ROTATION
REJECT FILM ANALYSIS
DOUBLE EXPOSURE
BACK SCATTER or CASSETTE UPSIDE DOWN
REJECT FILM ANALYSIS
CASSETTE LIGHT LEAKAGE
REJECT FILM ANALYSIS
ARTEFAT DUE TO TALCUM POWDER
REJECT FILM ANALYSIS
ARTEFACT DUE TO DEODORANT
REJECT FILM ANALYSIS
ARTEFACT DUE TO HAIR BUN
REJECT FILM ANALYSIS
REJECT FILM ANALYSIS
CLOTHS RIBBINGS
REJECT FILM ANALYSIS
GRID CUTOFF
REJECT FILM ANALYSIS

JEWELLERY
REJECT FILM ANALYSIS
HEARING AID
REJECT FILM ANALYSIS
LIGHTER IN POCKET
REJECT FILM ANALYSIS
SCATTERED FOG
REJECT FILM ANALYSIS
SCRATCHES
REJECT FILM ANALYSIS
DIRT on SCREEN
REJECT FILM ANALYSIS
SAND BAG
REJECT FILM ANALYSIS
Earring Artefact
REJECT FILM ANALYSIS
DUE TO CHOLE CLIP
DUE TO INTRAUTERINE DEVICE
REJECT FILM ANALYSIS
REJECT FILM ANALYSIS
MOTION ARTEFACT