Anda di halaman 1dari 13

HUKUM KETENAGAKERJ

AAN DAN
PERBURUHAN
Kelompok 3
SRI DEBI APRILIA DEWANTO (1810321135)
ANDI PUTRI RAHAYU MELYANI (1810321136)
HUSNIASARI (1710321115)
YORIANI MELINA (1810321125)

MATA KULIAH : HUKUM BISNIS


DOSEN PENGAMPUH : M.IHSAN SAID AHMAD, SE., M.SI
MP
ND
GA
HU
KU

NA

AA

AN
HU
KU

BU
RU
HA
KE

KE

ER
TE

RJ
M
Pengertian ketenagakerjan berdasarkan
ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
Tentang Ketenagakerjaan adalah sebagai berikut : Pengertian
Pasal 1 (1) Ketenagakerjaan adalah segala hal yang Ketenagakerjaan
berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu
sebelum, selama dan sesudah masa kerja.

Pasal 1 (2) Tenaga kerja adalah setiap orang yang


mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan
barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi
kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
MP
ND
GA
HU
KU

NA

AA

AN
HU
KU

BU
RU
HA
KE

KE

ER
TE

RJ
M Hukum perburuhan terletak di antara
hukum publik dan hukum privat. Dikatakan hukum
privat karena mengatur hubungan antara dua
individu (pemberi kerja dan penerima kerja), dan
dikatakan hukum publik karena negara melakukan
campur tangan melalui pengikatan aturan yang
Pengertian mengurus hubungan antara dua individu.
Hukum
Pemburuan
JIA
NG
HU

AN

DA
BU

AN

KE
KE

PE
RJ
RJ

RJ
A

A
Hubungan kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja/buruh berdasarkan perjanjian
kerja yang mempunyai unsur pekerjaan, upah dan perintah. Pasal 50 dalam UU RI Nomor 13 Tahun 2003
dinyatakan bahwa hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan
pekerja/buruh. Perjanjian kerja dibuat secara tertulis atau lisan. Perjanjian kerja yang dipersyaratkan
secara tertulis dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perjanjian kerja dibuat
atas dasar:
• Kesepakatan kedua belah pihak
• Kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum
• Adanya pekerjaan yang diperjanjikan
• Pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku
Perjanjian kerja yang dibuat oleh para pihak yang bertentangan dengan ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam poin A dan B tersebut diatas, dapat dibatalkan. Perjanjian kerja yang dibuat oleh para
pihak yang bertentangan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam poin C dan D tersebut diatas
batal demi hukum.
GA
AN

KU

NA

AA
HU

KE

KE
TU
JU

RJ
TE
M

N
Berikut 4 tujuan hukum ketenagakerjaan menurut Pasal 4 UU No. 13/2003 UU
Ketenagakerjaan disebutkan bahwa tujuan Pengeturan ketenagakerjaan adalah untuk :

1
GAK
SUM

ONE
HUK

AAN
DAN

BUR
UHA
BER

ENA

PER
KET

N DI
ERJ

IND

SIA
UM
Semenjak zaman reformasi ruang lingkup hukum ketenagakerjaan Indonesia telah diatur secara
lengkap dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan yang terdiri dari XVIII
Bab dan 193 Pasal dengan

Sumber hukum ketenagakerjaan adalah sebagai berikut :

6.
5.
4.
3.
2.
1.
GA
NG
DU

HU
KU

BA
AN

NA

KE
PE
RL

TE

RJ
GI
IN

A
Menurut Soepomo, perlindungan tenaga kerja dibagi menjadi 3 (tiga ) macam, yaitu :

1) Perlindungan ekonomis, yaitu perlindungan tenaga kerja dalam bentuk penghasilan yang
cukup, termasuk bila tenaga kerja tidak mampu bekerja di luar kehendaknya.

2) Perlindungan sosial, yaitu : perlindungan tenaga kerja dalam bentuk jaminan kesehatan kerja,
dan kebebasan berserikat dan perlindungan hak untuk berorganisasi.

3) Perlindungan teknis, yaitu : perlindungan tenaga kerja dalam bentuk keamanan dan
keselamatan kerja.
GA
HA

NA

DA

BU
RU
HA

KE
TE

RJ
K-

A
K

H
Dalam pasal 3,4,6,9, dan 11 Undang-undang No. 14 Tahun 1969 yang merupakan Undang-undang pokok mengenai
Tenaga Kerja, mengatur hak-hak tenaga kerja tersebut adalah sebagai berikut:

 Tiap tenaga kerja berhak atas pekerjaan dan penghasilan yang layak bagi kemanusiaanSalah satu tujuan penting dari
masyarakat Pancasila adalah memberikan kesempatan bagi tiap tenaga kerja untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan
yang memberikan kesejahteraan. Hal ini sesuai d maksud pasal 27 ayat (2) UUD 1945.

 Tiap tenaga kerja memilih dan atau pindah pekerjaan sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
Di samping jaminan hidup yang layak tenaga kerja juga menginginkan kepuasan yang datangnya dari pelaksanaan pekerjaan
yang ia sukai dan yang dapat ia lakukan dengan sebaik mungkin untuk mana ia mendapat penghargaan.

 Tiap tenaga kerja berhak atas pembinaan keahlian dan kejujuran untuk memperoleh serta menambah keahlian dan
keterampilan kerja, sehingga potensi dan daya kreasinya dapat dikembangkan dalam rangka mempertinggi kecerdasan dan
keterampilan kerja sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembinaan bangsa.

 Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan, kesehatan, kesusilaan, pemeliharaan, moril kerja
serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama.Maksudnya supaya aman di dalam melakukan
pekerjaan sehari-hari dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas nasional, maka tenaga kerja harus dilindungi
dari berbagai persoalan di sekitarnya yang dapat mengganggu dalam pelaksanaan pekerjaannya.

 Tiap tenaga kerja berhak mendirikan dan menjadi anggota perserikatan tenaga kerja. Perserikatan tenaga kerja atau yang
sekarang disebut serikat pekerja perlu diadakan untuk melindungi dan memperjuangkan kepentingan tenaga kerja.
NG T
PIHA
K YA

ELIB
AT D

NAG
UKU

AKE
ALA

RJA
ETE
MH

MK

AN
Berikut ini merupakan pihak yang terlibat dalam hukum ketenagakerjaan :

1
SIM
KE

PU
LA
N
Jadi dari makalah ini dapat disimpulkan hukum ketenagakerjaan adalah hukum yang
mengatur tentang tenaga kerja. Hukum tenagakerja semula dikenal dengan hukum perburuhan.

Hukum perburuhan bertujuan memberikan perlindungan terhadap buruh/pekerja dalam


rangka mewujudkan keadilan sosial.

Hukum ketenagakerjaan bersumber pada :


a) Undang-undang
b) Peraturan lain
c) Kebiasaan
d) Putusan
e) Perjanjian
f) Traktat
QTHANK
YOU
&
A
THANK
YOU