Anda di halaman 1dari 13

ANALGETIK & ANTIPIRETIK

Kelompok 4, Semester IIIA


Dadan badrudin
Hani fitriyani
Rina risnawati
Silvia dwiyanti
Pengertian Analgetik Antipiretik

Analgetik
• obat yang mengurangi atau melenyapkan rasa
nyeri tanpa menghilangkan kesadaran.

Antipiretik
• obat yang dapat menurunkan suhu tubuh (suhu
tubuh yang tinggi).
Mekanisme terjadinya nyeri
Mekanisme Terjadinya Nyeri
Rasa nyeri disebabkan rangsang mekanis atau
kimiawi, kalor atau listrik, yang dapat
menimbulkan kerusakan jaringan dan melepaskan
zat yang disebut mediator nyeri (pengantara). Zat
ini merangsang reseptor nyeri yang letaknya pada
ujung syaraf bebas di kulit, selaput lendir dan
jaringan lain. Dari tempat ini rangsang dialihkan
melalui syaraf sensoris ke susunan syaraf pusat
(SSP), melalui sumsum tulang belakang ke
talamus (optikus) kemudian ke pusat nyeri dalam
otak besar, dimana rangsang terasa sebagai nyeri.
Penggolongan Analgetik
 Analgetik Narkotika
Khusus digunakan untuk menghalau rasa
nyeri hebat, seperti fraktur dan kanker. Zat-zat
ini memiliki daya menghalangi nyeri yang kuat
sekali dengan tingkat kerja yang terletak di
Sistem Saraf Pusat. Umumnya mengurangi
kesadaran (sifat meredakan dan menidurkan)
dan menimbulkan perasaan nyaman (euforia).
Dapat mengakibatkan toleransi dan kebiasaan
(habituasi) serta ketergantungan psikis dan fisik
(ketagihan adiksi) dengan gejala-gejala
abstinensia bila pengobatan dihentikan.
a. Analgetik narkotik
 Morfin HCL
 Kodein (tunggal atau kombinasi dengan
parasetamol)
 Fentanil HCL
 Petinidin
 Tramadol
 Analgetik non-Narkotik
Terdiri dari obat-obat yang tidak bersifat narkotik
dan tidak bekerja sentral. Obat- obat ini dinamakan
juga analgetika perifer, karena tidak mempengaruhi
Sistem Saraf Pusat, tidak menurunkan kesadaran atau
mengakibatkan ketagihan. Semua analgetika perifer
juga memiliki kerja antipiretik, yaitu menurunkan
suhu badan pada keadaan demam, maka disebut juga
analgetik antipiretik.
a. Analgetik non-narkotik
 Paracetamol
 Asam mefenamat
 Ibu profen
Obat analgetik-antipiretik

1. Aspirin
menghambat pengaruh & biosintesa daripada
zat-zat yg menimbulkan rasa nyeri & demam.
2. Neuralgin
meringankan rasa nyeri pada sakit kepala,
migrain, nyeri otot & nyeri haid.
3. Ibu profen
4. Paracetamol/Acetaminophen
Cara pemberantasan rasa nyeri

 Menghalangi pembentukan rangsang dalam


reseptor nyeri perifer oleh analgetik perifer atau
oleh anestetik lokal.
 Menghalangi penyaluran rangsang nyeri dalam
syaraf sensoris, misalnya dengan anestetik local.
 Menghalangi pusat nyeri dalam SSP dengan
analgesik sentral (narkotik) atau dengan anestetik
umum.
Umumnya cara kerja analgetik-antipiretik adalah
dengan menghambat sintesa neurotransmitter
tertentu yang dapat menimbulkan rasa nyeri &
demam. Dengan blokade sintesa neurotransmitter
tersebut, maka otak tidak lagi mendapatkan
"sinyal" nyeri, sehingga rasa nyerinya berangsur-
angsur menghilang.
Analisa Resep
Dr.SUPRIATMAN, Sp.A
SIP No: 110/456/UP/DINKES
Praktek:
Jl. Budi Kemuliaan no.8A Mataram
Tlp: 640555
Mataram, 1 April 2014

R/ Tab Dexametasone 0,5mg No.3


Tab Paracetamol 500mg No.3
S.L q.s
m.f.pulv.No.XII
S 3-4 dd pulv I PC

R/ Syr Cefadroxil 5ml Lag 1


S 2 dd Cth 1

Pro: Zahra
Umur: 5thn
Alamat: Jl. Pemuda Mataram
T e r i m a k a s i h