Anda di halaman 1dari 4

Karakteristik

• Jaringan Tulang Keras terdiri atas sel-sel tulang


atau osteon yang tersimpan dalam matriks

• Matriks tersusun atas zat perekat kolagen dan


endapan garam mineral terutama garam dapur
atau kalsium dan fosfat sehingga bersifat keras

• Berdasarkan susunan matriksnya jaringan


tulang dapat dibedakan menjadi dua yaitu

a. Jaringan tulang spons


jaringan ini tersusun atas matriks berongga
dan tidak terdapat system havers tetapi
hanya tersusun atas trabekula

b. Jaringan tulang keras kompak


jaringan ini memiliki matriksyang rapat dan
memiliki system havers yang terdiri atas 4 –
20 lamela
Perkembangan dan
pertumbuhan Tulang
• Tulang mempunyai kanakuli dimana cairan di dalamnya
dapat berhubungan langsung dengan cairan yang ada
dalam celah celah jaringan

• Tulang bersifat avaskular

• Tulang hanya dapat tumbuh dengan mekanisme aposional

• Arsitektur tulang tidak bersifat statis

• Secara embrional terdapat dua jenis perkembangan


tulang yaitu intramembranosa dan endokondral
Osifikasi tulang
• Pembentukan tulang keras berasal dari tulang rawan (kartilago yang
berasal dari mesenkim) Kartilago memiliki rongga yang akan terisi
oleh osteoblas (sel-sel pembentuk tulang). Osteoblas membentuk
osteosit (sel-sel tulang). Setiap satuan sel-sel tulang akan melingkari
pembuluh darah dan serabut saraf membentuk sistem havers.
Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan
tulang menjadi keras
• Jenis osifikasi :

a. osifikasi endokondral : pembentukan tulang dari tulang rawan


terjadi pada tulang panjang

b. osifikasi intramembranosus : pembentukan tulang dari mesenkim


seperti tulang pipih pada tengkorak

c. osifikasi heterotopik : pembentukan tulang di luar jaringan lunak