Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KASUS

“SEORANG PENDERITA SPLENOMEGALI DENGAN


SIROSIS HEPATIS DAN LEUKIMIA GRANULOSITIK
KRONIK”

Disusun oleh :
Egi Lewis Vreira Sihombing
0130840062

Pembimbing :
dr. Gracia Yvette V. Daimboa Sp.PD
PENDAHULUAN
• Splenomegali didefinisikan sebagai pembesaran
limpa yang diukur berdasarkan ukuran atau
berat.
• Sirosis hati atau SH (“liver cirrhoisí”)
merupakan perjalanan akhir dari suatu kelainan
patologi dari berbagai macam penyakit hati.
• Leukemia Granulositik Kronis atau Chronic
Myelognous Leukemia (CML) merupakan
penyakit/kelainan neoplastik ganas sistem
hemopoetik, yang ditandai dengan adanya
proliferasi dari seri sel granulosit matur tanpa
gangguan diferensiasi.
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
• Nama : Tn. AB
• No. RM : 186890
• Umur : 32 Tahun
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Suku : Serui
• Agama : Kristen Protestan
• Pendidikan :-
• Pekerjaan : Wiraswasta
• Status Maritas : Kawin
• MRS : 24 Juli 2019
Keluhan Utama
• Nyeri perut kanan bawah

Riwayat Penyakit Sekarang


• Pasien datang ke Rumah Sakit Umum Daerah Dok
II Jayapura dengan keluhan nyeri perut kanan
bawah yang dirasakan sejak ± 1 hari yang lalu.
Pasien merasa demam hanya pada malam hari saja
sejak 2 minggu yang lalu. Batuk (-), pusing (+), mual
(+). Pasien pernah dirawat di RSUD Dok II
Jayapura tanggal 7 Mei 2019 lalu dengan keluhan
BAB darah + Anemia dan riwayat Hepatitis B.

Riwayat Alergi
• Tidak terdapat riwayat alergi obat maupun makanan
Riwayat Penyakit Dahulu
• Riwayat hipertensi (+)
• Riwayat diabetes mielitus (-) disangkali.
• Riwayat penyakit jantung (-) disangkali.
• Riwayat stroke (-) disangkali.
• Riwayat TB Paru (-) disangkali.

Riwayat Penyakit Keluarga


• Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama (-)
disangkali.
• Riwayat hipertensi (+)
• Riwayat diabetes mielitus (-) disangkali.
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
• Keadaan umum : Tampak sakit sedang
• Kesadaran : Composmetis
Tanda-Tanda Vital
• Tekanan Darah : 110/70 mmHg
• Nadi : 91 x/menit
• Respirasi : 24 x/menit
• Suhu Tubuh : 36,5 oC
• SpO2 : 98 %
Pemeriksaan Kepala Leher
• Konjungtiva : anemis (+/+)
• Sklera : ikterik (-/-)
• Oral : candidiasis (-/-)
• KGB : pembesaran (-/-)
Pemeriksaan Thorax
Paru
• Inspeksi : simetris, ikut gerak napas,
• Palpasi : vocal fremitus dextra = sinistra normal.
• Perkusi : sonor dextra = sinistra.
• Auskultasi : suara napas vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing
(-/-).
Jantung
• Inspeksi : iktus cordis tidak (-) tampak.
• Palpasi : iktus cordis tidak (-) teraba.
• Perkusi : batas jantung dalam batas normal.
• Auskultasi : bunyi jantung I-II reguler, murmur (-), gallop (-).

Pemeriksaan Abdomen
• Inspeksi : discus.
• Auskultasi : bising usus (+) normal 3-4x/menit.
• Palpasi : supel, hepar/lien: teraba/teraba 3 jari dibawah
arcus costa, nyeri tekan - - -

+ + -

+ + -

• Perkusi : tymphani.
Pemeriksaan Ektremitas : Akral hangat, eksteremitas , CRT < 2 detik.
Vegetative : makan/minum : (+/+) , BAK/BAB : (+/+)
Hasil
Pemeriksaan Tanggal Satuan Nilai rujukan
23/7 25/7 26/8
Hemoglobin 7,5 6,0 8,0 g/dL 13,3 – 16,6
Hitung jumlah eritrosit 4,16 3,32 4,12 10^6/uL 3,69 – 5,48
MCV 57,8 fL 86,7 – 102,3
MCH 16,1 pg 27,1 – 32,4
MCHC 31,3 g/L 28,7 – 33,1
Hitung jumlah leukosit 14,10 3,66 6,69 10^3/uL 3,37 – 8,38
Hitung jumlah trombosit 36 23 25 10^3/uL 140 – 400
Eosinophil 0,1 1,4 0,4 % 0,6 – 5,4
Neutrophil 92,2 80,6 80,0 % 39,8 – 70,5
Limfosit 1,9 5,2 8,5 % 23,1 – 49,9
Monosit 5,5 11,7 10,2 % 4,3 – 10,0
TATALAKSANA
• IVFD NaCl 500 cc 7 tpm
• Inj. Cefotaxime 3 x 1 gr
• Inj. Ranitidine 3 x 1
• VTD 3 x 1
• Sucralfat 3 x cthI
• Amoxicillin 3 x 500 mg
PEMBAHASAN
Pada kasus pasien Tn. AB (32 thn) dengan keluhan
nyeri perut kanan bawah yang dirasakan sejak ± 1 hari
yang lalu. Pasien merasa demam hanya pada malam
hari saja sejak 2 minggu yang lalu. Pasien juga pernah
dirawat di RSUD dengan keluhan BAB darah +
Anemia dan riwayat Hepatitis B.
Dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang yang telah dilakukan maka pasien di
diagnosis dengan splenomegaly ec Sirosis hepatis dd
CML. Menurut manifestasi klinik yang terdapat pada
pasien Tn. AB (32 thn) dapat disimpulkan bahwa
pada palpasi, hati teraba lebih keras dari pada hati
yang normal dan lien teraba 3 jari dibawah arcus
costa.
Pasien dengan hepatitis virus B atau C
mempunyai kemungkinan tertinggi untuk
mengidap sirosis. Beberapa keluhan dan gejala
yang timbul pada pasien Tn. AB (32 thn) sama
dengan keluhan dan gejala pada sirosis, antara
lain adalah:
• Kulit berwarna kuning (ikterus atau jaundice)
• Rasa capai
• Lemah
• Nafsu makan menurun
• Mual
• Nyeri perut
Sebagian besar penderita CML tidak memberikan
gejala klinis. Bila didapatkan gejala klinis
umumnya tidak khas seperti demam, keringat
malam, rasa lelah, anoreksia, dan penurunan
berat badan. Kadang-kadang terjadi sakit kepala,
gangguan penglihatan, vertigo, demam tinggi
disertai tanda-tanda infeksi lainnya, penurunan
berat badan dengan cepat, lemah badan yang
menonjol, perdarahan, nyeri tulang yang berulang
atau nyeri perut yang sangat (akibat infark limpa)
merupakan tanda awal terjadinya fase CML.
TERIMA KASIH