Anda di halaman 1dari 22

KELOMPOK V

( SKENARIO II )
Muh. Dzakir Dzakwan Yunus
Muhammad Adzan Al Qadri
Gustia Nutiar Z.
Kalsum Gailea
Rafli Ardiansyah
Inda Kurniawati Kamal
Muhammad Zeid Firly
Dwi Nurani Komakie
SKENARIO
Seorang laki-laki umur 53 tahun datang ke IGD RS. Chasan Boesorie dengan keluhan
utama nyeri pada pergelangan tangan kanan yang dialami sejak kurang lebih 1 jam
sebelumnya. Pasien mengaku jatuh terpeleset sewaktu turun dari tangga kapal, dengan
posisi tangan kanan lebih dahulu bertumpu pada lantai kapal. Pasien dalam keadaan sadar
saat terjatuh. Tidak ada riwayat pusing, mual maupun muntah. Semua jari tangan kanan
bisa digerakkan, tidak ada keluhan, kecuali jari jempol yang agak nyeri.
Pada pemeriksaan fisik, lengan kanan tampak deformitas, nyeri tekan (+), krepitasi (+)
dan ROM (range of motion) pergelangan tangan terbatas karena nyeri.
KATA SULIT
- Deformitas
- Krepitasi
- ROM (Range of Motion)

KALIMAT KUNCI
- Laki-laki umur 53 tahun
- Nyeri pergelangan tangan kanan sejak kurang lebih 1 jam
- Jatuh terpeleset dengan posisi tangan kanan terlebih dahulu bertumpu di lantai
- Pasien dalam keadaan sadar, mual, muntah (-)
- Semua jari tangan bisa digerakkan kecuali jempol agak nyeri
- Lengan kanan deformitas, nyeri tangan (+), krepitasi (+), ROM pergelangan tangan
Berikut penjelasan mengenai kata sulit dari skenario.
1. Deformitas
Perubahan struktur dan bentuk yang disebabkan oleh ketergantungan fungsional otot
pada kestabilan otot.
2. Krepitasi
  Sensasi suara gemeratak yang sering ditemukan pada tulang sendi rawan.
3. ROM (Range of Motion)
Merupakan istilah baku untuk menyatakan batas/besarnya gerakan sendi baik normal.
KUNCI MASALAH
1. Anatomi serta fisiologi tulang terkait skenario !
2. Defenisi dan etiologi fraktur !
3. Klasifikasi dari fraktur !
4. Patofisiologi dari fraktur !
5. Proses penyembuhan fraktur !
6. Komplikasi dari fraktur !
7. DD (Different Diagnostic) dari skenario :
- Fraktur Colles
- Fraktur Smith
- Fraktur Montegia
JAWABAN
1. Anatomi & Fisiologi organ terkait pada skenario
a. Anatomi
- Carpal
- Metacarpal
- Phalanx
b. Fisiologi
Pergerakan yang mungkin dilakukan pada sendi
pergelakan tangan adalah fleksi, ekstensi, abduksi,
adduksi, dan sirkumduksi.
2. Defenisi & Etiologi farktur
a. Defenisi Fraktur
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang yang ditandai oleh rasa nyeri,
pembengkakan, deformitas, gangguan fungsi, pemendekan, dan krepitasi (Doenges, 2002).

b. Etiologi Fraktur
- Traumatik : Disebabkan oleh kekuatan yang tiba-tiba dan berlebihan, yang dapat berupa
pukulan, penghancuran, penekukan, dan penarikan.
- Kelelahan atau tekanan berulang-ulang : Retak dapat terjadi pada tulang akibat tekanan
yang berulang.
- Kelemahan dan Abnormal pada tulang (Patologis) : Fraktur dapat terjadi pada tekanan
yang normal jika tulang itu lemah atau tulang sangat rapuh
3. Klasifikasi dari fraktur

1. Klasifikasi etiologis : Fraktur traumatik, Fraktur patologis dan


Fraktur stress.
2. Klasifikasi klinis : Fraktur tertutup, Fraktur terbuka dan Fraktur
dengan komplikasi.
3. Klasifikasi radiologis :
1. Berdasarkan lokalisasi
2. Berdasarkan konfigurasi
3. Berdasarkan ekstensi
4. Berdasarkan hubungan antara fragmen dengan fragmen
lainnya
4. Patomekanisme Fraktur
5. Proses penyembuhan fraktur
Penyembuhan penyembuhan fraktur terdiri dari beberapa tahap antara lain.
a. Tahap pembentukan hematom
b. Tahap poliferasi seluler
c. Tahap pembentukan kalus
d. Tahap osifikasi kalus
e. Tahap konsolidasi
6. Komplikasi Fraktur
Komplikasi fraktur menurut Henderson (1997), Bruner dan Suddarth’s (1995) adalah :
1. Syok
2. Infeksi
3. Nekrosis vaskuler
4. Malonian
5. Non Union
6. Delayed union
7. Kerusakan arteri
8. Sindroma kompartemem
9. Sindroma emboli lemak , dll.
DIFFERENSIAL DIAGNOSTIC
FRAKTUR FRAKTUR
NO. KALIMAT KUNCI FRAKTUR SMITH
COLLES MONTEGIA
Laki-laki
1.  ± 

2. Umur 53 tahun   
Nyeri pergelangan tangan kanan
3.   
sejak kurang lebih 1 jam
Jatuh terpeleset, posisi tangan kanan
4.   
terlebih dahulu bertumpu
Pasien dalam keadaan sadar, mual,
5.   
muntah (-)
Semua jari tangan bisa digerakkan
6.  - -
kecuali jempol agak nyeri
Lengan kanan mengalami
7.   
deformitas
Nyeri tangan (+), krepitasi (+),
8.   
ROM pergelangan tangan
FRAKTUR COLLES
1. DEFENISI / PENGERTIAN
Fraktur yang terjadi pada tulang radius bagian distal yang berjarak 1 inch dari
permukaan sendi radiocarpal dengan deformitas ke posterior, yang biasanya terjadi pada
umur > 50 tahun dengan tulangnya yang sudah Osteoporosis.

2. ETIOLOGI
Usia lanjut, post menopause, massa otot rendah, osteoporosis, kurang gizi, olahraga
seperti sepakbola, aktivitas seperti skating, skateboarding atau bike riding, Kekerasan,
ACR (albumin-creatinin ratio) yang tinggi.
3. EPIDEMIOLOGI

Fraktur distal radius terutama ‘fraktur Colles’ lebih sering ditemukan pada
wanita, dan jarang ditemui sebelum umur 50 tahun. Secara umum insidennya kira-
kira 8 – 15% dari seluruh fraktur dan diterapi di ruang gawat darurat. Dari suatu
survey epidemiologi yang dilakukan di Swedia, didapatkan angka 74,5% dari
seluruh fraktur pada lengan bawah merupakan fraktur distal radius. Umur di atas
50 tahun pria dan wanita 1 berbanding 5.
4. PATOFISIOLOGI
Pada fraktur Colles biasanya fragmen distal bergeser ke dorsal, tertarik ke
proksimal dengan angulasi ke arah radial serta supinasi. Adanya fraktur prosesus
styloid ulna mungkin akibat adanya tarikan triangular fibrokartilago atau ligamen
ulnar collateral

Pada bagian dorsal radius frakturnya sering komunited, dengan


periosteum masih utuh, sehingga jarang disertai trauma tendon ekstensor.
Sebaliknya pada bahagian volar umumnya fraktur tidak komunited, disertai oleh
robekan periosteum, dan dapat disertai dengan trauma tendon fleksor dan jaringan
lunak lainnya seperti n. medianus dan n. ulnaris.
5. MANIFESTASI KLINIS
Kita dapat mengenali fraktur ini (seperti halnya Colles jauh sebelum radiografi
diciptakan) dengan sebutan deformitas garpu makan malam, dengan penonjolan punggung
pergelangan tangan dan depresi di depan. Pada pasien dengan sedikit deformitas mungkin
hanya terdapat nyeri tekan lokal dan nyeri bila pergelangan tangan digerakkan. Selain itu
juga didapatkan kekakuan, gerakan yang bebas terbatas, dan pembengkakan di daerah
yang terkena.

6. DIAGNOSIS
- Anamnesis
- Pemeriksaan penunjang
Seperti pemeriksaan foto radiologi, pemeriksaan jumlah darah lengkap, arteriografi,
kreatinin, dan pemeriksaan melalui rontgen.
7. PENATALAKSANAAN
Pertolongan pertama yang diberikan antara lain REST, Elevate, ICE.
• Manajemen pada trauma tulang dan sendi yakni 4 R :
a. Recognized : Look, feel, move, X- ray
b. Reposition : Menyesuaikan fragment distal terhadap fragment proximal sehingga
mencapai posisi acceptable
c. Retain : Imobilisasi atau fiksasi luar ,fiksasi dalam
d. Rehabilitation : Mengembalikan fungsi secepat mungkin dan menghindari
kecacatan.
Dapat juga diberikan Farmakoterapi, seperti pemberian obat anti inflamasi non-
steroid. Contohnya : Ketolorac, Kortikosteroid, dll.
8. KOMPLIKASI
Adapun komplikasi yang mungkin terjadi :
• Kompresi / trauma saraf ulnaris dan medianus
• Kerusakan tendon
• Edema paska reposisi
• Defek kosmetik ( penonjolan styloideus radius )
• Ruptur tendon
• Malunion / Non union
• Stiff hand ( perlengketan antar tendon )
• Volksman Ischemic Contracture
• Kompressif Neuropathy
• Ruptur Tendon, dll.
9. PROGNOSIS
Waktu pemulihan tergantung pada tingkat perpindahan tulang, jumlah fragmen tulang,
apakah patah atau tidaknya adalah "intraartikular" (melibatkan sendi pergelangan tangan),
serta usia, jenis kelamin, dan riwayat medis seseorang, dan dapat berkisar dari dua bulan
hingga satu tahun atau lebih untuk pemulihan total.
REFERENSI
- Buku patofisiologi Kowalak, Welsh, Mayer
- Buku Anatomi Netter & Fisiologi Sherwood
- Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab, Palembang
- Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret
- Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
THANK YOU