Anda di halaman 1dari 10

Materi 9 : Pengujian Audit

KELOMPOK :
P.Hendra Gunawan : 16.10.42.6127
Mira Rosalia : 16.10.42.6015
Nikodemus : 16.10.42.6121
Johry : 16.10.42.6112
Wendi . A : 16.10.42.6175
A. Jenis-jenis Pengujian dalam Auditing

1. Prosedur untuk memperoleh


pemahaman atas pengendalian
interen.
2. Pengujian atas Pengendalian
3. Pengujian Subtantive
4. Prosedur Analitis
5. Pengujian terinci atas Saldo
 Prosedur untuk memperoleh pemahaman atas pengendalian intern
Tahap audit ini auditor harus memusatkan perhatian pada
design dan operasional aspek-aspek struktur pengendalan intern.
Pengetahuan yang diperoleh adalah seluas yang diperlukan agar
dapat merencanakan audit dengan efektif. Prosedur audit yang
berhubungan dengan pemahaman auditor atas struktur
pengendalian intern adalah:
a. Pengendalian auditor pada periode sebelumnya terhadap
satuan usaha
b. Tanya jawab dengan pegawai perusahaan
c. Pemeriksaan pedoman kebijakandalian pada tingkatan dan
system
d. Pemeriksaan atas dokumen dan catatan
e. Pengamatan aaktifitas dan operasi satuan usaha.
 Pengujian dan pengendalian (Test of control) memfokuskan pada
pertanyaan-pertanyaan:
1. Bagaimana penerapan kebijakan prosedur pengendalian klien ?
2. Apakah kebijakan dan prosedur diterapkan secara konsisten?
3. Oleh siapa kebijakan dan prosedur diterapkan secara konsisten?
Dengan pengujian atas pengendalian (Test of control) tujuan akan
menjadi lebih khusus dan akan lebih ekstensif. Dua jenis bahan bukti yaitu
tanya jawab dan pengendalian intern, pengujian atas pengendalian akan
meneruskan prosedur audit yang telah ada dalam pemahaman
pengendalian intern., atau sebagai tindak lanjut dari prosedur audit atas
pemahaman pengendalian intern.
 Pengajian substantive atas transaksi (substantive test)
Pengujian substantive meliputi prosedur-prosedur audit
yang dirancang untuk mendeteksi (monetary
errors) atau salah saji yang secara langsung
berpengaruh terhadap kewajaran saldo-saldo laporan
keuangan.
A. Jenis Pengujian Substantive:
1. Pengujian atas transaksi
2. Prosedur analitis
3. Pengujian terinci atas saldo
 Pengajian substantive atas transaksi (substantive test)
Pengujian substantive meliputi prosedur-prosedur
audit yang dirancang untuk mendeteksi monetary
errors atau salah saji yang secara langsung
berpengaruh terhadap kewajaran saldo-saldo laporan
keuangan.
A. Jenis Pengujian Substantive:
1. Pengujian atas transaksi
2. Prosedur analitis
3. Pengujian terinci atas saldo
 Pengujian terinci atas saldo (Test Of Details Of Balances)
Pengujian terinci atas saldo memusatkan pada saldo akhir buku
besar baik untuk akun neraca maupun rugi laba, tetapi penekanan
utama adalah pada neraca.
Metodologi perancangan pengujian detail saldo ini meliputi tahap-
tahap sebagai berikut:

1. Menetapkan materialitas dan menetapkan risiko


audit yang dapat diterima.
2. Menetapkan risiko pengendalian untuk suatu
siklus akuntansi
3. Merancang pengujian detail saldo untuk
memenuhi setiap tujuan spesifik audit
 Perancangan Program Audit & Metodologi
Pengujian dalam Laporan Keuangan
Program audit dirancang dalam tiga bagian:
1. Pengujian atas transaksi.
2. Prosedur analitis
3. Pengujian terinci atas saldo.
 Metodologi untuk merancang pengujian terinci atas saldo
laporan keuangan piutang usaha :
1. Tentukan materialitas dan tetapkan risiko audit yang
dapat diterima dan risiko bawaanuntuk piutang usaha.
2. Tetapkan risiko pengendalian.
3. Rancang dan perkirakan hasil pengujian atas
transaksi dan prosedur analitis.
4. Rancang pengujian terinci atas saldo untuk
memenuhi tujuan spesifik audit.