Anda di halaman 1dari 20

PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA


DISUSUN OLEH :
ALVIN MANUEL TAMBUNAN (BBA 117 049)
ANGELIN CLAUDYA PUSPITA(BBA 117 295)
AULIANA KHAIRUNNISA (BBA 117 023)
GIANSYAH (BBA 117 307)
JEPRI (BBA 117 019)
KRISMANTO DUMA KONDONG (BBA 117 329)
LIANTRI (BBA 117 177)
IMMANUEL SETIAPATI SAKA SOEBAGIJO (BBA 117 197)
TANIA DESFIRA P.R (BBA 117 057)
ZAKHARIA TRI YUGO MASAL (BBA 117 005)
Pengertian Perencanaan Sumber Daya Manusia

Perencanaan sumber daya manusia (Human


resources planning) adalah inti dari
manajemen dan merupakan fungsi pertama
dan utama manajemen sumber daya manusia.
Perencanaan sumber daya manusia diproses
oleh perencana (planner) dan hasilnya
menjadi rencana (plan). Dalam rencana
ditetapkan tujuan dan pedoman dan
pelaksanaan serta menjadi dasar kontrol.
Batasan Perencanaan Sumber Daya Manusia

Batasan menyebutkan bahwa perencanaan


sumber daya manusia adalah merupakan
serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk
mengantisipasi permintaan-permintaan
(demand) bisnis dan lingkungan pada
organisasi diwaktu yang akan datang, dan
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan
tenaga kerja yang ditimbulkan oleh kondisi-
kondisi tersebut.
Sekurang-kurangnya ada 4 kegiatan dalam
perencanaan sumber daya manusia :
• Persediaan sumber daya manusia pada saat ini
• Peramalan (perkiraan) suplai dan permintaan
sumber daya manusia
• Rencana untuk menambah tenaga kerja yang
bermutu
• Berbagai prosedur pengawasan dan evaluasi
untuk memberikan umpan balik kepada sistem
Permintaan Sumber Daya Manusia
Kebutuhan (demand) atau permintaan akan
sumber daya manusia oleh suatu organisasi
adalah merupakan ramalan kebutuhan
organisasi itu untuk waktu yang akan datang.
Ramalan kebutuhan akan sumber daya ini
bukan sekedar kuantitas atau jumlah saja
tetapi juga menyangkut soal kualitas. Dalam
meramalkan kebutuhan sumber daya manusia
yang akan datang perlu memperhitungkan
faktor-faktor yang mempengaruhi
perkembangan organisasi itu, baik faktor
internal maupun eksternal
Faktor-faktor yang mempengaruhi
dan harus diperhitungkan dalam
membuat ramlan kebutuhan sumber
daya manusia pada waktu yang akan
datang antara lain:
•Lingkungan eksternal
•Organisasi (intenal)
•Persediaan karyawan
Peramalan (forcast) kebutuhan sumber daya
manusia secara logis dapat dibagi menjadi 3
yakni:
• Peramalan permintaan sumber daya manusia
• Peramalan persediaan sumber daya manusia
• Perlakuan atas sumber daya manusia
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

• Pengembangan Sumber Daya Manusia adalah


suatu proses peningkatan pengetahuan,
keterampilan, dan kapasitas dari semua
penduduk suatu masyarakat.
• Terdapat 2 pengertian perencanaan Sumber
daya manusia yaitu pengertian secara makro
maupun secara mikro.
Pengembangan sumber daya manusia secara
makro adalah suatu proses peningkatan
kualitas atau kemampuan manusia dalam
rangka mencapai tujuan pembangunan bangsa
yang mencakup perencanaan, pengembangan,
dan pengelolaan. Sedangkan
pengembangan sumber daya manusia secara
mikro adalah suatu proses perencanaan
pendidikan,pelatihan dan pengelolaan tenaga
kerja atau karyawan untuk mancapai suatu
hasil yang optimal
Bentuk-Bentuk Pengembangan
Sumber Daya Manusia
Dalam program pengembangan harus
dituangkan sasaran, kebijaksanaan prosedur,
anggaran, peserta, kurikulum, dan waktu
pelaksanaannya. Program pengembangan
harus berprinsipkan pada peningkatan
efektivitas dan efisiensi kerja masing-masing
karyawan pada jabatannya.
Bentuk pengembangan dikelompokkan atas
Pengembangan secara informal dan pengembangan
secara formal.
• Pengembangan secara informal yaitu karyawan atas
keinginan dan usaha sendiri melatih dan
mengembangkan dirinya dengan mempelajari buku-
buku literatur yang ada hubungannya dengan
pekerjaan atau jabatannya.
• Pengembangan secara formal yaitu karyawan
ditugaskan perusahaan untuk mengikuti pendidikan
atau latihan, baik yang dilakukan perusahaan maupun
yang dilaksanakan oleh lembaga–lembaga pendidikan
atau pelatihan.
KONSEP PENGEMBANGAN SDM
Pengembangan mengacu pada aktivitas-aktivitas yang
diarahkan untuk meningkatkan kompetensi selama periode
waktu lebih panjang yang melampaui jabatan saat ini, guna
mengantisipasi kebutuhan masa depan organisasi yang
terus berkembang dan berubah merupakan proses
persiapan individu dalam organisasi untuk mempersiapkan
tanggung jawab yang berbeda/ lebih tinggi, biasanya
berkaitan dengan peningkatan kemampuan intelektual
untuk melaksanakan pekerjaan yang lebih baik.
Didalamnya terdiri dari perencanaan, pendidikan dan
pelatihan dan pengelolaan (management)
Langkah-langkah Pelaksanaan Pelatihan atau
Pengembangan yaitu :
• Menganalisis kebutuhan pelatihan organisasi, yang
sering disebut need assessment.
• Menentukan sasaran dan materi program pelatihan.
• Menentukan metode pelatihan dan prinsip-prinsip
belajar yang digunakan.
• Mengevaluasi program.
Analisis Kebutuhan Pelatihan atau Pengembangan

Mengingat bahwa pelatihan atau pengembangan


pada dasarnya diselenggarakan Sebagai sarana
untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi
gap (kesenjangan) antara kondisi yang ada saat ini
dengan kondisi standard atau kondisi yang
diharapkan, maka dalam hal ini analisis kebutuhan
pelatihan/ pengembangan merupakan alat untuk
menganalisis gap gap yang ada tersebut dan
melakukan analisa apakah gap-gap tersebut dapat
dikurangi atau dihilangkan melalui suatu pelatihan.
Selain itu dengan analisis kebutuhan pelatihan
maka pihak penyelenggara pelatihan dapat
memperkirakan manfaat-manfaat apa saja
yang biasa didapatkan dari suatu pelatihan,
baik bagi partisipan sebagai individu, lembaga,
maupun pihak penyelenggara pelatihan itu
sendiri.
Secara garis besar dapat dikatakan bahwa
kebutuhan pelatihan adalah selisih/gap antara
pengetahuan, sikap dan keterampilan yang
diharapkan/diminta dengan pengetahuan,
sikap dan keterampilan yang telah dimiliki oleh
seseorang atau lembaga serta selisih/gap
antara kondisi yang diminta dengan kondisi
yang telah dicapai.
TERIMA KASIH
Kesimpulan
Didalam era globalisasi dengan hambatan-hambatan
antar negara yang semakin rendah kita sebagai negara
berkembang perlu mempersiapkan karyawan, baik
secara mental dan material. Mental berarti
mempersiapkan rasa percaya diri berbasis budaya
bangsa, bahwa kita sama dengan karyawan dari negara
manapun. Basis budaya ini yang menjadi nilai tambah
bagi SDM Indonesia yang akan.memjadikan SDM
Indonesia menjadi unik dan mempunyai keunggulan
kompetitif lebih.Material berarti kemampuan dari segi
pengetahuan, keahlian dan perilaku.