Anda di halaman 1dari 74

ASISTENSI PRAKTIKUM

PATOLOGI KLINIK
MODUL 3.2

DWI RETNONINGRUM
A R I O S TA
DARAH TEPI ABNORMAL
Darah  apusan  pengecatan  baca zona IV, V, VI,
ekor
Pembesaran :
- 10 x orientasi, sel asing/ganas/parasit, estimasi lekosit
- 40 x hitung jenis lekosit, morfologi SDM
- 100 x (+ oil emersi) identifikasi, benda inklusi, hitung jenis
Pemeriksaan :
A. Hitung jenis leukosit
B. Gambaran darah tepi
A. HITUNG JENIS LEUKOSIT

Jml leukosit ~ 20.000  100 sel


20.000 ~ 30.000  200 sel
> 30.000  300 sel
laporan dlm %
Jika ditemukan :
* eritrosit berinti  Σ eri/100 leukosit
* LPB  Σ LPB/100 leukosit
* smudge sel  % (N < 5%)
Tanda-tanda keganasan :
 Sel
 ukuran abnormal
 bergerombol
 monoton
 Sitoplasma
 granula abnormal
 benda inklusi
 rapuh
 Inti
 bercelah, berlekuk, hipersegmentasi, piknotik
 multinukleus
 megaloblastoid
 pematangan inti & sitoplasma tdk sinkron
B. GAMBARAN DARAH TEPI
SERI LEUKOSIT
Estimasi jumlah
 pembesaran objektif 10x  N 20-30 lekosit
Kelainan bentuk
 sel, inti, sitoplasma

SERI TROMBOSIT
Estimasi jumlah
 Barbara Brown  pembesaran objektif 100X
(3 lapang pandang)  = rata2 jml trombosit x 20.000
Kelainan bentuk
SERI ERITROSIT
Kelainan ukuran
 anisositosis ringan, sedang, berat
Kelainan bentuk
 poikilositosis ringan, sedang, berat
Kelainan warna
 hiperkromasi, hipokromasi, polikromasi
Susunan
 formasi rouleaux, aglutinasi
Benda inklusi
HEMATOPOIESIS
MIELOBLAS
Ukuran sel: 15 - 25 m
Bentuk sel: oval, kadang-
kadang bulat
Warna sitoplasma: biru
Sitoplasma nongranular
Bentuk inti: biasanya oval,
kadang-kadang tidak teratur,
jarang bulat
Tipe kromatin: longgar
rasio inti/sitoplasma: Besar
Nukleolus: tampak 2-4; lebih
terang dari kromatin
PROMIELOSIT
Ukuran sel: 15 - 30 m
Bentuk sel: oval atau bulat
Warna sitoplasma: biru muda,
halo perinuklear jelas,
Sitoplasma : granula azurofilik (+)
Bentuk inti: oval
Tipe kromatin: awal kondensasi
Ratio inti/sitoplasma: sedang,
rendah atau sangat rendah
Nukleolus: tampak/ Kadang tak
terlihat (+)/(-)
MIELOSIT NETROFIL
Ukuran sel: 15 - 25 m
Bentuk sel: oval, kadang-kadang
bulat
Warna sitoplasma: biru, granula
netrofilik
Bentuk inti: biasanya oval,
Tipe kromatin: memadat
Rasio inti/sitoplasma:
rendah/kecil
Nukleolus: tdk tampak/(-)
METAMIELOSIT NETROFIL
Ukuran sel: 14 - 20 m
Bentuk sel: oval atau bulat
Warna sitoplasma: pink
Granula: neutrofilik,
Bentuk inti: berlekuk
Tipe kromatin: padat
Ratio inti/sitoplasma: rendah
atau sangat rendah
Nukleolus: tak terlihat (-)
BATANG NEUTOFIL
Ukuran sel: 14 - 20 m
Bentuk sel: oval atau bulat
Warna sitoplasma: pink
Granula: neutrofilik
Bentuk inti: S, C, seperti
pisang/gagang telpon
Tipe kromatin: padat
Ratio inti/sitoplasma: rendah
atau sangat rendah
Nukleolus: tak terlihat/(-)
SEGMEN NETROFIL
Ukuran sel: 14 - 20 m
Bentuk sel: oval atau bulat
Warna sitoplasma: pink
Granula: neutrofilik
Bentuk inti: berlobus (2- 5
lobus)
Tipe kromatin: padat
Ratio inti/sitoplasma:
rendah
Nukleolus: tak terlihat
LIMFOSIT, MONOSIT, PLASMOSIT
Lifositik
1. Limfoblas
2. Prolimfosit
3. Limfosit

Monositik
1. Monoblas
2. Promonosit
3. Monosit

Plasmositik
1. Plasmoblas
2. Proplasmosit
3. Plasmasit
Maturasi sel limfosit
Sel/ciri Limfoblas Prolimfosit Limfosit Limfosit Limfosit
Besar Sedang Kecil
Ukuran 10-18 ≤ limfoblas 12-16 10-12 8-10
Sitoplasma Tipis < > blas, Pucat, lebar Pucat Biru-gelap
lebar dr gelap,
mieloblas granula (-)
Granula (-)
Inti
Bentuk Bulat/oval, Bulat/oval Bulat/oval Bulat/oval Bulat/oval
besar
Kromatin Ranggang, Menggump Padat, > Padat >padat dan
kasar al menggump besar
al
Nukleoli 1-2 - -
+/- -
Maturasi sel Monosit
Sel/ciri Monoblas Promonosit Monosit

Ukuran 14-20 14-18 14-20


Sitoplasma Sedikit Banyak Sangat banyak
Biru keabuan Biru abu-abu Biru abu-abu
Vakuola (+/-)
Inti
Bentuk Bulat/oval, tidak Inti bulat dengan Bulat/ginjal/
beraturan, indentasi berlobus
tampak lekukan (lekukan) yang
Kromatin longgar jelas longgar
longgar
Nukleoli 1-2 -
-
ERITROPOIESIS
3 macam proses:
-Pembelahan (mitosis)  s.d Rubisit
-Pemasakan (maturasi)
-Pembebasan
ERITROPOIESIS
Proeritroblas
Ukuran: 15 - 25 m
Bentuk: bulat, kadang-
kadang oval
Warna sitoplasma: biru tua,
tonjolan sitoplasma
Granula: tidak ada
Bentuk inti: bulat
Tipe kromatin: longgar
Rasio inti/sitoplasma: besar
Nukleolus: (+)
BASOFILIK ERITROBLAS
Ukuran: 13 - 18 m
Bentuk: bulat
Warna sitoplasma:
biru tua
Granula: tidak ada
Bentuk inti: bulat
Tipe kromatin:
gelap, awal
kondensasi
Rasio
inti/sitoplasma:
tinggi/besar
Nukleolus: tidak
terlihat/(-)

.
.
POLIKROMATIK ERITROBLAS
•Ukuran: 10 - 15 m
•Bentuk: bulat,

•Warna sitoplasma:
abu-abu
•Granular: tidak ada
•Bentuk inti: bulat
•Tipe kromatin:
gelap, kondensasi
tegas, seperti
roda pedati
•Rasio inti/
sitoplasma: sedang
•Nukleolus: tidak
terlihat/(-)
ORTOKROMATIK ERITROBLAS

Ukuran: 8 - 12 m
Bentuk: bulat
Warna sitoplasma: merah
jambu atau sama dengan
eritrosit
Granula: tidak ada
Bentuk inti: bulat
Tipe kromatin: kondensasi
gelap dan pekat/piknotik
Rasio inti/sitoplasma:
rendah/kecil
Nukleolus: tidak terlihat
RETIKULOSIT
Ukuran: 8 - 12 m
Bentuk: bulat
Warna sitoplasma: pucat
Granula: granul tunggal
atau multipel, pekat,
(granula filamentosa)
Bentuk inti: tidak ada
Distribusi dalam darah:
0.5 - 1.5 % dari jumlah
eritrosit
Pewarnaan:
supravital/BCB
KELAINAN BENTUK ERITROSIT
BENDA INKLUSI
1. Badan Heinz: Hb mengalami
denaturasi
2. Granula siderotik: Gangguan
metabolsma Besi
(Pappenheimer bodies )
3. Howel Joli : Granula sisa
DNA
4. Basophilic stippling: RNA
denaturasi
5. Parasit Malaria ( Plasmodium)
MEGAKARIOPOIESIS
Proses pembentukan trombosit
Bisa juga disebut dengan Megakariositopoiesis
Megakarioblas
Nukleoli masih tampak/(+)
Inti bulat, satu lobus
Sitoplasma biru
Rasio inti sitoplasma besar
Mempunyai tonjolan sitoplasma
Ukuran 3-4x eritrosit
Promegakariosit
Nukleoli sering sudah tidak
tampak
Inti berlekuk
Sitoplasma kebiruan dan tampak
granuler
Tampak tonjolan sitoplasma
Megakariosit
Nukleoli tidak tampak
Inti sudah berlobus kelipatan 2
(2,4,8,16)
Sitoplasma biru pucat
Sitoplasma lebar
Tampak trombosit yang mulai lepas
dari sitoplasma
Sel darah dengan ukuran terbesar
(30-50 um)
1 sel bisa menghasilkan 1000-4000
trombosit
Platelet
Tidak berinti
Sitoplasma granuler
Ukuran 2 – 3 um
PEMERIKSAAN KOAGULASI
1. Rumpel Leed (Ketrampilan Klinis)
2. Jumlah trombosit
3. Waktu Perdarahan
4. Waktu Pembekuan
5. Retraksi bekuan dan Konsistensi bekuan
6. Lisis bekuan (Tidak dilakukan)
JUMLAH TROMBOSIT
TROMBOSIT:
Sel darah terkecil tidak berinti
Asal dari pecahan fragmen sitoplasma megakariosit
Ukuran 1,5 – 3,5 µm, volume 5 – 7 fl
Bentuk seperti cakram/diskoid, bikonfeks
Umur 7 – 10 hari
Langsung : BRECHER
ALAT :

• Bahan: Amonium oxalat 1%


Bilik Hitung Neubauer Improved
Luas bilik : 3 x 3 mm2
Tinggi/dalam: 0,1 mm

Kotak sedang : ¼ x ¼ mm2 1 2 3

Kotak sedang : 1/5 x1/5 mm2


4 5 6
Kotak kecil : 1/20 x 1/20 mm2

Kotak besar : 1 x 1 mm2


7 8 9
Cara Pemeriksaan
1. Bilas pipet eritrosit dengan pengencer
2. Isap darah EDTA sampai angka 0,5 lakukan pengenceran 200x
dengan ammonium oxalat 1%
3. Campur rata 5-10 menit, buang beberapa tetes, masukkan dalam
bilik hitung
4. Letakkan bilik hitung di atas kapas basah dalam piring petri 15-30
menit agar mengendap
5. Hitung jumlah sel pada seluruh bidang baca eritrosit dengan
pembesaran 400x
6. Baca hasil, kalikan dengan faktor 2000

Normal: 150.000 – 400.000 /ul darah


Tak Langsung: FONIO
ALAT :

REAGEN:
- Magnesium sulfat 14%
- Larutan Giemsa
- Larutan Hayem
1.
Cara Pemeriksaan
Bersihkan ujung jari dengan alkohol
2. Teteskan MgSO4 14% pada langkah 1
3. Tusuk dengan lancet steril melalui MgSO4 sampai darah keluar,
campur rata
4. Buat preparat hapus, biarkan kering dan dicat dengan giemsa 1:9
5. Hitung jumlah trombosit dalam 1000 eritrosit
6. Hitung jumlah eritrosit dengan metode Hayem
7. Lakukan perhitungan jumlah trombosit

Jlh trombosit= jmlh eritrosit x jmlh trombosit/1000 eritrosit


1000
ARTI KLINIS
Trombositopenia
 ITP
 Alergi
 Toksik: keracunan benzene, sitostatika, x ray
Trombositosis
 Polisitemia
 CML
 Osteomielosklerosis, osteomielofibrosis
WAKTU PERDARAHAN
Menilai 3 faktor hemostasis
Metode
1. DUKE
2. IVY
Persiapan tes:
1. Jelaskan manfaat dan cara kerja tes
2. Obat-obatan yang dapat memeperpanjang
perdarahan: thiazid, sulfonamid, antineoplastik,
antikoagulan, antiinflamsi, aspirin
Metode DUKE
Prinsip: mengukur waktu saat keluarnya darah dari luka
yang dibuat dengan standar tertentu sampai
berhentinya perdarahan lewat luka tersebut

Alat dan Bahan:


Cara Pemeriksaan
1. Cuping telinga dipijat-pijat supaya hiperemis
2. Bersihkan dengan kapas alkohol, biarkan kering
3. Tusuk daerah tersebut dengan lancet sedalam 2-3 mm,
biarkan darah keluar bebas, saat darah keluar jalankan
stopwatch
4. Isap darah vena yang keluar dengan kertas saring tiap ½ menit
sampai darah berhenti, jangan menyentuh luka, hentikan
stopwatch saat darah tidak dapat diisap lagi, catat waktunya

Syarat: bercak pertama Ø 3-4 mm


Hasil : 1 – 3 menit
Metode IVY
1. Bersihkan bagian voler lengan bawah
dengan alkohol
2. Gunakan tensimeter, pompa sampai
tekanan 40 mmHg
3. Tegangkan kulit lengan bawah, tusuk
dengan lancet, ± 3 jari bawah lipat
siku sedalam 3 mm
4. Jalankan stopwatch ketika darah mulai
keluar
5. Isap tetesan darah dengan kertas
saring, seperti cara duke
WAKTU PEMBEKUAN
Metode: Lee and White
Alat:
Cara Pemeriksaan
1. Siapkan 3 tabung reaksi letakkan pada rak
2. Ambil darah vena 5 ml secara legeartis, saat darah
mulai keluar jalankan stopwatch
3. Masukkan sampel perlahan pada 2 tabung
pertama dengan posisi miring 1 ½ ml, sisanya
masukkan dalam tabung 3 untuk kontrol
4. Diamkan 2-3 menit kemudian setiap ½ menit
tabung I catat waktunya, bila timbul bekuan
lakukan pada tabung II
5. Amati tabung III, bila belum tampak bekuan
lakukan hal yang sama seperti tabung yang lain
Penilaian Hasil
Waktu pembekuan= rata-rata tabung I dan II
Normal: 9 – 15 menit
Memanjang: kelainan faktor koagulasi

Catatan:
-Pengambilan darah tidak boleh terlalu banyak
tusukan agar cairan jaringan tidak ikut masuk
-Waktu pengambilan tidak boleh lebih dari 30 detik
RETRAKSI BEKUAN
Cara Pemeriksaan:
1. Masukkan tabung I/II sisa pemeriksaan waktu
bekuan dalam waterbath (bila ada) dengan suhu 37o
C
2. Amati hasilnya dalam waktu 30 menit – 1 jam

Penilaian hasil:
Normal : serum mulai keluar ½ jam
retraksi sempurna > 24 jam
Abnormal : > 2 jam serum tak tampak
KONSISTENSI BEKUAN
Cara Pemeriksaan:
1. Keluarkan salah satu isi tabung sisa pemeriksaan waktu
pembekuan, letakkan dalam piring petri
2. Periksa konsistensi bekuan dengan dasar tabung reaksi

Penilaian hasil:
Normal :
Bentuk bekuan licin, kompak, tak berlubang
Konsistensi bekuan tidak rapuh, kenyal
LISIS BEKUAN
(Tidak dipraktikumkan)
Cara Pemeriksaan:
1. Biarkan bekuan sisa pemeriksaan waktu pembekuan
darah dalam inkubator 37o C selama 24 jam
2. Amati hasilnya

Hasil :
Normal:
lisis terjadi dalam waktu 72 jam
VOLUME SERUM
(Tidak dipraktikumkan)
Cara Pemeriksaan:
1. Keluarkan bekuan yang ada dalam tabung reaksi
2. Tentukan volume serum yang ada dengan
membandingkan volume semula dengan cairan
yang terperas dari bekuan

Penilaian hasi:
Normal: serum 40 – 60%
PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH
(DENGAN POINT OF CARE TEST [POCT])
Spesimen darah:
Spesimen darah harus yang baru diperoleh dari tusukan jari (darah kapiler).

Reagen (per 100 strip):


Glucose oxidase (GOD) 100 unit
Potassium ferricyanide 7,8 mg

Prinsip Pemeriksaan:
Komponen tes strip gula darah:
◦ Meter
◦ Tes strip dan kalibrasi strip
◦ Alat lancet dan lancet steril
◦ Kapas dan alkohol
Cara Kerja tes gula darah:
PELAPORAN
Hasil harus dilaporkan dalam "mg/dL" (miligram glukosa per desiliter). Alat
meter memiliki pilihan untuk pelaporan hasil dengan "mmol/L” (milimol per
liter). Hasil dalam mg/dL tidak akan pernah memiliki titik desimal (misalnya, 96
mg/dL); hasil dgn "mmol/L" akan selalu memiliki titik desimal (misalnya, 5,3
mmol/L). Jika hasil pengujian ditampilkan dalam unit ukuran yang salah (yaitu,
mmol/L), lihat panduan penggunaan untuk mengubah satuan ukuran yang
tepat.
Jika hasil gula darah di bawah 20 mg/dL, di atas 600 mg/dL, atau jika meter
menunjukkan "HI" atau "LO", lakukan tes ulang. Jika tes gula darah ulangan
masih di bawah 20 mg/dL, di atas 600 mg/dL, atau jika alat meter tetap
menunjukkan "HI" atau "LO", perlu dilakukan pemeriksaan glukosa darah
dengan cara Kimia basah.

CATATAN: Setiap alat dapat memiliki cara kerja yang berbeda, sehingga pelu
membaca prosedur pemakaian alat jika alat berbeda.
Reduksi Urin
BENEDICT
Reagen: benedict
Alat:
Benedict

5 ml Benedict 5 – 8 tetes urin


Panaskan 5 Baca hasil
menit
Fehling

2 2 1

5 menit
Sistem golongan darah ABO
Alat dan Bahan
Alat dan bahan
1. Darah perifer
2. Obyek glass
3. Anti a
4. Anti b
5. Anti d
6. Lidi
7. Kapas alkohol 70%
8. Lancet
9. Pen lancet ukuran 5
Cara Kerja
1. Bersihkan obyek glass dari lemak
2. Teteskan anti A, anti B, dan anti D, saat setelah mengambil reagen
pipet harus benar benar kosong.
3. Ambil darah perifer, teteskan pada bagian bawah masing masing
anti A, anti B, anti D.
4. Aduk menggunakan lidi searah.
5. Ratakan, dan lebarkan
6. Goyang goyang kan sambil dilihat adanya gumpalan.
AGLUTINASI
4 + : satu gumpalan sdm yg
besar
3 + : beberapa gumpalan besar
2 + : beberapa gumpalan
sedang dg latar belakang
jernih
1 + : beberapa gumpalan sangat
kecil dg latar belakang
kemerahan
± : gumpalan tidak terlihat jelas,
harus dengan bantuan mikroskop

72
73