Anda di halaman 1dari 8

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 7

SRY NOFITA SARI HUTAGALUNG


WINDA VERATAMI PURBA
ARJUN PRAJUN SIAGIAN
PEBRIANTRIS SITORUS
A. Pengertian
Media atau alat peraga dalam promosi kesehatan
dapat diartikan sebagai alat bantu untuk promosi
kesehatan yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasa
atau dicium, untuk memperlancar komunikasi dan
penyebar-luasan informasi. Seseorang belajar melalui
panca inderanya. Setiap indera ternyata berbeda
pengaruhnya terhadap hasil belajar seseorang.
B. Manfaat Media

1. Menimbulkan minat sasaran.


2. Mencapai sasaran yang lebih banyak.
3. Membantu mengatasi banyak hambatan dalam
pemahaman.
4. Merangsang sasaran untuk meneruskan pesan pada
orang lain.
5. Memudahkan penyampaian informasi.
6. Memudahkan penerimaan informasi oleh sasaran.
7. Mendorong keinginan untuk mengetahui,
mendalami dan mendapat pengertian yang lebih
baik.

8. Membantu menegakkan pengertian yang


diperoleh, yaitu menegakkan pengetahuan yang
telah diterima sehingga apa yang diterima lebih
lama tersimpan dalam ingatan.
C. Pembagian Jenis Media Promkes

1. Jenis Media Promkes

a. Berdasarkan bentuk umum penggunaan


(Notoadmojo, 2005)

1) Bahan bacaan : modul, buku rujukan/bacaan, folder, leaflet,


majalah, buletin.

1) Bahan peragaan: poster tunggal, poster seri, plipchart,


transparan slide, film.
b. Berdasarkan cara produksinya, media promosi kesehatan
dikelompokkan menjadi

1. Media cetak

2. Media Elektronik.

2. Pembagian jenis alat peraga secara umum dalam promkes

1. Alat bantu lihat (Visual aids)


Alat ini digunakan untuk membantu menstimulasi indera penglihatan pada saat
proses pendidikan.

2. Alat bantu dengar (Audio Aids)


Alat ini digunakan untuk menstimulasi indera pendengar misalnya piringan
hitam, radio, tape, CD.

3. Alat bantu dengar dan lihat (Audio visual aids)


Alat bantu ini digunakan untuk menstimulasi indera
penglihatan dan pendengaran seperti televisi,
film dan video.
Kesimpulan

Media promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya


untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin
disampaikan oleh komunikator, baik itu melalui media
cetak, elektronik dan media luar luar ruang, sehingga
sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya
diharapkan dapat berubah perilakunya ke arah positif
terhadap kesehatannya. (DEPKES RI, 2006)