Anda di halaman 1dari 17

INKOMPATIBILITAS

S e d i a a n c a i r.
Meet
Our
Team
Dewi Anggraheni S Khairunnisa A L
Moderator Notulen

Alifia Shifa
Darsiati
Nur Annisya
Farmasetika II – Farmasi ‘18. Arvita Sari
Inkompatibilitas Sediaan Cair. Universitas
Sahid Surakarta. 2019. M. Jamiluddin
Tim Penjawab Qhoisul Saufus
Juan Fauzy Arya C
Presentator
POKOK BAHASAN
Pendahuluan

Inkompatibilitas sediaan cair adalah


pencampuran antara dua reaksi atau lebih
antara obat-obatan yang menimbulkan
ketidakcocokan atau ketidaksesuaian,
yang terjadi dalam sediaan cair.
JENIS
INKOMPATIBI
LITAS

KIMIA
reaksi asam-basa, reaksi oksidasi-reduksi,
perubahan stabilitas dalam larutan.

FISIKA
tidak dapat larut, tidak dapat bercampur,
peristiwa adsorbsi.
Suspensi
Emulsi
Sirup

SUSPENSI
sediaan yang mengandung
bahan obat padat dalam
SIRUP
bentuk halus dan tidak larut,
terdispersi dalam cairan sediaan cair berupa larutan
pembawa. yang mengandung sukrosa
E M U LSI dengan kadar 64-66%.
sistem dua fase, yang salah
satu cairannya terdispersi
dalam cairan lainnya dalam
bentuk tetesan kecil.
P E M B U ATA N S U S P E N S I
1. METODE DISPERSI

dengan cara menambahkan serbuk


bahan obat kedalam muscilago yang
telah terbentuk, kemudian baru di
encerkan.
2. METODE PRESTIPITASI

zat dilarutkan terlebih dahulu ke dalam pelarut organik

diencerkan ke dalam larutan pensuspesi dalam air.


PEMBUATAN EMULSI
METODE GOM KERING METODE GOM BASAH METODE GOM KERING

(+) air (+) minyak (perlahan) dikocok

(+) minyak sedikit-


dihomogenkan (+) sisa air
GOM + minyak, Your Content Here GOM dimasukkan sedikit
GOM + sebagian air
dihomogenkan botol yang berisi
air
P E M B U ATA N S U S P E N S I
(+) air hingga bobot
dipanaskan diserkai
yang diinginkan

membuat campuran
ditambahkan gula membuang busa yang
sirup
terbentuk
INKOMPTIBILTAS
beberapa bahan dalam sediaan cair
01. PROPILENGLIKOL
Inkompatibel dengan reagen pengoksidasi seperti Kalium Permanganate.

02. VEEGUM
o Tidak bercampur dengan pelarut organik
o dapat menyerap beberapa obat yang memiliki ikatan rapat seperti
talbutamid, wafarin – Na, diazepam.

03. GLISERIN
Dapat meledak jika dicampur dengan zat pengoksidasi kuat seperti
kromium dan kalium permanganate
04. TWEEN 80
o Perubahan warna dan pengendapat terjadi dengan zat, khususnya fenol,
tanin, tar, dan bir seperti metanial.
o Aktifitas berkurang dengan adanya antimikroba pengawet paraben.

05. PGA
o tidak bercampur dengan amidopyrine, apomorphine, kresol, etanol 95%,
garam besi, morfin, fenol, tanin, timol, dan vanili.
o Menurunkan viskositas jika bercampur dengan garam,
o Berkoagulasi dengan garam trivalen
Contoh Resep
R/ OBH
Syr. thymi ad 50
Sulfadiazin 8 Permasalahan: bahan aktif

SUSPENSI
m.f.pot sukar larut.

PENGATASAN

penambahan
suspending agent berupa
PGA atau CMC.
Modern PowerPoint Presentation
Contoh Resep
R/ Chalk powder 2
Tincture catechu 2
Cinnamon water 2 Permasalahan: chalk powder

SUSPENSI
tidak larut dalam air,
seehngga akan mengendap.

PENGATASAN

penambahan
suspending agent berupa
bubuk tragakan.
Modern PowerPoint Presentation
Contoh Resep
R/ Castor oil 15mL
Water 60mL
Permasalahan: minyak tidak

EMULSI
dapat bercampur dengan air.

PENGATASAN

penambahan
emulsifying agent berupa
bubuk acacia 2%.
Modern PowerPoint Presentation
Contoh Resep
R/ Quinine HCL 0.12
Sodium salicylate 4
Water 100 Permasalahan: Quinine HCL

MIXTURA
+ sodium salisilat
menghasilan quinine salisilat
yang akan mengendap.
PENGATASAN

penambahan
emulsifying agent berupa
bubuk acacia 2%.
Modern PowerPoint Presentation
Contoh Resep
R/ Terpin hydrat 2
Alkohol 15
Glyserin 20 Permasalahan: kelarutan

SOLUTIO
Aqua ad 100 terpin hidrat sangat kecil.
m.f. sol

PENGATASAN

Penambahan porsi alkohol


menjadi 26 mL.

Modern PowerPoint Presentation