Anda di halaman 1dari 18

GAGAL NAFAS

Kelompok 3
HIJRAWATI ANUGRAH
LINDA RUMAPASAL
LENI KOSAPLAWAN
JUSMIANTI
DEFINISI
• Gagal nafas adalah pertukaran gas yang
tidak adekuat sehingga terjadi
hipoksemia, hiperkapnea (peningkatan
konsentrasi karbondioksida arteri), dan
asidosis. (Arif Muttaqin, 2008).
• Gagal nafas adalah kegagalan sistem
pernafasan untuk mempertahankan
pertukaran oksigen dan karbondioksida
dalam jumlah yang dapat mengakibatkan
gangguan pada kehidupan (RS Jantung
“Harapan Kita”, 2001).
ETIOLOGI
a. Depresi Sistem saraf pusat
Takar lajak obat, anastesi, opioid, cedera
kepala, stroke, tumor otak, ensefalitis,
meningitis, hipoksia, dan hiperkapnia
mempunyai kemampuaan dalam
menekan pusat pernafasan. Pada pasien
ini pernafasan, pernafasan menjadi
lambat dan dangkal. Henti nafas dapat
terjadi pada kasus-kasus berat.
b. Kelainan neurologis primer
Akan memperngaruhi fungsi pernapasan.
Impuls yang timbul dalam pusat
pernafasan menjalar melalui saraf yang
membentang dari batang otak terus ke
saraf spinal ke reseptor pada otot-otot
pernafasan. Penyakit pada saraf seperti
gangguan medulla spinalis, otot-otot
pernapasan atau pertemuan
neuromuslular yang terjadi pada
pernapasan akan sangat mempengaruhi
ventilasi.
c. Efusi pleura, hemotoraks dan
pneumothoraks
Merupakan kondisi yang mengganggu
ventilasi melalui penghambatan ekspansi
paru. Kondisi ini biasanya diakibatkan
penyakti paru yang mendasari, penyakit
pleura atau trauma dan cedera dan
dapat menyebabkan gagal nafas.
d. Trauma
Kecelakaan yang mengakibatkan cidera
kepala, ketidaksadaran dan perdarahan
dari hidung dan mulut dapat mnegarah
pada obstruksi jalan nafas atas dan
depresi pernapasan. Hemothoraks,
pnemothoraks dan fraktur tulang iga
dapat terjadi dan mungkin meyebabkan
gagal nafas. Flail chest dapat terjadi dan
dapat mengarah pada gagal nafas.
Pengobatannya adalah untuk
memperbaiki patologi yang mendasar.
e. Penyakit akut paru
Pnemonia disebabkan oleh bakteri dan
virus. Pnemonia kimiawi atau pnemonia
diakibatkan oleh mengaspirasi uap yang
mengritasi dan materi lambung yang
bersifat asam. Asma bronkial, atelektasis,
embolisme paru dan edema paru adalah
beberapa kondisi lain yang menyababkan
gagal nafas.
PATOFISIOLOGI
• Gagal nafas ada dua macam yaitu gagal
nafas akut dan gagal nafas kronik dimana
masing masing mempunyai pengertian
yang berbeda. Gagal nafas akut adalah
gagal nafas yang timbul pada pasien yang
parunyanormal secara struktural maupun
fungsional sebelum awitan penyakit
timbul. Sedangkan gagal nafas kronik
adalah terjadi pada pasien dengan
penyakit paru kronik seperti bronkitis
kronik, emfisema dan paru hitam
(penyakit penambang batubara).
• Gagal nafas penyebab terpenting adalah
ventilasi yang tidak adekuatdimana terjadi
obstruksi jalan nafas atas. Pusat
pernafasan yang mengendalikan
pernapasan terletak di bawah batang otak
(pons dan medulla). Pada kasus pasien
dengan anestesi, cidera kepala, stroke,
tumor otak, ensefalitis, meningitis,
hipoksia dan hiperkapnia mempunyai
kemampuan menekan pusat pernafasan.
Sehingga pernafasan menjadi lambat dan
dangkal.
KLASIFIKASI
• Klasifikasi gagal nafas terbagi menjadi dua
bagian yaitu :
1) Gagal nafas akut
2) Gagal ginjal kronis
TANDA DAN GEJALA
 Tanda :
a) Gagal nafas total
• Aliran udara di mulut, hidung tidak dapat
didengar/dirasakan.
• Pada gerakan nafas spontan terlihat
retraksi supra klavikula dan sela iga serta
tidak ada pengembangan dada pada
inspirasi.
• Adanya kesulitasn inflasi parudalam usaha
memberikan ventilasi buatan.
b) Gagal nafas parsial
• Terdenganr suara nafas tambahan
gargling, snoring, Growing dan whizing.
• Ada retraksi dada.

 Gejala :
Hiperkapnia yaitu penurunan kesadaran
(PCO2)
Hipoksemia yaitu t./,akikardia, gelisah,
berkeringat atau sianosis (PO2
menurun).
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Laboratorium
a. Analisis gas darah (pH meningkat, HCO3
meningkat, PaCO2 meningkat, PaO2
menurun) dan kadar elektrolit (Kalium).
b. Pemeriksaan darah lengkap : anemia bisa
meneyebabkan hipoksia jaringan
polisitemia bisa terjadi bila hipoksia tidak
diobati dengan cepat.
c. Fungsi ginjal dan hati : untuk mencari
etiologi atau ientifikasi komplikasi yang
berhubungan dengan gagal nafas.
d. Serum kreatinin kinase dan troponin :
untuk menyingkirkan infark miocard akut.

2. Radiologi
a. Rontgen toraks membantu
mengidentifikasi kemungkinan penyebab
gagal nafas seperti atelectasis dan
pneumonia.
b. EKG dan Echocardiografi : jika gagal
nafas akut disebabkan oleh cardiac
c. Uji faal paru : sangat berguna untuk
evaluasi gagal nafas kronik (volume tidal
< 500ml, FVC (kapasitas vital paksa)
menurun, ventilasi semenit (Ve) menurun
(Lewis, 2011)
PENATALAKSANAAN MEDIS
1. Terapi oksigen: Pemberian oksigen
kecepatan rendah, masker Venturi atau
nasal prong.
2. Ventilator mekanik dengan tekanan jalan
nafas positif kontinu (CPAP) atau PEEP.
3. Inhalasi nebulizer.
4. Fisioterapi dada
5. Pemantauan hemodinamik/jantung.
6. Pengobatan: bronkodilator, steroid.
Next.
7. Dukungan nutrisi sesuai kebutuhan
8. Steroid
9. Dukungan nutrisi sesuai kebutuhan.
10. Obat-obatan:
a. Antibiotic: diberikan setelah dilakukan
uji kultur sputum dan uji kepekaan
terhadap kuman penyebab.
b. Bronkodilatator, kartikosteroid,
diuretic, digitalis.
TERIMA KASIH