Anda di halaman 1dari 15

PANCASILA SEBAGAI

PANDANGAN HIDUP BANGSA

Hadi wardana, S.Pd

Page 1
First Page

Manusia sebagai makhluk ciptaan


Tuhan YME dalam perjuangan
untuk mencapai kehidupan yang
lebih sempurna senantiasa
memerlukan nilai-nilai luhur yang
dijunjungnya sebagai suatu
pandangan hidup.

Page 2
Pancasila Sebagai
Pandangan Hidup Bangsa

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa


merupakan sutau kristalisasi dari nilai-nilai yang
hidup dalam masyarakat Indonesia, maka
pandangan hidup tersebut dijunjung tinggi oleh
warganya karena pandangan hidup Pancasila
berakar pada budaya dan pandangan hidup
masyarakat. Dengan demikian pandangan hidup
Pancasila bagi bangsa Indonesia yang Bhinneka
Tunggal Ika harus merupakan asas pemersatu
bangsa sehingga tidak boleh mematikan
keanekaragaman.

Page 3
PANCASILA
SEBAGAI SUATU SISTEM FILSAFAT

 Pembahasan mengenai Pancasila sebagai


sistem filsafat dapat dilakukan dengan cara
deduktif dan induktif.
 Cara deduktif yaitu dengan mencari hakikat
Pancasila serta menganalisis dan
menyusunnya secara sistematis menjadi
keutuhan pandangan yang komprehensif.
 Cara induktif yaitu dengan mengamati
gejala-gejala sosial budaya masyarakat,
merefleksikannya, dan menarik arti dan
makna yang hakiki dari gejala-gejala
4 itu.
Page 4
• Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya
merupakan sistem filsafat.
• Yang dimaksud sistem adalah suatu kesatuan bagian-
bagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama
untuk tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan
suatu kesatuan yang utuh.
• Sila-sila Pancasila yang merupakan sistem filsafat pada
hakikatnya merupakan suatu kesatuan organis. Artinya,
antara sila-sila Pancasila itu saling berkaitan, saling
berhubungan bahkan saling mengkualifikasi. Pemikiran
dasar yang terkandung dalam Pancasila, yaitu pemikiran
tentang manusia yang berhubungan dengan Tuhan,
dengan diri sendiri, dengan sesama, dengan masyarakat
bangsa yang nilai-nilai itu dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Page 5
• Dengan demikian Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki ciri
khas yang berbeda dengan sistem-sistem filsafat lainnya, seperti
materialisme, idealisme, rasionalisme, liberalisme, komunisme
dan sebagainya.
• Ciri sistem Filsafat Pancasila itu antara lain:
1. Sila-sila Pancasila merupakan satu-kesatuan sistem yang
bulat dan utuh. Dengan kata lain, apabila tidak bulat dan
utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah maka
itu bukan Pancasila.
2. Susunan Pancasila dengan suatu sistem yang bulat dan utuh
itu dapat digambarkan sebagai berikut:
• Sila 1, meliputi, mendasari dan menjiwai sila 2,3,4 dan
5;

Page 6
• Sila 2, diliputi, didasari, dijiwai sila 1, dan
mendasari dan menjiwai sila 3, 4 dan 5;
• Sila 3, diliputi, didasari, dijiwai sila 1, 2,
dan mendasari dan menjiwai sila 4, 5;
• Sila 4, diliputi, didasari, dijiwai sila 1,2,3,
dan mendasari dan menjiwai sila 5;
• Sila 5, diliputi, didasari, dijiwai sila
1,2,3,4.

Page 7
 Membahas Pancasila sebagai filsafat berarti
mengungkapkan konsep-konsep kebenaran
Pancasila yang bukan saja ditujukan pada
bangsa Indonesia, melainkan juga bagi
manusia pada umumnya.
 Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek
penyelidikan ontologi, epistemologi, dan
aksiologi. Ketiga bidang tersebut dapat
dianggap mencakup kesemestaan.

Page 8
Pancasila sebagai Sumber Nilai

Nilai atau ‘value’ dapat diartikan


‘keberhargaan’ (worth) atau ‘kebaikan’
(goodness). Dapat dikatakan juga bahwa nilai
adalah sifat atau kualitas yang melekat pada
suatu objek.
Hirarki Nilai:
Max Sceler mengemukakan tinggi rendahnya
nilai ada 4:
1.Nilai-nilai kenikmatan
2.Nilai-nilai kehidupan
3.Nilai-nilai kejiwaan
4.Nilai-nilai kerohanian
Page 9
Notonegoro membagi
nilai menjadi 3 macam:
1.Nilai material: berguna bagi kebutuhan jasmani
2.Nilai vital: berguna bagi manusia untuk mengadakan
kegiatan
3.Nilai kerohanian: berguna bagi rohani manusia yang
dibedakan:
a. nilai kebenaran bersumber pada akal manusia
b. nilai keindahan atau estetis bersumber pada
unsur perasaan manusia
c. nilai kebaikan atau moral bersumber pada unsur
kehendak manusia
d. nilai religius bersumber pada kepercayaan atau
keyakinan manusia

Page 10
• Notonegoro menegaskan bahwa nilai-
nilai Pancasila tergolong nilai-nilai
kerohanian, tetapi juga mengakui
adanya nilai-nilai material dan nilai
vital. Sehingga secara sistematika-
hirarkis dimulai dari sila Ketuhanan
YME sebagai ‘dasar’ sampai dengan
sila Keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia sebagai ‘tujuan’.

Page 11
Makna Pancasila sebagai sumber nilai

 Makna Pancasila sebagai sumber nilai


dimaksudkan agar nilai-nilai luhur yang
terkandung dalam Pancasila dapat
dijadikan sumber untuk menjiwai segala
peraturan perundang-undangan maupun
pedoman hidup sehari-hari

Page 12
Nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila
1. Sila Pertama: terkandung nilai negara yang didirikan
adalah sebagai pengejawantahan manusia sebagai
makhluk Tuhan YME
2. Sila Kedua: terkandung nilai bahwa negara harus
menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia
sebagai makhluk yang beradab
3. Sila Ketiga: terkandung nilai bahwa negara adalah
sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia
monodualis
4. Sila Keempat: terkandung nilai demokrasi yang
secara mutlak harus dilaksanakan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
5. Sila Kelima: terkandung nilai yang merupakan tujuan
negara sebagai tujuan dalam hidup bersama

Page 13
Inti sila-sila Pancasila meliputi:
 Tuhan, yaitu sebagai kausa prima
 Manusia, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial
 Satu, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri
 Rakyat, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja
sama dan gotong royong
 Adil, yaitu memberi keadilan kepada diri sendiri dan
orang lain yang menjadi haknya.

Page 14
Page 15