Anda di halaman 1dari 33

PENGKAJIAN KELUARGA

Umi Hani
Background
Peningkatan Status Kesehatan: Family
Mencegah, mempertahankan, Health
meningkatkan Nursing
Masalah
kesehatan

Masyarakat
Lingkungan Kebutuhan

Keluarga

Individu

Meknaisme Fungsi dan


koping Peran

Tumbuh
Modifikasi : Maurer and Smith,
kembang 2005; Freeman and Hainrich,
1981 dalam Maglaya, 2009
Definisi

Pengkajian keperawatan adalah tindakan yang digunakan perawat


untuk mengukur status kesehatan klien berdasarkan individu dan
norma sosial, berpengaruh terhadap derajat kesehatan, sistem
integritas, dan kemampuan memecahkan masalah (Maglaya, 1978)

Pengkajian keperawatan keluarga menentukan status kesehatan


keluarga dan cara keluarga dalam mempertahankan kesehatan
meliputi kesejahteraan, pencegahan, kontrol, pemecahan masalah
(Maglaya, 2009)
Konsep Keluarga
Friedman, 2010
• menyatakan keluarga • Kaakinen, Duff, Coehlo, &
Keluarga sebagai
Hanson, bagian
2015
merupakan kumpulan dua dari suprasistem dan
orang atau lebih yang hidup terdiri banyak subsistem di
bersama dengan keterikatan dalamnya yang apabila
aturan dan emosional serta
individual mempunyai peran salah satu anggotanya
masing-masing yang mengalami perubahan
merupakan bagian dari maka akan mempengaruhi
keluarga. semua anggota lainnya
Tiga Tipe Keluarga
Nuclear atau Conjugal

Family of Orientation

Extended Family
5 tugas kesehatan keluarga
• Mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggota
• Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat
• Memberikan perawatan yang maksimal kepada anggota yang sakit dan
yang tidak dapat membantu dirinya sendiri karena cacat atau usia
yang terlalu muda
• Memodifikasi lingkungan dan menjaga suasana rumah yang dapat
menguntungkan kesehatan anggota keluarga
• Mempertahankan hubungan sosial balik antara keluarga dengan
memanfaatkan pelayanan kesehatan
Friedman Family Assesment Model
Mengidentifikasi data, tahap dan riwayat perkembangan, data
lingkungan, struktur keluarga, fungsi keluarga, dan stres koping
dan adaptasi keluarga

• Lebih spesifik
LONG • Tidak selesai 1x kunjungan

• Pertanyaan singkat
SHORT • Mengkaji area yang paling
fokus dari fungsi keluarga
Friedman Family Assessment
Model
• Pendekatan yang terintegrasi dengan
menggunakan teori sistem yang umum, family
developmental theory, structural-functional
theory, and cross cultural theory sebagai dasar
teori utama dalam model dan instrumen tsb.
• Teori-teori yang lain mempengaruhi seperti
komunikasi, peran, dan family stress theory
• Teori-teori tersebut menurunkan model dan
isntrumen pengkajian untuk pengkajian
keluarga, memformulasikan diagnosa dan
mengembangkan intervensi based on data yang
diidentifikasi.
Model FCN
Pengkajian klg: Sosial, Pengkajian anggota klg secara
Budaya, lingkungan , struktur & Individu: Fisik, Psikologis/
Fungsi, Stres, dan strategi koping Emosional, Sosial & Spiriual

Identifikasi masalah klg dan idividu


Diagnosis kep klg

Rencana: Tujuan, identifikasi sumber,


Alternatif pendekatan, pilihan
intervensi dan susun prioritas

Implementasi rencana tindakan

Evaluasi tindakan keperawatan


Family Systems Stessor-Strength Model
and Inventory
• Berkey and Hanson (1991) an Hanson &
Mischke (1996) mengembangkan model
keperawatan keluarga yang terintegrasi dengan
mengembangkan Neuman’s Health Care System
Model yang fokus pada keluarga sebagai klien.
• The family assessment intervention model and
Family Systems Stessor-Strength Inventory
(FS3I) meliputi penilaian stresor dan kekuatan
keluarga dan juga restoration stabilitas dan
fungsi keluarga melalui aplikasi pendekatan
prevensi primer, sekunder dan tersier.
Model FS3I Appraisal Restoration
Stressor Family Family
stressors stability Primary
Secondary
Tersiary
Family Family Prevention
Strengths Function
Calgary Family Assessment and
Intervention Models

• GFAM and GFIM developed by Wright and


Leahey and associates
• This model is integrates theories from general
system theory, cybernetics, communication
theory, and change theory
• GFAM emphasizes identification of family
strengths and resources. Intervention based on
what the best for the family, assist families to
empower themselves
• GFAM and GFIM are grounded in solid clinical
practice observation and qualitative clinical
research.
Pengumpulan Data

• Penggunaan kapasitas panca indra


• Memperoleh informasi respon perilaku keluarga
Observasi • Masalah kesehatan dilihat dari : komunikasi, interaksi,
toleransi, hubungan, persepsi peran, pengambilan
keputusan, kondisi rumah dan lingkungan

• Inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi


Pemfis
• Menilai bagian tubuh (head to toe) atau sistem tubuh
• Memperoleh data yang menggambarkan penurunan
kesehatan

• Melengkapi riwayat kesehatan anggota keluarga


• Pengalaman keluarga dalam melakukan perawatan kesehatan
Wawancara
• Komunikasi efektif dalam menggali informasi keluarga
• Menghargai kepercayaan dan kerahasiaan keluarga
Aspek Pengkajian Keperawatan Keluarga
Menurut Maglaya

Sosial Pola
Struktur Karakteristik
Ekonomi Hubungan

Perumahan
Status Nilai-nilai &
Budaya &
Kesehatan Kebiasaan
Lingkungan

Promosi
Pengobatan Perawatan
Kesehatan
Tahap Pengkajian Keperawatan Keluarga
Menurut Maglaya

Tahap I

• Data kondisi dan masalah kesehatan dibandingkan


norma individu, keluarga, masyarakat, dan hubungan
interpersonal keluarga

Tahap II

• Data masalah kesehatan keluarga, menitikberatkan


pada lima tugas kesehatan keluarga Duvall
Pengkajian Tahap
Munculnya kondisi I
sejahtera
(potensial atau kesiapan)

Ancaman kesehatan (resiko)

Defisit kesehatan

Stress atau Krisis


Tahap I : Munculnya Kondisi Sejahtera
Potensial Penigkatan Kesiapan Peningkatan
Kemampuan Kemampuan

Gaya hidup sehat (nutrisi,


Gaya hidup sehat
istirahat tidur)
Pemeliharaan kesehatan Pemeliharaan kesehatan

Menjadi orang tua Menjadi orang tua

Menyusui Menyusui

Kesehatan spiritual Kesehatan spiritual


Tahap I : Ancaman Kesehatan
Riwayat
Faktor resiko
Emosional kesehatan
penyakit
dahulu

Infeksi silang
Kebiasaan Asumsi peran
dari penyakit
buruk kurang tepat
menular

Sanitasi Status
Kecelakaan
lingkungan imunisasi
atau bahaya
buruk tidak adekuat

Kebiasaan dan
Faktor
pengolahan Perpecahan
penyebab
makanan keluarga
stress
tidak sehat
Tahap I : Defisit Kesehatan

1. Tahap penyakit : sudah atau belum terdiagnosis


2. Kegagalan tumbuh kembang
3. Disabilitas : kongenital/akibat penyakit, permanen
(amputasi), atau temporer (paralisis)
Tahap I : Stress atau Krisis
Masa Pertambah
Kehamilan/
Pernikahan menjadi an anggota
melahirkan
orang tua keluarga

Anak
Aborsi masuk Remaja Perceraian
sekolah

Anggota
Penyakit Kehilangan keluarga
Menopause
kronik pekerjaan yang
dirawat

Perpindahan ke
Kematian
lingkungan baru
Pengkajian
KetidakmampuanTahap
mengenaliII
masalah

Ketidakmampuan membuat keputusan

Ketidakmampuan melakukan perawatan


kesehatan

Ketidakmampuan menyediakan
lingkungan rumah yang kondusif

Kegagalan memanfaatkan fasilitas


kesehatan umum
Tahap II : Ketidakmampuan Mengenali Masalah

1. Kurang pengetahuan
2. Menyangkal keparahan penyakit, konsekuensi : stigma
sosial, dampak ekonomi, fisik, psikologis, emosional, dan
perilaku
Tahap II : Ketidakmampuan Membuat Keputusan
1. Kegagalan mengenali sifat dan cakupan masalah
2. Masalah tidak menjadi prioritas
3. Bingung dan pasrah akibat gagal memecahkan masalah
4. Kurang pengetahuan tentang masalah dan sumber layanan
kesehatan
5. Ketidakmampuan menentukan pilihan solusi
6. Konflik opini
7. Ketakutan akan konsekuensi : sosial, ekonomi, fisik, emosi,
psikologis
8. Tidak ada akses ke layanan kesehatan masyarakat
9. Kurang percaya terhadap tenaga kesehatan
10. Pemahaman yang salah tentang intervensi yang diberikan
Tahap II : Ketidakmampuan Melakukan Perawatan
Kesehatan

1. Kurang pengetahuan tentang kondisi penyakit,


perawatan kesehatan perkembangan anak,
tindakan yang dibutuhkan
2. Kurangnya fasilitas dan perlatan untuk perawatan
3. Sumber keluarga kurang : finansial, kebutuhan
fisik, ketidakhadiran anggota keluarga
4. Perasaan terpendam/tidak diutarakan
5. Kesibukan pada aktivitas pribadi
6. Penyakit berkepanjangan
7. Perubahan peran
Tahap II : Ketidakmampuan Menyediakan
Lingkungan Rumah yang Kondusif

1. Kurangnya sumber keluarga : finansial, ruangan minim


2. Tidak mengenali manfaat peningkatan kondisi
lingkungan rumah
3. Kurang pengetahuan : sanitasi, pencegahan
4. Kurangnya keahlian memodifikasi lingkungan
5. Pola komunikasi kurang efektif
6. Kurangnya hubungan saling mendukung
Tahap II : Kegagalan Memanfaatkan Fasilitas
Kesehatan Umum

1. Kurang pengetahuan : sumber layanan kesehatan,


manfaat
2. Kurang percaya terhadap penyedia layanan kesehatan
karena ada pengalaman tidak menyenangkan
3. Ketakutan akan konsekuensi : fisik, psikologis,
finansial, sosial
4. Pelayanan kesehatan tidak tersedia
5. Ketidakmampuan mengakses layanan kesehatan
6. Dukungan dari masyarakat sekitar kurang