Anda di halaman 1dari 12

IDENTIFIKASI DAN

PENYEBARAN VIRUS
OLEH
NURAIN T. ISMAIL
85AK17022
PENGERTIAN VIRUS
• Virus adalah mikroorganisme terkecil
diantara mikroorganisme lain (bakteri, parasit,
klamedia, riketsia). Ukuran virus sangat kecil
(ukuran virus 20-30 nm) sehingga tidak dapat
dilihat dengan mata telanjang, tidak dapat
dilihat dengan mikroskop cahaya.
IDENTIFIKASI VIRUS
A. IDENTIFIKASI VIRUS SECARA SEROLOGI
Tujuan melakukan uji serologi Uji serologi dilakukan untuk
mengidentifikasi virus guna menentukan agen penyebab penyakit.
Diagnose demikian disebut diagnose pasti. Caranya dengan
menggunakan serum standar yang sudah diketahui.
Prinsip dasar uji serologi
• Terjadinya ikatan antara antigen dengan antibodi yang homolog untuk
membentuk ikatan antigen-antibodi komplek. Pada uji hemaglutinasi,
ikatan tersebut (kompleks antigen- antibodi homolog) dapat diketahui
dengan menambahkan sel darah merah 1% sebagai indikator uji.
Macam-macam uji serologi
a. Haemaglutination and Haemaglutination Inhibition
Test (HA/HI)
b. Enzym-Linked Immunosorbent Assay (ELISA)
c. Agar Gel Presititation Test (AGPT)
d. Flourescent Antibody Technique (FAT)
e. Complement Fixation Test (CFT)
f. Radio Immuno Assay (RIA)
Uji HA/HI Untuk Identifikasi
Penyakit Virus
Uji hemaglutinasi (HA/HI) digunakan khusus untuk
virus-virus yang memiliki protein hemaglutini pada
amplopnya. Misalnya: Virus Newcastle Disease, virus Avian
Influenza, virus Parvo. Terjadinya hemaglutinasi ditandai
dengan butiran berpasir akibat adanya ikatan antara sel
darah merah 1% dengan protein hemaglutinin pada
amplop virus.
PENYEBARAN VIRUS
1. Influenza
Ada 3 cara penuluran:
(1) Penularan langsung: bila orang terinfeksi bersin dan
terdapat lender yang masuk secara langsung pada
mata,hidung dan mulut dari orang lain.
(2) Melalui udara: saat seseorang menghirup aerosol yang
dihasilkan dari orang yang terinfeksi batuk, bersin/ludah.
(3) Melalui tangan-ke-tangan, tangan-ke-hidung/tangan-ke-
mulut baik dari permukaan yang terkontaminasi/dari
kontak langsung seperti bersalaman
2. Hepatitis A,B,C,D,E
Hepatitis A&E ditularkan melalui fases
(kotoran) & makanan serta minuman yang
terkontaminasi. Kedua jenis hepatitis ini umumnya
dapat sembuh sehingga relative tidak berbahaya.
Sedangkan, B,C,D umumnya ditularkan lewat
darah&cairan tubuh lainnya seperti cairan
pembawa sperma (semen). Dan, tipe ini sangat
berbahaya, karena dapat menyebabkan penyakit hatu
menahun termasuk siros ( pengersaan hati), gagal
hati, kanker hati & kematian
3. Polio
Melalui kontak antar manusia. Virus masuk kedalam tubuh melalui
mulut ketika seseorang memakan makanan/minuman yang
terkontraminasi tinja penderita penyakit polio/dari air liur penderita
penyakit polio. Lalu, virus menginfeksi bagian usus yang kemudian
memasuki aliran darah dan mengalir ke system saraf pusat sehingga bisa
menyebabkan melemahnya otot serta terkadang meyebabkan
kelumpuhan
4. Herpes
Umumnya penyakit Herpes dapat menular melalui
kontak langsung.
• Herpes Genetalis: Penularan penyakit Herpes genitalis
terjadi melalui perilaku seks.
• Herpes Zoster: Proses penularan Herpes Zoster bisa
melalui bersin, batuk, pakaian, dan sentuhan di
gelembung cairan yang pecah.
• Herpes Simpleks: Penularan penyakit Herpes Simpleks
biasanya melalui luka kecil. Pada bayi, virus ditularkan
pada saat dilahirkan. Penyakit Herpes Simpleks ini juga
dapat ditularkan melalui hubungan seksual.
5. Ebola
Penularan penyakit ini dapat melalui
transfuse darah, dan hasil sekresi dari orang
yang telah terinfeksi. Virus ini juga dapat
menular melalui penggunaan jarum suntik
yang telah terkontaminsi virus Ebola.
Penularan yang terjadi di klinik atau rumah
sakit juga dapat terjadi jika pasien atau
petugas medis tidak memakai masker dan
sarung tangan.