Anda di halaman 1dari 12

M AN AJEM EN P EN YAKIT BERBASIS

WILAYAH.

gambaran manajemen
penyakit malaria
berbasis wilayah
Kumala sari Jaban
20160711014154
pengertian dan Tujuan
manajemen kejdian penyakit
Manajemen kejadian penyakit merupakan fungsi
organisasi p em erintah n a m u n idealnyadilakukan
oleh sem u a k o mp o n en sistem yang terkait, tidak
Pemerintah Daerahmelalui Dinas Kesehatannya
Tujuan Pemerintah K a b u p a t e n / K o t a
adalah menyejahterakan rakyat serta
meningkatkan kualitas s u m b e r daya manusia
di wilayahnya.
manajemen penyakit
Man ajem en pen yakit berbasis
wilayah pada h akikat n ya adalah
manajemen penyakit yan g
dilakukan kom prehen sif den gan
melakukan serangkaian upaya :
1.tata laksana kasus
2.tata laksanan faktor risiko
gambaran manajemenpenyakit
malaria berbasis wilayah

PE N G E R T IAN M A LA R I A
Malaria adalah salah satu masalah kesehatan
masyarakat yang dapat menyebabkan kematian
terutama pada kelompok resiko tinggi yaitu bayi,anak
balita,ibu hamil.
PEN CEGAHAN MALARIA

upaya pencegahan malaria adalah dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko


malaria , mencegah gigitan nyamuk,pengendalian vektor, dan kemoprofilaksis ,pencegahan
gigitan nyamuk dapaat dilakukan dengan menggunakan kelambu , menggunakan kawat kasa.
catatan :
kemoprofilaksis malaria adalah obat yang sistem kerjanya menghambat pertumbuhan plas
modium di dalam tubuh manusia.
TATA LAKSAN A KAS US MALARIA

1.standar diagnosis .
setiap individu yang tinggal di daerah non endemik malaria yang menderita demam atau riwayat demam
dalam 7 hari terakhir dan memiliki risiko tertular malaria wajib diduga malaria. risiko tertular malaria
termasuk : Riwayat bepergian ke daerah endemik malaria atau adanya kunjungan individu dari daerah
endemik malaria di lingkungan tempat tinggal penderita .

2. standar pengobatan
pengobatan penderita malaria harus mengikuti kebijakan nasional pengendalian malaria di Indonesia.
pengobatan dengan ACT hanya diberikan kepada penderita dengan hasil pemeriksaan darah malaria
positif

catatan : ACT(artemisinin combination therapy) berguna untuk membunuh semua stadium parasit yang ada
di dalam tubuh.
tata laksana faktor risiko

Jenis intervensi pengendalian vektor malaria yang dapat


dilakukan berdasarkan hasil analisis situasi adalah
melakukan penyemprotan rumah dengan insektisida (IRS =
Indoor Residual Spraying), memakai kelambu, melakukan
larviciding, melakukan penebaran ikan pemakan larva, dan
pengelolaan lingkungan.
1. M E LAKU KAN P E N YE M P RO T AN RU M AH D E N G AN I N S E KT I S I D A
(I RS = I N D O O R RE S I D U AL S P RAYI N G )

Penyemprotan rumah dengan insektisida adalah suatu cara pengendalian vektor dengan

tatalaksana faktor risiko


menempelkan racun serangga dengan dosis tertentu secara merata pada permukaan
dinding yang disemprot. Tujuannya adalah memutus rantai penularan dengan
memperpendek umur populasi, sehingga nyamuk yang muncul adalah populasi nyamuk
muda atau belum infektif (belum menghasilkan sporozoit di dalam kelenjar ludahnya).

2 . M E MAKAI KE LAM BU

Memakai kelambu berguna untuk mencegah terjadinya penularan (kontak


langsung manusia dengan nyamuk) dan membunuh nyamuk yang hinggap
pada kelambu. Saat ini upaya pengendalian malaria menggunakan kelambu
berinsektisida (Long Lasting Insecticidal Nets/LLINs)
3 . M E LAKU KAN LARVI C I D I N G
tata laksana faktor risiko
Salah sat u cara den gan upaya pen gen dalian
vektor yaitu Pembasmian jentik dilakukan
larviciding (tindakan pengendalian larva
Anopheles sp secara kimiawi menggunakan
insektisida)
catatan :
Larva Anopheles sp adalah salah 4 . M ELAKUKAN PEN EBARAN I K AN
satu genus nyamuk malaria PEMAKAN LARVA

penebaran ikan termasuk dalam upaya


pengendalian larva secara biologi yang
menggunakan predator/pemangsa larva
nyamuk Pengendalian vektor jenis ini
merupakan kegiatan yang ramah
lingkungan.
5. Mengelola lingkungan (Pengendalian secara fisik)

Mengelola lingkungan dapat dilakukan dengan cara modifikasi dan manipulasi


lingkungan
untuk pengendalian larva nyamuk :
a.Modifikasi lingkungan yaitu mengubah fisik lingkungan secara permanen
bertujuan mencegah, menghilangkan atau mengurangi tempat perindukan
nyamuk dengan cara penimbunan, pengeringan, pembuatan tanggul, dan lain-
lain.
b.Manipulasi lingkungan yaitu mengubah lingkungan bersifat sementara
sehingga tidak menguntungkan bagi vektor untuk berkembang biak seperti:
pembersihan tanaman air yang mengapung (ganggang dan lumut), dll.
http://ppid-
BERBASIS WILAYAH
MANAJEMEN PENYAKIT

PEGUNUNGAN DAN
PESISIR
dinkes.sumselprov.go.id/unggah/6
2777091-
PEDOMAN%20MANAJEMEN%20MA
LARIA.pdf

pustaka
daftar
https:/ / www.slideshare.net/ hersu
12345/buku-saku-tatalaksana-
kasus-malaria

https://www.researchgate.net/pu
blication/273443658_Identifikasi_
Morfologi_Spesies_Anopheles_yan
g_Berpotensi_Sebagai_Vektor_Ma
laria
sekian dan
t er imakasih