Anda di halaman 1dari 12

KONSEP DASAR

PERANGKAT KINERJA
DAN PROGRAM BK
Pengertian Program BK

- Pengertian kata “program” adalah rancangan mengenai asas serta


usaha (dalam ketatanegaraan, perekonomian, dan sebagainya) yang
akan dijalankan (KBBI, 2012)
- Sedangkan pengertian kata “Bimbingan dan Konseling” adalah upaya
bantuan yang memungkinkan peserta didik mencapai kemandirian
antara mengenal dan menerima diri sendiri, mengenal dan menerima
lingkunganya secara positif dan dinamis. Selain itu peserta didik
mampu mengambil keputusan, mengarahkan diri sendiri dan
mengoptimalkan potensi diri. Pada perwujudan konsep diri, peserta
didik memperoleh konsep yang sewajarnya mengenai dirinya sendiri,
orang lain, pendapat orang lain tentang dirinya, tujuan-tujuan yang
hendak dicapai untuk masa depanya (Adhiputra, 2013)

2
Pengertian Perangkat Kinerja BK

⁻ Pengertian kata “perangkat” menurut KBBI adalah alat


perlengkapan dan kata “kinerja” adalah kemampuan
kerja (KBBI, 2012)
⁻ Jika kedua kata tersebut digabungkan maka akan
didapatkan pengertian bahwa perangkat kinerja adalah
alat perlengkapan yang digunakan untuk menunjang
kemampuan dalam bekerja atau secara sederhana bisa
diartikan sebagai alat perlengkapan yang digunakan
ketika bekerja. Terkait dengan bidang BK maka
pengertian perangkat kinerja BK adalah perlengkapan
yang wajib dimiliki oleh guru BK. Alat perlengkapan
yang dimaksud adalah dapat berupa dokumen, media
ataupun peralatan lainya yang dapat menunjang
terlaksananya layanan BK dengan optimal.

3
Pengertian Program BK

⁻ Jadi dapat diartikan bahwa pengertian program bimbingan


dan konseling adalah rancangan mengenai kegiataan BK
yang bertujuan untuk membantu peserta didik agar mampu
memahami dirinya sendiri, mengenal lingkungan, dan
merencanakan masa depan. Selain itu peserta didik juga
diharapkan agar dapat menyelesaikan masalahnya secara
mandiri dan mampu mengembangkan potensinya secara
optimal. Program BK dibuat berdasarkan “need
assessment” atau kebutuhan peserta didik yang ada di
sekolah yang diperoleh melalui hasil penyebaran DCM,
AUM, ITP, Sosiometri, dsb. Tahapan yang terdapat dalam
pembuataan program BK yaitu perencanaan, pelaksanaan,
evaluasi, dan tindak lanjut atau mendesain perbaikan atau
pengembangan program BK.
Fungsi dan tujuan adanya perangkat kinerja
dan program BK di Sekolah

1. Pengimplementasikan aspek-aspek manajemen BK


2. pendukung optimalnya proses pendidikan dan
pembelajaran di sekolah
3. mengubah presepsi negatif yang muncul tentang BK
melalui penyusunan perangkat kinerja BK dan
program BK yang baik.

5
Langkah – Langkah
Pengembangan Program BK

Dalam perancangan program BK, terdapat dua tahapan yaitu (1) tahap
persiapan (preparing) dan (2) tahap perancangan (designing)

1. Tahap Persiapan (preparing) terdiri dari (1) melakukan need


assesment, (2) aktivitas mendapatkan dukungan unsur lingkungan
sekolah, dan (3) menetapkan dasar perencanaan.
2. Tahap Perancangan (designing) terdiri atas (1) menyusun rencana
kerja, (2) menyusun program tahunan, dan (3) menyusun program
semesteran (permendikbud No.114 Tahun 2014)

6
Langkah – Langkah
Pengembangan Perangkat Kinerja

Pengembangan perangkat kinerja BK di Sekolah mangacu


kepada peraturan pemerintah No.111 Tahun 2014 tentang
Bimbingan dan Konseling. Pada peraturan tersebut
dijelaskan tentang administrasi atau perangkat kinerja guru
BK/ konselor meliputi :

⁻ Mengelola buku masalah/ buku kasus


⁻ Menginvetarisir dan input data harian, data pendamping,
dan permintaan
⁻ Merekap dan menganalisis kehadiran
⁻ Absensi keterlambatan, bolos, dan dispensasi yang
ditindaklanjuti

7
Tahap Persiapan
1. Melakukan asesmen kebutuhan. Asesmen
kebutuhan merupakan kegiataan yang bertujuan untuk
menemukan kondisi nyata peserta didik yang akan
dijadikan dasar dalam merencanakan program BK.
Hasil asesmen kebutuhan peserta didik/ konseli
dijabarkan dalam bentuk narasi sebagi dasar empirik
bagi konselor atau guru BK dalam merencanakan
program BK di sekolah.
2. Mendapatkan dukungan kepala dan komite
sekolah. Berdasarkan hasil asesmen kebutuhan peserta
didik/ konseli, guru BK/ konselor mencari dukungan
dari berbagai pihak seperti kepala sekolah, wakil
kepala sekolah, wali kelas, guru kelas, pengurus
komite sekolah, dan kepala tata usaha untuk
keterlaksanaan program BK di sekolah. Upaya untuk
mendapatkan dukungan dapat dilakukan dengan
beberapa cara misalnya konsultasi, rapat koordinasi,
sosialisasi, dan persuasi.

8
Tahap Persiapan

3. Perencanaan layanan BK didasarkan pada landasan filosofis


dan teoritis BK. Landasan berisi keyakinan filosofis dan teoritis
guru BK atau konselor bahwa semua peserta didik/ konseli unik
dan harus dilayani dengan penuh perhatian; setiap peserta didik/
konseli dapat meraih keberhasilan, untuk mmencapai
keberhasilan dibutuhkan upaya kolaboratif; program bk
merupakan bagian intergal dari proses pendidikan; program bk
dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan setiap
peserta didik/ konseli.

9
Tahap Perencanaan

⁻ Penyusunan program semester Bimbingan dan


Konseling setelah guru BK atau konselor
merancang program tahunan dalam bentuk
kalender, maka dirinci kembali dalam bentuk
program semester. Program semester ini
dikembangkan berbasis pada rencana operasional
(action plan) yang telah disusun sebelumnya

10
“ Tahap Perancangan

⁻ Penyusunan program Tahunan


Bimbingan dan Konseling. Struktur
program tahunan BK terdiri atas (a)
rasional, (b) dasar hukum (c), visi dan
misi, (d) deskripsi kebutuhan, (e) tujuan,
(f) komponen program, (g) bidang
layanan, (h) rencana operasional, (i)
pengembangan tema/topik, (j) rencana
evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut, (k)
sarana prasarana, dan (l) anggaran biaya.
Masing- masing diuraikan sebagai berikut.

11
😉
Nama: Sarah Taradiba

NPM: 201801500022

Kelas: Ekstensi X.A

12