Anda di halaman 1dari 22

ANGGOTA KELOMPOK 1 :

 SITI SINTA LESTARI


 RETNO ANGGUN WULANDARI
 NORLINA
 ZAHROH MUTHOHAROH
 MARIA ULFAH
 ANDRIATI NUR OKTAVIA
 WENDI YAHYA
BAB 11.
PENENTUAN
HARGA POKOK
PRODUK BERSAMA
DAN PRODUK
SAMPINGAN
dua produk atau lebih yang diproduksi secara
Produk Bersama serentak dengan serangkaian proses atau
dengan proses gabungan

satu produk atau lebih yang nilai jualnya


Produk Sampingan secara relatif lebih rendah, yang diproduksi
bersama dengan produk lain yang nilai
jualnya lebih tinggi

Dua produk atau lebih yang diproduksi dalam waktu


Produk Sekutu bersamaan tapi tidak dari kegiatan pengolahan
yang sama atau tidak berasal dari bahan baku yang
sama.
AKUNTANSI PRODUK
BERSAMA
1. Metode Nilai Jual Relatif

2. Metode Satuan Fisik

3. Metode Rata-rata Biaya per


Satuan

4. Metode Rata-rata Tertimbang


1. Metode nilai jual relatif
Contoh 1

Diket :
Total Biaya Bersama : 750.000
Total Nilai Jual : 1.000.000

Ditanya : Alokasi biaya Bersama ?

Total Biaya Bersama : 750.000


Dibagi
Total Nilai Jual : 1.000.000
Dikali 100%
% Biaya dari Nilai Jual: 75 %

Produk A = 75 % x Rp 150.000 = Rp 112.500


Produk B = 75 % x Rp 350.000 = Rp 262.500
Produk C = 75 % x Rp 300.000 = Rp 225.000
Produk D = 75 % x Rp 200.000 = Rp 150.000
Contoh 2 :
Nilai Jual
Produk Jml. Produk Nilai Alokasi Biaya
Harga Relatif (3) : Harga Pokok Produk
Bersam yg Dihasilkan Jual (1) x Bersama (4) x
Jual/kg 1.000.000 x Bersama/kg (5) : (1)
a (kg) (2) 750.000
100%
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
15% 7,5
A 15.000 10,0 150.000 112.500
35% 13,1
B 20.000 17,5 350.000 262.500
30% 9,0
C 25.000 12,0 300.000 225.000
Gambar 9.1 20% 15,0
Alokasi D 10.000
Biaya Bersama 20,0Nilai200.000
dengan Metode Jual Relatif 150.000

Produk
70.000 A
1.000.00 B
100% C 750.000 D Jumlah
Satuan yang terjual 10.000
0 15.000 20.000 8.000 53.000
Hasil penjualan Rp100.000 Rp262.500 Rp240.000 Rp160.000 Rp762.500
Harga pokok penjualan 75.000 196.875 180.000 120.000 571.875
Laba bruto Rp25.000 Rp65.625 Rp60.000 Rp40.000 Rp190.625

Persentase laba bruto dari


hasil penjualan 25% 25% 25% 25% 25%

Gambar 9.2
Perhitungan persentase Laba Bruto tiap produk
Contoh 3

Total Biaya Bersama : 3.000.000


Biaya tambahan produk A : 100/kg
2. Metode satuan fisik
Kuantitas
Produk Persentase
(barrels)
Gasoline 2.600 26,52%
2,04%
Gambar 9.4
Bensin 200
10,21%
Hasil Pengolahan Tiap 10.000 barrel Minyak Mentah
Kerosin 1.000
Minyak Pelumas 300 3,06%
Minyak Bakar 5.000 51,03%
Gasoline 300 3,06%
Produk-produk lain 400 4,08%
Jumlah 9.800 100,00%
Jumlah yg hilang dlm proses 200
10.000 Selama pengolahan 10.000 barrel minyak mentah tsb harga
pokok bahan baku yang dipakai berjumlah Rp 15.000.000

Alokasi Harga
Produk Kuantitas Persentase Pokok Bahan
Baku

Gasoline 2.600 26,52% 3.978.000


Bensin 200 2,04% 306.000
Diketahui : Kerosin 1.000 10,21% 1.531.500
Harga Pokok Bahan Baku : 15.000.000 /10.000 barrels
Minyak pelumas 300 3,06% 459.000
Minyak Bakar 5.000 51,03% 7.645.500
Gambar 9.5
Alokasi Biaya Bersama Menggunakan Metode satuan
Gasfisik 300 3,06% 459.000
Produk-produk lain 400 4,08% 512.000
9.800 100% 15.000.000
3. Metode rata-rata biaya per satuan
Contoh 4

Jumlah produksi : 762.000 m3


Biaya Bersama : Rp 22.860.000
Rata-rata biaya per 1.000 m3 : Rp 30.000 (22.860.000 : 762)
4. Metode rata-rata tertimbang
Contoh 5
Biaya bersama selama satu periode : Rp 64.500.000

Gambar 9.7
Alokasi Biaya Bersama dengan Metode Rata-rata Tertimbang
BIAYA BERSAMA DAN KEPUTUSAN
MANAJEMEN
Contoh 6

Jumlah Satuan Biaya Rata-Rata per Alokasi Biaya


Produk
Produk Kg Bersama

A 15.000 15 225.000

B 10.000 15 150.000
Gambar 9.8
25.000 375.000 Alokasi biaya bersama dengan Metode Rata-
Rata Biaya Satuan

Produk A Produk B Jumlah


Hasil Penjualan 247.500 145.000 392.500
Hasil Pokok Penjualan 225.000 150.000 375.000

Laba (Rugi) 22.500 (5.000) 17.500


Gambar 9.9
Perhitungan Laba Produk Bersama
Jika Produk B Tidak Dijual
Produk A Produk B Jumlah

Hasil Penjualan 247.500 0 247.500

Hasil Pokok Penjualan 225.000 150.000 375.000

Laba (Rugi) 22.500 (150.000) (127.500)

Produk A Produk B Jumlah


Hasil Penjualan 247.500 145.000 392.500

Hasil Pokok Penjualan 225.000 150.000 375.000

Laba (Rugi) 22.500 (5.000) 17.500

Jika diolah lebih lanjut menjadi produk C


Produk B Produk C
Hasil Penjualan
14,5 17,75
(Pendapatan)
Produk B Produk C Tambahan
Tambahan Biaya 15 18
Hasil Penjualan
14,5 17,75 3,25
(Pendapatan)
Laba (Rugi) (0,5) (0,25)
Tambahan Biaya 15 18 3

Laba (Rugi) (0,5) (0,25) 0,25


AKUNTANSI PRODUK SAMPINGAN
1. Metode-metode tanpa harga pokok (non – cost
method)

1. pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai pendapatan


diluar usaha.

2. pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai tambahan


pendapatan penjualan produk utama.

3. Pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai pengurang harga


pokok penjualan.
4. pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai pengurang total
biaya produksi.

2. Metode Nilai Pasar atau Reversal Cost Method

3. Metode-metode harga pokok (cost methods)

metode biaya pengganti (replacement cost methods)


METODE – METODE TANPA HARGA POKOK
( NON – COST METHOD )
a. Pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai
pendapatan diluar usaha.
Contoh 7
b. pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai
tambahan pendapatan penjualan produk utama.

Pendapatan penjualan produk utama (25.000 unit @ Rp 4) Rp 100,000


Pendapatan penjualan produk sampingan Rp 4,000
Jumlah pendapatan penjualan produk Rp 104,000

Harga pokok penjualan :


Biaya produksi bersama (30.000 unit @ Rp 2) Rp 60,000
Harga pokok persediaan akhir (5.000 unit @ Rp 2) Rp 10,000
Rp 50,000
Laba bruto Rp 54,000
Biaya usaha :
Biaya pemasaran Rp 20,000
Biaya administrasi & umum Rp 10,000
Rp 30,000
Laba bersih usaha Rp 24,000
c. pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai pengurang
harga pokok penjualan

Pendapatan penjualan produk utama (25.000 unit @ Rp 4) Rp 100.000

Harga pokok penjualan :


Biaya produksi bersama (30.000 unit @ Rp 2) Rp 60.000
Harga pokok persediaan akhir (5.000 unit @ Rp 2) Rp 10.000

Rp 50.000
Pendapatan penjualan produk sampingan Rp 4.000
Rp 46.000
Laba bruto Rp 54.000

Biaya usaha :
Biaya pemasaran Rp 20.000
Biaya administrasi & umum Rp 10.000
Rp 30.000
Laba bersih usaha Rp 24.000
d. pendapatan penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai pengurang
total biaya produksi
Contoh 8
Metode nilai pasar atau reversal cost method
Diketahui : Contoh 9
Produk Bersama :
Produk Utama : 40.000 kg
Produk Sampingan : 5.000 kg
Biaya Bersama: Rp 6.400.000
Nilai Pasar Produk Sampingan: Rp 80 per kg
Taksiran biaya pemasaran: 5% dari hasil penjualan
Taksiran laba Bruto: 15% dari hasil penjualan
Biaya produk sampingan pada saat terpisah
: Rp 70.000
METODE – METODE HARGA POKOK
( NON – COST METHOD )
Metode biaya pengganti ( Replacement cost method )

Jumlah biaya produksi untuk 18.000kg produk utama Rp27.000


Pendapatan penjualan produk utama : 15.000 x Rp
3,00 Rp45.000
Biaya pengganti produk sampingan yang digunakan
dalam pengolahan produk utama Rp1.800
Biaya pemasaran dan administrasi & umum Rp4.000
Persediaan akhir produk utama 3.000 kg
Pendapatan penjualan produk utama 45.000
Harga pokok penjualan :
Biaya produksi 18.000 x Rp 1,50 27.000
Dikurangi : Biaya pengganti produk sampingan 1.800 -
25.200
Dikurangi : persediaan akhir 3,000kg x Rp
1,40* 4.200 -

21.000 -

Laba bruto 24.000


Biaya pemasaran dan administrasi umum 4.000 -
* Rp 25.200 : 18.000 = Rp 1,40
Gambar 9.15
Laporan Laba Rugi dengan Replasment CostLaba bersih
Method sebelum
dalam perlakuanPPh
terhadap produk sampingan 20.000
SEKIAN
&
TERIMA KASIH