Anda di halaman 1dari 37

HUBUNGAN PENYAKIT

TUBERKULOSIS DENGAN
PENDERITA DIABETES
MELITUS

dr. Ghiffari Al-Ashafaahary Gumelar


Indonesia menempati
urutan Ke-3 di dunia untuk
kasus Tuberkulosis setelah
India dan Cina

Indonesia menempati urutan


Ke-6 di dunia untuk
kasus Diabetes Melitus type II
setelah Cina, India, Amerika Serikat,
Brazil, dan Meksiko
Apa itu TBC ??

 Tuberkulosa (TBC) adalah penyakit yang


disebabkan oleh bakteri “Mycobacterium
Tuberculosis”.

Kuman ini menyerang semua bagian tubuh,


yang paling sering terkena adalah paru.
• Merokok
• Kepadatan rumah
• Pencahayaan
• Ventilasi
• Kondisi rumah
• Kelembaban udara
• Status gizi
• Sosial-ekonomi
• Perilaku
Anamnesa ( riwayat penyakit, keluhan dan pemeriksaan klinis ).

Test Mantoux ( untuk mengetahui apakah pernah terinfeksi atau


belum / terutama pada anak-anak )

Pemeriksaan dahak

Pemeriksaan foto rontgen


 Tuberkulosa dapat disembuhkan jika
diobati sejak awal dan secara lengkap

 Jika Anda merasa mengidap TBC


1. Tutup mulut Anda atau batuk
di dalam baju saat Anda batuk di
dekat orang lain
2. Sering-sering mencuci tangan
3. Segera pergi ke Puskesmas atau
klinik
OBAT FASE AWAL
OBAT FASE LANJUT
Faktor Resiko
faktor risiko terkena diabetes antara lain sebagai
berikut :
1. Riwayat Keluarga
2. Obesitas Atau Kegemukan
3. Usia Yang Semakit Bertambah
4. Kurangnya Aktivitas Fisik
5. Merokok
6. Suka Mengkonsumsi Makanan Berkolesterol Tinggi
7. Penderita Hipertensi Atau Tekenan Darah Tinggi
8. Masa Kehamilan
9. Ras Tertentu
10. Stres Dalam Jangka Waktu Yang Lama
Diagnosis
Dikatakan menderita Diabetes Mellitus apabila menderita
dua dari tiga gejala yaitu :
1. Keluhan TRIAS : Banyak makan dan minum, Banyak
kencing dan Penurunan berat badan. Ditambah dg kel
tambahan.
2. Kadar glukosa darah pada waktu puasa lebih dari 120
mg/dl
3. Kadar glukosa darah dua jam sesudah makan lebih dari
200 mg/dl
Pencegahan
GULOH – CISAR
1. G (Glukosa) : Batasi penggunaan gula
2. U (Uric acid) : Batasi makanan yang mengandung JASBUKET:
jeroan, alkohol, sarden, burung dara, unggas, kaldu, emping, tape
3. L (Lipid/ Lemak): Hindari makanan yang berlemak, kurangi
makanan yang mengandung TEK - KUK – CS2: telur, keju, kepiting,
udang, kerang, cumi – cumi, susu, santan
4. O (Obesitas): Kontrol berat badan
5. H (Hipertensi): Hindari konsumsi garam yang berlebihan
6. C (Cigarette): Stop merokok
7. I (In activity): Olah raga teratur
8. S (Stress): Hindari stress
9. A(Alcohol abuse): Stop minum – minuman beralkohol
10. R(Regular check up): Check up secara teratur
HUBUNGAN TUBERKULOSIS
TERHADAP PENDERITA DM
• Pasien DM adalah seseorang dengan
immunocompromised (kekebalan tubuh rendah)
sehingga rentan terhadap infeksi (salah satunya TB)
karena keadaan gula yang tinggi akan mengganggu
fungsi sel-sel imun dalam tubuh yang bertugas
melawan infeksi kuman.
HUBUNGAN TUBERKULOSIS
TERHADAP PENDERITA DM
Penderita DM tidak terkontrol lebih
berisiko terkena TB!

Potensi berkembangnya kuman TB pada


penderita DM 2-5x lebih tinggi

Infeksi TB pada penderita DM lebih sering


disebabkan reaktivasi kuman TB
HUBUNGAN TUBERKULOSIS
TERHADAP PENDERITA DM

Menunjukan Berisiko
Kerusakan
gejala TB mengalami
paru lebih
yang lebih resistensi
parah
berat OAT
PRINSIP PENGOBATAN TB-DM

Pengobatan
Tepat
Kontrol Rutin
Pantau Efek
Samping Obat
KESIMPULAN

DM menyebabkan penurunan kekebalan tubuh


sehingga meningkatkan risiko reaktivasi kuman
TB dalam tubuh sehingga infeksi yang timbul
akan lebih berat dan berisiko mengalami
resistensi terhadap Obat Anti Tuberkulosis
Mari kontrol
kesehatan anda secara
rutin agar terhindar
dari penyakit-penyakit
yang bersifat kronis