Anda di halaman 1dari 17

Sejarah Indonesia dalam

Bingkai Karya Sastra


Oleh : Kelompok 5

13 Agustus 2019
Nilai-Nilai dan Konversi Nilai Teks
Cerita Sejarah dalam Bentuk
Eksplanasi

Nilai-nilai dalam teks cerita sejarah


01
Relevansi nilai dalam teks cerita
02 sejarah dengan masa kini

Konversi nilai teks cerita sejarah


03 dalam bentuk eksplanasi
Ayo, kita bahas!
Mohon perhatiannya 
Cerita ini menceritakan sejarah perjuangan
Ustadz Syamsuri saat pasukan DST (Depot
Speciale Troepen–DST, KNIL) menyerang
kampungnya di Bacukikki, Jantung Afdeling,
Parepare. Akan tetapi, cerita ini disimpulkan
berdasarkan sudut pandang Rahing. Rahing
merupakan seorang kerabat dekat dari Ustadz
Syamsuri.

Faktanya, apabila kita membaca teks ini secara


keseluruhan, kita akan menemukan sebuah
kejanggalan pada akhir cerita, dimana yang
seharusnya pohon asam itu merupakan sebuah
simbol perjuangan bagi rakyat Bacukikki,
tetapi malah menjadi simbol perjuangan Ustadz
Syamsuri. Hal itu disebabkan oleh cerita Rahing
yang seolah-olah menganggap bahwa Ustadz
Syamsurilah yang banyak berjuang dalam Mengapa Mereka Berdoa
peristiwa tersebut. kepada Pohon?
Nilai-Nilai dalam
Teks Cerita Sejarah
Nilai-nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dapat
diambil dan dipetik sehingga dapat berguna dalam
kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut tidak ditulis secara
langsung.

Nilai Nilai Nilai


Religius Kepahlawanan Estetika
nilai yang berkaitan nilai yang berkaitan nilai yang berkaitan
dengan hubungan dengan perjuangan dalam dengan tata pergaulan
manusia dengan Tuhan. memperjuangkan sesuatu. individu dalam masyarakat.

nilai yang berkaitan nilai yang berkaitan dengan nilai yang berkaitan dengan keindahan
dengan akhlak, budi konsep masalah dasar yang baikd dari segi bahasa, penyampaian
pekerti, dan tindakan sangat penting dan bernilai cerita, pelukisan alam, keistimewaan
susila manusia. dalam kehidupan manusia. tokoh, dan ligkungan sekitar tokoh.
Nilai Nilai Nilai
Moral Budaya Sosial
13
”... ia kemudian
melanjutkannya dengan;
saya harus amankan istri
saya dulu, Ustad, maaf.
Detik pertama setelah Nilai
kalimatnya selesai,
amarahku hampir Moral
memuncak. Egois sekali!
...”

19
“Sejak hari itu orang-
orang berdatangan
dan semakin rajin
berdoa di sana,
Nilai hingga sekarang–
budaya puluhan tahun
kemudian.”
Nilai
religius

“Ya Hayyu, Ya Qayyum–wahai yang Maha Hidup, Wahai yang


12 Maha Berdiri Sendiri, aku mengucapkannya di dalam hati,
berkali-kali, sampai aku merasa benar-benar siap.”

“… Mari berdoa untuk beliau. Al-faatihah!”


18
Nilai
kepahlawanan

“Bersama Rahing, bersama Laskar Andi Makassau lainnya, aku


5 pernah berjuang sebelum kemerdekaan–dan ketika semuanya
telah kami rebut, penjajah laknatullah itu kembali.”

“Rapat kami gelar hampir setiap malam, menjelang Isya, bahkan


8 tak berujung hingga Subuh tiba, rapat bukan sekadar rapat
sebenarnya; kami berjaga.”
Nilai
sosial

“Aku mengkhawatirkan mereka “... aku juga tahu ia bukan “Namun, sebuah kenangan
8 10 mencemaskan dirinya sendiri. 13 memaksaku takluk, aku tidak
dan kecemasanku semakin
menjadi-jadi dari hari ke hari.” Ada istri–dan barangkali ada ingin menyampirkan luka yang
janin yang tengah ia sama di pundak Rahing.”
khawatirkan...”
Nilai
estetika 18
“Dadaku
15 semakin panas,
“Matahari tidak namun aku kini
11 akan tenggelam seperti burung
selain di ujung patah sayap “Tubuhnya naik ke
langit, begitu pula patah paruh.” langit.
8 “Seperti pelaut hidup takkan
yang tak pernah berakhir selain
berhenti oleh ajal.
mencemasi angin
limbubu.”
Relevansi Nilai dalam Teks Cerita
Sejarah dengan Masa Kini

1. “Mari berdoa untuk beliau, Alfatiha!”


Kutipan tersebut merupakan nilai religius
yang relevansi atau hubunganya erat
dengan masyarakat sekarang. Masyarakat
biasanya saling mendoakan satu sama lain
dalam situasi senang maupun susah.
Contohnya berdoa bersama-sama untuk
anggota keluarga yang telah meninggal.
Relevansi Nilai dalam Teks Cerita
Sejarah dengan Masa Kini

2. “Sejak hari itu orang orang berdatangan dan


semakin rajin berdoa disana, hingga sekarang
puluhan tahun kemudian.” Kutipan tersebut
merupakan nilai budaya karena telah menjadi
kepercayaan masyarakat disana sejak dulu. Hal
seperti ini masih ada hingga sekarang. Masih
ada orang yang mempercayai sesuatu yang
dianggap keramat dan turun temurun.
Relevansi Nilai dalam Teks Cerita
Sejarah dengan Masa Kini

3. “… Ia kemudian melanjutkannya dengan; saya harus


amankan istri saya dulu, ustad, maaf. Detik pertama
setelah kalimatnya selesai, amarahku hampir memuncak.
Egois sekali!” Kutipan tersebut merupakan nilai moral
yang tidak baik untuk dicontoh, tetapi sikap egois ini
masih sering kita temukan hingga sekarang. Biasanya
orang hanya mementingkan diri sendiri dibandingkan
orang lain dan ingin menang sendiri. Contoh sikap egois
masa sekarang ,seperti merasa pendapatnya paling benar
dalam sebuah diskusi.
Terima Kasih! :)
Kelompok 5
Sesi Tanya Jawab
Kelompok 5
K R I T I K
S A R A N
KELOMPOK 5
1. AURA AZZAHRA SENOPUTRI
2.LIDWINA APRILLIA ISWARA EKA
WIDIASTUTI
3.MARBELLA
4.MUFRIH NUR HUDA TRI PUTRA
5.NILA VIDILA UTAMI
6.RASENDRIYA CLARISYA