Anda di halaman 1dari 29

OPTIMALISASI PENYUSUNAN ANGGARAN

(RKA DAN RKA-PERUBAHAN) MELALUI


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
DI
DINAS PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN DAN
PERHUBUNGAN KABUPATEN BANGKA BARAT
2019
LAPORAN HASIL AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III ANGKATAN V

• NAMA : DWINITA MEILIZA, S.E


• NIP : 19950507 201902 2 007
• JABATAN : ANALIS PERENCANAAN ANGGARAN
DINAS PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN
DAN PERHUBUNGAN
Latar Belakang
01 Alur dan tahapan yang tidak teratur dan tumpang tindih
dalam
. penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)

02 Adanya Perbedaan jumlah angka pada dasar


Pedoman Surat Edaran Bupati, HSPK dengan angka
yang tertera dalam RKA

03 Koordinasi antara bidang yang melaksanakan kegiatan


penyusunan RKA belum optimal
Dampak Apabila Tidak ada SOP Penyusunan
Anggaran (RKA dan RKA-Perubahan)
• Apabila tidak ada suatu pedoman atau aturan yang mengatur contohnya SOP terkait
dengan Penyusunan Anggaran, maka kegiatan penyusunun RKA tidak akan berjalan
lancar, dan draft RKA yang dihasilkan tidak akan tepat dan sesuai dengan yang
aturan yang seharusnya.

• Apabila Draft RKA OPD yang disampaikan tidak sesuai dengan prioritas, HSPK dan
Surat Edaran Bupati maka draft RKA akan dikembalikan untuk diperbaiki dan
menghambat jadwal selanjutnya.
Capaian Aktualisasi
Deskripsi • Isu yang diambil dalam kegiatan aktualisasi ini adalah Isu
yang ada pada kegiatan Penyusunan Anggaran di wilayah
Core Issue kerja Disperkimhub Bangka Barat

Isu yang • “Kurang Optimalnya Penyusunan Anggaran (RKA dan RKA-


Perubahan) di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Diangkat Perhubungan Kabupaten Bangka Barat”

Gagasan • “Optimalisasi Penyusunan Anggaran (RKA dan RKA-


Perubahan) melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) di
Pemecahan Isu Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan
Kabupaten Bangka Barat.”
Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi
Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi
Hasil Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi
Kegiatan Aktualisasi dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus – 30 September 2019
di Wilayah Kerja Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan
Kabupaten Bangka Barat

Tahapan Kegiatan
2. Melakukan 3. Membuat SOP
1. Melakukan persiapan
koordinasi Pembuatan Penyusunan Anggaran (RKA
perencanaan kegiatan
SOP dan RKA-Perubahan)

4. Pengesahan SOP Penyusunan 5. Sosialisasi dan Simulasi SOP


Anggaran (RKA dan RKA- Penyusunan Anggaran (RKA dan
Perubahan) RKA-Perubahan)
Kegiatan 1 Tahapan1
• Menghadap dan Menjelaskan kepada Kasubbag penyusunan
program dan keuangan tentang kegiatan yang akan dilakukan

• AKUNTABILITAS: Memaparkan kegiatan yang akan

Nilai dilaksanakan merupakan bentuk TRANSPARANSI terhadap


atasan agar ada KEJELASAN dalam setiap kegiatan yang
akan dilaksanakan.

ANEKA • ETIKA PUBLIK: Dalam menghadap atasan saya harus


memelihara dan menjunjung tinggi standar Etika Luhur,
bersikap sopan dalam tutur kata dan gerakan dalam
berkomunikasi dan bersikap dengan atasan

Output
Kegiatan 1 Tahapan 2
• Berdiskusi dengan kepada Kasubbag penyusunan
program dan keuangan serta meminta saran dan
masukan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan.

• AKUNTABILITAS: Adanya Kejelasan mengenai


kegiatan apa yang disepakati bersama dalam diskusi

Nilai dengan atasan.


• NASIONALISME (SILA KE 4): Berdiskusi
termasuk kegiatan bermusyawarah dalam mencapai
ANEKA tujuan bersama.
• ETIKA PUBLIK : Dalam berdiskusi dengan atasan,
saya telah menerapkan sikap menghargai,
komunikasi, konsultasi dan kerjasama.

Output
Kegiatan 1 Tahapan 3
• Meminta persetujuan kepada Kasubbag penyusunan
program dan keuangan tentang kegiatan yang akan
dilaksanakan.

• AKUNTABILITAS: Adanya Kejelasan


mengenai kegiatan apa yang disepakati bersama

Nilai
dalam diskusi dengan atasan.
• NASIONALISME (SILA KE 4): Berdiskusi
termasuk kegiatan bermusyawarah dalam
ANEKA mencapai tujuan bersama.
• ETIKA PUBLIK : Dalam berdiskusi dengan
atasan, saya menerapkan sikap menghargai,
komunikasi, konsultasi dan kerjasama.

Output
Kegiatan 2 Tahapan 1
• Memberitahukan kepada seluruh unit atau
bidang tentang kegiatan penyusunan SOP

• AKUNTABILITAS: adanya keJelasan dan


Transaparansi ke setiap bidang yang terkait mengenai
kegiatan yang akan dilakukan. Pemberitahuan ke setiap

Nilai bidang juga menerapkan nilai Keadilan.


• ETIKA PUBLIK:Pemberitahuan ke seluruh bidang
akan menciptakan lingkungan kerja yang non

ANEKA diskriminatif
• KOMITMEN MUTU: Pemberitahuan
secara tertulis lebih efisien untuk disampaikan.
• ANTI KORUPSI: Jujur dalam memberitahukan apa
adanya kegiatan yang akan dilakukan

Output
Kegiatan 2 Tahapan 2
• Mempersiapkan Konsep SK Dinas terkait
Rancangan SOP Penyusunan Anggaran (RKA
dan RKA-Perubahan)
• AKUNTABILITAS:
• Adanya Surat Keputusan sebagai dasar bentuk Tanggung jawab
dan Kejelasan kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam

Nilai mempersiapkan SK Dinas harus didasari prinsip dan nilai


Integritas, yaitu kesesuaian antara bahan, prosen dan SK yang
dihasilkan.

ANEKA
• ETIKA PUBLIK:
• Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja.
• Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program. Pembuatan SK Dinas adalah salah satunya.
• KOMITMEN MUTU: SK yang disiapkan harus bermutu,
memiliki kualitas yang sesuai dengan standar yang berlaku

Output
Kegiatan 2 Tahapan 3
• Meminta persetujuan Mentor dan Plt. Kepala Dinas
pada SK Dinas terkait Rancangan SOP Penyusunan
Anggaran (RKA dan RKA-Perubahan).

• AKUNTABILITAS:
• Adanya Kejelasan mengenai kegiatan apa yang disepakati

Nilai bersama dalam diskusi dengan atasan.


• NASIONALISME (SILA KE 4):
• Berdiskusi termasuk kegiatan bermusyawarah dalam

ANEKA mencapai tujuan bersama.


• ETIKA PUBLIK :
• Dalam berdiskusi dengan atasan, harus menerapkan sikap
menghargai, komunikasi, konsultasi dan kerjasama.

Output
Kegiatan 3 Tahapan 1
• Mengumpulkan Informasi dan identifikasi serta menganalisis
alternative dasar – dasar acuan dan pedoman dalam pembuatan SOP
penyusunan Anggaran (RKA dan RKA-Perubahan)

• AKUNTABILITAS: Adanya kejelasan dalam dasar hukum dan


standar yang berlaku dalam penyusunan SOP untuk mendukung
kepercayaan public bahwa SOP yang dihasilkan mempunyai
dasar hokum yang kuat dan jelas.
• NASIONALISME (SILA KE2):Adanya Nilai Kebenaran

Nilai didalam informasi yang dianalisis dan dijadian acuan pembuatan


SOP.
• ETIKA PUBLIK:Dalam mengumpulkan dan menganalisis
ANEKA informasi, informasi yang ada harus bisa dipertanggungjawabkan.
• KOMITMEN MUTU: mengumpulkan dan mengidentifikasi
juga menganalisis informasi dilaksanakan secara efektif dan
efisien.
• ANTI KORUPSI: Dalam mengumpulkan indormasi harus jujur
dan siap bekerja keras.

Output
Kegiatan 3 Tahapan 2
• Memulai membuat SOP Penyusunan Anggaran
(RKA dan RKA-Perubahan) dengan Flowchart

• AKUNTABILITAS: Dalam pembuatan SOP harus mempunyai


Integritas yang tinggi, siap mempertanggung jawabkan SOP
yang telah dibuat. Adanya Kejelasan dan Konsistensi SOP yang
dibuat dengan aturan dan dasar hukum yang melandasinya.

Nilai • ETIKA PUBLIK: Memiliki kemampuan dalam melaksanakan


kebijakan dan program pemerintah termasuk dalam pembuatan
SOP Penyusunan RKA.Membuat SOP secara professional.

ANEKA • KOMITMEN MUTU: SOP yang dibuat harus memiliki Mutu


yang baik, Efektif dan Efisien serta memberikan inovasi dan
perubahan.
• ANTI KORUPSI : Dalam pembuatan SOP harus disiplin
terhadap aturan dan dasar hukum yang ada dan sebenar –
benarnya (jujur).

Output
Kegiatan 3 Tahapan 3
• Diskusi dan meminta persetujuan dengan atasan
langsung yaitu Kasubbag Penyusunan Program dan
Keuangan

• AKUNTABILITAS:

Nilai • Adanya Kejelasan hasil diskusi dengan atasan. Hasil diskusi harus
bisa dipertanggungjawabkan.
• NASIONALISME (SILA KE 4) :

ANEKA
• Tidak memaksakan kehendak pada orang lain
• ETIKA PUBLIK:
• Adanya sikap menghargai Komunikasi dan Konsultasi yang
terjadi antara atasan dan bawahan sesuai dengan etika luhur.

Output
Kegiatan 4 Tahapan 1
• Membuat konsep SK tentang SOP
• AKUNTABILITAS:
• nilai pemimpin yang harus menjadi bukti dasar dan
kepercayaan berlakunya suatu SOP. Adanya Tanggung
Jawab pada SOP yang telah disahkan. Konsep SOP yang
dibuat harus secara transparansi.
• NASIONALISME (SILA KE 2):
• Adanya Nilai Kebenaran dalam SOP yang disahkan.
Nilai ANEKA • ETIKA PUBLIK:
• Membuat konsep SK berdasarkan prinsip keahlian.
• KOMITMEN MUTU:
• Konsep SK yang dibuat harus bermutu.
• ANTI KORUPSI:
• Dalam membuat konsep SOP harus disiplin terhadap
aturan yang ditaati.

Output
Kegiatan 4 Tahapan 2
• Meminta persetujuan konsep SK tentang SOP kepada
Kasubbag Penyusunan Program dan Keuangan

• AKUNTABILITAS:
• Adanya persetujuan dari Kasubbag Penyusunan
Program dan Keuangan yang membuat Konsep
SK jelas untuk disahkan.
• NASIONALISME (SILA KE 2):
Nilai • Meminta persetujuan atasan mengandung nilai
ANEKA kebenaran dalam Konsep SK tentang SOP yang
kita buat.
• ETIKA PUBLIK:
• Menghargai komunikasi, konsultasi dan
kerjasama antara atasan dan bawahan dalam
meminta persetujuan sesuai dngan etika luhur.

Output
Kegiatan 4 Tahapan 3
• Penandatanganan SK dan SOP oleh Plt. Kepala Dinas
• AKUNTABILITAS:
• Adanya tanda tangan dari Plt. Kepala Dinas dalam SK dan

Nilai
SOP yang kita buat menjadi nilai kejelasan untuk public
dan dapat memberikan kepercayaan..
• NASIONALISME (SILA KE 2):

ANEKA • Tanda tangan atasan mengandung nilai kebenaran dalam SK


dan SOP yang kita buat.
• KOMITMEN MUTU
• SK dan SOP yang telah ditandatangani oleh Plt Kepala Dinas
adalah simbol dari mutu, kualitas yang sesuai standar.

Output
Kegiatan 5 Tahapan 1
• Membuat konsep surat undangan Sosialisasi SOP
Penyusunan Anggaran (RKA dan RKA-
Perubahan) dan meminta persetujuan Plt. Kepala
Dinas

• AKUNTABILITAS
• Surat Undangan Sosialisasi SOP Penyusunan RKA
sebagai bentuk Transparansi pada setiap bidang.
• Surat Undangan yang dibuat harus dapat
Nilai dipertanggung Jawabkan.
ANEKA • KOMITMEN MUTU:
• Surat Undangan sosialisasi SOP harus lah bermutu,
• ANTI KORUPSI:
• Membuat surat undangan dengan Jujur sesuai
dengan persetujuan

Output
Kegiatan 5 Tahapan 2
• Sosialisasi dan Simulasi alur tahapan SOP Penyusunan Anggaran
(RKA dan RKA-Perubahan)

• AKUNTABILITAS:
• Sosialisai yang dilakukan dengan penuh Tanggung
Jawab untuk memberikan pemahaman dan Kejelasan
yang transparansi pada setiap bidang yang terkait
dengan Penyusunan Anggaran (RKA dan RKA-
Nilai Perubahan)
• ETIKA PUBLIK:
ANEKA • Dalam sosialisasi menanamkan nilai menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerjasama pada setiap
bidang.
• Dalam melakukan simulasi harus Memiliki kemampuan
dan professional serta Mengutamakan pencapaian
hasil mendorong kinerja pegawai

Output
Kegiatan 5 Tahapan 3
• Evaluasi Hasil Simulasi SOP Penyusunan RKA

• AKUNTABILITAS:
• BerTanggung Jawab dalam mengevaluasi hasil
SOP Penyusunan RKA apapun resikonya.
• KOMITMEN MUTU:
Nilai • Dalam mengevaluasi hasil simulasi SOP
Penyusunan RKA harus dilakukan secara

ANEKA Efektif agar mendapat tujuan yang yang


seharusnya dicapai.
• ANTI KORUPSI:
• Dalam mengevaluasi Hasil Simulasi SOP
Penyusunan RKA harus secara jujur dan apa
adanya.

Output
Analisis Dampak
Bagi Individu
1. Peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai dasar ANEKA
dalam setiap kegiatan yang dilakukan dan membentuk karakter
ASN berkualitas, professional dan berdedikasi tinggi untuk
melayani masyarakat.
2. Mendorong capaian kinerja yang lebih baik
3. Meningkatkan kompetensi dalam melakukan inovasi serta
kreativitas di bidang penyusunan anggaran
Analisis Dampak
Bagi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan

1. Menciptakan suasana lingkungan kerja yang mendukung


kegiatan penyusunan anggaran yang optimal
2. Membantu meningkatkan kualitas Penyusunan Anggaran
yang Efektif dan Efisien di Dinas Perumahan, Kawasan
Permukiman dan Perhubungan
Analisis Dampak
Kontribusi Visi, Misi dan Organisasi
• Kegiatan aktualisasi ini berkontribusi mendukung terwujudnya visi
Dinas yang mendukung Visi Kepala Daerah, “Menuju Kabupaten
Bangka Barat Hebat 2021.”
• Mendukung Misi Bangka Barat nomor 1 yaitu “Mewujudkan Tata
Kelola Pemerintahan Yang Baik.”
• Menguatkan nilai-nilai organisasi Dinas Perumahan, Kawasan
Permukiman dan Perhubungan yaitu Integritas, Komitmen, Kerjasama
dan Kepemimpinan.
Analisis Dampak
Apabila Nilai Nilai ANEKA tidak diterapkan
• Tidak adanya kejelasan terhadap kegiatan yang akan • SOP yang dibuat tidak memiliki berkualitas dan tidak
dilaksanakan. memiliki mutu baku yang baik
• Kegiatan yang dilaksanakan akan berantakan dan tidak • Tidak adanya kepercayaan publik terhadap SOP Penyusunan
sesuai dengan peraturan yang ada. Anggaran, dan publik tidak akan memahami bagaimana alur
• Kegiatan yang dilaksanakan akan bertentangan dan tidak dan tahapan yang ada didalam SOP Penyusunan Anggaran
disetujui oleh atasan. (RKA dan RKA Perubahan)
• Tidak adanya kepercayaan publik pada kegiatan • Kegiatan Sosialisasi dan Simulasi SOP Penyusunan Anggaran
pembuatan SOP Penyusunan Anggaran tidak akan terlaksana dengan baik dan lancer sesuai tujuan
• SK Rancangan dan SK SOP Penyusunan Anggaran tidak • SOP Penyusunan Anggaran (RKA dan RKA-Perubahan)
akan sah dalam hukum.
yang ada tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya
• Dasar SOP Penyusunan Anggaran yang dibuat tidak
sesuai dengan pedoman dan aturan yang ada.
Kesimpulan
• Hasil dari kegiatan ini telah mengoptimalkan Penyusunan Anggaran (RKA
dan RKA Perubahan) di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Perhubungan Kabupaten Bangka Barat serta memiliki dampak yang
berkelanjutan yang menghasilkan nuansa positif di wilayah kerja.
• Diharapkan dengan SOP Penyusunan Anggaran, tata kerja dan proses kerja
di lingkungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan
Kabupaten Bangka Barat semakin efektif.
• SOP Penyusunan Anggaran yang sesuai tugas dan fungsi dapat mendorong
pelaksanaan pekerjaan yang jelas dan teratur, menjadi dasar untuk
penyusunan target kinerja tim dan individu.
Sekian dan Terima Kasih..