Anda di halaman 1dari 58

 Distribusi Teoritis

 Rumus-Rumus Distribusi Seragam


 Pengertian Distribusi Binomial
 Soal-Soal Distribusi Binomial
 Rata-Rata dan Ragam Distribusi Binomial
 Konsep dan Rumus Distribusi Multinominal
 Konsep Rumus Distribusi Binomial Negetaif
 Konsep dan Rumus distribusi geometrik dan
Hipergeometrik
 Nilai rata-rata distribusi hipergeometrik dan
perhitungan
 Merupakan alat untuk menentukan apa yang
kita harapkan dari asumsi-asumsi yang benar
 Distribusi teoritis memungkinkan para
pengambil keputusan memperoleh logika
yang kuat dalam keputusan dan berguna bagi
pembuatan ramalan berdasarkan informasi
yang terbatas
Distribusi seragam
Distribusi binomial
Distribusi hipergeometrik
Distribusi Multinomial
Distribusi Poisson
 Merupakan distribusi probabilitas paling
sederhana diantara distribusi probabilitas
yang lain.
 Dalam distribusi ini setiap nilai peubah acak
mempunyai probabilitas yang sama.
 Distribusi seragam dapat pula didefinisikan
sbb :
 Bila peubah acak X mempunyai nilai X1,
X2,...Xk, dengan probabilitas yang sama,
distribusi seragam distkret dinyatakan sbb :
px : k 
1

k
untuk
x  x1 , x2 ,.... xk

 Kitamenggunakan notasi p (x, k). Dimana


p(x) untuk menunjukkan bahwa distribusi
seragam pada parameter k.
 Sebuah dadu setimbang dilemparkan sekali.
Bila x menyatakan mata dadu yang muncul,
buatlah distribusi probabilitas x!
 Jawab :
 Ruang contoh S = {1.2.3.4.5 dan 6} dan setiap
mata dadu mempunyai probablitas yang sama
untuk muncul yaitu 1/6. Dengan demikian,
distribusi seragamnya adalah :

px : 6 
1
6
x  1, 2,3, 4,5dan6
 Tim bulu tangkis terdiri atas 8 orang. Bila dari tim tersebut
dipilih 2 orang secara acak untuk melakukan pertandingan,
Tentukan distribusi seragam yang diambil secara acak.
 Jawab :
 Jumlah dalam satu tim 8 orang, maka kita mengambil 2

orang secara acak dalam :
8 8! 8! 8.7.6! 56

 2
  2!(8  2)!  2!6!  2.1.6!  2  28
 

 Bila masing2 diberi nomor 1 sampai 28, distribusi


probabilitasnya :

Px : 28 
1
untuk..x  1.2......28
28
 Setiap kejadian selalu dibedakan menjadi
dua macam kejadian yang bersifat saling
meniadakan.
 Dalam setiap percobaan hasilnya dapat
dibedakan : berhasil atau gagal
 Probabilitas kejadian “berhasil” dinyatakan
dengan huruf “p”, sedangkan probabilitas
“gagal” dinyatakan dengan huruf “q”,
dimana p + q = 1 atau q = 1- p.
 Masing-masing percobaan bersifat bebas
yaitu peristiwa yang satu tidak dapat
mempengaruhi peristiwa yang lain.
 Keluarga Markus merencanakan memiliki 3
anak seperti pada tabel. Setiap kelahiran
anak laki2 disebut “berhasil” dan setiap anak
perempuan dikatakan “gagal”.
 Banyaknya anak laki-laki dipandang sebagai
peubah acak X yang mengambil bilangan 0
sampai 3. Peubah acak X yang menyatakan
banyaknya keberhasilan dalam setiap
percobaan di sebut “ Peubah acak binomial”.
Ruang Contoh Peubah X Probabilitas
PPP 0 1/8
LPP 1 1/8
PLP 1 1/8 =3/8
PPL 1 1/8
LLP 2 1/8
LPL 2 1/8 = 3/8
PLL 2 1/8
LLL 3 1/8
 Kelahiran anak laki-laki dinyatakan sebagai x,
probabilitas kelahiran anak laki-laki
mempunyai nilai tetap yaitu ½. Probabilitas
anak laki-laki dipandang berhasil adalah x
dengan probabilitas p dan sebaliknya, setiap
kegagalan yaitu kelahiran anak perempuan
adalah (n-x) dengan probabilitas q = 1 – p.
 Probabilitas dengan urutan tertentu disebut
dengan px.qn-x.
 Jikasuatu percobaan binomial mempunyai
probabilitas keberhasilan p dan probabilitas
kegagalan q, distribusi probabilitas peubah
acak X adalah banyaknya keberhasilan dalam
n percobaan yang bebas dan dinyatakan oleh
:
 n  x n x
b x : n : p   
 xp q
 

 Dengan x = 0, 1, 2,......n
 Besarnyaprobabilitas Keluarga Markus
dengan 2 anak laki-laki dari 3 anak adalah :
 n  x n x
b x : n : p   
 xp q
 
3 2
1   3  1  
2
 1
b 2 : 3 :   
 
   1   
 2   2  2   2
2 1
3! 1 1 3
    
2!3  2 !  2   2  8
 Nilai rata-rata distribusi binomial pada
dasarnya ditentukan oleh banyak peristiwa
yang dihasilkan oleh percobaan binomial,
terutama keberhasilan dan kegagalan.
 Misalkan hasil percobaan ke-n dinyatakan
oleh peubah acak Ln dengan probabilitas p
keberhasilan Ln=1 dan probabilitas q
kegagalan Ln=0. Suatu percobaan binomial
banyaknya keberhasilan dituliskan sebagai n
peubah acak bebas :
 X = L1 + L2 + .....+ Ln
 Nilaiharapan setiap Ln adalah
 E(Ln)= 1.(p) + 0 (q) = p
 Sehingga rata-rata suatu populasi distribusi
binomial dapat dinyatakan sebagai perkalian
n percobaan dengan probabilitas
keberhasilan :
 µ = E(X) = E(L1)+E(L2)+.....+E(Ln)
 = p + p +.....+p
 =n.p
 Ragam populasi untuk setiap Li adalah :

 
 2 Li  E Li  p 2  E L2i   p 2
 1  0  q  p 2
2p 2

 p.q
 Dengan demikian , total ragam populasi
distribusi binomial dirumuskan :

 2   L21   L22  ......   Ln2  p.q  p.q  ...  npq

 Dan simpangan bakunya :

  npq
 Keluarga markus berencana memiliki 3 anak. Bila X
menyatakan banyaknya kelahiran anak , (a) hitunglah
probabilitas kelahiran 2 laki laki, (b) probabilitas memiliki
tidak lebih dari 2 anak laki-laki, dan (c) hitunglah rata-rata
dan simpangan baku peubah acak X!:
 Jawab :
 A. Probabilitas 2 anak laki-laki
 P(X=2) = b(2:3:0.5)

 3
 0.52 0.532  0.5  0.375
3! 3

 2 2!3  2!
 P(X≤ 2)

 3  3  3
 0.5 0.5   0.5 0.5   0.5 0.5
0 3 1 2 2 1

0 1  2
 0.125  0.375  0.375  0.875

 hitunglah rata-rata dan simpangan baku peubah


acak X!:
 µ=n.p=3(0.5)=1.5 dengan n=3 dan p=0.5

  30.50.5  0.866
 Pada distribusi binomial hanya dikategorikan berhasil
atau gagal, dalam distribusi multinomial percobaan
akan menghasilkan beberapa kejadian lebih dari dua
yang saling meniadakan atau saling lepas.
 Contoh cuaca digolongkan cerah, hujan atau
mendung.
 Secara umum bila setiap ulangan menghasilkan satu
diantara k kemungkinan hasil percobaan E1,
E2,......Ek kali kejadian dalam n ulangan yang besar
dengan x1+x2+...+Xk=n. n merupakan banyaknya
sekatan elemen dalam k kelompok dengan x1 dalam
kelompok pertama,x2 dalam kelompok ke 2 dan xk
dalam kelompok ke-k merupakan suatu permutasi
dari n elemem yang seluruhnya tidak dapat
dibedakan.
𝑛
𝑏 𝑥1,𝑥2 𝑥3, 𝑥𝑛 : 𝑛: 𝑃1 , 𝑃2 𝑃𝑛 = 𝑥 , 𝑥 , 𝑥 𝑃1𝑥1 𝑃2𝑥2 … . 𝑃𝑘𝑥𝑡
1 2 𝑘

 Denganprobabilitas suku-suku pengurai


multinomial p1 + p2+...+pk=1
 Dalam pemilu legislatif para konstituen
mempunyai pilihan mencoblos 3 partai politik
dengan probabilitas : PAN 0,5; Demokrat 0.30
dan Golkar 0,20. Berapa probabilitas bahwa
diantara 10 konstituen sebanyak 4 memilih
PAN, 3 konstituen PD dan 3 memilih PG.
 Jawab :
 E1 : 4 konstituen memilih PAN
 E2 : 3 konstituen memilih PD
 E3 : 3 konstituen memilih PG
 Setiap ulangan dengan probabilitas p1=0,5; p2=0.3;
p3=0.2.Oleh karena x1=4,x2=3 dan x3=3, distribusi
multinomialnya adalah :

 10 
b4,3,3;10;0,5,03,0,2          
4 3 3
 4,3,3  0.5 0. 3 0. 2
 

10!
0.06250.027 0.008  0.057
4!3!3!
 Suatupersilangan kacang buncis Mm x Mm
menghasilkan keturunan berwarna merah,
jambon dan putih dengan perbandingan
1:2:1. Hitunglah probabilitas 6 keturunan
kacang buncis jika ada 1 yang berwarna
merah (MM), 3 warna jambon (Mm), dan 2
warna putih (mm).
 Hasil persilangan dengan perbandingan MM:Mm,mm=1:2:1.
 Probabilitas warna merah MM, p1=1/4 dgn x1=1,
 Probabilitas warna jambon Mm, p2=1/2 dgn x2=3
 Probabilitas warna putih mm, P3=1/4 dgn x3=2.
 Probabilitas :
1 3 2
 1 1 1   6  1   1   1 
b1,3,2 : 6 : , ,          
 4 2 4   1,3,2  4   2   4 
6!  1  1  1 
      0.117
1!3!2!  4  8  16 
 Merupakan perluasan dari disribusi binomial.
Jika distribusi binomial hanya terdiri atas
ulangan yang terdiri dari 2 kemungkinan
maka distribusi binomial negatif,
pengulangan dilakukan secara terus menerus
sampai terjadi sejumlah keberhasilan
tertentu.
 Rumus :

 n  x  x n x
b( x : n : p )   p q
 n1 

dim ana : x  n, n  1, n  2
 Seorang peneliti tengah menginokulasi
beberapa tikus putih dengan menyntikkan
virus yang menyerang metabolisme
pencernaan sampai ia memperoleh 3 ekor
tikus putih terserang penyakit tersebut. Bila
probabilitas terjangkit penyakit itu 25%,
berapa probabilitas bahwa dalam percobaan
itu diperlukan 10 ekor tikus.
9
b3 : 10 : 25%   25%  75%
3 7

2
 360.01560.1335
 0.075

 Jadi,probabilitas diperlukannya 10 ekor tikus


putih untuk 3 ekor tikus yang terserang
penyakit 7.5%.
 Menurut hasil penelitian ahli komputer,
kurang lebih 800 dari 1000 pengguna tidak
setuju dengan harga komputer yang naik.
Bila hasil penelitian ini benar, hitunglah
probabilitas bahwa pada suatu hari tertentu,
pengguna keempat yang diwawancarai
adalah pengguna keempat yang tidak setuju
komputer dinaikkan.
800 8
p  , x  4dann  4
1000 10
8    8   2 
4 0
 3
b 4 : 4 :         10.4096 1
 10   3  10   10 

 Jadi probabilitasnya sebesar 41% bila wanita


keempat yang diwawancarai merupakan
pengguna komputer yang tidak setuju harga
dinaikkan.
 Menurut survey tentang perilaku hidup bersih
pada mahasiswa di kota new York, sebanyak 70%
para mahasiswa melaksanakan cara hidup sehat.
Seandainya hasil survey ini benar :
 A. Hitunglah probabilitas bahwa mahasiswa
kedelapan yang diwawancarai merupakan
mahasiswa ke lima yang menerapkan perilaku
hidup bersih
 B. Hitunglah probababilitas bahwa mahasiswi
keempat yang diwawancarai adalah mahasiswa
kedua yang menerpakan hidup bersih.
 Dik x=5, n=8 dan p =0.7
 8 1 
b5 : 8 : 0.7    0.7  0.3
85

5

 5 1 
7
 0.7  0.3
3
5

4
 350.16810.027 
 0.1588

 Probabilitas ditemukannya mahasiswa ke delapan yang


merupakan mahasiswa kelima yang pernah melakukan
hidup bersih adalah 15.9%
 Jadi

 3
b2;4 : 0.7 2   0.7  0.3 
2 2

1
30.490.09
 0.1323

 Probabilitas
mahasiswi ke empat merupakan
mahasiswi ke 2 yang melaksanakan hidup
bersih adalah sebesar 13.23%.
 Bila
distribusi negatif menjadi distribusi
geometrik bila x menyatakan banyaknya
ulangan yang diperlukan telah mencapai
keberhasilan keberhasilan (X=1).
 Rumus :

n 1
g (n : p)  pq
 Menurut hasil penelitian ahli komputer,
kurang lebih 800 dari 1000 pengguna tidak
setuju dengan harga komputer yang naik.
Bila hasil penelitian ini benar,
 A.hitunglah probabilitas bahwa seorang
manajer memerlukan 3 orang pengguna
sampai diperoleh seseorang yang tidak setuju
komputer dinaikkan.
 B. Ulangi butir, bila n=5
 Dengan menggunakan distribusi geometrik ,
n=3 dan p= 8/10
31
 8 82
g 3 :    
 10  10  10 
 0.80.2 
2

 0.032

 Disini n=5 dan p=8/10


4
 8 82
g 5 :    
 10  10  10 
 0.80.2 
4

 0.00128
 Rumus Umum :
 k  N  k 
  
 n  n  x 
h x : N : n : k  
N
 
n

 Dengan x = 0, 1,2,3....
 Nilairata-rata distribusi hipergemetrik
merupakan n dengan k keberhasilan dibagi N
populasinya. Secara matematis dirumuskan
sebagai :
nk
 Rumus: 
N
 Rasio k/N setara dengan probabilitas
keberhasilan p sehingga nilai rata-rata
dinyatakan:
  np
 Varianbagidistribusi hipergeometrik
h(x:N:n:k) adalah :
 Rumus :
 N n k  k
 
2
 n 1  
 N 1  N  N 
 Sebuah kantong plastik berisi 5 kelereng
merah dan 4 kelereng biru kemudian diambil
3 kelereng tanpa pemulihan. Bila X
menyatakan banyaknya kelereng merah yang
diambil, susunlah fungsi dan distribusi
probabilitas hipergeometriknya.
 N=9, N-k=4, n=3 dan k=5. Maka :
 Pada :

 5  4 
    5  4 
  
 X  0  h0 : 9 : 4 : 5      4
0 3
x  1  h1 : 9 : 4 : 5      30
1 2
 9  84 9 84
   
 3
 3

 5  4 
    5  4 
  
x  2  h2 : 9 : 4 : 5      40
2 1
x  3  h3 : 9 : 4 : 5      10
3 0
9 84
  9 84
3  
 3
 Semua kemungkinan peubah acak X berikut
dapat disusun dalam tabel :

x 0 1 2 3
P(X=x) 4/84 30/84 40/84 10/84

 Jadi, fungsi distribusi hipergeometrik


 5  4 

 x
3  x

h x : 9 : 4 : 5    
9
 
3
untuk : x  0,1,2,3
 Enam kartu diambil secara acak dari ssetengah kartu
bridge (warna merah). Hitunglah probabilitas diperolehnya
4 kartu wajik.
 Jawab
 Dik n=6 dan populasi N=26 kartu, k=13 dan x=4. maka
probabilitasnya :

 k  N  k 
  

hx : N : n : k     
n n x
N
 
n 13  26  13 
  
 4  6  4  71578
h4 : 26 : 6 : 13    0.242
 
26 230230
 
6
 Distribusi hipergeometrik dapat diperluas
lagi, menjadi distribusi peubah ganda. Bila
suatu populasi beranggotakan N disekat ke
sel A1, A2.....Ak dengan jumlah anggota masing-
masing sel a1, a2,.... . Dengan peubah acak x1,
X2 .....Xn.
 Rumus :
 a1  a2   ak 
  .. 
hx1 , x2 ,...xk : N : n : a1 , a2 ,....ak    1  2   k 
x x x
N
 
n
dengan, X 1  X 2  ... Xk  n, dan, a1  a 2  ...  ak  N
 Sebuah kantong berisi kelereng yang terdiri
atas 4 kelereng merah, 2 biru, dan 3 kuning.
Tentukan fungsi probabilitas hipergeometrik
terpilihnya 1 kelereng merah dan 1 biru.
 Jawab :
 Dengan menggunakan distribusi
hipergeometrik ganda, x=1, y=1, N=9, n=5,
a1=4, dan a2=2, maka fungsi probabilitas
terpilihnya kelereng merah (X) dan kelereng
biru (Y) dapat dinyatakan dalam probabilitas
bersama yaitu
 Untuk  4  2  3 
   
 
hx, y : 9 : 2 : 4 : 2     
x y 2 x y
9
 
 2
x  0,1,2dan, y  0,1,2dan,0  x  y  2

 Jadi pada (X=1,Y=1)..h(1,1:9:2:4:2)



 4  2  3   4  2  3
      
 1  1  2  1  1   1  1  0  2
9 9 9
   
 2  2
 Ciri-Ciri
 A. Banyaknya hasil percobaan yang terjadi
pada suatu selang tertentu tidak bergantung
pada banyaknya hasil percobaan pada selang
waktu.
 B. Probabilitas terjadinya satu hasil
percobaan selama selang waktu tertentu
yang singkat sebanding dengan panjang
selang waktu dan tidak bergantung pada
banyaknya hasil percobaan.

e 
x

p ( X ,   
x!

 Keterangan :
 P(X,µ) = probabilitas x dengan µ tertentu
 µ = banyaknya sukses yang diharapkan
 e = suatu konstanta matematis yang nilainya
mendekati 2.71828
 X = banyaknya sukses setiap saat
 Rata-ratabanyaknya tikus per hektar yang
menyerang tanaman padi adalah 8 ekor.
Hitunglah probabilitas bahwa dalam 1 hektar
terdapat lebih dari 13 ekor tikus.
 Bila
X menyatakan banyaknya tikus per
hektar tanaman padi, probabilitas lebih dari
13 ekor tikus per hektarnya adalah :

13
e 8 8
P X  13  1  P X  13  1  
0 x!
 1  0.9658  0.0342
 Polisiresor Bumiayu mencatat bahwa eara-
rata tertangkap 5 orang dalam kasus
psikotropika setiap bulan. Hitunglah
probabilitas bahwa pada suatu bulan tertentu
orang ditangkap karena menggunakan obat-
obatan terlarang adalah:
 Tepat 5 orang pelaku
 Kurang dari 5 orang dan
 Antara 5-9 orang.
 A. Tepat 5 orang pelaku :

e 5 .55 5 e 5 .5 x 4 e 5 5 x
p( X  5,  )   
5! 0 x! 0 x!
 0.6160  0.4405  0.1755
 Kurang dari 5 orang pelaku :

4
e 5 .5 x
P( X  5,  )  
0 x!
 0.0067  0.0337  0.0842).1404  0.1755
 0.4405
 Antara 5 – 9 orang pelaku :

9 5 x 4 5 x
p5  X  9, u   
e 5 e 5
 
0 x! 0 x!
 0.9682  0.4405  0.5277
 Secara rata-rata 4 dari 100 orang penduduk
Indonesia yang berusia di atas 45 tahun
terkena penyakit kencing manis. Hitunglah
probabilitas bahwa dari 250 orang, terdapat :
 (1) 6 orang yang mengidap kencing manis
 (2) Lebih dari 8 orang mengidap penyakit
kencing manis.